Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Witing tresno


__ADS_3

"Jujur aku kangen Des, tapi sepertinya dia tak ada respon baik buatku, terakhir kemarin aku kirim roti perdanaku ke rumah sakit dan kartu ucapan berharap ada sesuatu yang aku harapkan, apa dia datang ke cafe ku atau mengajak ngobrol walau cuma di telephon, tapi cuma telephon terima kasihnya sambil kapan-kapan pasti aku ngopi lagi di sana sama temanku." Alya seakan mengeluh dengan harapannya yang tak seiring dengan kenyataannya pada Desty sahabatnya.


"Itu ada respon dia, buktinya masih bisa ucapin terimakasih, mungkin dia sibuk atau mungkin malu sama orang tuamu." Desty berusaha memberi simpatik dan motivasi sama Alya.


"Apa aku salah juga ya aku seneng sama orang tapi orangnya nggak seneng sama aku?"


"Itu hak kita mau seneng mau benci sama siapa saja tapi kan kita punya alasannya, emang seberapa ganteng sih dokter itu Al?"


"Ya ampuuuuun... Desty kalau kamu sudah melihat dan dekat gagal fokus deh jadinya, sumpah aku suka segalanya dari dia Des heeee..."


"Masa sih? kamu tahu dia masih single dari mana? jangan-jangan sudah tiga anaknya haaaa..."


"Papa aku yang bilang seperti keceplosan dan tak sengaja gitu, tapi kalaupun sudah punya tiga anak kalau dia mau beralih padaku aku merasa siap heeee..."


"Hai, jangan gila kamu Al emang mudah menjalaninya heh? tak semudah dan tak seindah yang kamu bayangkan semuanya, punya anak tiga dari orang lain di jalani bersama dengan adaptasi karakter masing-masing emang enak? enak iya saat di ranjang sama sang dokter itu tapi masalah di belakangnya kamu abaikan? belum lagi mantan istri yang berusaha merecoki dengan alasan anak hadueeeeeeeh... cape deh..."


"Desty, Desty...kan itu baru aku katakan kalaupun dan seandainya, dan kenyataannya dr Prabu itu masih single!"


"Di rasa kamu Al sudah maksimal belum usahanya?"


"Maksud kamu apa Des?"


"Ya maksimalkan lah usahanya, apapun kamu lakukan bila mungkin datangi ke kantornya dan tarik paksa untuk bisa jalan sama kamu bagaimana caranya.


Seperti satu di antara kata peribahasa bahasa Jawa tentang cinta yang sangat terkenal, yaitu 'witing tresno jalaran soko kulino' yang berarti cinta tumbuh karena terbiasa" panjang kali lebar Desty memberi masukan buat Alya.


Alya hanya diam meresapi dan mencerna apa kata-kata temannya Desty, dan memang benar adanya kalau sama-sama pasif kapan ketemunya?

__ADS_1


"Iya juga ya Des, cinta datang karena terbiasa, mana mungkin kita sama-sama suka kalau ketemu saja kita nggak pernah dan jarang jarang?"


"Kalau perlu di jebak sekalian Al, misal kamu pura-pura sakit dan di rawat di sana, mustahil tuh dokter tak menengok kamu"


"Ah terlalu ekstrim banget cara itu lagian aku takut yang namanya jarum, suntik dan infus, nggak nggak pokoknya aku nggak mau cara itu pasti ketahuan deh kalau aku pura-pura, aku nggak sakit tapi malah Mamaku nanti yang jatuh sakit."


"Huh! dasar super bego kamu Al kalau nggak parah-parah banget ngapain harus di infus segala? paling di kasih obat minumnya nanti-nanti setelah perawatnya pergi, lalu masukan ke tong sampah sudah beres."


"Pokoknya aku nggak mau cara itu, cari cara lain dan tolong bantu aku, aku agak paranoid kalau berurusan dengan jarum suntik dan obat."


"Haaaaaaaa... kamu paranoid dengan yang namanya jarum, suntuk dan obat? sedangkan yang kamu incar seorang dokter gimana kamu ini?"


"Yang aku incar bukan jarum suntik nya bego! tapi jarum yang lain dan bisa menyuntikkan gairah kehidupan baru padaku, kadang kamu otaknya bener bener nggak connect dan tumpul."


"Haaaaaaaa...kasihan temanku yang satu ini yang lagi jatuh cinta...mending cari lagi deh yang lain kalau di rasa yang ini begitu sulit di tembus."


"Aku masih penasaran Des dan seperti yang kamu katakan tadi aku belum maksimalkan usahaku."


"Iiiiiiiiiih... apaan sih! yang lain coba?"


"Sini aku bisikin ini cara yang menurut aku paling masuk akal." Desty membisikan sesuatu di telinga Alya dan Alya memerah pipinya dan merasa ini lebih ekstrim lagi.


"Gila kamu Des, yang di kasih obat bius dan perangsang itu dokter aku bisa-bisa masuk penjara nantinya."


"Alya.... hanya sedikit cuma memabukkan doang lanjut bawa ke kamar istirahat kamu, kamu bebas ngapa-ngapain dia jilatin sepuasnya tuh cowok idaman kamu, dan jangan lupa photo sebagai senjata tuntutan tanggungjawab dia, jadi deh."


Alya diam seperti memikirkan saran luar biasa temannya Desty dan menimbang-nimbang lagi baik buruknya, timbul keinginannya dan ingin mencobanya, tapi surut kembali beserta ketakutannya.

__ADS_1


"Itu hanya masukan aku saja sebagai sahabat Al, mau di dengar silahkan nggak juga nggak apa-apa."


"Aku jadi bingung Des...nanti aku fikir-fikir dulu deh."


"Suka-suka kamu lah yang penting solidaritas aku sebagai teman sudah aku selesaikan dan jomblo seperti kamu biar bisa merasakan namanya jatuh cinta dan kejatuhan cinta haaaa..."


"Sialan kamu Desty... dasar cewek tukang eksperimen."


"Jangan hanya usaha yang sukses Neng, imbangi dengan kebutuhan pribadi karena senang itu bukan melihat cuan saja dan saldo yang membengkak, tapi saat kita merasakan saat-saat berdua, begitu dekat beradu nafas dan panasnya ciuman yang memabukkan juga saat merasakan hangatnya pelukan, dan saat mata kita terpejam, kita melenguh dan mengerang, sekujur tubuh kita merasa tegang luar biasa menanti sentuhan inti selanjutnya dan akhirnya kita merasakan nikmat dunia saat hentakan di dalam yang satu itu haaaaa...."


"Alah, alah jadi ngelantur jauh kamu Des lama-lama vulgar dan porno juga obrolan kamu, aku tahu kamu hanya pintar berpidato saja kenyataannya sama saja seperti aku jomblo, kamu itu kebanyakan nonton video porno dan baca buku novel 21+"


"Tapi minimal aku punya ide Alya nggak buntu kayak kamu, nanti kalau sudah sendiri baru ide aku kepikiran lagi coba aja!"


"Ya ya ya...mungkin aku nanti pikirkan lagi, kamu mau minum apa dari tadi curcol saja, sepertinya aku tuan rumah yang begitu pelit."


"Apa aja deh asal jangan pake bubuk sianida haaaaaaaa..."


"Aku sekalian pakai insektisida, biar semakin tinggi khayalan dan bualan mu heee..."


"Santai saja Al matahari masih bersinar dan dunia masih berputar pada porosnya dan kereta masih setia berjalan di rel nya belum nyasar ke jalan tol."


"Gila juga obsesi kamu itu Des, tapi aku berani nggak ngapa ngapain tuh dokter kalau sudah di depan mata aku?" Alya seperti kena jebakan kata-kata Desty.


"Haaaaaaaa...tuh kan apa kata aku kamu bakal kepikiran apa yang jadi ide ku, kamu bingung mikir apain tuh orang kalau sudah di depan mata kamu? ajak aku nyicipin sedikit tuh cowok kalau kamu masih ragu-ragu."


"Sialan kamu Des dasar kegatalan, sudah ah bikin aku mumet aja."

__ADS_1


"Ah kamu Alya bilang aja kalau kamu takut, kalau nggak ayo sekarang kita ke rumah sakit tinggal tiduran nanti juga ketemu sama tuh dokter kalau kamu kangen...katanya kangen ayo biar aku yang atur semuanya..."


Tinggalkan jejak dan dukungannya, setengah mohon😆 komen, like, hadiah dan vote nya✌️💝


__ADS_2