
Selly sudah duduk dimeja makan menunggu Nonanya yang belum turun. Sambil menunggu, Selly memainkan ponselnya untuk mengecek email yang baru dikirim asistennya.
Kiran dan David menyusul ke meja makan. David merangkul bahu Kiran dan tersenyum manis menatap Selly.
"Kalian pacaran..?" tanya Selly penuh selidik
"No...!" jawab David
Selly memicingkan matanya menatap tak percaya. "Terserah, lagian juga bukan urusanku." ucap Selly.
Dari arah luar, Alex dan Kwan terlihat masuk bersama. Kwan menatap Selly dengan tatapan bahagianya. Menurutnya, malam ini Selly terlihat cantik dengan gaun lengan ¾ nya. Rambutnya rapi diikat kebelakang. Dan tampilan make up nya yang menambah pesona bagi Kwan.
Mereka berbicara dalam bahasa Inggris.,
"Hai, nona Selly..kita bertemu lagi." sapa Kwan yang menghampiri Selly lebih dulu.
"Kau...! ngapain disini..!" tuding Selly
"Makan malam bersamamu. Aku duduk sini ya.." ucap Kwan yang langsung menarik kursi disebelah Selly.
"Siapa yang mengudangmu kemari!" ketus Selly
"Santai Nona, aku disini atas undangan Tuan Edward. Apa kamu juga anak buah Edward?" tanya Kwan
"Bukan.!" ucap Selly
Kwan mengerutkan keningnya, dalam hatinya bertanya kalau dia bukan anak buah Edward, lalu ada urusan apa dia disini, pikirnya.
David dan Kiran memandang Kwan seksama. Dia belum mengetahui siapa pria yang datang bersama Alex tadi. Pikir mereka, kalau dia datang bersama Alex , pasti dia teman atau anak buah Suami nonanya.
"Ehmm,Kwan.. kenalkan mereka berdua adalah asisten dan sekretaris nona Aurora, istri dari Tuan Edward. Dia David dan Kiran. Sedangkan Selly dia CEO di perusahaan programer milik nona Aurora." ucap Alex memperkenalkan.
"Oh, hallo Tuan David, Nona Kiran. " Sapa Kwan ramah.
"Hallo Tuan Kwan." sapa David dan Kiran ramah.
"Kenalkan dia Kwan, teman Tuan Edward. Dia seorang dokter di Seoul." ucap Alex
Kwan hanya tersenyum ramah menatap semua yang ada dimeja makan.
"Aih..pantas saja dia tau kebohonganku, dokter rupanya." batin Selly kesal mengingat malam kemarin
Dari pintu masuk, Lukas bersama Amel datang bersamaan. Amel melangkah duluan kemeja makan dan menyapa semua orang yang ada dimeja tersebut.
"Selamat malam semua. Maaf aku terlambat." ucap Amel dan duduk berseberangan dengan Alex.
__ADS_1
"Malam nona." ucap mereka semua
Lukas menghampiri Kwan dan duduk disebelahnya.
"Sstt..siapa?" bisik Kwan pada lukas sambil menunjuk dengan dagunya.
"Dia adik perempuan Tuan Edward. Namanya nona Amel."
"Cantik." ucap Kwan
"Jangan menganggunya..!" ketus Lukas
"Cih..milikmu juga bukan.!" decih Kwan.
Tak lama kemudian, Edward yang menggendong Brian dengan Aurora disampingnya tampak masuk kedalam restoran. Aurora tersenyum manis menyapa yang sudah hadir.
"Selamat malam semua, maaf terlambat. " ucap Aurora
"Malam.."
Edward mendudukkan Brian disebelah Amel, sebelum menghampiri Kwan yang berdiri menyambut kawannya.
"Hallo Kwan, bagaimana kabarmu?" ucap Edward saat melepaskan pelukannya.
"Baik, Wah itu istrimu..." Tunjuk Kwan.
""Ah, ya hallo Nona, sebelumnya selamat atas pernikahan kalian. Maaf waktu itu aku tak bisa hadir dalam pernikahan kalian.Semoga langgeng sampai tua." ucap Kwan
"Terima kasih Tuan Kwan, senang bertemu denganmu. " ucap Aurora ramah.
"Hallo paman. Paman tampan sekali, paman sepelti altis kolea, paman dali negala mana? " tanya Brian
"Ah benarkah..terima kasih pujiannya, Paman dari Seoul."
"Seoul..?! " beo Brian
"Ya, paman tinggal di Hannam The Hill. Apa kau tau BTS? Paman satu kompleks dengan mereka. " ucap Kwan
"Wow, benalkah..belalti paman olang kaya , hunian disana paling mahal di Seoul, kapan kapan Blian akan kesana sama Daddy dan Mommy ya.. " ucap Brian antusias
"Okey,paman tunggu. Nanti paman ajak jalan jalan ke Sungai Han dan Some sevit untuk menikmati rainbow fountain dan belanja di Dongdaemun market kalau kau mengunjungiku." ucap Kwan
"Okey, janji ya paman..!"
"Okey.."
__ADS_1
"Brian, Kwan sebaiknya kita selesaikan makan malam dulu. Nanti ngobrol lagi." ucap Edward menginterupsi.
"Baik Dad."
Makan malam berlangsung hangat, sesekali Edward menyuapi Aurora, sedangkan yang lain diam tak berkomentar melihat pasangan itu bermesraan didepan mereka .
Usai makan malam, Edward mengantar istrinya kekamar hotelnya, sedangkan Brian tidur bersama Amel. Sebelum meninggalkan restoran, Edward berbisik pada Lukas asistennya.
"Kalian bertiga aku tunggu di longue satu jam dari sekarang.'' ucap Edward
"Baik Tuan."
Setelah mengatakan itu, Edward merangkul bahu Aurora dan membawanya kekamar hotel kembali. Setelah sampai dikamar, Edward membuka pintu balkon kamarnya. Ia mengajak Aurora melihat keindahan malam dari balkon kamarnya.
Aurora tersenyum melihat pemandangan Tour Eiffel dari tempatnya. Sorot lampu keemasan menjulang tinggi sampai keatas dan tampak berkedip kedip.
"Aku heran, ini cuma kerangka besi yang tersusun keatas kemudian dipasangi tatanan lampu yang apik, kenapa banyak orang berbondong bondong datang kemari untuk melihat keindahannya." ucap Aurora , walaupun dalam hatinya senang melihat keindahan malam itu.
Edward melingkarkan tangannya diperut istrinya. "Bukankah kita juga kemari hanya untuk melihatnya. Apanya yang salah..?" tanya Edward
"Tidak ada, kenapa dinegara kita tidak seperti disini, punya ikon menarik yang membuat wisatawan datang berkunjung." ucap Aurora
"Apa kita perlu membuatnya hemm..."tanya Edward
"No, kita hanya punya satu tubuh, sudah cukup untuk membuat kita kelelahan dan kehilangan waktu bersama. Aku mengurus dua perusahaan . Dan kamu sebentar lagi mengurus dua perusahaan belum lagi Golden lionmu. Jangan menambah lagi di bidang pariwisata. Bagaimana cara kita membagi waktu untuk keluarga kalau setiap hari kita disibukkan dengan pekerjaan yang tak ada habisnya. Jadi jangan berpikiran sampai kesana. Okey..!" ucap Aurora yang seakan mengerti apa yang dipikirkan suaminya.
"Baiklah Nyonya Edlyn.. "
Aurora berbalik menatap suaminya, "Berjanjilah padaku, kalau kau tidak akan meninggalkanku sendiri bersama anak anak kita sayang." ucap Aurora sendu.
"Sssttt..jangan bicara macam macam, aku tak suka mendengarnya. Kau mengatakan itu seperti akan terjadi perpisahan diantara kita. Jangan mengatakan itu lagi. Sudah cukup aku kehilangan mu. Aku tak mau berpisah denganmu lagi." ucap Edward menatap manik mata istrinya.
"Kau tau bukan, kata orang setiap rumah tangga yang dibangun pasti ada saja masalahnya. Entah masalah dengan pasangannya, anaknya atau bahkan dengan cintanya. Aku takut jika Tuhan menguji cinta kita lagi. Aku takut berpisah denganmu. Berjanjilah kau akan baik baik saja." ucap Aurora
"Sayang dengarkan aku, kita hanya manusia biasa, kita tidak bisa melawan takdir yang sudah digariskan kepada kita. Apapun yang terjadi kedepannya, berjanjilah untuk selalu bahagia. Aku mencintaimu Aurora..." ucap Edward dan langsung mencium bibir Aurora dengan lembut.
Kegiatan olahraga malam pun terjadi sesuai keinginan Edward. Aurora yang kelelahan langsung tertidur setelah membersihkan diri bersama suaminya. Edward mengecup dahi Aurora dengan sayang, kemudian meninggalkan Aurora untuk menemui Kwan yang mungkin saja sudah menunggunya sedari tadi.
"Good night honey, have a nice dream, I love you."
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya, like and komennya guys. Thank you ❤ reader