Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Ikut rapat


__ADS_3

"Sayang capek nggak? ikut ke kantor yuk nanti belanja keperluan buat akad nikah dan resepsi juga, Aku merasa senang saja kalau ada Kamu di sana menemaniku," ucap dr Prabu sambil mengusap lalu mencium kepala Retno dengan sayangnya.


"Boleh tapi jangan menarik Aku ke belakang pintu ya!" sahut Retno sambil tertawa.


"Ngapain di belakang pintu? sekarang juga di sini boleh kok!"


"Aaaaaaw... Mas! lepasin!" Dr Prabu memeluk dan mencium Retno dengan tiba- tiba. Datang Bibi Iyah dan Pak Min karena mendengar teriakan Retno takut ada apa-apa.


Mereka melongo melihat majikan mereka lagi berciuman di ruang keluarga. Baru saja Bi Iyah mau bertanya langsung balik badan karena merasa malu sendiri. Pak Min yang baru nongol di pintu di suruh ke belakang lagi sama Bi Iyah dengan mengibas ngibaskan tangannya.


Retno yang menyadari ada Bi Iyah dan Pak Min mendorong tubuh suaminya dan langsung memanggil Bi Iyah.


"Bi sini!"


"Iya Bu, Bibi tadi kaget di kira ada apa dengar Bu Dokter teriak."


"Ini ada yang nakal Bi, pagi-pagi main paksa saja. Bi duduk di sini dulu. Dr Imam sama Intan mau menikah tiga hari lagi dan pestanya atau resepsinya di rumah dr Imam besoknya lagi, Bibi sama Mang Min mungkin bakal kebagian capeknya juga nanti ikut ke rumah dr Imam yang baru selesai dibangun bantuin yang lain menyambut resepsi mereka juga keluarga dari Bandung nanti akan berada di situ juga di rumah ini, kalau di sini biasa saja semua sudah beres paling Ibu sama Bapak juga keluarga lainnya pasti mampir juga menginap di sini nantinya."


"Oh ya ampun, Alhamdulillah Bu dokter semoga mereka bahagia, baik Bibi sampaikan dulu sama Pak Min dengan senang hati Bu Bibi juga Pak Min bisa membantu."


"Iya Bi, terimakasih."


"Aku sama Mas Prabu ke Rumahsakit dulu nanti siang bareng ke sana dari rumah sakit ya Bi."


"Iya Bu."


"Dr Prabu sama Retno berangkat diantar senyum Bi Iyah.


'Pak dokter seperti tak kenyang dan tak ada puasnya cium Ibu di kamar, sampai di tengah rumah juga masih saja menciumnya. Apalagi yang lainnya nggak terbayangkan!' itulah kata hati Bi Iyah sambil tersenyum memandang mobil yang keluar dari pintu gerbang.


Buru-buru Bi Iyah ke belakang memanggil suaminya Pak Min lalu mereka tertawa bersama mengingat adegan majikan tadi mereka tanpa sengaja menyaksikan adegan seperti dalam sinetron berpelukan dan berciuman di depan mata mereka.


Lalu mereka menutup pintu kamar.


****


"Sayang Aku ada rapat dulu, ada kabar kalau Yayasan yang akan didirikan Walikota di batalkan pendiriannya jadi otomatis harus ada pemberitahuan resmi ke seluruh fungsionaris Rumah Sakit ini, karena rapat ini akan dihadiri pemohon yaitu pihak Walikota mungkin Alya yang hadir Kamu hadir juga di rapat nanti ya!"

__ADS_1


"Baik Mas!"


"Kamu nggak apa-apa kan?"


"Nggak, justru Aku ingin melihat sikap Alya dari dekat yang sebenarnya seperti apa?"


"Semoga bukan hanya Alya yang hadir, ada orang lain juga dari Yayasan itu!"


Retno merasa ingin memperlihatkan kehamilannya di depan Alya dan menyadarkan kalau semua masa lalu sudah menjadi masa lalu yang tak mungin di raih seperti yang di harapkan, semua orang punya jalan dan ceritanya masing-masing.


Kalaupun Alya belum hamil kini itu masalah rezekinya, jangan di jadikan alasan merongrong dan memberi ketidaknyamanan pada rumah tangga orang lain.


"Sayang, kenapa melamun?" ucapan dr Prabu mengagetkan Retno.


"Aku takut berpisah lagi Mas...." sahut Retno sambil sebelah tangannya mengusap paha dr Prabu.


"Berpisah mau ke mana? sekarang aja Kita bersama-sama jangan ngaco ah, Kamu terlalu banyak pikiran nggak baik itu, Apalagi Aku juga sama nggak mau berpisah satu malam juga ke kantor saja Aku ingin Kamu ikut, padahal kata orang kalau berpisah barang satu malam akan kangen luar biasa."


"Aku nggak mau!"


"Hahaha...sok sok an Kamu bisa berpisah. Ya syukurlah jadi Aku nggak usah bingung mikirin Kamu yang di sana nanti Sayang! Nanti-nanti saja kalau Anak kita sudah gedean dikit kapanpun Kita bisa ke sana dan bisa melakukan apapun di balik pintu kamarmu! juga pesan jamu seperti waktu Kita pengantin dan ML pertama kali."


"Ah Mas!"


"Kenapa?"


"Mas yang dipikirkan hanya itu!"


"Emang itu Sayang, apalagi?"


"Sudah ah mau sampai tuh!"


Mobil belok ke arah rumah sakit dan masuk di parkiran. Dengan gagah dr Prabu menggandeng tangan Retno merasa bangga jadi seorang pahlawan dan ingin memperlihatkan suksesnya sebagai suami yang bangga dengan istrinya yang lagi hamil.


"Pak Prabu rapat sepertinya mau di mulai semua sudah ada di aula juga dari pihak Yayasan Walikota juga sudah hadir tinggal menunggu Pak Prabu saja!" tiba-tiba Suster Kepala Miranti datang dan langsung menghampiri dr Prabu dan Retno yang lagi jalan berdampingan.


"Baik Suster Kepala Miranti, Aku segera ke sana."

__ADS_1


"Baik Pak, Oh Ibu juga ikut ke sini sehat Bumil?"


"Alhamdulillah Bu Miranti."


"Mari Aku duluan!"


"Ya Bu."


Dr Prabu sama Retno masuk dulu ke ruangan kantor dr Prabu dan istirahat sejenak. Lalu menuju aula rapat yang sudah di tunggu semua anggota.


Semua mata memandang pada pimpinan yang baru masuk dengan menggandeng Istrinya yang sangat serasi juga sedang hamil besar, banyak mata gagal fokus melihat anggunnya Retno di sandingkan dengan gagahnya sang direktur yang menuntunnya.


Rapat pun di mulai...


Sampai pada pandangan dan alasan yang di sampaikan dari pihak Yayasan kenapa tidak jadi menjalin kerja sama dengan pihak rumah sakit karena banyak alasan dan hal yang harus di benahi dulu.


Rendra duduk di samping Alya menyampaikan dengan lugas dan sangat di mengerti.


"Kami dari pihak Yayasan mohon maaf yang sebesar-besarnya karena perlu ada peninjauan ulang sampai Yayasan itu berdiri dan siap didirikan juga menjalin kerjasama dengan pihak lain juga perlu evaluasi panjang Karena untuk memegang satu tanggung jawab yang diamanatkan semua orang untuk kebajikan perlu kesiapan luar biasa. Jadi sementara Yayasan kemanusiaan di bawah Pemda untuk sementara waktu di tunda pendiriannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan."


Rendra diam sejenak menarik nafas dan semua mendengarkan.


"Untuk itu, otomatis jalinan kerjasama yang di ajukan pihak Yayasan di tarik kembali, Kami mohon maaf telah mengganggu kesibukan semua anggota rapat di sini dan dari kami atas nama Pemda pemegang pimpinan wilayah atas nama Bapak Sofyan Wijaya kami mohon maaf sekali lagi yang sebesar-besarnya dengan demikian semuanya telah di sampaikan dan menjadi maklum adanya.


Retno heran kenapa Rendra yang bicara di forum rapat itu juga dr Prabu merasa kalau Alya ada kaitannya sama Rendra. Rendra yang pernah latihan bulu tangkis sama Retno dan berkenalan di lapangan GOR Rumah Sakit, Retno yakin masih mengenal laki-laki tampan itu.


Seorang direktur sebuah bank swasta yang membuat dr Prabu cemburu waktu itu.


.


.


.


.


Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2