Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Hanya ingin meyakinkan


__ADS_3

Kekesalan yang sangat beralasan yakin dengan hatinya kalau dr Prabu masih mencintai Retno, aku begitu tak terima Retno belum putus denganku belum ada kata putus, putus itu harus ada kesepakatan berdua baru semuanya berakhir, mereka berpisah hanya karena lamaran dr Prabu di tolak Raden Haryo Atmojo Romo nya Retno, tapi antara dirinya dan Retno tak sedikitpun ada kata kata putus.


Mereka putus hanya dari sepihak saja berarti Retno sampai saat ini masih kekasihnya begitulah pembelaan hati dr Prabu tapi sudut hatinya yang lain ada penolakan, selama 5 tahun ini kenapa dirinya membiarkan rasa itu tetap mengambang dan tidak berusaha mencari? sebagai satu kepastian hanya setia dengan perasaan hatinya saja dan membiarkan Retno dengan perasaannya sendiri dan kehidupannya sendiri, hanya mengikuti kebencian dan kata emosinya, laki laki macam apa aku ini heh? lima tahun menggantung perasaan anak orang kalaupun sekarang Retno tahu siapa dirinya dan yang di perbuat suster kepala Miranti pada diri Retno adalah instruksi dari dirinya mungkin Retno akan membencinya luar biasa?


Aaaaaah... semua serba salah sebentar sebentar duduk lalu berdiri, lalu mondar mandir duduk di sofa dan memandang keluar jendela lalu duduk di kursi kerjanya mencorat-coret kertas kosong dan meremasnya.


Tok tok tok...


Dr Prabu membuka pintu dan melongokan kepalanya keluar, tampak seorang cleaning servis perempuan dengan sapu dan alat pel dan peralatan lainnya


''Ruangan ini nggak usah di bersihkan dulu nanti saja!"


"Oh. iya Pak." dan cleaning servis itu berlalu dari hadapan dr Prabu.


Dr Prabu keluar dan berjalan ke ruangan suster kepala Miranti, dan suster kepala Miranti baru saja datang dan langsung memandang dr Prabu yang kelihatan kusut seperti bangun tidur, atau dia lagi sakit?


"Saya tunggu di ruangan saya sekarang."


"Iya Pak."


Dr Prabu berjalan lagi seperti orang yang ngelindur dan memang dirinya lagi kalut banget, beberapa malam ini kurang tidur fikirannya penuh dengan yang sendirinya juga tidak tahu, hanya ingin bertemu dan melihat Retno, apa dia sehat-sehat saja, apa dia baik baik saja, senang rasanya dr Prabu melihat Retno bicara walau sama orang lain juga melihat senyumnya dan segalanya.


Tok tok tok...


Suster kepala Miranti masuk dan kaget melihat semua begitu berantakan, semua ada di lantai jaket topi kacamata kertas banyak berserakan dan dr Prabu lagi duduk di meja kerjanya dengan mengusap-usap mukanya.


Suster kepala Miranti memunguti semua properti yang ada di lantai dan menyimpannya di sofa, lalu duduk di hadapan dr Prabu.


"Apa pesan dr Imam pada suster?"


"Kemarin dia menelephon minta suster Retno yang mendampinginya saat dr Imam praktek selama suster Retno KKN di sini."


"Apa?"


"Iya begitu dan saya langsung menyetujuinya dan menyampaikannya pada suster Retno."

__ADS_1


"Brengsek. dasar pecundang nggak tahu malu!" dr Prabu menonjok tumpukan berkas dan semua berantakan.


Suster kepala Miranti kaget bukan kepalang dan sampai meloncat dari duduknya jadi berdiri dan duduk kembali.


"Dok sabar ada apa ini?"


"Itu si Imam seperti memanfaatkan banget situasi ini, mengambil kesempatan dalam kesempitan, pagi tadi satu mobil ngasih tumpangan sama Retno sok ada perlu ke Bandung segala dasar tukang rayu."


"Memangnya kenapa dok? bukankah antara dokter Prabu sama suster Retno sudah tak ada apa apa?"


"Kata siapa?"


"Yaaaaah, menurut pandangan saya saja kan dokter waktu itu menyebut Retno mantan kekasih dokter saat masih kuliah."


"Kami belum ada kata putus kami hanya putus karena keadaan."


"Terus maunya dokter sekarang apa?"


"Beri tugas Retno nanti semalaman di ruangan saya membereskan semua berkas itu dan di lemari itu, susun menurut jenisnya dan di satukan dalam satu satu map plastik biar kelihatan rapi."


"Apa? Kenapa nggak ngasih tahu saya?"


"Maksud dokter?"


"Sudah-sudah suster kepala Miranti silahkan keluar."


Suster kepala Miranti senyum-senyum sendiri saat melangkah keluar, rasain! emang enak, jatuh cinta itu menyiksa dokter Prabu! apalagi sekarang saingannya sahabatnya sendiri haaaaaaaa... semakin nyesek saja seperti nyeseknya hati saya saat terlibat dalam masalah cintamu dokter.


Di dalam mobil dr Imam tersenyum melihat Retno yang tertidur di jok mobilnya, kasihan juga mungkin belum kenyang tidur dan saat orang lelap lelapnya Retno sudah harus bangun memenuhi tanggung jawabnya, dr Imam dengan bebas memandangi wajah cantiknya, sesekali di liriknya lagi dan lagi sambil tetap fokus pada jalan yang mau di laluinya, pantas saja sahabatnya si boss Prabu tergila gila dan kali ini biar aku prank dan kerjain sekali kali biar nggak terlalu serius bekerja dan mulai memikirkan masa depannya.


"Suster Retno kita sudah sampai."


"Astaghfirullahaladzim, maafkan saya dok saya masih ngantuk banget heeeeee..."


"Nggak apa-apa tenang saja yang penting sudah sampai, tadinya saya mau ngobrol tapi melihat kamu tidur dengan nikmatnya aku kasihan kalau sampai harus membangunkan kamu."

__ADS_1


"Sekali lagi maaf ya dok dan terima kasih lho tumpangannya, saya biasa memanfaatkan perjalanan buat menyambung tidur saya dan sampai kerjaan lumayan agak segar." Retno dengan rasa bersalah juga dengan rasa malu meminta maaf.


"Tak apa-apa, tapi untuk mengganti ngobrol kita yang tertunda karena kamu nya tidur, nanti malam aku ajak kamu makan malam ya dan jawabannya harus satu kata, ya!"


"Dokter masih di sini sampai malam nanti?" dr Imam SpOG mengangguk sambil senyum.


"Ok karena ini malam libur dan sebagai rasa terima kasih aku jadi aku katakan ya!"


"Haaaaaaaa... terima kasih suster Retno, oh ya kita ketemu di mana nanti? biar aku jemput suster."


"Di depan sini aja."


"Jam?"


"Tujuh."


Retno mengangguk dan turun membuka pintu sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya dan dr Imam pun sama mengangkat tangannya.


Dr Imam SpOG sangat suka dengan kepribadian Retno yang sopan dan sangat menarik, kalau bukan status sengketa hati sahabatnya pasti sudah ancang ancang ambil langkah pendekatan yang lebih dekat, tapi karena ini masih dalam status tak jelas mantan atau masih? jadi dr Imam tak ada niat untuk hatinya, hanya ingin bikin panas mata, otak dan hati sahabatnya yang begitu dingin dan selalu berkata "punya janji hati".


Di Rumah sakit TMC Tasikmalaya.


Dr Prabu keluar mengunci pintu ruangannya dan membiarkan ruangannya berantakan, sungguh dirinya tak bisa menunggu sampai malam senin datang sampai Retno bisa bertugas lagi di sini bisa gila dirinya tak melihatnya, dan sekarang juga kehidupannya sudah berantakan dan mungkin hampir gila dengan perasaannya sendiri.


Dr Prabu menggenjot kendaraannya menuju Bandung walau nggak tahu arah tujuannya kemana Bandung nya, dr Prabu melirik jam tangannya waktu baru menunjukan pukul setengah sepuluh mobil hampir memasuki kota Bandung sedikit lagi dan dr Prabu menuju rumah sakit Bandung Medical Center tempat Retno bekerja, entah apa yang membawanya ke sana semua hanya mengikuti kata hatinya.


Tak jelas sehari ini apa yang di lakukan dr Prabu hanya di mobil menelephon ke kantornya dan masuk ke cafe buat ngopi dan saat makan siang masuk ke kantin rumah sakit, matanya menyapu tiap sudut kursi yang penuh dengan karyawan rumahsakit dan pengunjung pasien, dr Prabu tak melihat Retno mungkin Retno sholat dulu atau istirahat dulu baru makan, semua pakaian suster sama saja serba hijau muda jadi kecuali bagian lain jadi dr Imam agak sulit juga mengenalinya.


Pas di parkiran sosok yang sangat di kenali berjalan berdua dengan seorang temannya, ternyata Retno beli makanan di luar rumah sakit, dr Imam mundur dan membalikan badannya pura-pura jadi pengunjung dan yang membesuk pasien.


Dengan wajah cerianya Retno ngobrol akrab dengan sama sama suster dan menuju ke satu ruangan mungkin ruangan suster jaga.


Hanya ingin meyakinkan saja dan melihatnya terasa segar rasa hati dr Prabu dan langkah selanjutnya entah apa lagi, mungkin saja mengikutinya saja dulu sampai pulang ke kamar kostnya, dan meyakinkan malam minggu Retno dengan siapa.


Tinggalkan jejak dan dukungannya, mohon😆 komen, like, hadiah dan vote nya✌️💝

__ADS_1


__ADS_2