Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Game Alya


__ADS_3

Retno tak memikirkan apapun dan dirinya mencoba mengosongkan fikiran jeleknya walau tak bisa seratus persen, harus fokus dan mesti fokus pada permainan saat ini, walaupun Mas Prabu tidak ada melihatnya tetapi dirinya tetap harus semangat memenangkan permainan ini.


Sedikit merasa terganggu tapi tak membuat hati Retno ciut dan mencoba berpikiran positif.


Intan begitu bersemangat meneriaki Retno dengan kata-kata yang memotivasi dan dukungan penuh, takut Retno merasa terganggu dengan ketidak hadiran dr Prabu di sampingnya.


Intan tidak sendirian sekarang ada suster kepala Miranti yang duduk di dekatnya sambil sama-sama memberi semangat kepada Retno, tambah lagi dua teman Retno yang dengan terburu-buru mereka langsung jadi supporter setia Retno, Ella dan Ismi yang baru datang memberikan tepuk tangan yang paling keras dan meriah sehingga mencuri perhatian, yang hadir di GOR pada melirik ke arahnya tapi Ella dan Ismi tak perduli Retno hanya melirik kepada mereka yang menyemangatinya di kursi penonton.


Dr Imam mencari ke ruangan dr Prabu tapi nihil dan bertanya pada satpam dan satpam mengatakan kalau direktur keluar naik mobil merah sama seorang perempuan, saat di tanya kemana mereka tak tahu, dan di dalam GOR sedang panas dengan kompetisi Retno mendapatkan perlawanan sengit dari lawannya hari ini dan Retno kehilangan satu set menjadi posisi imbang satu-satu sementara.


Kemana mereka pergi dalam waktu lama seperti ini? sungguh tak enak hati dr Imam juga dan dalam hatinya menebak-nebak tapi semua serba tak terpikirkan.


Dr Imam balik lagi masuk ke GOR dan duduk kembali di samping Intan dan berbisik.


"Kakakmu nggak ada Tan tadi Aku tanya satpam melihat Kakakmu keluar naik mobil bersama Alya."


"Astaghfirullahaladzim.Gimana ini Mas?"


"Tenang kalau sampai malam mereka nggak datang kita pura pura cari sambil jalan-jalan, kan katanya tadi janji mau jalan untuk pertama kalinya."


"Memang Mas nggak praktek malam ini?"


"Untuk malam spesial nanti aku izin biar dokter temanku menggantikan. Aku sudah biasa saling menutupi dan saling gantikan kalau lagi ada keperluan masing-masing."


"Aku jadi malu Mas, waktu Mas melayani menjadi terganggu dan orang-orang yang datang yang memerlukan tenaga dan bantuan Mas menjadi kecewa."

__ADS_1


"Intan, Aku juga manusia perlu mengurus keinginanku, punya cita-cita, harapan dan masa depan, kalau mengikuti keperluan orang saja kapan aku pacarannya? Aku ingin suatu waktu memeriksa kehamilan orang yang aku cintai dan semua itu butuh proses."


Intan tersenyum malu, juga merasa semakin yakin kalau orang simpatik di hadapannya orang baik yang selama ini di inginkan nya.


Membayangkan Mas Imam memeriksa kehamilan dirinya, ada rasa kebanggaan tersendiri saat suaminya sendiri yang memeriksa kehamilannya suatu saat nanti mungkinkah semua itu akan jadi kenyataannya?


"Lihat calon Kakak ipar mu Retno, meradang sepertinya emosi tak di hadiri Kakakmu."


"Kasihan Mbak Retno, sepertinya Kak Prabu sudah keterlaluan banget apa sih maunya tuh orang? Aku juga kalau jadi pacarnya pasti akan ngambek pantas saja dia selalu berantem dan berantem karena Mas Prabu sendiri jadi laki-laki nggak bisa mengerti pada perasaan perempuan aku nggak mau punya pacar seperti itu."


"Heith...tenang Aku nggak akan seperti itu janji deh, juga jangan dulu berburuk sangka mungkin Kakakmu itu ada keperluan mendadak dan kita yang melihatnya jangan dulu berprasangka apapun apalagi berprasangka jelek"


"Bukan aku sok membela kaum cewek, tapi ini jelas kenyataannya Kak Prabu memperlakukan Mbak Retno dengan seenaknya, kemana Kak Prabu sama tuh cewek, kok malah pergi keluar sementara pacarnya lagi butuh dukungan?"


"Sudah-sudah jangan marah-marah di sini lebih baik kita kasih semangat dan dukungan untuk Retno"


Di Cafe Alya 3 jam mundur.


"Sebenarnya apa sih Al yang mau kamu ambil? sampai meminta aku mengantarmu ayo kan kita lagi mau nonton. Aku ingin menyaksikan anak-anak KKN bermain dan perwakilan dari rumah sakit kami Ibu suster kepala Meranti main hari ini."


"Iya dr Prabu yang baik duduk dulu apa, minum dulu sebentar pertandingan nggak bakalan habis perjalanan 15 menit ke sono nggak lama, kan main nggak langsung selesai lebih enakan kita lihat skor akhirnya saja, santai saja dulu aku bikinkan minum yang paling enak ya? mau apa? mix kopi, teh special, coklat hangat? atau minuman kekinian dengan beragam toping? atau malah mau yang bersoda sedikit?" Alya mengusap tangan dr Prabu dengan sedikit manja.


"Terserah kamu deh, yang penting enak cepat dan yang nggak ribet kita nggak bakalan lama aku mau menyaksikan pertandingan, pokoknya nggak mau melewatkan pertandingan sore ini."


"Iya galak banget biasa aja kali, memang aku mau menahan dokter di sini terus apa? saya tahu dokter hobby olahraga ini, saya bikin minum dokter minum santai sejenak, saya cari camera nya soalnya di cari di rumah nggak ada tadi pas mau berangkat ke GOR."

__ADS_1


"Kamu tadi pergi sama siapa bukankah sama Mama kamu? coba telepon dulu nanti Mama kamu mencari, lagian kan apa yang mau Kamu ambil camera bukan? kok seakan kamu lupa begitu saja malah sibuk bikin minum segala?"


"Iya, Aku senang camera dari dulu dokter, untuk mengabadikan segala hal yang berarti di hidupku dan suatu saat Aku akan melihatnya dengan perasaan senang."


"Mana kok ngobrol melulu, katanya mau kasih Aku minum?"


"Oh ya ya maaf, Aku sampai lupa saking senangnya dokter bisa datang ke sini, tunggu sebentar ya cuma dua menit."


Alya pergi ke belakang meja racik barista, dan menyuruh anak buahnya pergi dulu biar dirinya yang akan membuat minuman yang spesial buat tamu istimewanya.


Tak butuh waktu lama Alya membawa kopi latte espresso yang diberi susu, Menurut barista asal Italia, Eduardo Vastolo, orang Indonesia kerap saat memesan kopi ini hanya menyebut β€œlatte” saja. Hal ini terpengaruh kebiasaan di kedai kopi di Amerika Serikat mungkin yang di bawa entah oleh siapa ke Indonesia, β€œDi Italia latte berarti susu terkadang kita salah kaprah tentang latte twister yang ada mungkin pengertiannya di aduk seperti ****** beliung yang lebih di tampilannya agar menarik pengunjung hanya dari nama menu saja yang di buat ekstrim, padahal rasa dan racikannya itu-itu juga kopi pakai susu kopi dan cream diaduk dengan berbagai campuran.


"Silahkan dokter minumannya siap, rehat sejenak aku mencari camera dulu ya." Alya dengan sorot mata manja berbisik di telinga dr Prabu kedua tangannya memijit pundak dr Prabu sambil berlalu ke arah tangga atas ruko sambil sesekali melihat ke arah dr Prabu yang lagi meniup-niup minumannya.


Aku mendapatkanmu sekarang dr Prabu, kapan lagi aku manfaatkan kesempatan ini aku akan menuntaskan ke penasaranku kepadamu walaupun hanya sesaat, walaupun hanya ada dalam dokumentasi dan kita lihat saja nanti setelah kamu habiskan minuman itu akan ada momen dimana kamu begitu dekat tanpa batas denganku, setelah kamu sadar dan menyadarinya akan merasa tidak percaya apa yang dirimu alami dr Prabu! karena ini salahmu tak sedikit membuka celah perasaan kepadaku, maaf dr Prabu saat ini aku memaksamu dengan jalan sedikit kotor takaran obat hanya berlaku kurang lebih dua jam, cukuplah buat kita merasakan kenikmatan semanis kopi espresso latte twister yang aku buat, dan maaf juga untuk kekasihmu dr Prabu karena saat ini kamu hanya milik Aku Alya Sofyan Wijaya.


Selang lima menit Alya turun reaksi obat dalam kopi latte espresso twister telah bekerja dengan baik, dr Prabu telungkup di meja cafe, Alya buru-buru memanggil barista dan pelayan lainnya untuk membantu memapah dr Prabu ke kamarnya di atas tanpa sedikitpun protes atau bertanya apapun, mereka membaringkan dr Prabu di tempat tidurnya anak buahnya keluar dari kamar Alya.


Kebetulan cafe Alya lagi sepi pengunjung sore itu, jadi Alya dengan bebas berekspresi menjalankan imajinasinya yang tanpa batas di kamar pribadinya dengan dr Prabu yang tak berdaya dan camera nya yang menjadi saksi.


.


.


.

__ADS_1


Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya πŸ€¦πŸ˜†πŸ’πŸ™


__ADS_2