
"Halo Mbak Retno..."
"Ya, Intan?"
"Mbak Retno baik-baik aja kan?"
"Lho emang kenapa?" suara Retno di sebrang jauh.
"Oh...eh itu kan kakinya terluka tadi itu."
"Nggak apa-apa Intan cuma luka kecil kan sudah di obati."
"Hemght...apa Kak Prabu sudah ada ngabarin Mbak Retno?"
"Oh udah Intan barusan baru di tutup dan terputus teleponnya. Katanya nggak enak badan, kamu sendiri di mana ini?"
"Aku sudah di rumah."
"Oh di kira masih jalan-jalan sama si cintanya."
"Ah Mbak Retno bisa aja."
"Eh Tan, mungkin Mas Prabu kecapaian itu, apalagi besok dia turun main lihat apa dia panas badannya atau apa yang di keluhkan nya kalau nggak cari tukang urut biar fit kembali."
"Iya Mbak, nanti aku lihat lagi dan tanya apa mau di urut atau tidak."
"Iya Tan, sebenarnya aku juga ingat sama dia dan kalau ini belum malam rasanya aku ingin datang ke situ tapi karena aku capek habis main juga kakiku luka sedikit jadi aku berpikir lagi, lagian tadi aku udah mau ke situ tapi Kakakmu melarangnya biar besok saja dan malam ini aku perlu istirahat."
"Iya Mbak Retno, pasti capek istirahat saja kalau besok mau ke sini biar Mas Imam yang anterin."
"Iya Intan, makasih ya."
"Iya Mbak Retno." klik! sambungan telepon putus sambungannya.
Intan memandang dr Imam, dan dr Imam sama lagi memandang.
"Mbak Retno sudah di khabarin sama Kak Prabu, bilangnya Kak Prabu lagi sakit."
"Baguslah."
"Malah Mbak Retno menyarankan biar fit Kak Prabu cari tukang urut saja."
"Malam gini ke mana mencari tukang urut. Sudahlah Intan belum tentu Kakakmu juga mau untuk diurut itu kan hanya saran dari Retno sebagai bentuk perhatian dari orang dekatnya."
__ADS_1
"Iya Mas."
"Yang aku pikirkan bagaimana nanti suatu hari Retno tahu semuanya akankah bisa menerima Kakakmu kembali? Aku sudah memikirkan jauh tentang masalah Kakakmu, walaupun itu bukan masalah pribadi ku tapi setidaknya aku ikut prihatin akan masalah yang menjerat Kakakmu itu."
"Aku malah belum berpikir jauh Mas, aku tak berani dan tak bisa membayangkannya keterpurukan Kakakku."
"Sebenarnya aku tidak terlalu tahu sosok seorang Alya, dan juga tidak terlalu dekat kalau mengenal secara langsung aku pernah datang sama Kakakmu ke cafenya tapi itu sebatas main mampir biasa. Kakakmu tidak memperlihatkan perasaan walaupun dulu belum bertemu dengan Retno kembali."
"Tapi kan si Alya nya begitu ingin dekat."
"Iya waktu itu juga Alya selalu nempel seakan mereka itu sudah kenal lama, dan mungkin Alya jatuh hati dari pandangan pertama sama Kakakmu."
"Mereka itu tinggalnya di mana sih Mas, apa Mas Imam tahu?"
"Aku kurang tahu persis Intan cuman kalau tidak salah mereka bertemu di event ulang tahun rumah sakit ini juga waktu itu. Alya datang sama kedua orang tuanya menghadiri undangan dari rumah sakit ini, mungkin dari situ."
"Brengsek juga ya tuh orang."
"Ssssst...merealisasi kan cinta dengan berbagai cara itu dianggap sah-sah saja bagi sebagian orang Intan, dari hal biasa-biasa sampai mungkin hal ekstrim seperti Alya."
"Mungkin karena kurang respon dari Kak Prabu jadi Alya nekat menjebaknya dikira itu akan menjadi suatu jalan yang mulus apa? dasar tidak punya pikiran." Intan merasa geram dan menyalahkan Alya.
"Itu juga hasil pemikiran Intan. Cuman pemikiran selintas dan pemikiran dangkal tidak berpikir jauh ke masa depan, dan seperti yang kata Kakakmu bilang hanya ingin menjebak dengan foto-foto syur dia, jadi dia itu punya amunisi jika suatu saat Kakakmu serius dengan seseorang, Alya tidak rela jadi dia akan mengeluarkan kartu itu foto-fotonya dia, tak tahunya Kakakmu balik menyerang sebagai pembuktian harga dirinya yang terinjak-injak malah simalakama bagi Alya sendiri."
"Apa aku harus puas sama si Alya? dan aku merasa kasihan dengan beban di pundak Kakakku?"
"Iya Mas, kita sampai lupa pada perasaan kita sendiri."
"Kok lupa?"
"Oh eh... mungkin tepatnya karena kita nggak jadi mau jalan-jalan."
"Masih banyak waktu."
"Kan aku mau pulang."
"Pulangnya aku antar dan sebelum pulang ke rumah kamu kita jalan-jalan dulu, dan aku ingin mengantar kamu sampai ke rumah, dan lanjut mengantar kamu ke tempat kost kamu di Bandung biar aku tahu tempatnya boleh kan?"
"Boleh."
"Biar nanti kalau aku ada waktu apel nggak usah cari lagi."
"Idiiiih... kedengarannya asyik di kunjungi yang apel." Intan pipinya bersemu merah.
__ADS_1
"Memang kamu belum pernah ada yang apel malam minggu misal?" Intan menggeleng agak malu.
"Perasaan aku nggak percaya kalau kamu belum pernah menjalin hubungan."
"Kalau untuk hubungan biasa sering cuman untuk yang serius menyatakan cinta langsung seperti Mas Imam waktu itu jujur aku belum berani paling cuman kenal dekat saja. Jalan ngobrol biasa itukan tidak dikategorikan hubungan menurutku mungkin dikategorikan itu baru masih masa pendekatan apa salah pendapatku?"
"Kok kamu mau Tan berhubungan dengan pria dewasa seperti aku? Kan banyak resiko yang aku tahu kalau berhubungan dengan seseorang yang sudah dewasa."
"Maksud Mas Imam resiko apa?"
"Resikonya cepat diajak nikah."
"Ngarang sendiri itu mah, ya kan?bukan resiko hasil survei atau hasil penelitian secara keilmuan."
"Pokoknya faktanya akan seperti itu, dan itu sudah dibuktikan oleh sebagian besar orang."
"Aku tidak takut, sekali aku mengambil keputusan itu menjadi keputusanku."
"Nggak takut ada yang ngajak serius?"
"Nggak!"
"Jadi, kamu ingin berapa punya anak?"
"Yeeee... nikah aja belum Kok nanyanya langsung loncat kepada punya anak? berurutan dulu dong tanya nya."
"Intan maukah kamu menikah sama aku?"
"Aku pikir-pikir dulu Mas, kuliahku belum selesai tambah lagi aku punya Kakak yang juga belum menikah. Kalau bisa dan masih mungkin aku tak ingin melangkahinya jadi seandainya ada yang mau ngajak aku serius aku mesti mempertimbangkannya dulu."
"Katanya siap dan nggak takut ada yang ngajak serius."
"Ya itu alasanku, dan hambatan ku selain itu aku ingin menikah muda walaupun usiaku sudah tidak muda lagi heee... agar aku masih kelihatan cantik tapi sudah memiliki seorang anak cantik atau seorang putra ganteng."
"Bolehkan jika suatu saat kamu hamil aku yang memeriksanya?"
"Kan hamilnya juga sama Mas Imam, ya boleh lah."
"Haaaa...Aku pasti akan senang Intan bisa memeriksa kehamilan kamu."
.
.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai doping up nya 🤦😆💝🙏