Kekuatan Cinta

Kekuatan Cinta
akhirnya sah


__ADS_3

Ajeng berada dalam dilema yang besar, hati kecilnya mengatakan jika ia masih terlalu muda untuk berkah tangga, mimpinya masih terlalu panjang, tapi mengabaikan pria sebaik Al adalah kesalahan besar.


"Bagaimana?" tanya Al lagi.


"Baiklah ...., aku setuju!" ucap Ajeng dengan menganggukkan kepalanya setuju.


Setelah mendapat berbagai bujukan akhirnya Ajeng bersedia untuk menikah dengan Al. Walaupun dadakan tapi ternyata Al sudah menyiapkan semuanya.


Yang paling berperan dalam persiapan ini adalah tentunya adik kesayangan Dika.


Mama Al mengajak Ajeng untuk ke kamar Al, di sana sudah ada gaun pengantin dan periasnya.


"Sejak kapan ini di siapkan, Tante?"


"Sejak Al mencintai kamu, gaun ini Al sendiri yang memesannya khusus buat kamu!" mama Al menunjuk gaun yang begitu indah tergantung.


"Sejak dulu?"


"Iya ...., sejak kamu lulus SMA ..., ia mengira kamu akan setuju saat itu!"


"Aku sudah benar-benar membuatnya menunggu lama!"


"Tak masalah seberapa lama ia menunggu, yang perlu kita lihat adalah seberapa besar perjuangannya untuk mencintai kamu!"


"Aku sungguh beruntung Tante, dicintai pria sebaik dan sehebat mas Al!"


"Bersiaplah ....., dan ingat, jangan panggil Tante lagi, panggil aku mama, seperti Al dan Dika memanggilku!" Ajeng pun mengangguk, Ajeng mulai dirias dan mengganti pakaiannya dengan gaun indah itu.


"Cantiknya mantuku ....!" ucap mama Al sambil mencium Ajeng.

__ADS_1


Ajeng kembali keluar dari kamar, Al sudah duduk di depan penghulu dengan jas yang senada dengan gaun Ajeng, begitu serasi. usia tak menjadikan sebuah alasan untuk tidak saling mencintai.


Ajeng di tuntun duduk di samping Al, bapak Ajeng sudah duduk di samping penghulu.


"Nak Al sudah siap?" tanya penghulu.


"Siap pak!"


"Ucapkan dengan sekali nafas ya ....!” ucap pak penghulu lagi, Pak penghulu meminta pak Darman menjabat tangan Al dan segera memulai ijab qabul.


Al menatap Ajeng, ia tersenyum pada wanita yang biasanya urakan itu kini hanya bisa menunduk memilin gaunnya. Bukan cuma sidang skripsi yang membuatnya tegang tapi ijab sah juga lebih menegangkan.


“Mari pak!” Al menatap pak Darman dengan mantap.


Assalamualaikum istriku ....


“Bismillahirrahmanirrahim ....,


“Ananda Aldevaro Kenzie bin Adira Dirga Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Diajeng Kartika dengan maskawin tersebut, Tunai.”


Al langsung menyahut ucapan pak Darman.


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Diajeng Kartika binti Darmanto dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


Dada Ajeng berdesis saat Al melantunkan ijab Qabul ya, rasanya sangat berbeda, ada sesuatu yang membuatnya begitu bergetar


“bagaimana saksi sah” pak penghulu menanyai semua tamu yang menjadi saksi


Sah

__ADS_1


Sah


Sah


Baarakallaahu laka, wa baarakallahu 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir.


Akhirnya pak penghulu membacakan doa untuk mereka berdua, kini Ajeng sudah benar-benar sah menjadi istri dari Aldevaro Kenzie.


Al memasangkan cincin di jari manis Ajeng begitu pun sebaliknya, setelah itu Ajeng segera mencium punggung tangan Al mengecup kening Ajeng dengan melantunkan doa sebagai pasangan suami istri, Ajeng sudah benar-benar sah menjadi istrinya.


"Terimakasih sayang, karena sudah mau jadi istriku ...!" ucap Al setelah melantunkan doa dan mencium kening Ajeng.


Al membisikkan sesuatu pada Ajeng


"Selamanya kau tetap menjadi pemilik hati ini, dan mulai saat ini kau juga yang akan memenuhinya, aku mencintaimu Diajeng Kartika." kata kata Al berhasil membuat Ajeng tersipu malu.


Mereka hanya mengadakan acara sederhana, hanya ada keluarga inti dan beberapa saksi.


Setelah acara ijab kabul, Al mengajak Ajeng menuju ke rumah mereka, rumah yang sudah Al beli untuk Ajeng, rumah yang sama yang pernah mereka tinggali sebelumnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2