Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Rendra


__ADS_3

Paginya.


Retno kelihatan begitu semangat pagi pagi sudah memakai training dan penampilan olahraga juga kerudung kaos instannya, Ella yang melihatnya begitu antusias langsung bangkit, dan ingin menemani juga dandan stelan olahraga.


"Ismi ayo kita temani Mbak Retno latihan."


"Pokoknya aku harus menyingkirkan semua lawan lawan ku disini, aku bertekad ingin memenangkan piala itu biar orang tak memandang aku hanya sebelah mata."


"Bagus Mbak Retno, memang harus semangat Mbak Retno punya kemampuan jadi tunjukkan apalagi dengan suster kepala macan betina itu aku kesel banget melihat perlakuannya pada Mbak Retno."


"Pokoknya anggap saja aku pemandu sorak dan cheerleader spesial buat Mbak Retno." Ismi ikut menyemangati, sama semangatnya seperti Ella.


"Mbak Retno, apalagi awal-awal penyisihan singkirkan saja tuh macan betina biar dia terjungkal."


"Belum tentu ketemu di babak babak awal kan harus bisa menyisihkan lawan dulu dari bawah baru maju, lagian mereka sudah minta maaf padaku Ella, Ismi, intinya mereka hanya setingan dan atas suruhan Mas Prabu otak dari semua kekacauan semua ini."


"Tapi, Mbak Retno sama Pak Prabu sudah damai kan?"


"Aku masih sebel aja sama masalah lainnya."


"Soal apalagi Mbak? jadi kapan bahagianya dong, dari awal berantem melulu kapan kangen kangenan nya?"


"Pokoknya aku masih sebel aja."


"Ya begitulah, kalau cinta masih begitu besarnya hal kecil juga jadi masalah itu namanya perduli."


"Udah-udah ah pagi-pagi sudah tausiah soal cinta, pokoknya aku harus menang dukung ya sama semua team KKN kita pastikan menang di tunggal putri."


"Heeee...aku gemes aja Mbak, lihat hubungan Mbak Retno sama Pak Prabu, bikin iri semua orang."


"Aduh Ella apa iri nya? hubungan aku jungkir balik begini penuh dengan masalah di pakai iri."


"Tapi kelihatan sangat serasi banget pokonya idaman semua para jomblo."


"Siapa yang bilang begitu?"


"Aku sama Ismi, mungkin semua orang juga berpandangan begitu."


"Itu akibat kebanyakan nonton drakor, jadi otak kalian banyak mengkhayal dan obsesi tak terealisasi, jadi habis waktunya bukan mencari pacar tapi mencari yang ganteng mirip aktor Korea terus pantas dan ideal nggak ya buat gue? jadi nggak ketemu ketemu"


"Haaaaaaaa...Mbak Retno bisa aja."


"Hei Mbak gimana rasanya di cium Pak Prabu?"

__ADS_1


Retno melotot pada Ella dan Ismi yang cekikikan, merasa omongannya jadi sindiran dan di analisa juga di rasakan Retno mendekati kebenaran.


"Jawab dong Mbak, setelah lima tahun yang lalu sekarang merasakan lagi, apa masih seperti dulu apa semakin gimana gitu? juga gimana caranya melepaskan kerinduan yang begitu berat dan lama?"


"Kalian ini tanya apaan sih? berdua mau pada di getok kepalanya ya?"


"Haaaaaaaa...aku melihat setiap dandan Mbak Retno yang jadi perhatiannya selalu bibir aja." Ella tertawa.


"Astaga segitu perhatiannya kalian ini?"


''Aku hanya ingin tahu saja heee...''


"Apa bedanya yang habis ciuman sama yang tidak sih? memang kalian bisa melihatnya? suka ngaco aja deh ah."


"Serius Mbak, aku hanya membuktikan satu teori saja."


"Teori macam yang kalian bicarakan heh? dasar otak ngeres, kalau aku habis di ciumnya kemarin apa masih bisa di lihat sekarang tanda tandanya?"


"Jangankan kemarin seminggu yang lalu juga masih bisa di buktikan." Ella sok pintar.


"Alah-alah... kalian ini semakin ngaco saja masa aku di jadikan bahan penelitian kalian soal gituan."


"Kan Mbak Retno yang pertama punya pacar haaa..."


"Mbak, Mbak...maksudnya nggak ada rasanya itu gimana? bukannya kalau ciuman itu karena ada rasa?"


"Sedeng kalian semua ini, cukup jangan bahas ciuman dan bibir gue lagi ntar malah bibir gue yang dower nggak karuan, ayo kita latihan sekarang mungpung aku libur nih."


"Oke lah kalau begitu."


Bertiga berjalan ke belakang, Retno sengaja banyak membawa peralatan olahraga hobby nya. Sekalian pakaian olahraganya, bertiga masuk ke GOR dan sudah banyak yang latihan atau sekedar jalan jalan atau juga menonton, ada tiga lapangan tersedia di dalam GOR itu selebihnya gudang peralatan dan kursi penonton dan podium.


Retno menuju lapangan yang masih kosong dan mencari tandem untuk pasangannya lawan berlatih, karena belum ada terpaksa Ella dan Ismi menjadi lawan sementara Retno sekedar melenturkan otot-ototnya dan adaptasi lapangan dan penguasaan atmosfir pertandingan yang akan di buka besok secara resmi minggu sore.


Saat mulai panas dan dan Retno menyeka keringat di pinggir lapangan datang lagi cowok yang kemarin Retno kalahkan tiga set langsung,dan secara sok akrab langsung menawarkan diri untuk menjadi lawan main Retno lagi, dan menyetujuinya.


Pertandingan menjadi menarik Ismi dan Ella menjadi hakim dan wasit dalam pertandingan itu, biar semua tambah semangat saja.


Pertandingan di mulai dengan slow, dan lama-lama jadi semakin meningkat agak panas dan Retno melihat kalau orang itu kemarin nggak ada apa-apanya. Tapi sekarang dengan mudahnya melibas Retno dengan cepatnya satu set pertama Retno hanya di beri nilai 10 sungguh terlalu tapi masih mending Retno saat ini melawan seorang laki laki tapi kalau keadaan Retno lagi berhadapan dengan seorang perempuan Retno harus instrospeksi lagi ikut turnamen besok.


Set kedua sama saja Retno jalan di tempat malah parah nilai 7 nggak naik-naik lagi, berdua dengan nafas capek sambil ngobrol di tengah lapangan.


"Yang kemarin itu serius calon suami Mbak?"

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu!" Retno melakukan servis pendek.


"Galak banget cantik-cantik"


"Memang orang cantik nggak boleh galak dan harusnya di pajang di lemari saja heh?"


"Haaaaaaaa...nggak juga sih, tapi Mbak lagi berantem ya kemarin?"


"Kalau iya kenapa?" Retno melakukan smash menukik dan berhasil masuk di wilayah pertahanan laki-laki itu.


"Kalau saya punya pacar cantik kayak Mbak sayang untuk berantem, akan saya sayang-sayang setiap saat heee..."


"Gombal juga kamu."


"Cowok wajar gombal kalau cewek cenderung centil tapi gue nggak suka yang centil dan bawel lebih suka yang kalem seperti Mbak."


"Hiduplah dengan damai datar datar saja, tapi gue rasa nggak ada bumbu dan tantangannya monoton bung kalau nggak centil!"


"Haaaaaaaa..."


Dr Prabu yang dari tadi melihat Retno dan laki-laki itu bermain seperti sudah akrab begitu geram dan ingin segera permainan itu selesai, dan di set ketiga Retno menang permainan usai dan Retno mengelap keringat yang bercucuran, laki-laki itu menghampiri Retno dan mengajak bersalaman.


"Maaf banyak bercanda, boleh kenalan? nama saya Rendra Hariwijaya kerja di bank swasta sebrang rumah sakit ini."


Retno mengulurkan tangan juga sambil tersenyum menyebutkan namanya.


"Retno lagi KKN di rumah sakit sini."


prok prok prok...dr Prabu bertepuk tangan dan membuat kaget Retno juga Rendra sungguh tak membayangkan akan datang seorang dr Prabu di lapangan saat itu.


"Bagus permainan kalian, sudah kenalannya? kamu anak mana heh?" dr Prabu merengkuh bahu Retno dan di rapatkan di sampingnya sambil menatap wajah Rendra yang ganteng dengan tubuh sangat atletis seperti layaknya dr Prabu.


"Oh, saya Rendra pimpinan cabang bank swasta di sebrang rumah sakit ini, maaf saya menerima undangan turnamen yang di buka rumah sakit ini besok dan saya mau ikutan sekedar perkenalan."


"Bagus, saya dr Prabu Seto Wardhana direktur utama rumah sakit ini." dr Prabu tanpa menyodorkan tangannya.


"Oh, senang saya berkenalan dengan direktur rumah sakit ini, semoga saya tidak sakit dan di rawat di rumah sakit ini"


"Selamat datang di turnamen besok, tapi sepertinya turnamen ini bukan untuk tebar pesona, dan lawan anda besok bukan seorang perempuan, jadi berlatihlah dengan seorang laki-laki dan sepertinya anda bukan seorang lawan tangguh buat saya."


"Deg ! Rendra mukanya menjadi merah, dirinya merasa malu seperti di kuliti dan panas seperti terbakar api."


"Maaf Pak saya pikir latihan dengan siapa saja yang ada di lapangan, mau anak-anak, laki perempuan tua muda sama saja bukan masalah, karena kalau latihan sama tembok saya tidak bisa." Rendra berlalu meninggalkan dr Prabu Ismi Ella dan yang lain-lainnya, sesaat suasana menjadi tegang.

__ADS_1


Tinggalkan jejak dan dukungannya, mohon😆 komen, like, hadiah dan vote nya✌️💝


__ADS_2