
Dr Prabu menatap wajah Retno dari atas kepalanya yang sudah tertidur disampingnya sambil duduk di sofa memeluk sebelah lengannya.
Perlahan dr Prabu memindahkan kepala Retno ke bantal sofa dan mengangkat kedua kakinya lalu menyelimutinya.
Duduk memandangi wajah Retno di remang lampu ruangan, wajah polos yang pulas tidur dengan prinsip yang di pertahankan nya membuat dr Prabu tak tega untuk meninggalkannya.
Dengan perlahan pula dr Prabu membuka ujung kerudung yang menutupi sebagian wajah cantiknya, dengan bebas dr Prabu bisa memandang sosok yang tak pernah hilang dari hatinya.
Retno apa aku akan sanggup untuk jujur padamu tentang kegelisahan hati ini, tentang perasaan bersalah yang terus merasuki diriku. Seandainya aku katakan sekarang atau waktu kapanpun tetap akan menorehkan luka di hatimu.
Apa aku harus menyakiti lagi dan kehilangan lagi? akh...sungguh suatu yang tak bisa aku bayangkan seandainya itu menjadi satu kenyataan, aku takkan sanggup kehilangan kamu lagi Retno.
Dr Prabu mengusap kepala Retno. Duduk diatas kepala Retno tidur, menatapnya dengan perasaan berjuta kebahagiaan dan serasa tak percaya kalau Retno yang dulu selalu dr Prabu apel malam minggu selalu di tungguin sampai tertidur seperti ini, tapi kini suasana dan keadaan yang berubah tetap Retno dan dirinya merindukan saat-saat seperti ini.
Kini semua kenangan itu seperti sketsa yang tergambar dan terulang kembali, semua seperti kolase yang silih berganti hadir di pelupuk mata dr Prabu.
Satu harapannya ingin membahagiakan Retno, tapi mungkinkah dirinya bisa? di tengah perasaan bersalahnya di tengah perbuatannya yang mungkin suatu saat akan terungkap.
Maafkan aku Retno, aku bukan orang yang bijaksana dalam mengambil tindakan, terlalu emosi ternyata menjerumuskan aku pada perasaan yang bersalah teramat dalam.
Tangannya mengusap-usap samping kepala Retno, sampai berhenti dengan sendirinya. Keduanya seperti di Nina bobokan oleh senandung cinta dan kedamaian kebersamaan.
Dr Prabu tertidur juga, sambil duduk bersandar di sofa. Kebahagiaannya bisa berdekatan dengan Retno menemaninya tidur, menungguinya sampai dirinya pun tertidur karena lelah dan kantuk yang menyerangnya.
Bermimpi tentang manisnya asmara mereka dan masa depan yang membentang jauh di depan sana.
Sampai pagi menjelang keduanya tidur dengan posisinya masing-masing. Bi Iyah yang mau beres-beres dan membuka gorden sangat terkejut melihat Retno yang tidur di sofa dengan berselimut dan di atas kepalanya dr Prabu bersandar di sofa tertidur juga.
Bi Iyah tak tega membangunkan mereka atau sekedar untuk menyarankan Pak dokter pindah ke kamarnya. Bi Iyah balik lagi ke belakang biarlah sampai mereka bangun dengan sendirinya pikirnya.
Akhirnya Retno duluan yang menyadari di mana dirinya tidur malam ini. Retno bangun dengan masih perasaan ngantuk nya. Menyadari dirinya telah berselimut dan lelap tidur semalaman, mungkin karena capek atau karena terlalu nyaman? entahlah.
Melihat sekeliling masih begitu sepi dan di atas kepalanya tadi dr Prabu masih pulas tidur, Ya Allah berarti semalaman tidurnya begitu? Retno merasa kasihan mungkin tidur begitu tak nyaman dan bikin sakit pada tubuhnya.
Retno mengusap rambutnya cukup membuat dr Prabu terbangun dan membuka matanya.
"Mas. Pindah sana ke kamar, ngapain tidur dengan posisi begitu di sini?"
"Sayang sudah bangun? aku ingin tidur berdekatan sama kamu"
"Aku numpang kamar mandi ya, yang di mana?"
"Ayo, mari aku antar, di kamarku aja kamar mandinya."
"Wah aku jadi masuk kamar pribadi Mas Prabu nih."
"Nggak apa-apa, tidur di sini juga silahkan, kan semua ini aku persiapkan buat kamu makanya semua cat di rumah ini memakai warna cat yang tidak terlalu laki-laki aku tahu apapun tentang kamu, termasuk warna kesukaan kamu pink girls." dr Prabu menatap Retno sambil senyum-senyum.
__ADS_1
"Jangan menatapku seperti itu, aku belum mandi." Retno merasa malu.
"Mandi nggak mandi bagiku kamu sama saja, aku tahu cantik-cantik kamu jarang mandi karena dari kemarin-kemarin sibuk berburu absen dan waktu."
"Salah sendiri, mau sama orang yang jarang mandi."
Dr Prabu hanya tersenyum sama nggak pede karena belum mandi. Tapi tetap mendekati Retno dan mencium pipinya.
"Cream, Pink sama hijau warna kesukaanmu ada di rumah ini."
Retno hanya tersenyum. Mas Prabu masih ingat segala tentang dirinya dan bukan kebetulan semua di terapkan seakan yakin dirinya yang akan mengisi rumah ini suatu saat nanti. Kebiasaannya juga kesukaannya.
Dr Prabu membuka lemari mengambil handuk warna pink kesukaan Retno. Lalu memberikannya sambil tersenyum.
"Aku yakin suatu hari nanti kamu akan ada di rumah ini. Suatu hari ini sekarang terbukti dan jadi kenyataan, kamu ada di sini di hadapanku"
"Sok yakin itu namanya."
"Haaaaaaaa...Yang Maha Kuasa tahu saat terbaiknya, akhirnya mempertemukan kita dan mengirim kamu ke sini."
"Ya sudah, aku mandi dulu ya."
"Maaf kalau sabun perempuan aku nggak ngerti, aku kira sama saja heee..."
"Nggak apa-apa."
Retno, kubiarkan angan-angan ini melayang tak berpijak, aku menghargaimu seperti istimewanya rasa cintaku padamu, Aku begitu hormati prinsip mu betapapun rasa cinta kita tak terkendali dari hati kita masing-masing dan rasa itu ingin segera mencapai titik dimana kepuasan menjadi milik kita. Tapi aku terlalu mencintaimu untuk memaksamu membawa pada kenikmatan sesaat.
Kita bersabar dalam gejolak hati dan rasa yang tetap terjaga, itulah cinta yang sebenarnya, nikmatnya menanti.
Retno keluar kamar mandi dengan pakaian yang tadi dipakainya sudah terpakai lagi dengan lengkap, kecuali kerudungnya masih di pegang dan handuk menutupi kepalanya.
Retno melihat sekeliling ruangan kamar yang begitu lengkap dan mewah, sepertiga lantai atas mungkin di jadikan kamar pribadinya Mas Prabu. Tak heran sama fasilitas yang ada di kamar itu tempat tidur yang begitu besar, kamar mandi, lemari pakaian di satu sisi dinding full menyatu ke dinding sofa kecil di dekat jendela pemandangan keluar semuanya terasa lengkap.
Retno menatap dr Prabu yang mungkin tidur kembali, lalu mendekatinya.
"Mas, tidur lagi nggak?"
Dr Prabu diam dengan perasaannya sendiri, bergemuruh tak menentu, wangi sabun yang sebenarnya biasa dirinya cium setiap hari terasa beda saat menempel di tubuh Retno yang baru keluar dari kamar mandi terasa menenangkan ke dalam hatinya.
"Retno, kamu wangi banget."
"Wangi apa? aku belum dandan belum apa, baju juga masih yang kemarin. Jangan ngigau akh... kita turun yuk tasku ada di bawah."
Retno menarik tangan dr Prabu di ajak turun dan keluar kamar, tapi dr Prabu begitu enggan dan memegang balik tangan Retno lalu memeluknya di balik pintu.
"Mas, apa-apaan?"
__ADS_1
"Kamu selalu membuat aku nggak bisa fokus Retno, beri aku ciuman selamat pagi di sini."
"Iiiiiiiiiih...Mas mandi dulu sana, jorok tahu!" Retno berusaha memberontak.
"Nggak ada kata jorok kalau berhubungan dengan perasaan."
Retno tak bisa berontak saat bibirnya telah di tutup dengan bibir dr Prabu yang begitu hangat dirasa Retno. Nafas mereka begitu memburu bibir keduanya begitu lama dalam pagutan lembut saling melu**t hingga Retno kehabisan nafas dan mendorong tubuh dr Prabu menjauh dari tubuhnya.
"Siang Mas."
"Iya, masih ada waktu."
"Katanya hari ini ceremony puncak acara hari jadi rumah sakit, juga perpisahan mahasiswa KKN"
"Aku perkenalkan kamu sebagai calon istriku ya, kamu pakai baju resmi batik khas favorit kita ada kan? aku nggak mau jauh dari kamu"
"Aku malu Mas."
"Malu sama siapa?"
Retno tak bisa bicara kembali saat bibir dr Prabu tak mau jauh dari bibirnya dan kembali menikmati kehangatan itu.
"Udah akh Mas..."
"Aku nggak minta yang lain, hanya minta ini. Semalam kamu malah tidur aku jadi nggak tega membangunkan kamu." dr Prabu mengusap bibir Retno dengan jarinya.
"Ya sudah, kamu ke bawah lihat Bi Iyah bikin sarapan nggak, aku mandi dulu."
"Iya, sana mandi!"
"Retno, aku sayang kamu."
"Yeeee...sudah dapat cium baru bilang sayang."
"Harusnya???"
.
.
.
Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya 🤦😆💝🙏
...Hai, readers tercinta habis baca...
..."Biarkan Aku Memilih" Jangan lupa mampir ke karya bertitel Berbagi cinta : "Keikhlasan Hati Seorang Istri" author "Muh Iqram Ridwan" sahabat baikku sangat berbakat, baca, like, comment vote dan beri hadiah juga ya!...
__ADS_1