Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Stok maaf buat Intan


__ADS_3

"Oh, ya?"


"Ya Aku mau tahu kota ini, dan sudah mengambil cuti selama seminggu, Aku sudah minta izin pada Tante Ibumu untuk tinggal di sini mengisi masa cuti liburanku, dan Tante mengizinkan," ujar Vionna meyakinkan dr Imam sambil tersenyum manis.


Dalam hati dr Imam 'kenapa tak ada meminta izin dirinya? padahal lihat saja nanti pasti dirinya yang di merepotkan dan di beri tugas menemani ini itu'


Gawat! seminggu Vionna ada di sini? sedang keluarganya akan pulang besok, maksudnya apa?


Dr Imam semakin pusing saja, apalagi nanti sore teringat janji pada Intan kalau dirinya akan membuktikan dan tetap akan datang ke Bandung apel seperti biasanya mungkin dengan cara seperti itu akan sedikit memberi kepercayaan dari Intan tentang keseriusannya. Tapi kenyataannya seperti ini ternyata tamunya pulang besok malah ternyata ada yang mau tunggal seminggu segala di sini.


Bagaimana kalau ada Vionna di sini? Apalagi selama seminggu dia akan berada di sini pasti akan menguntitnya minta diantar ke sana sini. Harus banyak stok maaf dan alasan pada Intan mau gimana lagi?


"Mas Imam, Aku ambil kamar di atas saja boleh?" suara lembut Vionna kedengaran dr Imam begitu nakal dan manja.


"Bukankah perempuan kodratnya di bawah?" sahut dr Imam ingin saja menggoda rasanya, suka dengan senyum dan tatapan penuh selidik Vionna, walau semua tidak membuat hati dr Imam langsung suka.


"Sekarang zaman maju, ada saatnya di atas juga di bawah tergantung enak dan nyamannya, juga tergantung kebutuhannya Mas," sahut Vionna begitu dewasa menanggapi pembicaraan yang di lontarkan dan di jawab dr Imam.


Meraka langsung akrab dan sama-sama mengerti kalau mereka adalah orang milenial yang tidak buta dengan hal-hal dan pembicaraan seperti itu. Ada saja pembicaraan dewasa yang di selipkan menjadi konotasi dalam pembicaraan mereka.


Dr Imam sengaja mengakrabkan diri dengan Vionna karena ingin tahu sikap yang sebenarnya pada dirinya, karena kalau sudah akrab pasti akan terbuka semuanya tentang perasaannya tentang pandangan terhadap perjodohan ini, tapi sekilas dr Imam sudah tahu sebenarnya Vionna begitu menyambutnya, dan senang dengan pertemuan ini. Itu yang membuat dr Imam pusing, kenapa Vionna mau di kenalkan orangtua mereka? bukankah mencintai seseorang bukan atas perjodohan lebih asyik?


Semua perlu waktu sampai dr Imam begitu siap bicara kalau hatinya sudah terpaut pada seseorang. Nanti akan ada saatnya apalagi Vionna akan tinggal seminggu di sini.

__ADS_1


Akan sanggupkah dr imam berterus terang apa adanya? Apa semua akan di mengerti Vionna?


Berdua berdiri di balkon teras atas melihat pemandangan indah ke arah luar dari situ, sebenarnya itu tempat favorit dr Imam tapi kenapa bukan Intan yang ada di sampingnya kini?


Vionna adalah wanita masa kini yang berpikiran modern, begitu cantik dan menarik dengan tubuh tinggi langsing begitu banyak menghabiskan uang di salon kecantikan kelihatannya, keseluruhan tubuhnya begitu terawat dan wangi khas wanita karir dengan posisi jabatan tinggi.


"Apa kesibukan Mas Imam sehari-hari?" tanya Vionna melirik dr imam di sampingnya. Senyum penuh selidik dan kagum terlihat dari sorot mata Vionna.


"Mungkin kamu sudah tahu profesiku, apa yang tidak Ibuku ceritakan sama Kamu, ya kan?" jawab dr Imam penuh selidik juga, karena pasti Vionna sudah tahu bahkan mungkin sampai sedetil-detilnya.


Kemungkinan pasti seperti itu, jadi untuk apa di ceritakan kembali?


"Aku kan bertanya langsung, Aku tidak hanya ingin tahu tapi kita bisa sharing apa saja termasuk kesibukan kita yang bisa di jadikan bahan obrolan, apa salahnya?" sahut Vionna sambil memandang wajah simpatik di sampingnya.


"Aku kerja di salah satu perusahaan yang cukup lumayan besar dan bonafid di kotaku, posisiku sudah termasuk penting, tapi setinggi apapun kedudukanku dalam karir Aku sangat siap jika suatu saat mengharuskan Aku menjadi Ibu rumah tangga," jawab Viona begitu lugas. seolah biasa berbicara dalam satu forum, sehingga dengan lancar dan bisa menyampaikan buah pikirannya.


"Wow! seorang wanita yang sangat bijaksana dan telah merencanakan masa depan dengan baik. Begitu jarang seorang wanita karir yang sudah sukses bisa dengan rela hati meninggalkan jabatannya demi keluarganya, Apa pendapatmu tentang rumahtangga dan perjodohan?" tanya dr Imam sambil tersenyum manis. Melirik Vionna di sampingnya.


Mereka masih bersisian berdiri di sisi pagar balkon teras depan lantai atas kediaman keluarga dr Imam.


"Kalau hanya harapan dan pendapat Aku bisa berpandangan, tapi kalau soal pernikahan Aku merasa belum menikah jadi hanya harapan manis saja dalam pernikahan tak berpikir kalau pernikahan itu ada pahitnya," ujar Vionna begitu memperlihatkan kepintarannya.


Dr Imam mengangguk sambil tersenyum, pendapat Vionna begitu real adanya secara teori.

__ADS_1


"Berkarir secara bergabung dengan orang lain artinya kita menginduk setiap saat harus bisa turun walau karir setinggi apapun, kecuali sebuah usaha rintisan kita sendiri mungkin Aku bisa bertahan dan menyesuaikan berbagi waktu dengan keluarga, mungkin itu yang akan Aku lakukan dalam waktu dekat merintis usaha sendiri dengan pengalaman yang ada, sehingga tetap ada ruang bagi keluargaku nanti," ucap Vionna panjang lebar, membuat dr Imam bingung juga menghadapinya dan harus menjawab apa.


"Apa perusahaan yang kamu ingin kelola sebagai usaha swndiri nanti? apa sudah ada gambarannya?" Dr Imam melihat wajah yang tetap senyum di sampingnya.


"Tergantung dengan siapa nanti Aku berpartner Mas, misal sama Mas Imam kita kelola sebuah klinik ilmu manajemen perusahaan apapun sama Mas. Misal dengan seorang pengembang kita buka usaha kontraktor, atau dengan seorang pebisnis kita buka toko mungkin akan seperti itu kalau menurut secara teori itu artinya tumpangsari yang mengasyikkan usaha dengan profesi yang ada kita berdayakan di dalam bidangnya."


Ucapan dan jawaban Vionna membuat dr Imam kagum luar biasa, terlalu tinggi kepintaran seseorang apalagi seorang perempuan menjadikan lawan bicara ataupun pria di hadapannya akan menjadi segan dibuatnya. Dr Imam tidak merasakan seperti itu tetapi itu hanya pandangan dan penilaiannya saja kalau Vionna terlalu dewasa dan matang dalam berpikir.


"Apa pandangan Kamu tetang perkenalan yabg di gagas orangtua? apa itu satu keharusan?" tanya dr Imam seperti sedikit menyelidik.


"Itu sah-sah saja, di saat kita belum bisa memberikan dan memenuhi harapan orang tua demi satu kata yaitu ketaatan bagiku tidak masalah, orang tua tidak akan memberikan atau menjerumuskan kita pada hal-hal yang jelek, orang tua pasti membimbing kita ke arah yang baik walaupun terkadang kita mengartikan semuanya terlalu fanatik dan mengatur bagiku semua kalau ada baiknya kenapa tidak dicoba?" ucap Vionna begitu lugas menjawab pertanyaan dr Imam walaupun menurut dr Imam itu adalah pertanyaan yang sangat berat kalau harus dijawab, kalau tidak punya alasan kuat dan pandangan yang luas tentang wawasan.


.


,


,


,


,


Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2