
"Aku tidak terima Mas kalau Mas hanya memikirkan perasaan dan pandangan orang lain, Aku menjadi tidak percaya lagi pada suamiku sendiri kini, hidup dalam kecemasan memang tidaklah enak dan masalah baru datang diantara kita. Kadang Aku mikir apa salahku menjadi istri Mas? Mas mencintaiku dan Aku juga sama, kita menjalaninya tanpa paksaan siapapun tapi kenapa ada orang yang begitu tidak suka?" ucap Retno sambil menyeka airmatanya. dr Prabu
"Maafkan Aku Ajeng, Aku belum bisa jadi suami yang memberimu ketenangan, silahkan pilih mau di rumah sakit mana nanti Kamu lahiran, pilih sesuka hati Kamu jika itu yang akan membuat Kamu tenang. Soal iri orang lain pada kita itu karena dalam pandangan orang lain mungkin Aku merasa beruntung diantara yang lainnya, bisa punya istri cantik dan Kamu juga bisa punya suami yang ganteng jadi mereka iri pada kita Sayang," ucap dr Prabu setengah bercanda mengakhiri ucapannya.
"Mas! Aku lagi nggak bercanda Aku lagi marah!" jawab Retno merasa ucapannya tak begitu di tanggapi suaminya malah ditanggapi dengan bercanda.
Retno memukul lengan suaminya tapi dr Prabu malah menyusupkan kepalanya ke perut Retno dan membiarkan Retno memukuli punggungnya tapi dengan tidak bertenaga. Hanya melampiaskan kekesalan hatinya saja.
"Iya Sayang, emang kenyataannya seperti itu, sudah sini Mas peluk ya biar hatinya tenang, nanti Mas kasih kejutan mau?" ucap dr Prabu seperti merayu pada Anak TK
"Nggak!"
"Biasanya mau."
"Aku belum selesai bicara!"
"Nanti saja, marahnya simpan dulu."
"Aku nggak mau!"
"Tapi Aku mau."
"Mas mau apa?"
"Emght ...mau apa ya?"
"Ih, sebal."
__ADS_1
"Apa sama mual sebalnya?"
"Mas!"
Dr Prabu membungkam bibir Retno dengan bibirnya dan memeluknya dengan perlahan, walau awalnya meronta tapi akhirnya bisa diam juga.
"Kita pindah ke kamar yuk, takut jadi tontonan orang dari luar sana," ucap dr Prabu lembut sambil membelai bibir Retno.
"Mas! Aku kan lagi marah?"
"Tapi Aku nggak mau Kamu marah-marah," ucap dr Prabu sambil sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Nggak sopan banget!"
"Lho nggak sopannya di mana?"
Dr Prabu mencium tangannya sendiri sambil senyum menjulurkan lidahnya, memang bau amis pakan ikan begitu kuat di telapak tangannya.
Dr Prabu menyusul Retno masuk kamar dan tak mendapatkan Retno pasti lagi di kamar mandi.
"Cuci juga dong tanganku."
"Manja!"
"Emang Aku manja."
"Nggak jelas!"
__ADS_1
"Jelaskan padaku harus pada siapa Aku manjanya?"
"Aku tak terima laki-laki manja, Aku mau laki laki yang tegas dan berprinsip."
"Aku juga berprinsip, prinsip hidupku ingin selalu bersamamu, Kamu mau prinsip apa?"
Retno diam hatinya masih saja kesal, keluar sambil meraih handuk untuk mengelap muka juga tangannya. Prabu menyusul menerima lemparan handuk dari istrinya.
"Intan sakit, Aku jadi kepikiran terus takut dari pikiran masalahnya dengan dr Imam. Aku tak bisa memberinya saran apapun mungkin mereka tak berjodoh," ucap dr Prabu, berharap ada masukan saran apa buat Adiknya Intan yang dalam masalah.
"Kok secepat itu menyimpulkan tidak berjodoh? dr Imam baru di kenalkan dengan seseorang oleh orangtuanya cocok apa tidaknya kan belum dijalani kita lihat saja perkembangannya, soal Intan mungkin bukan dari masalah itu saja kecapekan dari kegiatan yang bertumpuk mungkin, Aku juga pernah pada fase itu bahkan lebih parah dari masalah Intan, tapi bisa melewatinya, kasih support dong menurutku dua-duanya," ucap Retno kelihatan serius.
Sesuatu yang tak terpikirkan selalu ada ide dari orang lain termasuk istrinya.
"Iya, ya Sayang, kita jangan hanya jadi pendengar dan penonton saja bagi mereka. Aku tahu dr Imam bohong pada Intan, tapi demi menutupi semua dan demi kebaikan." Retno diam tak semuanya setuju dengan apa yang di lakukan dr Imam bukan berarti Retno mewakili kalau dirinya juga perempuan.
Sama saja dirinya juga di hadapkan pada permasalahan yang datang tiba-tiba, sulit meyakinkan suaminya kalau semua tidak menutup kemungkinan kapan lagi akan bertemu Alya secara tidak sengaja.
.
.
.
.
Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1