
Ajeng sudah hampir menyelesaikan pendidikannya, hari adalah hari Ajeng sidang skripsi.
Al selalu setia mendampingi Ajeng hingga titik ini, ia bahkan mengirim Dika untuk membantu Ajeng, walaupun Dika orang yang terkesan malas, tapi otaknya sudah terlahir encer. Berbeda dengan Ajeng, ia harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan nilai bagus.
"Dik ...., apa aku bisa ya?" Ajeng memegangi tangannya sendiri yang berkeringat.
"Jangan takut, kamu pasti bisa ....!" Dika mencoba menyemangati sahabatnya itu.
Hingga kini giliran nama Ajeng yang di panggil, dengan cepat Ajeng masuk ke dalam ruangan itu, tak butuh waktu lama, hanya lima belas menit akhirnya Ajeng kembali keluar.
"Bagaimana sukses kan?" tanya Dika yang tak sabar dengan hasil sidang Ajeng.
"Berhasil ....!" ucap Ajeng sambil meloncat kegirangan. "Aku bisa menjawab hampir semua pertanyaan dosen dengan tepat, tak ada kekurangan di skripsiku, hanya ada beberapa saja yang perlu di refisi!"
"Benarkan ...., makanya percaya pada dirimu sendiri, oh iya aku hampir lupa bang Al sudah menunggumu!"
"Di mana?"
"Di KUA!"
"Jangan becanda deh dik!"
"Di taman biasa, susah sana ...., jangan membuatku emper, aku pengen cari cewek bohay ...!"
"Gayamu dik, kayak yang paling ganteng aja, tuh liat Galih tuh ...., dia itu ganteng, keren, pinter tapi nggak nggragas kayak kamu!"
"Emang aku codot apa gragas ....!"
( Gragas ; berarti kemaruk, serakah. Jika digunakan dalam konteks makanan, gragas memiliki arti Pemakan Segala, Apa-apa doyan)
(Codot ; co-dot n kelelawar yg makan buah-buahan, tergolong jenis Cynopterus)
Ajeng tak peduli lagi dengan celotehan Dika, ia lebih tertarik untuk segera menemui Al.
Taman yang di maksud Dika tak begitu jauh dari kampus, ia hanya butuh waktu sepuluh menit untuk berjalan kaki sampai di taman yang di maksud.
Al sudah duduk di salah satu bangku taman yang berada di bawah pohon beringin besar itu, Ajeng memperlambat langkahnya saat sudah melihat pria itu.
"Mas Al ....!"
Al menoleh ke arah Ajeng, ia segera berdiri saat melihat Ajeng sudah berada di dekatnya.
"Selamat ya!" ucap Al sambil menyerahkan secontong es krim.
"Es krim?" tanya Ajeng sambil mengerutkan keningnya, ia berfikir jika Al akan memberinya setangkai bunga atau mungkin seikat bunga.
"Aku tahu kamu baru saja kepanasan di dalam ruang itu, lalu kamu berjalan ke sini di tengah siang bolong, pasti haus, aku tahu apa yang kau butuhkan!"
"Makasih!" Ajeng tersenyum lalu mengambil es krim itu dan melahapnya.
"Duduklah ....!"
Ajeng pun duduk di samping Al, mereka menikmati es krim, sambil mendengarkan curhatan Ajeng, Al begitu telaten dengan segala cerita Ajeng. Al benar-benar pendengar yang baik.
"Apa kau mau aku mengatakan sesuatu yang serius!" ucap Al saat Ajeng menyelesaikan ceritanya.
"Apa?"
"Apa sekarang aku sudah boleh melamarmu?"
"Sekarang?"
__ADS_1
"Mana bisa seperti itu!"
"Kenapa?"
Ajeng menundukkan kepalanya, memainkan kakinya di antara debu di tanah, ia gesek-gesekan kakinya, memilin kemeja putihnya, rok panjangnya menjuntai ke tanah. Ajeng yang tidak terbiasa memakai rok, harus memakai baju hitam putihnya itu untuk sidang skripsi, persis seperti SPG.
"Bahkan ijasahku pun belum aku terima, mas!"
Al menatap ke depan, matanya menyorot jauh di depan sana, seakan ingin mengatakan jika ia tidak sanggup jika harus berjauhan lagi dengan Ajeng.
"Baiklah ...., aku akan belajar lebih sabar lagi!"
Ajeng menoleh ke arah Al, ia bisa melihat jika pria itu telah terpatahkan dengan ucapannya.
"Maafkan aku ya mas!"
"Jangan banyak minta maaf, ayo aku traktir, mau makan apa?" Al berdiri dari duduknya, menarik tangan Ajeng hingga Ajeng ikut bangun dari duduknya.
mereka bergandengan tangan menyusuri tepian jalanan yang ramai oleh pedagang kaki lima, Al sengaja mengajak Ajeng berjalan kaki agar lebih bisa menikmati kebersamaan mereka.
πΊπΊπΊπΊ
Al terus bersabar, ia menanti Ajeng hingga benar-benar mendapat ijasah. Ia menempati janjinya.
Sampai kesabarannya di uji, saat seorang Bara terus saja mendekati Ajeng.
"Ajeng ....!" panggil Bara ketika Ajeng hendak keluar dari gedung yang sudah tiga tahun ini menjadi tempatnya menorehkan ide kreatif.
"Iya mas Bara, ada apa?" Ajeng menoleh dan menghentikan langkahnya.
"Aku antar pulang ya!" ucap Bara sambil menunjuk mobilnya yang sudah siap terparkir di depan.
"Nggak usah mas, aku sudah ada yang jemput!" ucap Ajeng sambil mengibas-kibaskan tangannya.
Ajeng melirik pada pria yang berdiri tak terlalu jauh di belakang mereka, dia adalah Al, tangan Al sudah mengepal sempurna. Ia dengan langkah pelan dan pastinya berjalan mendekati Bara dan Ajeng.
"Gerhmmm ...., Hernmmmm ....!"
Al berdiri tepat di samping Ajeng.
"Pak Al, mau pulang juga?" Tanya Bara. Bara segera menarik tangan Ajeng agar lebih dekat dengannya, tapi Ajeng sengaja menahan tubuhnya agar tidak bergerak.
"Iya!" jawab Al dengan nada kesal. ia menatap tangan Ajeng dengan tajam.
Ajeng yang melihat arah tatapan Al, segera menepis tangan Bara.
"Ajeng!"
"Iya pak!" Ajeng tergagap mendengar Al memanggilnya.
"Bisa bantu saya? Tolong ikut saya ke rumah saya mengambil berkas untuk acara besok!"
"Ba-baik pak!"
"Saya duluan ya!" Al memegang pundak Bara, tapi tatapan yang di berikan oleh Al adalah sebuah tatapan kemenangan.
"Baik pak!"
Ajeng segera mengikuti langkah Al di belakangnya, ia tidak mau membuat Bara curiga.
Sesampai di dalam mobil Al segera memegang tangan Ajeng. Ia kembali menatap Ajeng.
__ADS_1
"Ada apa mas?" tanya Ajeng, tatapan Al benar-benar sulit di artikan.
"Tangan ini hanya boleh di pegang olehku!" Al begitu kesal ketika orang lain memegang tangan Ajeng.
Posesif sekali dia ....
Al mencium tangan Ajeng, ia terus mengusap punggung tangan Ajeng, sampai mobil melaju pun Al tidak sekali pun melepas tangan Ajeng.
"Kita akan menikah hari ini?" ucap Al tiba-tiba, membuat Ajeng begitu terkejut.
"Hari ini?"
"Iya!"
"Mas Al serius?"
Bukannya menjawab pertanyaan Ajeng, Al malah terus fokus pada arah jalanan jalan ini dalam menuju ke kota asalnya, ia mengira Al hanya becanda dengan ucapannya.
Cukup dengan waktu satu jam mereka sudah sampai di kampung halaman mereka. Ajeng tambah terkejut, ia tidak menyangka jika ucapan pria di sampingnya itu sungguh-sungguh.
"Mas serius ya?"
Tapi lagi-lagi Al tidak menjawabnya, mobil mereka sudah sampai di depan rumah besar itu, dulu Ajeng sudah pernah memasuki rumah itu, rumah yang begitu besar itu.
"Turunlah ....!" perintah Al. Tanpa banyak bertanya lagi, Ajeng pun ikut turun, mereka memasuki halaman rumah yang lumayan besar itu.
"Kenapa kita kesini mas?" tanya Ajeng lagi saat Al hendak membuka pintu.
"Kita akan menikah!" ucap Al dengan entengnya.
"Mas jangan becanda deh!" Ajeng menarik baju Al supaya Al menghentikan langkahnya.
"Nggak ada yang becanda, ayo masuk!"
Dan benar saja, saat memasuki rumah itu, Ajeng benar-benar di buat terkejut, ia menatap seluruh orang yang ada di dalam rumah itu.
Mereka adalah orang-orang yang di kenal Ajeng, ada kedua orang tuanya dan beberapa kerabat, orang tua Al. Dika, dan ada yang ia tidak kenal, sepertinya dia penghulu.
"Mas ini serius ya?" Ajeng menatap Al, Al pun balik menatap Ajeng, ia menganggukkan kepalanya. Kemudian Ajeng menatap kedua orang tuanya.
"Bapak, ibuk, di sini juga?" Ajeng menghampiri orang tuanya. Ia memegang tangan kedua orang tuanya.
"Nak Al sudah meminta pada kami, nduk! Tidak baik menunda-nunda hal baik, nak Al orang yang baik, tapi bapak sama ibuk tetap menyerahkan semua keputusannya padamu, nduk!" ucap pak Darman menasehati putri bungsunya itu.
Al segera mendekati Ajeng, ia memegang tangan Ajeng.
"Aku mohon menikahlah denganku!" Al berlutut di depannya dan mencium tangan Ajeng.
"Wes nduk, di terima saja, kasihan nak Al sudah menunggu terlalu lama!" ucap buk Kasih ikut menasehati putrinya.
Mama Al yang berdiri tak jauh dari mereka ikut mendekat, ia mengusap pundak Ajeng.
"Iya sayang ....., Kasihan anak laki-laki mama tuh, dia itu cinta banget loh sama kamu!"
Ajeng berada dalam dilema yang besar, hati kecilnya mengatakan jika ia masih terlalu muda untuk berkah tangga, mimpinya masih terlalu panjang, tapi mengabaikan pria sebaik Al adalah kesalahan besar.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
Tri.ani5249
Happy Reading πππππ