
Jam 03.00 ponsel Retno berbunyi di iringi bunyi ponsel Ismi temannya, Ismi ingat dan mendengar duluan dan bangun mematikan ponselnya dan mencolek Retno yang masih tertidur dan mulai bergerak gerak, mulai kakinya lalu tangannya mengucek mukanya dan lalu sekilat bangun dan duduk mengikat rambutnya yang ikatan rambutnya di gelang kan di tangannya.
"Mbak bangun jam tiga." Ismi mengingatkan lagi dan Retno yang sudah duduk melirik dan mengangguk, lalu bangun ke kamar mandi dan berdandan alakadarnya dan berpakaian dinas pekerjaannya pakaian suster hijau muda dengan variasi batik senada di kerah dan list depannya juga di bibir saku celananya, juga kerudungnya dan luarnya di lapisi lagi dengan cardigan longgar, tas, ponsel dompet dan lain lain sudah di persiapkan nya sejak malam sebelum tidur, tak memakan waktu lama Retno sudah siap dengan sepatu di depan pintunya, Ismi yang belum tidur lagi ikut duduk saat Retno memakai sepatunya.
Habis adzan subuh baru Retno keluar kamar.
"Tidur aja lagi masih malam." Retno menyuruh temannya Ismi.
"Iya Mbak,hati hati ya...semoga lancar perjalanannya."
"Heemght Aamiin makasih ya."
"Kunci lagi ya." tapi Ismi tak kedengaran lagi menyahut mungkin sudah terlelap kembali di balik selimutnya.
Dengan mengucap Bismillah Retno berjalan melangkah melalui lorong dan halaman rumah sakit yang begitu sepi dan panjang hanya ada orang di pos nya masing masing yang lagi jaga, Retno terus berjalan melewati kamar kamar perawatan menuju ke gerbang rumah sakit yang di jaga satpam, Retno mau izin dulu dan tangannya mengetuk kaca pos security sambil tengok kanan kiri,
seorang satpam jaga muncul sambil mengucek mata mungkin ketiduran karena udara dini hari begitu dinginnya.
"Pak satpam permisi saya mahasiswa yang lagi KKN di sini, saya mau berangkat kerja ke Bandung bisa tolong stop bus?"
"Oh, pagi amat sama siapa Neng?"
__ADS_1
"Sendiri Pak."
"Ayo sini."
"Makasih ya Pak."
Karena rumah sakit ada di sebelah kiri jadi tak harus menyebrang jalan raya cukup keluar gerbang dan bisa langsung menyetopnya, satpam meneliti semua mobil yang lewat di depannya berharap bus dan pada akhirnya bus pertama lewat langsung di cegat nya dan Retno naik dengan bergegas dan Pak satpam pun menutup kembali gerbang sambil melambaikan tangannya pada kondektur yang berteriak kencang.
"Teruuuus..."
Sebuah mobil SUV putih dengan pengendara seorang laki laki muda mengamati dari jarak yang tidak begitu jauh cukup jelas melihat Retno keluar gerbang bersama seorang satpam dan di bantu menyetop kan bus, dan mobil bus pun berhenti setelah Retno naik dan duduk disalah satu kursi yang kosong mobil bus pun melaju membawa Retno berlalu menuju Bandung.
Dr Prabu menghela nafas panjang, terasa hampa dan ada yang hilang dari pandangan dan hatinya, ada apa dengan dirinya saat ini? bisa tidur beberapa jam saja dan terbangun kembali saat mata ingin di pejamkan kembali tak bisa malah berair, dan dr Prabu ingat jadwal Retno akan berangkat ke Bandung menurut perhitungan dan perkiraannya pasti jam jam segini dan benar saja dirinya menyaksikan dan sempat melihat Retno walau dalam remang lampu taman dan lampu jalan.
adakah rasa cinta itu masih subur di hatinya? apa yang harus di lakukannya? merubah kembali niat jahatnya yang sudah mulai berjalan? dan berbaik berterus terang siapa dirinya dan mengungkapkan rasa hatinya ini yang begitu menyiksanya.
Aaaaaaah... apa peduliku pada Retno? belum tentu kalau dia tahu siapa aku di rumah sakit ini dia begitu senang, tapi apa maksudnya dini hari aku keluar rumah hanya mengintip dan mengamati seorang Retno yang keluar gerbang di bantu satpam menyetop kan bus? semua terasa begitu nggak penting masih penting aku jaga kesehatan yang akhir akhir ini begitu jarang berolahraga, joging atau bulu tangkis olahraga kesukaan.
Dari dini hari malam berangsur pagi dr Prabu menjalankan mobilnya kembali pulang ke rumahnya dan di jalan berhenti dulu membeli makanan buat sarapan kesukaannya, juga buat Mang Min juga Bi Iyah.
Mengingat Retno berangkat ke Bandung terasa kangen juga dr Prabu pada kedua orangtuanya juga pada dua adik-adiknya yang mulai jarang banget bertemu saat dr Prabu berkunjung ke rumah orangtuanya, karena sudah punya kesibukan masing masing, rumah orangtuanya yang masih tinggal di daerah penyangga kota Bandung yaitu Majalaya, masih masuk wilayah kabupaten Bandung tapi bukan kotamadya.
__ADS_1
Haruskah aku pulang menengok orangtuaku di Bandung dan pulangnya pura-pura kebetulan habis ada perlu dari Bandung Medical Center gitu? dan mengajak Retno naik mobilnya dan aku bisa berlama lama bersamanya, bisa menatap wajahnya dan ngobrol alakadarnya, aaaaaaah tak mungkin aku nggak mau penyamaran ku di ketahui dan aku merasa semua belum waktunya terbuka yang pasti nanti malam juga aku akan bertemu lagi dan aku bisa bebas menatapnya.
Sehari terasa begitu menjemukan dengan aktifitas yang sama seperti hari hari yang lalu, dr Prabu ingin seseorang yang bisa diajak ngobrol dan diajak kerjasamanya membantu dirinya dalam memuluskan niat jeleknya pada Retno,tapi untuk nanti kalau identitasnya sudah terbuka, setelah sahabatnya dr Imam SpOG tak satu fikiran dengan dirinya malah balik kurang senang dr Prabu harus punya satu orang lagi setelah suster kepala Miranti yang mau membantunya walau itu juga dalam tekanan tinggi dari dirinya.
Waktu menunjukkan jam sepuluh pagi saat dr Prabu duduk di kursi empuk kepala pimpinan rumah sakit Tasikmalaya Medical Center, ruangan yang begitu luas satu meja kerja dan perangkatnya, lemari berkas, sofa tamu, satu tempat tidur single untuk sekedar istirahat rebahan dan kamar mandi di bagian belakangnya.
Sore nanti Retno harus masuk lagi ke ruangannya kalau bisa harus lebih lama lagi dan dr Prabu merancang apa yang harus di kerjakan Retno nanti sore menjelang malam di tugas KKN nya, niatnya memang jahat dan hanya ingin mengerjai Retno dan melihat Retno capek dan kepayahan dengan semua tugas tugasnya, dr Prabu itu tak mengerti sesungguhnya dorongan dalam hatinya begitu mencintai, dengan senyuman dr Prabu mengeluarkan susu kotak rasa coklat dari dalam tas jinjing kulit hitamnya cipratan susu ini akan membuat kamu lama di ruangan ku Retno haaaaa...kita lihat saja nanti.
Dan mulai dr Prabu mengerjakan apa yang menjadi tugas kesehariannya sebagai pimpinan, dan tenggelam dalam kesibukannya sendiri, terkadang datang seseorang mengajukan laporan atau mengusulkan atau diskusi dengan semua staf stafnya, terkadang mendengar keluhan dari setiap kepala bagian di rumah sakit ini atau juga ngobrol lama dengan suster kepala Miranti.
Semua kegiatannya hari ini tak membuat tenang dan sibuk otak dr Prabu, tapi hatinya begitu gelisah dan ingin segera waktu berjalan merangkak menuju sore dimana pergantian sif malam berganti.
Dr Prabu memanggil kembali suster kepala Miranti ke ruangannya dan menyuruhnya duduk.
Dengan tanpa kata hanya senyum saja suster kepala Miranti memandang atasannya dalam hatinya semoga ada hidayah dan merubah segala niat jahatnya yang melibatkan dirinya.
"Suruh Retno membersihkan kembali ruangan saya nanti dan mengganti minum saya, dan jadikan selama dia KKN di sini itu menjadi tugasnya rutinnya, dan satu lagi harus ada yang melaporkan kalau absen Retno usai tugas malam pastikan tidak di wakilkan sama temannya."
"Dok."
"Kenapa, keberatan lagi? saya tegaskan ini menjadi keputusan saya jalankan saja!"
__ADS_1
Tinggalkan jejak dan dukungannya, mohon😆 komen, like, hadiah dan votenya✌️💝