Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Saya hanya ingin bercerita


__ADS_3

"Halo dok iya, ada yang bisa saya bantu?"


"Begini suster kepala Miranti saya hanya mau tanya apa pimpinan ada di tempat hari ini?"


"Oh ya tadi pagi baru juga saya datang sudah memanggil ke ruangannya, dan saya kaget waktu masuk ruangannya berantakan banget dan sepertinya akhir-akhir ini pimpinan selalu tidur di kantor, pokoknya dia kelihatan sangat marah saat tahu dr Imam meminta suster Retno yang mendampinginya saat praktek dan saya menyetujuinya, dan saya pura-pura tidak tahu saja."


"Haaaaaaaa...dasar si Prabu akhirnya kena jebakan juga."


Prank dr Imam sepertinya kena di hatinya dr Prabu, dan ayo kita lihat untuk selanjutnya akan ada drama komedi yang lebih lucu lagi dalam hati dr Imam SpOG.


"Biarin aku sekalian panas panasin seperti sayur, seakan aku berusaha mendekati suster Retno, biar dia tambah ngintip ngintip terus sekali sekali kita kerjain si boss Prabu haaa"


"Dari mana dr Prabu tahu suster Retno ikut mobil dr Imam coba? kalau bukan mengikuti dan mengintip sampai tidur di kantor?" suster kepala Miranti juga tertawa dan merasa sangat lucu melihat orang yang lagi jatuh cinta apapun di lakukannya.


"Ya ya ya... si Prabu pasti membuntuti suster Retno dari mulai suster Retno keluar kamar dan menyetop bus, itu sepertinya setiap malam, aku yakin dua orang itu dua-duanya masih pada cinta dan masih pada menunggu."


"Sepertinya pimpinan mengikuti suster Retno kemanapun suster Retno sekarang pergi dok, soalnya marahnya tambah kenceng saat dr Prabu tahu suster Retno pergi bersama ikut tumpangan dr Imam ke Bandung."


"Suster tahu nggak? suster kepala Miranti, saat ini juga sepertinya dr Prabu lagi ada di Bandung saya yakin itu."


"Masa dok? pantesan pergi dari pagi waktu saya beritahu kalau anak mahasisawa KKN sekarang libur sama besok dan dr Prabu kaget, wow sampai sebegitu nya yang lagi berjuang untuk cintanya haaaa..."


"Iya, aku pastikan itu, tak ada seharian di kantor kemana lagi kalau bukan mengikuti suster Retno dan aku? lihat saja aku akan memancing emosi dan cemburunya, karena nanti malam aku mengajak suster Retno makan malam dan kami sudah janjian."


"Aduuuuuuh... dok jangan sama sama keterlaluan kasihan pimpinan kita dr Prabu. Sudah tersiksa malah di tambah lagi di kerjain, apa salahnya sih saling memaafkan gituh dan saling terbuka memulai saling terbuka lagi beres semuanya."


"Ya itu harapan kita suster, tapi kita berusaha menyatukan kembali mereka, aku janji akan merekatkan cinta dr Prabu dan suster Retno sampai jadi."


"Aamiin dok, saya do'a kan juga, tapi saya takut..." suster kepala Miranti seperti memendam sesuatu.


"Suster kepala Miranti takut apa?"


"Saya takut nanti dr Prabu membalaskan kekesalan hatinya pada saya dengan menyuruh yang enggak-enggak pada suster Retno."

__ADS_1


"Pokoknya suster kepala Miranti tenang saja, saya akan berusaha membantu suster kepala Miranti sebisa saya "


"Tadi pagi juga sudah menugaskan saya kalau semua berkas yang dr prabu berantakin biar suster Retno yang suruh membereskan, biar begadang semalaman di ruangannya katanya, tak tahunya anak KKN malam ini dan esok libur jadinya lucu."


"Haaaaaaaa...dasar si Prabu pemarah mau ngerjain suster Retno nggak tahu jadwal."


Suster kepala Miranti tertawa juga.


"Pokoknya nanti kalau suster Retno di hukum aku datang ke ruangan pimpinan biar dia malu haaaaaaaa..."


"Ada do'a terbaik dariku buat pimpinan dr Prabu juga buat dr Imam yang paling baik."


"Do'a buatku juga?" dr Imam mengerutkan keningnya di ujung telephon.


"Iya dok semoga kalian jangan jadi jomblo terus heeeee..."


"Suster kepala Miranti bisa aja, biarin jomblo juga asal bahagia haaaa..."


"Mana ada bahagia yang sempurna kalau belum ada yayang cantik bergelendot di sampingnya, apa-apa sendiri, ini itu sendiri mana enak dok, malam minggu main bulu tangkis pacaran kek seperti orang -orang gitu... tiap hari meriksa orang hamil, sendirinya belum teruji bisa menghamili, kapan periksa hamil istrinya heee..."


"Heeeeee... maaf dok jadi jomblo jangan mudah tersinggung saya bercanda biar cepat kalian dapat jodoh."


"Pokoknya habis si boss Prabu sukses aku juga pasti serius lihat saja nanti."


"Mau serius harus nungguin orang dulu, jomblo payah huh!"


"Yang lebih payah boss kita tuh si Prabu pacaran dari dulu nggak jadi jadi, sekarang ada di depan mata malah saling tunggu, masih mending aku pacaran putus ganti lagi tinggal nyari yang cocok saja dah bosan pacaran melulu lagi nyari yang serius seperti yang suster kepala Miranti katakan "


Dr Imam SpOG juga suster kepala Miranti sama-sama tertawa dan menyudahi pembicaraannya.


Di Bandung depan rumah sakit Bandung Medical Center sampai sore dan beranjak malam dr Prabu memarkir mobilnya di parkiran dalam, dan dr Prabu mau menemui sahabatnya yang menjadi pimpinan di rumah sakit di sini dan hari ini masih ada rapat, sambil menunggu dr Burhan rapat, dr Prabu menunggu di cafe depan rumah sakit dan setelah mereka saling bertelepon mereka bertemu di cafe itu.


"Sepertinya enakan di ruangan ku ngobrolnya dok." dr Burhan menyalami dr Prabu dengan hangat.

__ADS_1


"Saya kangen kopi di cafe ini Pak Burhan juga sambil lihat yang bening-bening lewat heee..."


"Haaaaaaaa... ngomong aja yang bening-bening semua jalan di tempat nggak ada yang nyangkut-nyangkut, jangan banyak mikir keburu tua dok, kapan datang undangannya lama banget di tunggu-tunggu nggak datang-datang juga, malah senang berpenampilan brewok, ingat lho perempuan jarang yang suka dengan brewok kesannya nggak rapi dan mungkin geli heee..."


Dr Prabu tersenyum saja.


"Ada apa ini ada bahasan atau mau pulang ke rumah orangtua? atau sekedar jalan-jalan saja atau punya tujuan lain dimalam minggu ini?"


"Nggak ada hanya ingin di sini saja di rumah sakit ini dan ngopi juga ngobrol sama Pak Burhan."


"Serius nggak ada yang lain? tapi sepertinya aneh saja."


"Pak Burhan tidak informasi pada saya kalau ada salah satu suster yang bernama Retno di sini."


"Maksud dokter?"


"Itu masa lalu saya, saya menunggu khabar Retno sudah menikah dengan laki-laki lain tapi tak kunjung mendapat beritanya selama lima tahun, dulu selesai kuliah saya melamarnya tapi di tolak orangtuanya, saya sakit hati tanpa kata putus kami berpisah saya tinggalkan Retno tanpa pesan apa-apa saya pergi dengan perasaan marah ke Surabaya dan akhirnya terdampar di Tasikmalaya dan kenal sama Pak Burhan, dan sekarang saya bertemu lagi setelah lima tahun kami berpisah dengan status kami masih sendiri-sendiri, sekarang Retno KKN di rumah sakit Tasikmalaya Medical Center menyelesaikan S1 nya, hanya kebencian yang saya lampiaskan pada dia tanpa tahu kalau pimpinan di rumah sakit itu adalah saya " dr Prabu bercerita begitu berapi-api.


"Oh, alah saya tak tahu kalau dr Prabu nggak cerita sendiri, saya tidak tahu semua sedetil nya orang yang kerja di sini tapi mungkin kepala bagian yang paling tahu semuanya."


"Apa sekarang rencana dr Prabu sendiri? apa saya yang bicara langsung sama suster Retno?"


Dr Prabu menggeleng, dan dr Burhan mengernyitkan keningnya.


"Sekarang kalaupun Retno tahu saya sebenarnya mungkin membenci saya, karena selama Retno KKN di sana saya telah menyiksa perasaan dan menguras semua energinya, saya tak berikan keringanan kehadiran, saya menyuruh suster kepala Miranti menyiksa perasaannya dengan kata-kata yang menyakitkan dan sikap yang membencinya, juga sekecil apapun kesalahannya Retno di beri sangsi yang begitu berat, dan selama tiga bulan Retno KKN di sana di hukum membersihkan ruangan saya hanya untuk saya bisa melihat Retno dengan puas berada di ruangan saya."


"Terus?"


"Saya kurang tidur hidup saya tak beraturan kacau semuanya sejak saya tahu Retno ada di dekat saya, jadi sering tidur di kantor dan selalu menyaksikan jam setengah empat pagi Retno menyetop mobil bus menuju Bandung."


"Apa yang dr Prabu inginkan dari saya? apa ada yang bisa saya bantu?"


"Saya hanya ingin bercerita agar sesak dalam dada saya terasa longgar..."

__ADS_1


Tinggalkan jejak dan dukungannya, mohon😆 komen, like, hadiah dan vote nya✌️💝


__ADS_2