Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Final


__ADS_3

Alya duduk di kursi bagian belakang Bapak sama Ibunya, Pak walikota beserta Ibu duduk di kursi paling depan karena mereka adalah tamu undangan kehormatan.


Dadanya berdesir saat melihat dr Prabu masuk ke dalam GOR sambil menggandeng seseorang sepertinya pemain juga, seorang panitia menyambutnya dengan hormat dan membungkuk.


Di bawah sana para pemain bergerombol sambil salaman satu sama lain. Walau pada akhirnya mereka menjadi lawan saat di tengah lapangan.


Haruskah aku terlihat, atau malah harus bersembunyi? Pikir Alya.


Dan aku memilih terlihat dengan tatapan tajam seolah menantang, masih tetap dengan ambisku dr Prabu! dan itu akan menjadi perjuangan tanpa akhir saat aku menggunakan testpack nanti, tunggu beberapa minggu lagi.


Semua akan terbuka dr Prabu akan menjadi pesakitan yang menanggung semua perbuatannya. Aku sudah siap dengan pembelaan ku sendiri.


Dr Prabu melihat siapa saja yang hadir di atas, tamu undangan yang sempat hadir memenuhi undangannya saat penutupan turnamen bulutangkis dan hari besok adalah puncak acara dan sekaligus penutupan keseluruhan rangkaian mata acara dengan diakhiri jalan santai berhadiah dan door prize diikuti semua masyarakat tak terkecuali. Lanjut pengumuman hasil semua lomba olahraga lainnya, acara resmi seremoni, ada juga penganugrahan karyawan teladan.


Deg! saat matanya tertuju pada keluarga walikota Pak Sofyan Wijaya beserta Ibu. Satu orang yang telah menghancurkan hidupnya sangat licik dan sangat dibencinya di samping rasa kasihan yaitu Alya hadir juga di tengah-tengah keramaian, menatapnya dengan tajam kearahnya tapi dr Prabu tidak terbuai dengan semuanya dr Prabu cukup tahu taktik dan teknik orang memperdaya dirinya.


Sungguh semua di luar dugaan. Kalau di jebak mungkin semua orang juga akan kena, tetapi kalau tipu daya dengan tingkah laku segala macam semua orang masih bisa membacanya. Yang dialami dr Prabu adalah murni jebakan yang sangat licik untuk memenangkan ambisi sendiri.


Dr Prabu melambaikan tangan sambil membungkuk kepada semua penonton dari empat penjuru GOR, senyumnya yang menawan telah menebar pesona yang teramat dalam di hati Alya.


Semua menyambutnya dengan sorak-sorai juga lambaian tangan.

__ADS_1


Tak lupa dr Prabu mengajak Retno saat berkeliling memberi hormat, menyapa kepada semua pengunjung dan penonton juga kepada para tamu undangan yang merasa hobi dengan tontonan bulutangkis ini. Seolah ingin menegaskan terutama kepada keluarga walikota sengaja menggandeng dan merengkuh bahu Retno saat melintas di hadapannya.


Tatapan tajam Alya di balas dengan senyuman sinis dan sarkas seolah dr Prabu menyatakan kalau dirinya akan menang. Dan menegaskan pula kalau Retno di sampingnya seorang yang istimewa.


Alya tak bergeming dengan tatapan tajamnya ingin rasanya menarik dr Prabu ke pelukannya dan mengatakan kalau perbuatannya telah mengakibatkan perubahan di tubuhnya walaupun belum pasti, dan belum ditest secara nyata. Tetapi Alya bukan perempuan yang bodoh juga untuk tidak mengenali perubahan yang terjadi dengan tubuhnya dan yang dirasanya sekarang ini.


Lihatlah dr Prabu semua pengakuan ku suatu saat akan membuat kamu tidak akan tersenyum lagi, kamu akan terpojok dan tiada pilihan lain selai mengakui dan menerimaku saat keluargaku memberikan desakan dengan alibi yang akan aku katakan. Akan memposisikan dirimu menjadi seseorang yang tidak bisa berkutik akan jerat keluargaku.


Tak ingin dr Prabu mulai sekarang dekat-dekat ataupun sekedar basa-basi dengan keluarga walikota. Ingin sejauh mungkin menghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan kedinasan pemda di wilayahnya.


Tak perduli apapun dan siapapun mereka yang mengganggu ketenangan hidupnya tak ada tolerir lagi. Hidupnya harus bahagia bersama Retno, tak akan kubiarkan Retno dalam kesedihan lagi seperti dalam penantian panjangnya.


Acara di mulai dengan mengheningkan cipta dan doa bersama, lanjut panitia mengumumkan siapa-siapa yang akan masuk ke babak final ini dari beberapa kategori single pria dan wanita juga ganda nya dan ganda campuran.


Dengan percaya diri Rendra menyalami Retno yang sudah kenal dari awalnya. Mereka pernah latihan bersama saat Retno marah pada dirinya dan melampiaskan dengan berlatih bulutangkis sendiri, bertemu dengan Rendra Hariwijaya di sini yang sama-sama sedang berlatih.


Muka ganteng tapi menyebalkan bagi dr Prabu sungguh tak ingin melihatnya dan sekarang dirinya akan berlawanan di arena bersama seorang Rendra Hariwijaya. Ingin segera dr Prabu masuk ke tengah lapangan dan memberikan pelajaran agar lawannya tahu kalau dirinya memang di atas rata-rata.


Retno ngobrol begitu akrab dengan Rendra dan saling menyapa. Rendra tahu kalau Retno sudah punya pacar tetapi prinsip semua laki-laki mungkin sama, selagi masih belum menjadi istri orang masih ada kesempatan ataupun masih dalam masa tunangan masih ada harapan.


Bagi seseorang untuk bisa lebih dekat dengan pacar orang memang itu prinsip yang salah bahkan konyol atau sia-sia mungkin. Tapi bagi seseorang ada yang bisa memanfaatkan moment-moment itu, dan bisa menjadikan kenyataan seseorang bisa balik mencintai dan meninggalkan tunangannya atau pacarnya.

__ADS_1


Dr Prabu merengkuh Bahu Retno sambil diajaknya berjalan menghampiri suster kepala Miranti yang tengah duduk sambil minum air mineral.


"Baikan dulu deh. karena permainan ada menang ada kalah dan semua harus siap menikmati rasa itu di akhir permainan."


"Dengan segala hormat suster kepala Miranti!" Retno tersenyum menjabat erat tangan suster kepala Miranti Miranti menarik kereta untuk berpelukan.


"Dengan bangga aku bisa berhadapan dengan seorang muda cantik dan bertalenta, mendengar sorak-sorai penonton aku sudah ikhlas dan merelakan tahun ini sepertinya milik suster Retno."


"Jangan begitu suster Miranti, bermain ya tetap aja semangat seperti aku yang ingin melakukan selebrasi kemenangan." dr Prabu percaya diri tinggi


"Dr Prabu nggak ada lawan yang tangguh. Mungkin saat ini aku yang memiliki lawan yang paling kuat yaitu suster Retno." Suster kepala Miranti tertawa sambil melirik Retno


"Jangan terlalu menyanjungku Bu Miranti. Aku menang terus dari kemarin karena mood lagi bagus, tapi kali ini entahlah."


"Aku yang jadi dilema maafkan aku ya suster kepala Meranti karena saat kalian ada di tengah lapangan aku menjadi orang yang paling bingung harus bersorak untuk siapa. Apa untuk suster kepala Miranti dari instansi atau Retno orang teristimewa ku jadi aku lebih baik memilih tidak jadi supporter siapa-siapa nggak apa-apa kan sayang yang?" dr Prabu bicara di tujukan pada Retno. Retno sendiri menjadi malu apalagi daftar Prabu bicara seperti itu di hadapan suster kepala merah bintik hitam menjadi merah merona dan hatinya menjadi hangat.


Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya 🤦😆💝🙏


...Hai, readers tercinta habis baca...


..."Biarkan Aku Memilih" Jangan lupa mampir ke karya bertitel "Tentang Rasa" author Asyfa sahabat terbaikku Ikuti dan kunjungi, baca, like, comment vote dan beri hadiah juga ya!...

__ADS_1



__ADS_2