
"Eh, Anak Ibu sudah pulang. gimana jalan-jalannya senang?" Sambutan Ibunya dr Imam saat dr Imam dan Vionna keluar dari mobil, dan Vionna langsung menggandeng tangan dr Imam yang merasa tak bisa untuk menolak karena Ibunya sudah nongol menyambutnya di pintu depan.
Dr Imam hanya tersenyum, langsung Vionna yang menjawab dengan ceria. Entah itu hanya tampak di muka saja dan yang sebenarnya mungkin merasa kecewa mendapatkan dr Imam kepergok sedang berduaan dengan Alya di ruang prakteknya, dan pemandangan itu bukan pemandangan yang biasa-biasa saja hampir membuat Vionna syok.
Ternyata jauh dari dugaan, dr Imam yang dikenalkan orang tuanya ternyata jauh dari sangkaan, yang awalnya mengira hanya seorang laki-laki dewasa yang dingin sehingga sulit beradaptasi dengan perempuan dan yang dipikirkannya hanya pekerjaan ternyata bukan, Dr Imam adalah seorang playboy, dan pemain juga di mata Vionna. Jadi jelas harus dihadapi dengan kenakalan juga.
"Seneng banget Bu, banyak hal baru yang Aku belum tahu di sini dan pengalaman pertama malah buatku, Makasih Mas untuk malam ini," ucap Vionna sambil mengusap dada dr Imam.
"Syukurlah kalau kalian sama-sama saling senang melewatkan waktu bersama, itu yang Ibu harapkan, Ibu percaya kalian sudah sama-sama dewasa jadi bisa lebih cepat saling mengerti dan juga bisa dengan mudah saling menyesuaikan," ucap Ibu dr Imam sambil tersenyum memandang wajah Vionna yang begitu cerah.
"Baiklah Bu. Aku pamit ke kamar dan istirahat dulu," ujar Vionna sambil mengangguk jalan duluan naik tangga di mana kamarnya ada di atas, begitu juga dr Imam kamarnya ada di atas juga.
"Silahkan Nak, istirahatlah." Vionna naik tangga dalam pandangan Ibu dr Imam yang masih saja bersuka cita melihat Anak dan calon menantu yang di harapkannya terlihat menerima dan mau jalan bersama juga kelihatan sumringah.
Vionna bukannya masuk kamarnya tapi masuk kamar dr Imam dan meneliti tiap sudut detil kamar yang baru di masukin itu, dr Imam yang datang kaget mendapati Vionna ada di kamarnya.
"Silahkan teriak kalau tidak suka! kalau tidak teriak berarti suka Aku ada di sini!" ucap Vionna sambil berjalan mendekati dr Imam.
"Vio, apa-apaan ini? apa maumu?" tanya dr Imam sedikit keras bicaranya.
__ADS_1
"Yang Aku mau adalah Mas!"
"Tapi tidak dengan jalan seperti ini, Aku tidak suka caramu menjebak Aku, silahkan keluar!"
"Ssssst, jangan bicara keras-keras Ibumu akan curiga pada kita, mari kita bicara lebih intim lagi," ucap Vionna sambil meraih tangan dr Imam yang sedikit menjauh dari dekatnya.
"Vio! sekali lagi Aku katakan keluar! maaf ini kamarku dan ini ruang privasi ku, Aku mau istirahat besok Aku kerja full sampai malam," jawab dr Imam merasa terganggu dengan kehadiran mahluk lain di kamarnya.
"Kenapa begitu munafik? apa kurangnya Aku? kenapa tak sedikitpun Mas membuka hati untukku? Aku akan merubah hidup Mas Imam, percayalah ini demi kebaikan kita bersama. Berhentilah berpetualang dari wanita satu ke yang lainnya juga dari ibu-ibu yang tak jelas! kalau hanya ingin kepuasan kita boleh mencobanya walau itu bagiku adalah pengalaman pertama!" ucap Vionna, kata-katanya sulit dipercaya dr Imam.
"Vio! kalau itu adalah pengalaman pertama buatmu kenapa begitu mau serahkan dirimu padaku yang menurut penilaianmu Aku ini seorang playboy? Aku merasa tak yakin kalau ini pengalaman pertamamu dengan seorang laki-laki! jangan menjebak. Aku bukan orang bodoh seakan Kamu begitu suci di hadapanku jangan-jangan Kamu juga tidak lebih seperti Aku, seorang wanita yang suka gonta-ganti laki-laki dan sekarang mencari seseorang sebagai pelampiasan setelah gagal dan gagal lagi menentukan pilihan untuk masa depanmu setelah didesak sama orangtuamu!" tuduh dr Imam dengan segala kecurigaannya
"Mas Imam seorang dokter yang sudah pengalaman berkecimpung dengan para wanita baik dalam pergaulan dan pekerjaan Aku mau membuktikan kalau ini adalah pengalaman pertamaku, tapi Aku mau taruhan kalau Aku bukan seorang wanita yang suka bergaul bebas seperti kecurigaan Mas Imam, Aku mau serahkan diriku sekarang juga tapi Mas Imam janji jadikan Aku seorang istri setelah ini!" pinta Vionna begitu membuat dr Imam semakin merasa takut dengan apa yang di ucapkan Vionna.
"Vionna! itu hanya pembelaan diriku saja, Aku tidak perlu pembuktian apapun darimu, di antara kita tidak ada yang harus dibuktikan!" ujar dr Imam sambil sedikit menjauh dari Vionna yang terus memepetnya.
"Mas, Aku tulus mencintai dan ingin punya masa depan yang baik, Aku ingin membuktikan diriku karena mas mungkin sudah berpengalaman dan memandangku terlalu berani tapi Aku sendiri ingin membuktikan juga kalau Aku belum pernah tersentuh oleh siapapun, Jadi kalau Mas punya anggapan keberanianku karena Aku punya basic suka gonta-ganti laki-laki itu tidak benar, Aku ingin membuktikan sendiri kalau Aku Masih suci, tapi Kalau Mas Imam menyatakan diri Mas Imam masih suci itu semua Aku tidak percaya karena Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri di ruangan praktek Mas tadi siang. Tapi Mas walaupun Mas Imam itu seperti apa dan itu tidak menghalangi niat baikku, Aku sudah terlanjur mencintai sejak pandangan pertama kita bertemu, saat kita bertemu di sini, kapanpun Mas Imam ingin membuktikan keadaanku Aku rela dan ikhlas Aku berikan malam ini tetapi tentu harus ada komitmen yang bisa kita pegang setelah ini," panjang penuturan Vionna sambil memegang kedua tangan dr Imam.
"Tidak Vio! jangan lakukan itu Aku bukan orang yang baik, keluar dari kamarku jangan menggodaku dengan semua pesonamu!" bergetar suara dr Imam dalam suasana seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa Mas? Aku begitu mencintaimu, Aku siap menjadi istrimu kita bersama menata masa depan yang baik juga sangat di harapkan orangtua kita," jawab Vionna begitu dekat di leher dan telinga dr Imam.
"Aku punya kekasih Vio, dan Aku tidak mau mengkhianatinya,"
"Mas! apa dengan berdua sama Ibu-ibu di ruang praktek siang tadi itu bukan penghianatan? juga mungkin dengan perempuan lain Mas melakukan seperti itu apa itu juga bukan penghianatan? Aku ditugaskan Ibumu untuk merubah semuanya!" Alasan Vionna membuat dr Imam diam.
Vionna mendekapnya dalam remang lampu kamar, dr Imam bingung tak tahu apalagi alasan dan pembelaan yang harus di ucapkan, karena satu alasan Vionna mengejarnya karena mencintai dirinya, sulit di cegah bagaimanapun alasannya.
"Mas, Aku mencintaimu belajarlah membuka hati untukku, Aku tak perduli Mas sudah punya kekasih dan janji apapun itu, karena Aku yang mendapatkan izin dan restu dari orang tuamu, jangan menolak tidurlah bersamaku malam ini sebagai pembuktian Aku menerima Mas apa adanya betapapun banyaknya wanita dalam kehidupan Mas!" suara perlahan Vionna tak mendapat jawaban dari dr Imam.
.
.
.
.
Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1