Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Konsultasi


__ADS_3

"Apa kabar Bu Alya?" tanya dr Imam saat tahu yang dipanggil dan masuk ruangannya adalah Alya.


Alya lebih dulu menyodorkan tangannya dan menyalami dr Imam.


"Nggak begitu baik dok, tapi berusaha lebih baik, Aku bawa hasil semua test kesehatan dan ingin mendengar penjabaran dokter," jawab Alya sambil tersenyum di sebrang meja dr Imam menyodorkan hasil test beberapa waktu lalu.


"Ya, ya ya kita lihat hasilnya, Bu Alya datang sendiri tak bersama Ibu?" dr Imam SpOG memandang Alya basa basi, memandangnya lagi sekilas lalu kembali pada amplop dan lembaran kertas yang di sodorkan Alya.


"Aku hanya merasa heran dok, kenapa dengan suamiku sulit sekali kalau Aku bisa hamil? sedangkan dulu mungkin dokter juga tahu begitu mudah saat semua tak diinginkan terjadi?" ucap Alya begitu tak terduga oleh dr Imam Kalau Alya akan bicara seperti itu.


Dr Imam SpOG bingung Ke mana arahnya Alya bicara, membuat dr Imam batuk-batuk dan tak ingin menanggapinya.


Dr Imam merasa bingung harus menanggapi seperti apa?


Dr Imam tahu semua permasalahan Alya dan dr Prabu tapi rasanya tidak etis Alya membahasnya kembali setelah semua berakhir dan masing-masing telah saling memaafkan dan punya kehidupan sendiri-sendiri.

__ADS_1


"Aku yakin dokter tahu kisahku, tak mungkin kalau tidak tahu sama sekali dan itu adalah salah satu yang ingin Aku konsultasikan," ucap Alya sambil menata dr Imam di hadapannya.


"Ada banyak faktor seseorang belum bisa hamil dalam rumah tangganya, terlalu banyak kalau harus disebutkan satu persatu. Sebagai contoh saja salah satu faktor seseorang tidak hamil adalah kesehatan salah satu dari pasangan kurang sempurna, atau dalam hal pembuahan belum bisa terjadi mungkin karena faktor gen dan keturunan seperti yang berasal dari keluarga kecil dan minim anak kemungkinan untuk generasi kedua bisa saja subur tapi untuk generasi selanjutnya bisa sulit juga untuk mendapatkan keturunan," dr Imam bicara panjang memberikan jawaban secara ilmiah menurut pendapatnya.


"Justru itu yang Aku tanyakan di sini Aku meragukan suamiku yang sekarang karena Aku belum bisa hamil. Aku yakin dengan kesuburan ku dan bisa hamil, itu semua sudah dokter ketahui dari sepenggal masa laluku walau Aku berasal dari keluarga kecil sebagai anak tunggal," Ucapan Alya seperti mengingatkan dr Imam akan kejadian beberapa waktu ke belakang.


Dr Imam sampai berhenti memeriksa isi amplop hasil semua test laboratorium yang Alya sodorkan dan sedang di bacanya.


"Alya, ada apa dengan dirimu? kenapa memvonis dan meragukan suamimu? mungkin itu hanya soal waktu saja!" dr Imam memberikan masukan yang sangat masuk akal.


"Aku menikah sudah tujuh bulan tapi belum juga menampakkan tanda kehamilan, sedang waktu kejadian itu dengan sahabat dokter sendiri dr Prabu sekali jadi dan Aku bisa hamil, dari situ timbul keraguan di hatiku Kalau suamiku yang sekarang tidak bisa menghamili dan tidak bisa memberiku keturunan." ucap Alya merasa yakin dengan semua pendapatnya.


"Aku hanya berpendapat dokter."


"Tapi jangan dulu memvonis dan memposisikan orang lain salah atau benar termasuk suamimu sendiri, itu akan membangun image jelek dan pandanganmu sendiri semakin menilainya salah. Orang lain banyak yang sudah menikah 5 tahun 10 tahun baru dikasih anak tapi Bu Alya baru menikah 7 bulan terlalu dini menyimpulkan semuanya, jalani semua dengan bahagia sehingga tanpa disadari semua datang dengan sendirinya."

__ADS_1


"Aku tidak sabar dok, kedua orangtuaku juga, walaupun mereka tidak menekanku tetapi Aku merasakan keinginan mereka."


"Itu wajar dan biasa tapi kita jangan mendahului Yang Maha Kuasa, tapi kalau semua sudah atas izin Nya semua akan begitu mudah."


"Tapi kenapa kalau dengan dr Prabu semua begitu mudah?" tanya Alya seperti tanpa beban.


Ada senyum saat Alya mengatakan kalau dengan dr Prabu semua begitu mudah.


.


.


.


.

__ADS_1


Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️



__ADS_2