
Ajeng yang semakin kesal, membuatnya tidak sabara untuk segera mendekat. Ajeng pun
membawa minumannya mendekati suaminya yang sedang di goda oleh wanita lain itu.
“Mas …!” panggil ajeng.
Al segera menoleh ke arah Ajeng dan berusaha melepaskan tangan Sisil. Tapi
sepertinya Sisil dengan sengaja enggan melepaskan tangan Al.
Ajeng pun semakin mendekat setelah Sisil tidak terpengaruh dengan ucapannya. Ia
mendekat ke arah mereka dan dengan sengaja menuangkan minumannya ke gaun yang
di kenakan oleh Sisil.
“Aaaaa…, kamu apa- apaan sih Jeng!” ucap Sisil terkejut sambil mengibas-ngibaskan
gaunnya yang basah.
“Ups
…, maaf aku nggak sengaja!”
“Kamu
pasti sengaja kan?” tanya sisil tidak percaya dnegan ucapan Ajeng.
“Aku
sungguh tidak sengaja!”
“Pak
Al, kenapa pak al diam saja, lihat Ajeng selalu saja cari gara-gara sama aku …,
ternyata sampai sekarang dia masih dendam sama aku!” ucap Sisil sambil
bergelayut manja di tangan Al membuat Ajeng semakin geram.
“Sisil
…, bisa lepaskan tangan mas Al nggak?” teriak ajeng geram.
“Apa
hak mu nyuruh-nyuruh aku!”
“Sil
…, lepaskan!” ucap Al dengan nada dinginnya seperti biasa. “Ajeng Lah yang
paling berhak atas diriku setelah ibuku, karena dia istriku!”
Mendengar
pernyataan Al, Sisil begitu terkejut. Sebelumnya ia hanya mengira jika Al dan
ajeng hanya dekat saja tapi ternyata kenyataannya lebih dari itu, mereka sudah
menikah.
“Istri???”
“Iya
__ADS_1
…, saya istri pak Aldevaro Kenzie!”
Mendengar
pernyataan Ajeng membuat hati Sisil semakin sakit, ia berlalu begitu saja dari hadapan
Al dan Ajeng. Ajeng yang juga masih kesal segera berlalu begitu saj
meninggalkan Al.
“Wah
gawat nih …, dia ikutan marah …!” gumam Al, ia pun segera mengejar istrinya yang sedang marah.
Ajeng
duduk di tempat yang tadi, ia meminum minuman yang satunya yang sebelumnya
telah ia letakkan di meja itu, berusaha keras meredam amarahnya.
“Adek …, adek marah ya sama mas?” tanya Al setelah berhasil mengejar Ajeng dan duduk
di depan Ajeng.
“Sudah
tahu masih nanya!” jawab Ajeng ketus.
“Tau nggak? Adek kalau marah kayak gitu tambah cantik loh …!”
“Nggak lucu!”
“Maafin mas ya …, mas ngaku salah!”
“Seneng kan pasti di pegang-pegang cewek kayak gitu, nyaman banget kayaknya!”
“Nggak, siapa juga yang cemburu!”
“Kalau nggak cemburu, sudah dong ngambeknya! Jadi tambah cantik loh nanti!”
“Suapi aku dulu baru aku selesai marahnya!”
“Dengan senang hati adek ku sayang!”
Al pun segera menyuapkan kue yang sempat ia ambil sebelum kejadian di tumpahi kue
oleh sisil. Ajeng yang melihat kemeja Al kotor karena kue, ia pun mengambil
tisu di tasnya, tapi tanpa sengaja ia menjatuhkan sesuatu dari tasnya. Al yang
melihatnya segera mengambil benda itu, sebuah kertas.
“Ini apa sayang?’ tanya Al, Ajeng yang tidak menyadarinya segera melihat kearah
tangan Al dan dnegan cepat Ajeng mengambil dari tangan Al.
“Bukan apa-apa mas …, cuma kuitansi biasa aja!” ucap ajeng dan dengan buru-buru
memasukkan kembali ke dalam tasnya.
Mudah-mudahan mas Al tidak sempat melihatnya tadi …. Batin
Ajeng
Sebenarnya apa yang sedang di sembunyikan oleh Ajeng, dari kemarin sikapnya aneh sekali …., batin Al.
__ADS_1
Ajeng pun melanjutkan membersihkan kemeja suaminya sedangkan al juga melanjutkan
menyuapi istrinya dengan kue tapi pikiran mereka sedang melayang jauh.
Setelah selesai dengan kegiatannya, mereka pun bergabung dengan yang lainnya, saling
sapa dan bertukar kabar. Sesekali mereka menanyakan tentang hubungan al dan
ajeng dan dengan bangganya Al selalu mengatrakan kalau ajeng adalah istrinya.
Mereka menikmati beberapa hidangan dan ,mengikuti beberapa kuis yang sengaja di susun
sebagai pengisi acara. Al benar-benar melakukan apapun yang di inginkan oleh
ajeng. Al menjadi sangat protektif pada Ajeng, menjaga di manapun ajeng berada.
Dan di acara puncaknya adalah lomba dansa, Ajeng pun memaksa Al untuk ikut serta.
Ajeng yang sebenarnya tidak bisa berdansa membuat Al ekstra sabar karena
kakinya kerap kali terkena injakan kaki Ajeng.
“Maaf ya mas …., aku Cuma ingin berdansa saja, kalau tidak begini kapan lagi mas mau
mengajakku berdansa!”
“Jadi maksud mu, mas ini tidak romantis?”
“Romantis sih …, tapi kadang kurang peka!”
Mereka menikmati alunan lagu yang mengiringi dansa mereka, tangan Al selalu sigap di
pinggang Ajeng agar Ajeng tidak terjatuh, Ajeng menyandarkan kepalanya di dada
bidang suaminya. Begitu romantic, tapi di kerumunan orang itu ada sepasang mata
yang menatap mereka beitu penuh dengan amarah.
Tapi ternyata Ajeng juga menangkap sosok itu, saat melihat kelebatannya. Ajeng
segera menganggakat kepalanya dan melepaskan tangannya dari tangan Al membuat Al tidak kalaih terjeutnya.
“Ada apa dek?” tanya Al penasaran
“Mas …, aku tadi seperti melihat …!”
“Melihat siapa?”
“Ayo mas …!”
Tanpa menjawab pertanyaan suaminya, Ajeng segera menarik tangan suaminya menjauh dari
lantai dansa. Ajeng mencari-cari sosok yang sempat ia cari tadi di antara
kerumunan orang.
“Siapa sih dek?” al begitu penasaran.tapi ajeng tetap enggan menjawabnya, ia memilih
tetap berjalan menciri-cari sosok yang smepat ia lihat.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 😘❤️❤️❤️