Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Kalut dr Imam


__ADS_3

"Dokter Imam, hari apa saja Alya jadwal datang lagi checkup ke rumah sakit ini?" tanya dr Prabu saat istirahat di ruangannya dr Imam datang seperti biasa habis makan sampai datang waktu praktek kerjanya di mulai lagi.


Mereka biasa menghabiskan waktu ngobrol apa saja berbagai topik baik pekerjaan sampai ke hal pribadi.


"Kenapa memang Bos? merasa khawatir? tenang saja Alya biasa datang diri sendiri pasti sama suaminya atau Ibunya yang menemani, dia belum di kasih jadwal buat terapinya baru cek lab saja," jawab dr Imam menangkap kekhawatiran dr Prabu sahabatnya.


"Aku seharusnya mengantisipasi semuanya, walaupun kelihatannya dia sudah bersuami takut semua itu hanya kedok saja. Yang Aku takutkan adalah merasa penasaran padaku mungkin juga dendam yang tidak kita perkirakan. Aku melihat orang diam seperti Alya sekali bertingkah bisa fatal akibatnya bagi yang lain. Aku menangkap gelagat nggak enak pokoknya," cetus dr Prabu seperti bergumam pada dirinya sendiri.


"Yang pasti tidak ada Retno di sini karena sudah mengambil cuti lama, tenang saja Bos Aku akan sedikit menyelidiki dan bertanya saat konsultasi nanti pada Dia takutnya ada motif lain yang membuat Dia datang dan mengharuskan selalu ke Rumah Sakit ini," ucap dr Imam seakan menenangkan.


"Ya, cobalah sedikit tanya tanya, karena Alya ada di ruang lingkup dr Imam sendiri dan yang diperlukan Dia adalah spesialis kewanitaan." Dr Imam mengangguk menangkap kegelisahan sahabatnya tak ingin kembali membuat rusuh rumah tangganya apalagi dr Prabu sekarang lagi menjalani kebahagiaan tak terhingga menunggu kelahiran buah cinta mereka. Datangnya Alya ke sini walaupun secara kasat mata adalah berobat, konsultasi dan menjalani terapi juga program kehamilan dalam pengawasan dr Imam sendiri tetapi motif lain perlu dicurigai, karena rekam jejak sebelumnya ada saja kelakuannya yang membuat dr Prabu dihadapkan pada dilema masalah berkepanjangan.


"Intan gimana? sudah bisa diajak bicara pagi tadi? tolong tekankan kembali kalau orang tuaku yang sebenarnya tidak bersikap seperti itu pada Intan, tetapi lebih ke diriku sendiri memperingatiku tetapi yang dirasa Intan itu pada dirinya," ucap dr Imam seperti sedih kelihatannya, dan banyak murung dalam roman mukanya.

__ADS_1


"Itu pasti, semua terjadi dan berjalan di luar ekspektasi Intan sendiri. Jadi wajar dia merasa syok berat dan mungkin lebih jauh merasa dipermalukan," jawab de Prabu merasa mewakili Intan saat bicara.


"Iya, Aku yang salah selama ini, tapi Aku tetap ingin meyakinkan Intan kalau semua akan baik-baik saja, Aku nanti yang akan bicara sama Vionna sendiri kalau Aku sudah punya calon dan akan meminta juga pengertiannya kalau semua perjodohan ini tidak akan berjalan seperti yang orang tua harapkan karena bertentangan denganku," dr Imam bicara mewakili perasaannya yang lagi kalut.


Dr Imam berusaha meyakinkan Kakaknya Intan berharap semua itu menjadi referensi bicara sama Intan dan intinya Intan meyakini juga memaafkannya juga memaafkan kedua orang tuanya walaupun di tengah bingung dan pusingnya dr Imam menghadapi hari esok pertemuan dengan keluarga Viona yang akan datang jauh-jauh ke rumahnya.


Mau tidak mau dirinya harus menghadapi dan taat mengikuti perintah orang tuanya. Berontak dan melanggar bukan suatu solusi bagi dirinya sebagai anak satu-satunya harapan kedua orang tua tak ingin mengecewakan tetapi dirinya juga punya keinginan lain untuk jalan hidup dan masa depannya.


"Iya begitu dok, hahaha ... yang paling tidak tenang adalah Aku karena Aku belum bisa meyakinkan Intan dengan keseriusanku."


"Tenang saja, asal dr Imam tidak terlena dengan calon yang di sodorkan oleh orang tua dr Imam nanti." celetuk dr Prabu seakan mengingatkan ada Intan yang selama ini ada bersama.


"Aku malah nggak kepikiran seperti itu, Aku hanya ingin serius dengan Intan tetapi sementara orang tuaku tidak mengerti akan hal itu."

__ADS_1


.


.


.


.


.


Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2