
Mama segera meninggalkan ajeng di
ruang makan, ia begitu bahagia saat melihat putra sulungnya keluar dari dalam
mobil dengan penampilan yang begitu rapi seperti biasanya.
“Al ….!’ Mama Renna berhambur
memeluk Al dengan air matanya yang sudah tertahan semenjak kemarin, ia
benar-benar tidak berani menangis di depan Ajeng.
“Ma …, jangan menangis! Al baik-baik
saja, jangan membuat Ajeng khawatir. Tersenyumlah ma!” ucap Al dengan lembut
pada mamanya. Mama Renna pun segera melepaskan pelukannya.
“Ayo sayang …, dia sudah sangat
merindukanmu dari semalam dia menanyakan mu terus!”
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam
rumah menghampiri Ajeng yang masih duduk di tempat duduknya. Ajeng yang
menyadari kedatangannya Al, segera berdiri dan berhambur memeluknya.
“mas …, dari mana saja? Aku sungguh
mencemaskanmu …, jangan lakukan ini lagi …!” ucap Ajeng dengan air mata yang sudah tidak bisa tertahan lagi.
“Assalamualaikum sayang!” bisik Al
membuat Ajeng semakin mengeratkan pelukannya dengan air mata yang semakin membanjiri pipinya, seakan kata-kata
itu adalah salam perpisahan untuknya. Al pun tak mampu membendung air matanya,
sudut matanya ikut mengeluarkan air mata begitupun dengan semua yang ada di sana,
papa yang biasa begitu tegar tak mampu lagi menampakkan ketegarannya.
“sayang …, jangan terlalu lama
menangisnya, kasihan putra kita nanti, dia pasti juga ikut terluka!” setelah
mendengarkan ucapan Al akhirnya Ajeng melepaskan pelukan suaminya.
“sudah sarapan sayang? Biar mas
suapi ya!” Al menuntun Ajeng untuk kembali duduk di tempatnya, menyuapkan
makanan ke mulut Ajeng dengan begitu sangat telatennya, ia bahkan
mengesampingkan tubuhnya yang sakit, bibirnya terus tersenyum sambil sesekali
mengusap pipi Ajeng yang masih menyisakan air mata.
“maafin mas ya, sudah membuatmu
terluka! Hari ini mas akan ajak adek ke suatu tempat!”
“Kemana?”
“Habiskan makanannya dulu ya kita
pergi berdua saja!” ajeng pun mengangguk, ia segera menghabiskan makanannya.
Ajeng segera bersiap-siap, ia
mengganti bajunya. Sebenarnya Dika berencana untuk mengantarnya tapi Al
menolaknya, ia meyakinkan pada seluruh anggota keluarga bahwa dia kuat dan
akan baik-baik sampai kembali.
“Mas …, Ajeng sudah siap!’ ucap
Ajeng dengan begitu cantik, senyum Ajeng menghilang ketika wajah-wajah cemas
menghiasi papa, mama juga Dika.
“Kita berangkat ya!” hanya al yang
__ADS_1
tersenyum di antara mereka.
“Ada apa?” ajeng masih enggan
beranjak dari tempatnya walaupun al sudah menggenggam tangannya begitu erat.
“Mereka hanya menghawatirkan keadaan
mu sayang, tapi mas sudah bilang untuk tidak khawatir karena kau bersamaku!”
Mau tak mau Ajeng pun menurut pad
Al, Lukman sudah menyiapkan mobil untuk mereka. Dika yang merasa khawatir
akhirnya memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang.
“mau beli es krim?” tanya Al saat
melihat kedai es krim.
“mau!” jawab ajeng dengan senyumnya.
Al pun segera meminggirkan mobilnya di tepi jalan. Mereka segera turun dan
memesan dua cup es krim dan duduk di sebuah kursi di bawah pohon besar itu.
Dika terus mengawasi mereka dari kejauhan, walaupun Al mengetahuinya Al
membiarkannya.
“Jadi ceritanya mas Al ngajak ajeng
kencan ya?”
“Bisa di bilang seperti itu, selama
ini mas terlalu sibuk jadi tidak bisa mengajakmu untuk kencan kan!”
“Ajeng seneng!” ucap ajeng sambil
melahap es krimnya, hingga es krim itu ada yang menempel di bibirnya, Al segera
menggunakan jarinya untuk mengusap bibirnya dan menjilat jarinya.
mengembang walaupun tanpa kehadiran mas nanti!”
‘memang mas mau kemana? Mas al mau
pergi jauh ya? Berapa lama? jangan lama-lama ya …, ajeng takut sendiri!”
‘Kau tidak akan sendiri, ada putra
kita. Kenangan terindah untuk kita! Ada Dika!”
‘kenapa ada Dika? Bukan mas Al?”
“karena mas tidak bisa selalu
bersamamu, tapi percayalah cintaku akan terus bersamamu!’
‘aku tahu …!”
‘anak pintar!” Al menepuk-nepuk puncak kepala ajeng seperti
bicara pada muridnya.
Setelah menghabiskan es krimnya,
mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke taman hiburan ke Blitar
Park, mereka menaiki semua wahana yang ada di sana, Ajeng benar-benar merasakan
bahagianya kencan.
“Ajeng seperti anak-anak muda
lainnya!”ucap Ajeng sambil tersenyum, ia terus mengitari tempat itu seperti
tidak mengenal lelah.
Sesekali Al memegangi dadanya terasa
nyeri, Dika yang melihatnya segera menghampirinya. Tapi saat langkahnya sudah
__ADS_1
hampir sampai pada Al, Al segera menahannya dnegan tangannya agar tidak
mendekat, untuk pengunjung begitu ramai jadi sulit bagi Ajeng untuk mengenali
kehadiran Dika di sana.
Hingga sore, akhirnya mereka
kembali ke mobil membeli berapa makanan
dan mereka pun melahap makanan itu.
“Sudah kenyang?” Ajeng pun
mengganguk dengan gembira.
‘Kalau begitu kita ke tempat tujuan
kita terakhir!”
Al segera menjalankan kembali
mobilnya. Setelah beberapa menit akhirnya mobil pun sampai di depan sebuah
butik besar.
‘Kita mau beli baju ya mas?’ tanya
ajeng ketika sudah turun dari mobil.
“Lihat di sana!” Al menunjuk pada
plang besar yang berada di ats butik.
“Diajeng Butik! Kenapa butik itu ada
namaku mas?”
‘Karena butik itu milikmu!”
‘milikku?’
“Iya …, sudah lengkap dengan
karyawannya, dan juga butik ini sudah di buka semenjak dua bulan yang lalu!”
“Hahhh …!” Ajeng benar-benar di buat
terkejut dengan kejutan itu.
“Ini hadiah terakhirku untukmu sayang!”
ucap Al sambil mengecup bibir Ajeng. Al pun segera menarik tangan ajeng untuk
masuk ke dalam butik, ia kembali di kejutkan dengan beberapa desain baju yang
ia buat yang sudah berubah menjadi baju terpajang di sana.
“Jadi selama ini, desainku tidak sampai
di malang?” tanya ajeng.
“Iya …, jika punya butik sendiri,
maka kamu bisa memproduksi bajumu sendiri. Kita juga sudah terhubung dengan
beberapa pelanggan yang ada di luar negri! Dan ini omset yang kamu dapat dari
butik ini!” al menyerahkan sebuah buku tabungan, ajeng pun menerimanya dan
melihat isinya. Ternyata omsetnya sudah lumayan besar untuk butik baru, Al
benar-benar bekerja keras untuk butiknya selama ini.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰😘😘
__ADS_1