Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Baper


__ADS_3

"Halo."


"Hai say, apa khabar?"


"Khabar buruk."


"Haaaa...kapan lo punya khabar baik heh?" Desty merasa lucu dengan jawaban ketus Alya.


"Pokoknya lo ke sini sekarang!"


"Waduh gue nggak bisa Al, lo tahu nggak gue di mana sekarang?"


"Ya mana gue tahu lah lo lagi di mana, dan gue nggak mau tahu gue saat ini lagi SOS dan butuh elo."


"Apaan sih?"


"Masa gue harus cerita di telephon, ceritanya panjang pokoknya ke sini sekarang!"


"Lo maksa banget sih jadi orang, gue masih di tempat kerja sekarang ini, ada apa sih?"


"Ini menyangkut hidup gue."


"Alah buset...gue tahu itu hanya alasan lo saja yang nggak rela lihat gue punya kesibukan, ambil aja tambang plastik lo gantung diri kalau urusan lo udah mentok."


"Lo tega amat Des malah suruh gue gantung diri emang lo rela lihat gue udah kaku menggantung? Pokoknya apapun alasannya gue kasih waktu dari mulai sekarang gue tunggu di sini."


"Al, Ada apa sih masa lo gak ngerti gue kan lagi kerja oke gue nanti sempetin ya tapi bukan berarti janji, gue butuh banget pekerjaan ini Al gue butuh duit masa lo gak ngerti sih?"

__ADS_1


Hening...


"Kenapa waktu gue minta pekerjaan sama lo nggak ngijinin padahal gue bakal pisahin lho antara pekerjaan gue sama persahabatan kita. Gue akan professional tapi lo yang keberatan lo nggak ngasih kesempatan sama gue, ya terpaksa gue mencari kerja ditempat lain."


"Bukan begitu maksud gue Des kalau gue ngasih pekerjaan sama lo gue akan merasa kaku karena posisi kita adalah gue sebagai yang punya dan lho sebagai pekerja, gue takut malah mengganggu keharmonisan persahabatan kita, gue mengerti dan pertimbangkan itu semua tapi oke semua bukan untuk dibahas saat ini nanti gue pertimbangkan lagi untuk pekerjaan loh mungkin gue berubah pikiran dan akan menjadikan lo sebagai partner gue percayalah sebenarnya gue mikirin nasib pekerjaan lo."


Desty merasa bersalah sebenarnya dirinya tak ingin mengatakan ini kepada Alya tetapi karena didorong oleh kesibukannya karena pekerjaan yang sangat ia butuhkan saat ini mau tidak mau sebagai bahan pengertian saja bagi Alya karena dirinya juga butuh sumber penghidupan.


"Lo satu satunya harapan gue jadi apapun alasan lo gue nggak mau denger. Gue tidak terima alasan lagi pokoknya lo harus datang gue mau cerita mau curhat mau minta jalan keluar dari elo gue lagi berada di titik paling bawah permasalahan gue dan lo kalau tidak datang ke sini pasti nyesel."


"Gue nggak percaya apapun alasan elo, lo emang rese Al nggak bisa lihat gue sedikit senang, lo selalu aja merecoki gue."


"Oke gue janji mungkin ini yang terakhir gue minta bantuan elo, habis ini gue juga sadar diri kita harus sama-sama mandiri jadi sekarang gue benar-benar menunggu, lo akan tahu cerita yang sebenarnya."


"Biasa aja lagi Al. Nggak usah terlalu baper-baper amat cuman gue minta pengertian lo kan gue udah ngomong dari awal gue itu nggak bisa selamanya jadi sahabat deket lo, akrab sama lo, kita kan sama-sama tahu gue juga harus menata masa depan gue ya mungkin kali-kali kita masih bisa ketemu kangen-kangenan gitu, gue jelasin aja dann jujur kalau gue butuh duit! tak seperti lo duit bukan masalah. Tapi Insya Allah nanti sore gue usahain ke situ ya."


"Hei hei hei...jadi lo serius nih lagi lagi ada masalah?"


Alya tak menjawab malah isakan nya terdengar semakin jelas sesuatu yang jarang semua ini terjadi. Alya curhat pada dirinya atau menyampaikan sesuatu sampai terisak begini sesuatu yang ajal-akalan? pasti gak mungkin.


"Oke gue selesaikan dulu pekerjaan gue nanti ke situ, lo malah nangis sudah jangan bikin gue cemas."


Desty menutup telepon dengan seribu pertanyaan di dalam hatinya, dirinya mengenal Alya luar dan dalam bahagianya Desti bisa melihat dan sedihnya juga bisa merasakan mereka bersahabat bukan dalam waktu sebentar mereka bersahabat sejak dari duduk di bangku SMP, dan mereka cocok satu sama lain walaupun karakter mereka jauh berbeda.


Apa yang terjadi dengan sahabatnya? Desty tidak bisa memperkirakan cuman kalau melihat latar belakang permasalahan terakhir yang selalu mereka bicarakan Alya mengalami krisis percaya diri. Mengeluh dengan susahnya mencari teman hidup dorongan orang tua saat dirinya sudah dewasa walaupun tidak secara langsung menjadi beban di hatinya.


Juga melihat masalah hati Alya saat melihat sahabat-sahabatnya yang lain satu demi satu sudah mulai berkeluarga semakin membuat hatinya tidak nyaman, walaupun pada dasarnya Alya banyak kesibukan dan sukses di bidang lain tetapi Desty melihat Alya gagal dalam membina pertemanan dan itu berakibat susahnya mencari seorang teman laki-laki dikarenakan Alya terlalu mandiri dengan kehidupannya seperti tak butuh seorang laki laki karena kehidupan yang tercukupi.

__ADS_1


Ditunjang dengan fasilitas orang tua yang seorang pejabat menjadikan seseorang segan untuk mendekatinya padahal yang sebenarnya Alya itu orangnya baik hati tidak pelit, solider dan care banget.


Desty tak habis pikir, berpikir tentang masalah Alya apa sih kurangnya Alya cantik seperti model baik pintar walau dalam hal tertentu kelihatan bodoh, seperti caranya yang grogi saat mendekati cowok atau saat didekati cowok malah Alya selalu memperlihatkan manjanya yang bikin Desty sebal dan sekaligus kesal.


Desty mengeluh dengan keadaan dirinya yang serba kekurangan dalam kehidupannya berbanding terbalik dengan Alya yang serba kecukupan. Dari mulai sekolah sampai sekarang sudah lulus kuliah semua dicukupi orang tuanya kehidupan masa depannya begitu cerah segala sesuatu yang orang tuanya punya pasti diperuntukkan untuk anaknya yang hanya satu-satunya.


Sedangkan dirinya masih punya adik dan juga Kakak perempuan yang sudah menikah tetapi masih menjadi beban orang tua tetapi Desty bersyukur tidak sebanyak Alya permasalahan hidupnya, dirinya hanya kekurangan dari segi ekonomi tetapi Alya seakan tidak percaya diri untuk melangkah ke masa depannya dan seakan susah mencari teman pria apalagi seorang pacar.


Terkadang pembicaraan dan obrolan mereka menjadi sangat menarik saat topik mereka membicarakan seorang pria idaman mereka, Alya yang jelas-jelas tidak terlalu banyak pria yang dikenalnya mungkin beberapa kali dia punya seorang yang disebut pacar, tetapi tidak sampai pacaran beneran hanya sebatas saling taksir dan pendekatan saja berbanding terbalik dengan dirinya berganti-ganti pasangan dan begitu banyak mantan.


Jelas saat Alya mengutarakan ketertarikan kepada seorang dr Prabu Alya jatuh cinta pada pandangan pertama tetapi sayang menurut pandangan Desti Alya hanya bertepuk sebelah tangan.


Sungguh disayangkan perjuangan sekeras apapun dan se-gigih apapun tidak akan menemukan jalan keluar karena cinta hadir karena terbiasa, dan jujur cinta harus dari dalam hati.


Tetapi Alya merasa percaya diri dan akan merasa mudah mendapatkan dr Prabu karena menurut pikirannya dr Prabu kenal juga dengan orang tuanya, tapi pada kenyataannya semua tidak segampang itu.


.


.


.


.


.


Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai doping up nya 🤦😆💝🙏

__ADS_1


__ADS_2