Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Sangsi yang ekslusif


__ADS_3

Terbayang dilemanya suster kepala Miranti menghadapi pimpinannya kali ini, ingin rasanya suster kepala Miranti berontak karena semua tak seiring dengan hati nuraninya dan karakternya selama ini, dirinya bukan artis drama yang bisa memerankan peran apa saja tapi ini dalam kenyataan mendapatkan dirinya harus di hadapkan pada kenyataan yang bertolak belakang dengan keseharian dirinya.


Suster kepala Miranti semua rekan kerja pada tahu seorang yang lemah lembut dengan kesabaran super tinggi, tak heran suster kepala Miranti menjadi panutan bagi semuanya dan pimpinan mengangkat nama dirinya sendiri menjadi suster kepala membawahi semua suster di bidang keperawatan dan kebidanan.


Dalam hatinya selalu berdo'a semoga di bukakan jalan terbaik bagi atasannya dr Prabu yang usianya tak jauh berbeda dengan dirinya, dan semoga Retno adalah jodoh terbaiknya biar tak ada persoalan pribadi di campur adukan dengan pekerjaan.


Dan sore pun tiba semua mahasiswa KKN sudah bersiap siap, Ismi dan Ella mulai kelihatan cemas jam segini sahabat mereka Retno belum datang dan ini sudah waktunya absen jangan jangan dan takutnya ada apa apa di perjalanan menyelimuti fikiran mereka dan tengok lagi tengok lagi kepala mereka ke depan ke arah bakal datangnya Retno.


Dan akhirnya dengan perasaan gelisah Ismi dan Ella mengisi absen mereka, juga teman teman yang lain dan membiarkan kolom Retno kosong belum terisi.


Mereka menuju ruangan suster jaga dan selang sepuluh menit baru saja masuk mau pengarahan Retno tergopoh-gopoh datang dan minta maaf pada suster kepala Miranti.


"Maaf Bu saya datang last minute, perjalanan dengan waktu terbatas tak bisa di prediksi."


"Isi absen dulu sana dan langsung ke sini!"


"Baik Bu. terimakasih."


Retno berjalan ke arah biasa absen di sediakan, dekat ruangan suster kepala Miranti dengan terburu buru dan mengisi absensinya, dr Prabu yang mengintipnya dari balik kaca ruangannya tersenyum.


Setelah semua selesai pengarahan suster kepala Miranti memanggil Retno yang masih kelihatan capek.


"Suster Retno mari ikut saya."


Ismi dan Ella saling berpandangan, dan kelihatan kesal banget begitu tak ada toleransi sedikit juga, benar benar menggunakan wewenang dengan sewenang-wenang ini macan betina, coba biarkan Mbak Retno ngambil nafas dulu kek,atau minum barang satu tetes.


Retno tanpa omong juga protes apapun mengikuti suster kepala Miranti dan di persilahkan duduk, dan Retno duduk langsung dan menyimak apa yang akan di ultimatum kan suster kepala Miranti pada dirinya.


"Tahu kesalahanmu?"


"Ya Bu. saya datang terlambat."


"Saya tak mau mendengar alasan apapun untuk kedepannya, itu teknik dan trik kamu untuk kedepannya, cobalah belajar untuk lebih disiplin."


"Ya Bu."


"Kesalahan kedua?"


Retno celingukan tak mengerti arah pembicaraan suster kepala Miranti arahnya dan kesalahannya, dirinya merasa hanya terlambat beberapa menit saja.

__ADS_1


"Kesalahan kedua kamu memakai seragam kerja saat kegiatan KKN!"


Retno diam.


"Ingat. identitas itu perlu agar kami bisa melihat kegiatan yang kalian lakukan, dan setiap kesalahan harus ada sangsinya, mulai sekarang suster Retno saya beri tugas selama tiga bulan kedepan dan selama KKN di sini membersihkan ruangan pimpinan seperti kemarin dan mengganti minumannya."


"Bu. apa kesalahan saya tadi sangat fatal sehingga hukuman yang saya terima selama saya KKN di sini?"


"Saya hanya menerapkan ketegasan, silahkan simpan tasnya dulu dan ganti pakaianmu!"


"Baik Bu,saya permisi."


"Ya silahkan."


Retno keluar berjalan menuju kamarnya mau menyimpan tas dan berganti pakaiannya, hatinya


begitu sedih mengingat atas kesalahan yang tak begitu besar tapi hukuman yang di terimanya masa sampai sepanjang masa dirinya KKN? benar benar merasa tak di beri keadilan.


Tapi biarlah siapa tahu sering bertemu pimpinan dirinya bisa ngambil hatinya dan bisa mengusulkan keringanan dan hukuman yang di terimanya.


Retno kembali ke ruangan suster jaga dan langsung di brondong pertanyaan sama teman temannya. Dan membuat Retno serba salah cerita apa nggak ya pasti suster kepala Miranti jadi sasaran kebencian mereka.


"Ssssssssst aku dapat kontrak sangsi ekslusif dulu ya jangan berisik."


"Maksudnya?" semua temannya pada bengong melihat Retno kembali ke ruangan suster kepala Miranti.


Seperti sore kemarin Retno membawa sapu dan alat pel juga kanebo buat beresin meja pimpinan dan Ella mengikutinya, atas dasar solidaritas pada teman nya yang baru saja datang telat beberapa menit saja langsung dapat hukuman.


"Heith heith...jaket merah hati satunya mau kemana?"


"Mau bantuin." Ella menjawab sambil menunjuk Retno yang baru mau masuk ruangan pimpinan.


"Siapa yang suruh, dan memberi perintah?" suster kepala Miranti menyuruh mundur kembali pada Ella dengan mengibas ngibas kan tangannya dan membiarkan Retno masuk sendiri.


Ella mundur dan kembali ke ruangan suster jaga sambil mengumpat-umpat nggak jelas.


Retno masuk ke ruangan pimpinan dan mendapatkan ruangan yang begitu berantakan, dan Retno mulai dari meja kerja, dan belajar dari hari kemarin semua berkas tidak di tumpuk Retno membiarkan pada posisinya biar tak terjadi kesalahan lagi hanya mengelap bagian bawahnya dan di simpan lagi ke tempatnya.


Masya Allah ini ruangan pimpinan apa ruangan anak TK? fikir Retno, maksudnya apa ini? apa siang tadi pimpinan mengasuh anaknya di ruangan ini semua berantakan dan susu coklat cipratan di mana mana di sofa di lantai sampai di sepatu segala, mungkin itu sepatu pimpinan belum lagi kulit buah dan makanan.

__ADS_1


Tak guna sesal yang ada semua harus di jalani dengan ikhlas dan kuat bathin Retno, dan hatinya semakin yakin ini bagian dari sentimen pada dirinya semua benar benar di rasakan timpang perlakuan pada dirinya lebih ke penghinaan, dan penindasan juga intimidasi tak beralasan.


Dengan telaten Retno membersihkan semua dari menyapu dulu lalu mengepelnya,


dan saat Retno berpeluh mengepel pimpinan masuk dengan sendal jepit entah dari mana dengan dandanan seperti kemarin bertopi dan berkacamata dan langsung duduk di sofa, belum selesai mengepel sudah ada lagi perintah yang membuat hati Retno perih.


"Lupa kemarin namanya siapa suster?"


"Saya suster Retno."


"Suster yang kemarin kan ? perasaan kemarin namanya Ajeng?"


"Saya populernya juga keseharian biasa di panggil Retno Pak tapi saya lebih suka di panggil Ajeng."


"Seperti selebritis saja punya nama populer."


"Berharap baik dari sebuah nama tak ada salahnya kan? nama adalah do'a orangtua jadi kita wajib menghargainya." Retno dengan nafas agak cape karena lagi ngepel menangkis kata kata pedas dr Prabu.


Dr Prabu seperti di tonjok mendengar jawaban Retno yang berani dan polos, cepat-cepat mengalihkan pembicaraan.


"Sudah selesai beres beresnya maaf tolong juga lap sepatuku ya." dengan santai nya pimpinan menyuruh nyuruh Retno.


Retno tertegun dan berdiri mematung belum pernah seumur hidupnya dirinya di perlakukan serendah itu waktu plonco senioritas berlaku awal-awal masuk kuliah juga tak ada sampai mengelap sepatu segala, apalagi dirinya lahir di keluarga Raden Haryo Atmojo yang segala biasa di layani.


Selesai semua dengan tanpa bicara Retno mengelap sepatu hitam mengkilap dengan merk terkenal itu dan semua itu dalam pandangan pimpinan yang masih duduk di sofa.


"Aku berhasil merendahkan mu Retno, dan sekarang kamu menjadi kelinci mainanku." gumam hati dr Prabu penuh kuasa dan kesombongan yang sebenarnya terasa sakit di hatinya.


"Jangankan lupa ganti gelas kosong ku ya suster." setelah pimpinan melihat Retno sudah selesai dengan mengelap sepatunya


"Baik Pak."


Retno datang lagi ke ruangan pimpinan dengan segelas air minum dengan tatakan dan tutupnya, dan meletakkannya ke tempatnya.


"Tolong belikan saya vitamin dulu di apotik yang di dalam rumah sakit saja buat di bawa ke rumah." dengan menyebut nama satu multivitamin dan dengan gampangnya pimpinan menyuruh Retno dengan seenaknya.


Pimpinan menyodorkan uang dan sambil berkata.


"Ambil kembaliannya buat suster." sekali lagi Retno tertegun dan deg! hatinya begitu sakit harus sebegini nya untuk mendapatkan nilai KKN?

__ADS_1


Tinggalkan jejak dan dukungannya, mohon😆 komen, like, hadiah dan votenya✌️💝


__ADS_2