
"Kenapa pihak rumahsakit tidak memberikan jawaban yang memuaskan Pak Prabu apa kendalanya kira-kira?" suara Pak Walikota Sofyan Wijaya di ujung sambungan telepon dengan dr Prabu.
"Maaf Pak, semua harus Kami rundingkan dulu tidak bisa Aku yang ambil keputusan sendiri karena ini adalah lembaga yang tidak berdiri sendiri, jadi bukan jawaban yang tidak memuaskan tapi kami di sini belum merundingkan semuanya," jawab dr Prabu ada ketegasan dalam bicaranya.
"Nanti Aku akan kirim Anakku lagi dengan rincian anggaran dasar dan semua yang menyangkut tata laksana Yayasan itu, tolong di baca lagi visi misinya, dan Kami mau rumahsakit proaktif bagi kemanusiaan," ucap Walikota lagi dengan nada menekan seakan dr Prabu belum mengerti duduk persoalannya.
"Baik Pak, tapi seandainya suara dalam forum rapat Kami merasa keberatan membagi waktu bagi Yayasan itu Kami mohon maaf, karena Kami juga di sini punya kewajiban bagi Yayasan yang menaungi Kami," ucap dr Prabu kembali menegaskan pendapatnya.
"Pokoknya harus ada jawaban yang pasti, Yayasan yang akan kami dirikan hanya meminta tenaga medis saja Pak Prabu jadi bukan dana, apa sulitnya Pak Prabu mengatur semuanya punya wewenang juga punya tenaga dan yang lain punya dananya," ucap Walikota Sofyan Wijaya dengan nada sedikit menyinggung hal yang sangat sensitif yaitu soal dana.
__ADS_1
"Kami mengerti Pak, masalahnya kalau sudah menyatakan ikut kami harus konsisten, Jadi Kami tanya dulu dan diskusi bagaimana baiknya persiapan keseluruhan jajaran di rumah sakit ini kira-kira bisa membagi waktu jika suatu saat ada bencana atau tenaga Kami dibutuhkan takut bentrok dengan semua pelayanan di Rumah Sakit ini dan akhirnya terganggu, mungkin Kami belum memikirkan ulang tetapi seandainya bisa kami atur dulu bagaimana mekanismenya." sahut dr Prabu
"Baiklah, tapi Kami menganggap rumahsakit TMC sudah masuk dalam jajaran penyumbang dan penyokong kelangsungan Yayasan itu." sahut walikota Sofyan Wijaya menggampangkan masalah
"Maaf Pak, jangan dulu karena kami akan putuskan dalam rapat sore ini," ucap dr Prabu memberikan pengertian pada Walikota dan rombongannya.
"Sekali lagi Aku mohon dr prabu mempertimbangkan dengan pertimbangan yang bijaksana, Nanti Anakku Alya yang akan menawarkan dan membawa detailnya Yayasan yang akan segera di buka itu.
Dr Prabu tidak suka caranya Pak Walikota ikut campur dengan urusan pekerjaannya, kalau menurut dr Prabu semua ada aturan dan mekanismenya semua perlu diskusi dan di musyawarahkan nanti kalau banyak yang setuju pasti di rekomendasi sama dirinya sebagi pimpinan.
__ADS_1
Dr Prabu tahu, yang pertama paling menentang adalah istrinya sendiri yaitu Retno karena sejak awal juga Retno tidak pernah menyetujui apapun itu yang berhubungan dengan Alya. Jangankan untuk kerja sama dengan seseorang yang telah membuat hatinya tidak percaya apalagi ini akan ada hubungan pekerjaan walaupun hanya sekedar memberikan dukungan tenaga medis Itu juga kalau suatu saat dibutuhkan kalau ada kecelakaan atau musibah lainnya.
Tapi semua akan diputuskan dalam rapat semua bukan keputusan seseorang dan secara individu.
Semoga saja hasil rapat bisa memberikan satu ketenangan bagi dr Prabu juga Retno yang sejak awal Aku juga tahu hanya butuh jalan untuk mencapai apa yang dia harapkan kalau bukan suaminya sendiri dr Prabu.
******
Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1