Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
romantisnya suamiku


__ADS_3

Pagi ini Al bangun lebih dulu, ia selalu melaksanakan sholat malam dan berlanjut dengan sholat subuh. Sudah jam empat, Al menyelesaikan sholat malamnya, melihat


istrinya belum bergerak dari tidurnya, ia benar-benar tidak tega membangunkannya.


Al ke kamar mandi, dia menyiapkan air hangat untuk istrinya mandi, ia segera kembali


menghampiri istrinya yang masih tertidur pulas.


Al mencium bibir istrinya, tapi ternyata ciumannya tidak berpengaruh.


“Sayang …., bangun yuk sudah waktunya shalat subuh …!”


Akhirnya bisikan Al berhasil membuat Ajeng mengerjapkan matanya.


“Mas …, sudah jam berapa?”


“Sudah jam empat, bangun yuk mandi trus sholat subuh!”


Ajeng tersenyum, ia segera mengeratkan selimutnya. Ia baru teringat jika ia belum


mengenakan apapun pada tubuhnya, ia hendak bangun tapi ia merasakan sakit di


bagian bawahnya.


“Auhggg …!” pekik Ajeng.


“Kenapa sayang? Sakit ya?”


“Iya mas …, sakit sekali!”


“Biar aku gendong ya ke kamar mandinya!”


Ajeng pun mengangguk, Al dengan sekali hentakan tubuh Ajeng sudah berada di


gendongannya. Al membawa Ajeng ke kamar mandi dan menurunkan ke bathub yang


sudah terisi air hangat, menyingkirkan selimut yang melilit tubuh Ajeng.


“Aku bisa mandi sendiri mas!”


“Tidak pa pa, biar aku mandiin!”


Al begitu telaten memandikan ajeng, bahkan mengganti baju ajeng, ia pun juga harus


mengganti baju karena bajunya juga basah karena memandikan Ajeng.


“sudah mas, aku mau ambil air wudhu, kalau mas megangin aku terus gimana wudhu nya!”


“Tapi bisa kan berjalan sendiri!”


“Bisa mas! Sudah nggak terlalu sakit!”


Akhirnya Al membiarkan ajeng berjalan sendiri ke kamar mandi mengambil wudhu, setrelah


selesai mereka segera sholat subuh berjama’ah.


“Sayang …, tetaplah di tempat tidur, aku akan memesankan makanan untuk kita!” ucap Al


sambil memapah Ajeng ke tempat tidur.


Al segera beranjak dari tempat  tidur, tapi


Ajeng segera menahan tangannya.


“Mas!”

__ADS_1


“Iya sayang, ada apa?”


“Jangan lama-lama …!”


“Enggak sayang …, tunggu mas ya!”


Al segera keluar dari dalam kamar, ia segera memesan makanan dan meminta di


antarkan ke kamar mereka. Mereka menikmati sarapannya di dalam kamar. Sepanjang


hari ini Al tidak membiarkan Ajeng turun dari tempat tidur.


Hingga dua malam mereka menginap di hotel, menghabiskan waktu berdua. Walaupun bukan


hari libur tapi Al sengaja meminta cuti untuk Ajeng.


“Apa kita akan terus di sini mas?’ Tanya Ajeng yang sudah dua hari ini tidak bisa


pergi kemanapun gara-gara suaminya itu.


Al yang sedang asik bermain-main dengan pipi Ajeng, ia menusuk nusukkan jarinya di pipi


ajeng hanya tesenyum menanggapi pertanyaan iastrinya itu.


“Aldevaro kenzie! Bisakah kau menjawab pertanyaanku?”


“Iya aku tahu, Diajeng kartika!”


“Lalu kapan kita pulang?”


“Terserah kamu sayang …, aku akan menurut saja apa yang kau mau!”


“Kita pulang hari ini!”


“Yakin bisa jalan?”


Sebenarnya Al masih ingin berlama-lama di sana, menghabiskan waktu berdua saja dengan


istrinya adalah sebuah kesenangan.


“Baiklah …, kita pulang hari ini!”


“Asyik …!”


“Senang banget!!!!”


Bagaimana tidak senang …..,


setidaknya aku kan bisa bernafas lega dan tidak termakan sikap mesummu ….


“Kenapa malah menatapku seperti itu?”


“Tidak …, baiklah …, sekarang beri aku baju untuk kita pulang, aku tidak mungkin kan


pulang hanya mengenakan baju mandi seperti ini!” ucap Ajeng sambil menunjukkan


yang ia kenakan selama dua hari menginap di hotel, ia hanya mengenakan baju


mandi saja.


“Baiklah sayang ….!”


Al beranjak dari tempat tidur dan mengambil ponselnya. Ia melakukan panggilan pada


seseorang. Tak berapa lama pintu pun di ketuk, al segera membukakan pintu.

__ADS_1


“Masuklah …!”


Dua orang wanita dengan memakai seragam toko membawa satu baris pakaian yang sesuai


dengan style Ajeng.


“Mas …, ini apa-apaan?” Tanya Ajeng terkejut saat serombongan baju itu masuk ke dalam


kamarnya, sudah seperti toko baju saja.


“Pilihlah yang kamu suka!” ucap Al sambil melipat tangannya di depan dada, sikap


dinginnya muncul saat ada orang.


“Aku cuma butuh satu baju saja, nggak sebanyak ini juga! Emang aku mau buat toko


apa!”


“Aku rasa itu ide bagus sayang …, kita bisa buat toko baju dengan baju desain


milikmu sendiri!”


Astaga orang ini …., aku kan


hanya asal bicara saja ….


Ajeng tak mau berdebat terlalu lama dengan suaminya, bisa-bisa ia akan membawakan


seisi mall ke dalam kamarnya atau membuatkan mall khusus untuknya.


Ajeng memilih satu baju untuk ia pakai.


“Aku pilih ini saja mbak, yang lainnya maaf ya…, nggak pa pa kan kalau di bawa


kembali ke toko!”


“Ini semua sudah di bayar lunas oleh pak Aldevaro, bu!” ucap pegawai toko itu.


“Hah!!!”


Ajeng benar-benar di buat terkejut. Ia segera menatap tajam pada suaminya itu.


Sedangkan yang di tatap hanya mengeluarkan senyum tipisnya.


“Kalian boleh keluar, bawa semuanya!”


“Baik pak!”


Ajeng benar-benar tak habis pikir dengan yang di lakukan oleh suaminya itu.


Sebenarnya ini bukan yang pertama, saat itu ia juga pernah melakukannya saat


membelikan sepatu untuknya, dan Al membeli semua sepatu yang sempat di pegang


oleh Ajeng.


Mencintai seseorang membuat seseorang bisa melakukan lebih dari kemampuan, cinta telah menjadikannya orang yang luar biasa.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2