Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Izin seorang Kakak


__ADS_3

Dini hari dr Prabu sudah bangun dan mengenakan jaketnya, mencuci muka di wastafel kantornya dan mengelapnya dengan handuk,lalu minum air putih dari dispenser yang tersedia di situ,udara terasa dingin,Kota Tasikmalaya yang terletak di kaki gunung Galunggung memiliki udara yang lumayan sejuk dan dingin menusuk tulang kala malam hari, dr Prabu melihat jam di pergelangan tangannya dan berjalan ke arah mess Retno dan berdiri agak jauh dari pintunya.


Dr Prabu menunggu lumayan lama dan selesai kumandang Adzan subuh Retno pastinya sholat subuh dulu,ceklek pintu terbuka Retno menyimpan sepatu di pintu belah luar dan memakainya sambil berdiri, matanya menangkap bayangan orang yang lagi berdiri tak jauh dari pintunya.


"Mas ?"


"Ya"


"Ngapain di situ ?"


"Ssssssssst..."


Dr Prabu menghampiri Retno dan mengulurkan tangannya lalu membimbing Retno turun yang hanya tiga undakan tangga dari depan pintu kamarnya.


"Mas ngapain masih pagi sudah di sini ?"


"Aku hanya ingin bertemu kamu"


"Mas ini kan masih pagi banget,harusnya Mas tidur istirahat"


"Aku nggak bisa Retno sebelum aku memastikan kamu sudah berangkat,masa aku tidur enak enak sedang calon istriku berjuang dengan tugasnya di pagi buta sendiri,aku nggak tega aku lakukan ini sedari awal kamu mulai KKN di sini,anggap saja ini dukungan aku sebagai apa saja kamu menganggapnya" mereka berjalan bersisian


"Mas,aku merepotkan Mas Prabu ya ?" Retno melirik dr Prabu


"Oh nggak aku senang kok, jangan jadi beban aku lakukan apapun buat kamu,hati hati ya sayang, kalau hari Sabtu malam minggu aku libur, aku janji aku antar dan aku tungguin"


Retno seperti terharu mendengarnya tapi tak ingin kelihatan sangat sedih di hadapan Mas Prabu, Retno berusaha tegar dan seperti biasanya dirinya begitu kuat menjalani semuanya sendiri, dan bertahun tahun meniti hidup di perantauan sendiri menjalani karir dan pendidikannya, sepertinya walau kali ini saat terberatnya tapi tetap harus di jalani dan di lewatinya,setitik harapan kebahagiaan hatinya mulai tampak dengan terjawab nya do'a do'a nya selama ini walau di awali dengan sangat menyakitkan perasaannya,tapi semua berangsur mencair di hatinya.


"Jangan sedih dong,aku tunggu nanti sore ya,aku ingin segera malam minggu datang biar kamu bisa istirahat" dr Prabu tersenyum,dan Retno pun tersenyum,dan dr Prabu melihat senyum tulus di wajah Retno yang di rindukannya.


Dr Prabu mengusap pundak Retno, berdua di pinggir jalan raya di luar pagar rumah sakit,dr Prabu mencegat bus jurusan Bandung dan Retno naik di antar tatapan dr Prabu yang merasa sedih sendiri,terasa ada yang hilang dan jauh perasaan hatinya,dan di sadari setelah Retno berlalu dari sisinya di bawa bus jurusan Bandung.


Dr Prabu berniat pulang dulu, istirahat kalau bisa sekitar dua tiga jam lalu mandi dan bersiap pekerjaan menantinya, dan sore bersiap menanti Retno yang pulang kembali ke sini, semangat tinggi menjalani hari dan sore yang di nanti semoga segera datang.

__ADS_1


"Kak Prabu tumben pulang" Intan menyambutnya gembira.


"Orang pulang kok di tumbenin"


"Di kira lupa lagi jalan pulangnya heee..."


"Pagi pagi sudah bercanda sepertinya ada yang lagi senang hati dan semakin betah main di rumah sakit"


"Emang nggak boleh senang hati dan main di rumah sakit ?"


"Siapa yang bilang nggak boleh yeeee...aku hanya memperkirakan saja kan kata aku sepertinya"


"Sepertinya cowok cowok juga tukang gossip,saling buka bukaan"


"Enak aja, emang cewek ? sedikit sedikit gossip,cowok tuh yang di bicarakan yang fakta fakta dan yang pasti saja"


"Fakta apaan ? lha Mas Imam tahu semua cerita Kakak sama Mbak Retno"


"Ya emang nyatanya seperti itu faktanya seperti yang aku sharing sama pacarmu itu"


"Memangnya kamu bakal kuat Tan jika pacarmu setiap hari berurusan dengan alat reproduksi, perut,rahim,janin dan lain lainnya perempuan haaaa..."


"Kan itu profesional kerja"


"Pinter kamu bela pacarmu"


"Kakak !"


"Haaaaaaaa..."


"Kalau kamu berhasil nanti malam minggu ajak Retno ke rumah ini aku izinin kamu pacaran sama si Imam,kalau nggak aku pikir pikir dulu izinin kamu pacaran"


"Idiiiih Kakak siapa yang minta izin Kakak hayo ?"

__ADS_1


"Harus ada izin lah"


Dr Prabu masuk sambil tertawa meninggalkan Intan yang lagi menyapu terras depan.


Menaiki tangga seperti berlari dan menyetel alarm di ponselnya lalu melempar tubuhnya ke tempat tidur yang sangat licin dan rapi,selang berapa menit dr Prabu sudah pulas dalam mimpinya,Intan mencari Kakaknya takut mau sarapan tapi Intan melihat membuka pintu kamar kakaknya yang nggak di kunci dr Prabu sudah pulas memeluk guling dan hanya celana kolor dan kaos dalamnya, Intan hanya geleng geleng kepala, sebegitu sibuknya pekerjaan Kakaknya atau menyibukkan diri ? aku sungguh nggak mau punya suami seperti Kak Prabu yang sibuk sampai lupa pulang,aku ingin suami yang normal normal saja dan punya waktu untuk istrinya fikir Intan.


"Neng Intan Pak Prabu mau sarapan nggak ya nanti ?"


"Nggak tahu Bi nggak usah di fikirkan sudah gede ini kalau mau sarapan paling minta,kita nggak tahu jam berapa bangunnya juga nanti"


"Kok akhir akhir ini Pak dokter makin sibuk aja Neng ? apa biar nanti naik lagi jabatannya ya ?"


"Naik jabatan apa Bi Kak Prabu jabatannya paling tinggi di kantor itu nggak ada lagi di atasnya, ini menyangkut calon Kakak ipar ku nantinya,pokoknya nanti aku bawa ke sini calon istrinya"


"Alhamdulillah Neng Intan bener ? ya ampuuuuun... bibi seneng banget Neng semoga jadi dan ini jodohnya"


"Ssssst... tapi Bibi jangan banyak omong dulu ya, do'ain aja ya Bi juga do'ain aku juga heee..."


"Emang Neng Intan sudah ada calonnya dan mau nikah juga ?"


"Ya iya lah Bi masa sendiri terus,apa apa juga ada pasangannya kan Bi Iyah juga ada Mang Min nya,masa aku nggak ada pasangnya ?"


"Maksud Bibi Neng Intan nikahnya sudah dekat juga waktunya seperti Pak dokter ?"


"Yeeee...Bibi aku masih kuliah,sekarang pacaran dulu nikahnya nanti nanti saja, Kak Prabu aja belum nikah ya aku juga belakangan dong nikahnya"


"Terus Neng Intan minta di doain sama Bibi itu pacarannya apa nikahnya ?"


"Pacarannya Bi,biar nggak lama lama kayak Kak Prabu pacaran bertahun tahun keburu bosan kapan tidur barengnya ?"


"Ah Bibi jadi bingung Neng Intan banyak banget yang harus di do'ain, pacarannya Neng Intan,belum nanti nikahnya,Pak dokter juga yang lama banget pacarannya semoga cepat menikah juga"


"Bibi ribet banget, do'a nya begini saja singkat,semoga pacar aku sama Kak Prabu yang sekarang jadi jodohnya dan cepat menikah sudah gitu aja cukup"

__ADS_1


"Heeee...iya ya Neng"


Tinggalkan jejak dan dukungannya, setengah mohon😆 komen, like, hadiah dan vote nya✌️💝


__ADS_2