Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Final 2


__ADS_3

Permainan di mulai antara Retno berhadapan dengan suster kepala Miranti, permainan beda usia antara senior dan junior walau Retno juga sudah tidaklah termasuk muda banget.


Senyum Retno membuai semua penonton, tinggi semampai, cantik putih dengan kemampuan dan teknik bermain gemulai, sangat membius semua mata yang memandang. Apalagi supporter bergerombol mahasiswa KKN semua anak muda menyemangati Retno dengan berteriak-teriak seperti tak ada habisnya mendukung untuk kemenangannya.


Suster kepala Miranti seolah-olah sudah down duluan karena kalah di suporter. Tak bisa dipungkiri walaupun semangat tinggi dan teknik tinggi pada akhirnya akan kalah spirit dengan tekanan teriakan yang bergema.


Sembilan mahasiswa semua bersuara laki-laki dan perempuan otomatis mengalahkan suara-suara kecil atau teriakan-teriakan yang lainnya menjadikan Retno melambung seperti di atas angin.


Inilah saat yang di tunggu-tunggunya. Retno bukan ingin membalas sakit hatinya semua itu telah berlalu dirinya telah lapang memaafkan suster Miranti, itu semua diakui Retno bukan kesalahannya tetapi Mas Prabu lah otak dan dalang dibalik semuanya.


Tetapi kepuasan saja bisa mengalahkan suster kepala Miranti juara bertahan pemegang piala bergilir rumah sakit ini. Ingin memperlihatkan kemampuannya sekaligus mengikis rasa kesal di hatinya dengan segala yang telah dilakukan Mas Prabu, dr Imam SpOG dan juga suster kepala Miranti.


Semua itu di buktikan Retno di depan semua penonton dan di depan dr Prabu sendiri juga di depan semua penggemar olahraga bulu tangkis di dalam GOR itu. Mau bertepuk tangan nggak tega terhadap suster kepala Meranti, enggak bertepuk tangan dan berteriak merasa gemas melihat permainan cantik Retno, dr Prabu hanya mengepalkan tangannya.


Set pertama di raih Retno begitu mudah, saat istirahat mengelap keringat dr Prabu merasa ingin lebih mensupport tapi lagi-lagi tersandung antara hati dan pekerjaannya. Yang bisa di lakukannya hanya mendekati Retno dan sama-sama di beri minum di sodorkannya botol air mineral pada Retno dan suster kepala Miranti.


"Makasih Mas." Retno masih dengan nafas yang terputus-putus tapi senyumnya tetap memperlihatkan semangat yang begitu tinggi.


Dr Prabu hanya mengangguk dan tersenyum. Begitu juga pada suster kepala Miranti dan akhirnya dr Prabu duduk diantara keduanya di bawah wasit yang lagi menjadi hakim permainan saat itu.


Mata tak bisa di bohongi dr Prabu selalu melihat ke arah dimana Alya duduk walau hanya melihat dengan ujung matanya, sekarang Alya sudah tak ada di tempatnya. Hanya Pak walikota beserta Ibu yang masih duduk pada tempatnya kelihatan mereka menikmati tontonan permainan saat ini.


Apa maksud Alya datang dan menghilang kembali? berbagai spekulasi menjadi pertanyaan dalam hati dr Prabu. Apa Alya ingin memastikan bertemu dengan dirinya saja atau entah apa. Alya hanya memperlihatkan dirinya atau mungkin dia hanya diajak oleh kedua orang tuanya ataukah Alya memberi peringatan untuk dirinya? kalau ya...kalau perbuatan saat itu menghasilkan buah yang tidak diinginkan.


Entahlah persetan dengan semua itu! dr Prabu tak memikirkan nya lagi tetapi walaupun begitu tetap saja bayangan Alya dan rasa emosinya menghantui hidup dan langkah-langkahnya.


Set demi terasa mudah bagi Retno dan tiba pada istirahat set kedua dengan kemenangan Retno.


Tepukan dan sorakan juga dukungan semakin gencar tiada henti terutama dari teman-teman Retno sesama mahasiswa KKN yang sekarang sudah masa akhir dari KKN mereka. Jiwa Retno seperti ter-suntik dengan semangat dan yel-yel yang diteriakkan semua teman-temannya dan juga penonton yang lain membuat suster kepala Miranti tidak begitu banyak melakukan perlawanan.

__ADS_1


"Kelihatan seperti emosi banget suster Retno?" Suster kepala Miranti menyapa Retno saat mengelap keringat.


"Bermain dengan supporter, ada satu lagi dukungan yang paling berarti dari seseorang membuat semangat merasa bangkit suster kepala Miranti."


"Heee... saya percaya itu."


"Maaf suster kepala Miranti, aura kemenangan di tengah lapangan tidak melihat anda adalah atasan dan senior saya, tetapi aura di tengah lapangan adalah kemenangan."


"Lanjut semangat suster Retno, betul itu, saya suka anak muda yang begitu bersemangat menjalankan segala yang bermanfaat."


Babak ketiga dimulai dengan hati lebih percaya diri karena telah mengantongi dua set kemenangan. Retno melakukan perubahan pada permainannya mengolah teknik yang ada di bulutangkis, mengeluarkan semua kemampuannya yang diinginkannya yaitu mencuri kemenangan dari suster kepala Miranti menjadikan dirinya juara.


Melakukan sedikit jumping smash, lob-lob, dropshot juga bermain netting yang mematikan lawan. Sorakan semakin meriah saat nilai semakin kritis dan tinggal menghitung jari saja maka usaha habis-habisan di akhir babak ini menjadikan Retno seorang juara single putri yang sangat bergengsi terutama bagi diri Retno sendiri.


Kebahagiaan dr Prabu tak terbendung lagi saat Retno mengakhiri set ketiga menjadikan dirinya seorang pemenang.


Dr Prabu tak bisa membendung perasaannya menghambur ke tengah lapangan sambil memeluk Retno yang masih kelihatan tertegun sambil mengatur nafasnya.Tak perduli siapa Retno orang mana dan darimana, juga bagi sebagian orang nggak tahu juga siapa yang memeluknya.


Retno! Retno! Retno!...


Teriakan penonton memenuhi ruangan GOR.


"Terimakasih semuanya, terimakasih..." Retno menyalami dan meluk suster kepala Miranti dengan bangga. Lalu pada penonton yang semua hampir berdiri memberikan dukungan dan rasa suka akan kemenangan sang juara.


Retno memberikan salam pada semua penonton dengan melambai-lambaikan tangannya dari tengah lapangan dengan senyum bahagianya.


Semua teman sesama KKN turun semua ke lapangan mengelilingi Retno dan meng elu-elukan kemenangannya. Semua pada memberi selamat.


Retno di tarik sama Ella ke pinggir lapangan karena kelihatan bengong saja sepertinya syok dan tak percaya apa yang telah di raihnya.

__ADS_1


"Selamat ya Mbak Retno!"


"Iya Ella, semua ini sungguh aku tak menyangka."


"Pokoknya Mbak Retno sudah menjadi yang terbaik."


"Makasih ya buat semua teman-teman yang telah memberi dukungan sepenuhnya."


"Iya Mbak Retno!"


"Kami semua ikut senang dan bangga pada pencapaian Mbak Retno."


Retno menuju ruang ganti dan Ismi menyerahkan tas berisi pakaian. Ditemani kedua sahabatnya Retno berganti pakaian karena yang tadi di pakainya basah kuyup sama keringat.


Di persimpangan bertemu dengan Rendra yang dengan antusias memberikan ucapan selamat pada Retno.


"Wah wah wah...tak menyangka ternyata juaranya seorang yang cantik satu ini. Selamat ya Retno!"


"Makasih Mas Rendra, aku juga nggak sabar melihat permainan di partai tunggal putra."


"Oke Retno. Aku bersiap-siap sekarang do'ain ya semoga lancar, tuh sudah di panggil."


Rendra mengacungkan jari telunjuknya, Retno tersenyum sambil membungkuk. Dan mereka pun berpisah.


Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya ๐Ÿคฆ๐Ÿ˜†๐Ÿ’๐Ÿ™


...Hai, readers tercinta habis baca...


..."Biarkan Aku Memilih" Jangan lupa mampir ke karya bertitel "Senandung Cinta Jilbab Reina" author Ingflora sahabat terbaikku sangat rekomendasi, baca, like, comment, vote dan beri hadiah juga ya! selamat mengikuti๐Ÿ™...

__ADS_1



__ADS_2