
Seorang cowok yang sedang memakai earphone yang menyumbat di kedua telinganya baru saja sampai di sekolahnya cowok itu berjalan di tengah koridor untuk sampai di kelas.
Banyak cewek di sekolahnya yang menyapa alfiandra tetapi naas cowok itu tidak menanggapi sapaan tersebut, bahkan senyum tipis pun tidak ia perlihatkan kepada mereka, hanya kepada 2 teman dekatnya saja ia bisa tersenyum tipis.
Entah kenapa sikap alfiandra menjadi seperti itu padahal sewaktu dia kecil dia sangat ramah kepada semua orang,bahkan di SD saja mencari teman sangatlah gampang bagi alfiandra.
"Eh bro baru Dateng lo" Sapa Dimas saat melihat Fian baru saja sampai di kelasnya.
"Ya,mana si putra ko tumben belum ada di kelas?" Ucap Fian yang baru saja duduk di bangkunya
"Biasa dia mah paling lagi godain anak kelas 10" sahut Dimas
"Eh ya ian kita nanti malam di undang sama putra di party nya dia,Lo mau Dateng gak ?" tanya Dimas
"Males ah paling cuman gitu gitu doang" balas fian acuh tak acuh
"Ye lo mah gk seru ah, rame tau di sana kali aja lo dapet jodoh di nanti" ucap Dimas
"Gue nanti malem ada urusan"
"Urusan apaan?" ucap Dimas penasaran
"Kepo lo. Eh Ke rooftop yuk males gue di sini apalagi nanti pelajaran Bu endang"
"Ayok"
Mereka bedua beranjak dari tempat duduknya saat sampai di depan pintu kelasnya mereka melihat putra yang sedang berjalan ke arahnya.
"Eh mau ke mana kalian? " tanya putra yang baru saja sampai di pintu kelas
"Ke rooftop bolos,ikut kaga lo" ucap Dimas
"Ikut lah kalo mau bolos" balas putra
Akhirnya mereka bertiga berjalan beriringan di koridor kelas yang sangat ramai oleh murid.
Saat begitu sampai di rooftop sekolah mereka bertiga langsung duduk di bangku lusuh yang ada di rooftop sembari menyalakan rokoknya.
Mereka bertiga terhanyut dalam obrolan yang ringan sampai suara bel istirahat berbunyi.
Teeetttt... Teeettt... Teeettt
"Eh itu udah istirahat,kantin yok laper gue?" tanya Dimas
"Ayo" jawab keduanya.
*****
__ADS_1
Sheina dan kedua orang tuanya baru saja tiba di bandara mereka langsung berjalan ke bagian pengambilan barang untuk mengambil koper koper mereka, setelah mengambil barang, mereka bertiga langsung masuk ke dalam taksi untuk mengantarkan mereka ke rumahnya.
Setelah menempuh 30 menit perjalan akhirnya mereka bertiga sampai di rumahnya, rumah yang banyak meninggalkan kenangan bagi sheina.
"Akhirnya sampai juga di rumah ini. aku kangen banget mah sama rumah ini." ucap sheina
"Sama Mama juga kangen sama rumah ini apalagkecia udah hampir 7 tahun gak pernah ke sini" ucap nita Mama Sheina
"Udah-udah kangen kangenanya nanti aja dulu kita masuk ke rumah dulu simpen barang barangnya" ucap Frans papa Sheina
Mereka bertiga pun berjalan masuk ke rumahnya.
Tok tok tok
"Iya sebentar" ucap seseorang dari dalam rumahnya.
Seteleh beberapa detik terbukalah pintunya.
"Eh nyonya,tuan,non mari masuk,biar bibi bawa koper kopernya" ucap bi Marni
"Mang Sapri ke mana ya bi?" tanya papa Sheina
"Ada tuan di belakang sedang membereskan taman" ucap bi Marni
Setelah itu mereka bertigapun masuk ke dalam kamarnya masing masing untuk beristirahat.
"Ya udah Sheina kamu istirahat dulu gih nanti malam Mama bangunkan untuk makan malam" ucap mama sheina
Sheina pun berjalan ke lantai dua menuju kamarnya. Setelah sampai di kamar Sheina pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur Queen size nya, ia sudah sangat lelah selama di perjalanan tadi.
Tok tok tok
"Sheina ayo makan malam nak udah pada kumpul tuh di bawah" ucap mama Sheina dari balik pintu kamarnya.
"Iya mah bentar lagi" balas Sheina dengan suara seraknya khas orang bangun tidur
"Mama duluan ke bawah ya?."
"Ya mah"
Sheina pun berjalan dengan langkah lunglai untuk mandi terlebih dahulu karena dari begitu sampai di rumahnya ia sama sekali belum membersihkan badanya.
Setelah beberapa menit membersihkan badan Sheina pun berjalan menuruni tangga untuk segera memulai makanya.
"Malam mah,pah" ucap Sheina saat sampai di anak tangga terakhir
"Malam sayang,ayo makan kita udah nungguin kamu dari tadi"
__ADS_1
Sheina pun mengangguk dengan segera ia menarik kursi dan duduk di samping papanya.
"Sheina 2 hari lagi kamu mulai masuk sekolah ya" ucap papanya di tengah tengah makan malam mereka
"Yah ko cepet banget pah,kan Sheina mau istirahat dulu" ucap Sheina kecewa.
"Kamu ini papa kasih istirahat 2 hari masih aja kurang, mau berapa hari kamu gak sekolah nanti yang ada malah ketinggalan banyak pelajaran" kata papa menasehati.
"Seminggu kek pah badan aku juga masih pada pegel loh ini" ucap Sheina sambil menggerakkan badanya
"2 hari lagi atau uang jajan kamu selama 1 bulan papa potong" ancam papanya
"Iya deh ya 2 hari lagi Sheina sekolah" ucap Sheina pasrah bisa berabe kalo papanya itu memotong uang jajannya.
"Nah gitu dong jadi anak itu harus nurut" kata papanya lagi
"Yayaya" ucap Sheina kesal sembari mengerucutkan bibirnya.
Setelah ritual makan malamnya selesai Sheina pun berjalan ke kamarnya lagi untuk melanjutkan mimpi indahnya yang tadi sempat terganggu.
Sheina pun berjalan menuju meja belajarnya saat ingin membuka lemari meja belajarnya ia tidak sengaja melihat foto dirinya dan bocah laki laki kecil yang tertempel di meja belajarnya
Tanpa sadar ia tersenyum kecil ia jadi teringat saat saat mereka sering bermain bersama
"Nana sini deh aku aku mau nunjukin hasil gambar aku" ucap Fian setelah menyelesaikan kegiatan menggambarnya.
Sheina yang sedang bermain masak masakan itu pun berjalan menghampiri Fian untuk melihat hasil gambarnya.
"Ini apa Fian" ucap Sheina saat melihat sepasang anak berpegangan tangan di bawah langit sore
"Ini gambar aku sama kamu. Gambar ini ada artinya loh" ucap Fian
"Apa artinya" ucap Sheina yang penasaran
"Artinya aku mau kita sama sama terus kaya gini sampai nanti kita tumbuh dewasa aku gak mau kamu ninggalin aku, cuman kamu sahabat aku satu satunya di sini. temen temen aku yang lain pada ninggalin aku karena katanya aku lemah" ucap Fian dengan lirih
Sheina pun memeluk Fian dengan erat. Dia pun sama tidak mau kehilangan sahabat kecilnya ini karena dengan dia Sheina merasa nyaman saat mereka berdua seperti ini.
"Aku janji gak akan pernah ninggalin kamu" janji Sheina sembari mengangkat jari kelingkingnya
"Janji" ucap Fian sembari menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Sheina.
Sheina menghela nafas berat lagi lagi ia teringat dengan masa masa indahnya dulu bersama laki laki yang telah membuatnya nyaman.
Sheina pun berjalan menuju tempat tidurnya ia tidak ingin kembali lagi mengingat masa kecilnya.
__ADS_1
*TO BE CONTINUED*
See u next chapter guys.. mohon maaf bila bahasa penulisanya masih kurang bagus