Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Kamu nikung aku


__ADS_3

"Kak Prabu mau ke mana?" Intan yang lagi menyetel musik mengecilkan volume sound nya.


"Mau Bulu tangkis mau ikut?"


"Nggak ah males, mending di rumah saja, tapi pulangnya beli makanan ya."


"Iya kalau nggak lupa."


"Iiiiiiiiiih...Kakak, ya jangan lupa lah..."


"Kalau lupa tinggal pencet aja tombol ponselmu nanti datang makanan yang kamu mau."


"Duitnya?"


Dr Prabu membuka tas pinggangnya dan mengeluarkan dompetnya lalu mengambil beberapa lembar dari dalam dompetnya dan di simpan di atas kulkas dan menunjukkannya pada Intan dengan mukanya, dan Intan tersenyum sambil mengangguk.


"Yakin nggak ikut? banyak kecengan tampan tampan, badan tinggi-tinggi atletis lho."


"Nggak ah Kak nanti-nanti aja."


"Ya sudah." dr Prabu menggambil raketnya dan di selempang kan di sebelah pundaknya berjalan keluar menyimpan semua peralatannya di samping jok mobilnya yang kosong.


Mobil melaju ke arah rumah sakit dan dr Prabu masuk ke area parkir melirik mobil merah dengan plat Z sudah nangkring di parkiran dan dr Prabu tersenyum merasa ada lawan yang seimbang dr Imam sudah datang duluan berarti.


Mau tidak mau dr Prabu melirik ke arah mess yang sekarang sebagian di huni anak anak KKN, dr Prabu tersentak dan langsung menurunkan topinya karena banyak anak-anak mahasiswa berjaket merah hati bergerombol dekat mushola, katanya libur? kok seperti ada kegiatan di minggu sore ini?


Dr Prabu berbelok arah jalannya jadi lewat samping mushola dan masuk ke GOR lewat belakang terlihat dr Imam lagi pemanasan. Dan beberapa orang sudah bermain di lapangan kedua dan ketiga ada yang ganda campuran segala wah rame sekali kelihatannya sore ini juga pengunjung yang hanya


menonton atau sekedar jalan jalan sore atau juga mungkin yang lagi pacaran enak ngobrolnya kalau sambil nonton gratis.

__ADS_1


Dr Imam menghampiri dr Prabu menyambutnya dan menyodorkan tinjunya dan di sambut dr Prabu sama dengan tinju beradu sambil tersenyum.


Seseorang sukarela naik ke kursi wasit dr Prabu dan dr Imam lagi pemanasan sambil saling mengumpan dan mengobrol di tengah lapangan.


"Kasih tahu aku kenapa anak-anak KKN ada di sini seperti mau ada kegiatan? katanya libur kalau hari minggu?" dr Prabu sambil melakukan pengembalian shuttle cock dengan backhand nya yang sangat tangguh.


"Masa pimpinan nggak tahu?" dr Iman seperti meledeknya dan berusaha menangkis setiap serangan pemanasan yang di lancarkan lawannya.


"Aku nggak baca-baca kegiatan mahasiswa KKN, aku sibuk apa Retno juga ada diantara jaket merah hati itu?" nafas dr Prabu naik turun.


"Ada lah boss kan Retno tak di beri keringanan kehadiran perintah sampean." dr Imam melakukan jumping smash sambil mengakhiri pemanasan nya dan suttle cock di biarkan di tengah lapangan dan kedua pemain ke pinggir minum dan membetulkan tali sepatu juga persiapan untuk permainan yang sesungguhnya.


Tanpa debat dan suit memilih posisi tempat dan melakukan service pertama dr Prabu dan dr Imam SpOG selalu menjadi idola dan tontonan yang sangat menghibur bagi penggemar bulutangkis dan di lingkungan rumah sakit itu dua pemain ini sangat populer dan menjadi idola masing-masing penggemarnya selain keduanya masing-masing masih single juga sama-sama ganteng dan berkarir cemerlang.


Skor awal masih imbang dan tanpa di sadari penonton semakin banyak saja dan seperti terpukau melihat permainan dan trik keduanya dalam memukul suttle cock dan memainkan raketnya.


Tepuk tangan dan sorak sorai terhibur kegembiraan penonton saat dr Prabu melakukan smash keras menyilang sambil meloncat mengecoh dr Imam, yang tak menyangka pengembalian suttle cock dari dirinya datangnya tanggung langsung di sambar dan menempatkan ke sudut sebelah kiri dr Imam, dr Prabu menghasilkan poin yang jauh meninggalkan dr Imam.


Dr Imam menyeringai nyengir saja mendengar kata-kata sahabatnya yang menyalahkannya, tenaganya terkuras, sedangkan dr Prabu sudah siap-siap melakukan service lagi.


Saling pukul melakukan Lob, Drive dan jumping smash, juga Dropshot bahkan main neting dan terjadi reli-reli panjang yang sangat memukau penonton dan tepuk tangan begitu semarak saat satu kesempatan dr Prabu menciptakan satu poin dari smash yang begitu menukik keras dan tajam jatuh di jantung pertahanan dr Imam.


"Aaaaaaargh...!" dr Prabu melepaskan beban dan melakukan selebrasi seperti pemain nasional saat menyelesaikan set dengan manis dan memuaskan sekaligus menjatuhkan lawan.


"Itu sangsi kedua saat memberi tumpangan pada Retno tak ada pemberitahuan sama sekali!"


"Haaaaaaaa..."


Dua kali sangsi lewat smash keras dan jumping smash di sampaikan dr Prabu pada dr Imam, dan di sambut dengan tertawa sahabatnya.

__ADS_1


Lalu set kedua di mulai, service dari dr Prabu begitu bernafsunya dr Prabu seakan ini adalah pelampiasan beban fikiran dan perasaannya yang selama ini begitu berat di dadanya, begitu terasa sesak di tiap helaan nafasnya.


Masih dengan permainan cantiknya memakai trik tingkat tinggi bola-bola pendek nyaris menyentuh atas net dan di terima dengan melambungkan lagi ke atas, lalu di sambar dengan satu pukulan tipu dr Prabu seakan mau keras tapi dengan perlahan menjatuhkan suttle cock dengan hanya menyentuhnya sedikit saja dan jelas dr Iman terkecoh, sudah siap-siap kuda-kuda menerima satu dropshot keras di belakang pertahanannya nyatanya bola jatuh jauh di hadapannya dan tak terkejar juga tak terjangkau dan jatuhnya shuttle cock sangat santuy.


"Dan itu sangsi ketiga meminta Retno mendampingi praktek mu selama KKN di sini tanpa persetujuanku!"


"Ha?"


Dua set langsung dr Imam SpOG KO dan menyerah di hadapan dr Prabu. Tak bisa berkutik dengan nilai jauh 25 - 15 dan 25 - 17 dr Imam mengakui keunggulan lawannya dan sampai saat ini masih belum ada yang bisa mengalahkan dr Prabu di setiap ada lomba yang di adakan rumah sakit, saat rumah sakit mengadakan event ulang tahun atau saat merayakan dan memeriahkan 17 agustusan.


Berdua mengelap keringat dan dr Imam juga dr Prabu makan pisang di pinggir lapangan, dan pemain baru memasuki lapangan melakukan pemanasan.


"Gue sengaja biar lo cemburu boss habis gue nggak setuju dengan cara-cara lo pada Retno, gue kasihan hanya menghiburnya dan meringankan sedikit perjuangannya dengan menjadi sahabatnya."


"Aku tahu tapi aku tak suka caramu menikung aku dan dengan cara diam-diam dan satu yang harus di waspadai jangan sekali kali memakai perasaan saya masih belum putus dengan Retno walau aku tak tahu perasaannya sekarang terhadapku."


"Tenang boskuh dan maaf gue berniat baik, gue hanya ingin tahu saja perasaan kalian berdua dan gue yakin Retno masih menunggu lo boskuh"


"Dari mana kamu tahu?"


"Gue sahabat Retno kami telah mengikrarkan diri jadi sahabat baik, kami ngobrol segala dan gue telah berjanji jika suatu saat Retno hamil periksa juga konsultasinya sama gue gratis."


"Sialan kamu kampret! dasar! nyari dulu cewek yang cocok buat kamu lalu nikah dan hamili baru kamu periksa, aku nggak rela kalaupun Retno bukan istri aku kamu periksa kehamilannya."


"Haaaaaaaa... makanya jangan sia-siakan dia jadiin dia istri dan hamili biar nanti hamilnya gue yang kontrol"


"Apalagi Retno jadi istri aku tambah nggak rela kamu pegang pegang!"


"Jangan menjatuhkan reputasi ku dong boss gue masih menjunjung tinggi etika kedokteran."

__ADS_1


"Ya ya ya." mungkin aku percaya.


Tinggalkan jejak dan dukungannya, setengah mohon😆 komen, like, hadiah dan votenya✌️💝


__ADS_2