
Prosesi puncak
Malam itu keluarga inti dr Prabu sudah datang dan menempati rumah Pakde dan Bude nya Retno, sebagian ada yang di rumah kerabatnya yang lain.
Retno hanya menerima khabar dari Ibu sama Romo dan kerabatnya yang lain, biar Retno merasa tentram saja dalam menghadapai prosesi selanjutnya besok.
Setelah tadi sore mereka sempat bertemu walau hanya sekilas karena prosesi siraman mereka terpisah.
Retno tampak begitu pangling di mata dr Prabu dan kerinduannya semakin meronta. Dengan kemben kain batik dan seluruh badannya sampai kepala di selimuti roncean melati yang di tata sedemikian rupa.
Dr Prabu tersenyum dengan nakalnya, melihat sepintas saat Pakde nya menggendong Retno bergantian dengan Dimas mewakili Romo nya yang takut tidak sanggup menggendong putri tercintanya menuju ke kamarnya kembali habis siraman.
Nanti saatnya tiba aku yang akan menggendong mu Retno, dan lanjut semuanya memulai melakukan sesuatu yang sudah sah menjadi miliknya.
Prosesi panjang akan terobati dengan malam itu, semua pengantin pasti tidak sabar menantinya.
Tuntas sudah acara hari ini sampai malam, tapi mereka berdua belum boleh bertemu sampai pada waktunya besok.
Retno belum bisa di temui siapapun kecuali keluarganya.
Hari berikutnya...
Hari yang di nanti dr Prabu Seto Wardhana dan Raden Ajeng Retno Ayuningtyas tiba, pagi ini adalah hari bersejarah dalam hidup siapapun. Acara inti yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian yang telah dijalankan. Di sini akan terselenggara upacara pernikahan serta lanjut resepsi pernikahan tentunya, terdapat ritual-ritual juga yang bertujuan untuk kebahagiaan hidup baru kedua mempelai dalam menjalani rumah tangganya.
Upacara pernikahan di gelar secara besar-besaran mengetengahkan adat budaya Jawa yang sesungguhnya, menyajikan tontonan yang begitu bernilai untuk di abadikan karena ini momen langka. Tak semua orang Jawa mampu melaksanakan tata cara adat seperti ini.
Selain terkendala biaya dan segala ***** bengek nya, semua hanya bisa di lakukan sama keluarga yang mampu dan masih menjunjung tinggi adat budaya leluhur sakral mereka.
Pernikahan Retno dengan dr Prabu menyita perhatian seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya. Selain Raden Haryo Atmojo adalah seorang saudagar batik terkenal dengan relasi yang sudah menjalar ke seluruh wilayah Indonesia mereka juga adalah tokoh di lingkungannya, juga sebagai ketua dalam paguyuban yang mewadahi keturunan ningrat mereka.
Semua unsur masyarakat pasti akan tumplek menghadiri acara resepsi nanti, dari mulai pejabat tinggi daerah, relasi pengusaha dan juga wartawan akan menjadi saksi resepsi bahagia kedua mempelai.
Memasuki momen pertama dr Prabu sebagi pengantin Pria mengucapkan Ijab Qabul
dengan agak grogi dan bersumpah di hadapan penghulu, orang tua, wali, dan tamu undangan untuk meresmikan pernikahan mereka secara keagamaan.
Dengan gagah dr Prabu selesai melaksanakan Ijab Qobul. di hadapan Wali nikah Romo nya Retno Raden Haryo Atmojo. Juga keluarga dari pihak keluarganya dan kerabat keluarga Retno juga para saksi. Hatinya merasa plong seperti telah melepaskan beban yang begitu berat di pundaknya.
Retno resmi menjadi istrinya kini.
__ADS_1
Di momen ini, kedua pengantin mengenakan pakaian tradisional adat Jawa berwarna putih sebagai lambang kesucian. Nanti akan lanjut dengan berkali ganti pakaian adat yang telah mereka sepakati.
Inilah saat yang paling di tunggu terutama pengantinnya sendiri yaitu Upacara panggih.
Tahapan prosesi-prosesi berikut ini termasuk dalam upacara panggih atau temu manten, yang berarti temu pengantin dalam bahasa Jawa, di mana kedua pengantin yang telah resmi menikah akhirnya bertemu sebagai sepasang suami dan istri. Adapun rangkaian upacara ini berisi berbagai acara-acara yang akan memantapkan kedua mempelai dalam membina rumah tangganya.
Dengan wajah sumringah penuh dengan kerinduan yang mendalam keduanya bertatapan mata dan saling melempar senyum kemenangan mereka.
Retno mencium tangan suaminya dan dr Prabu mencium kening Retno sambil berbisik entah apa kata-katanya membuat Retno tersenyum malu. Lanjut ke prosesi Balangan gantal.
Dalam proses temu manten ini, gantal atau sirih yang diikat oleh benang putih akan saling dilempar oleh kedua pasangan. Pengantin pria yakni dr Prabu melemparkan gantal ke dada pengantin wanita sebagai tanda bahwa ia telah mengambil hati sang kekasih, dan pengantin wanita Retno akan menunjukan gantal ke lutut sang suami sebagai tanda bakti kepada suami.
Melanjutkan ke prosesi Ngidak tagan/nincak Endog/telur. Ritual menginjak sebutir telur ayam mentah oleh mempelai pria dilaksanakan sebagai harapan bahwa ia akan mendapatkan keturunan karena keduanya telah bersatu. Kemudian, sang istri akan membasuh kaki suaminya sebagai tanda kasih sayangnya.
Semua di lakukan dengan bimbingan penata busana, dan pengemban tugas pelaksana prosesi adat yang sebelumnya telah di ajarkan tata caranya.
Sekarang menginjak pada acara ritual selanjutnya yaitu Sinduran.
Kain sindur berwarna merah dan putih diharapkan akan memberikan keberanian bagi kedua pengantin agar menjalani pernikahan mereka dengan semangat dan penuh gairah. Pada ritual ini, keduanya akan dibalut oleh kain sindur sembari diantar menuju pelaminan oleh ayah sang mempelai wanita.
Dr Prabu dan Retno dengan berjalan perlahan di gandeng orangtua dan mertuanya berjalan menuju pelaminan. Sekarang mereka sudah sah untuk bisa berpegangan tangan, dan selalu bertatapan mata dan tak lepas senyum bahagia keduanya.
Dr Prabu sibuk meremas tangan Retno, seperti tak sabar sampai Ibu pelaksana tugas adat dan ritual gelengkan kepala sambil senyum.
"Nanti sayang sebentar lagi, selesaikan dulu prosesinya kasihan juga para wartawan tuh yang ikut meliput jadi gantung gitu."
"Yang harus di kasihani kita berdua Bu, wartawan dapat untung dengan peliputan dan berita kita, kita mau istirahat masih aja melakukan prosesi." dr Prabu menjawab dengan lugas sambil melirik Retno yang tersenyum.
"Iya, Ibu mengerti kok, Ibu juga dulu sama tak sabar dan gelisah nya menunggu saat itu tiba heeee..."
"Ayo sekarang ritual Minum rujak degan biar cepet selesai."
Secara harafiah, rujak degan adalah minuman yang terbuat dari serutan kelapa muda. Tradisi minum air kelapa ini dilakukan secara bergilir dalam satu gelas untuk satu keluarga. Dimulai dari sang bapak untuk diteruskan kepada sang ibu sehingga diberikan kepada kedua pasang pengantin. Air kelapa ini dilambangkan sebagai air suci yang dapat membersihkan rohani seluruh anggota keluarga.
"Sini pengantin prianya, ini namanya Kacar kucur"
Dr Prabu dan Retno menyimaknya.
"Ritual ini dilakukan oleh pengantin pria yang mengucurkan uang logam beserta kebutuhan pokok seperti beras dan biji-bijian kepada sang istri sebagai simbol bahwa Ia akan bertanggung jawab dalam memberikan nafkah kepada keluarga. Silahkan lakukan sebagai seorang suami"
__ADS_1
Dr Prabu melakukan apa yang di sarankan pemandu. Dengan lembut Retno menerima kucuran dari tangan suaminya berupa simbol simbol yang telah di sediakan.
Dengan di saksikan semua orang kedua pasangan suami istri yang baru sah itu melakukan acara Dulangan, Adapun ritual saling menyuapi sebanyak tiga kali sebagai simbol bahwa kedua pasangan akan selalu menolong satu sama lain dan juga saling memadu kasih hingga tua.
Dan terakhir adalah Sungkeman menutup mata acara ritual dan prosesi panjang adat pernikahan Jawa
Seluruh prosesi upacara dalam adat Jawa akan diakhiri dengan acara sungkeman, yaitu berlutut di depan kedua orang tua masing-masing mempelai sebagai bentuk penghormatan karena telah membesarkan mereka hingga akhirnya dapat menjalani kehidupan baru bersama pasangan.
Tanpa di undang air mata keduanya dr Prabu dan Retno tumpah di pangkuan kedua orangtua dan mertuanya.
Mereka meminta izin dan do'a restu untuk melangkah menuju ke masa depan dalam gerbang rumah tangga yang akan mereka bangun.
"Maafkan Ajeng sama Mas Prabu Romo, hanya restu dan do'a Romo sama Ibu sebagai bekal kami."
Dengan diiringi gamelan yang mendayu kesedihan semua orang tumpah, di serta narasi yang apik dari sang narator sekaligus MC handal.
Demikianlah seluruh prosesi pernikahan adat Jawa beserta makna-makna tersirat nya. Seperti yang telah di lakukan pasangan itu, maka kedua pasangan pengantin telah direstui pernikahannya dan sukses melewati tiap tahapan-tahapan dari prosesi hajatan hingga puncaknya acara resepsi.
.
.
.
Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya 🤦😆💝🙏
...Hai, readers tercinta! habis baca...
..."Biarkan Aku Memilih"...
...Jangan lupa mampir ke karya...
...terbaik bertitel,...
..."Pesona Aryanti"...
...By Enis Sudrajat, baca, like,...
...vote dan beri hadiah ya!...
__ADS_1