Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Alya program di rumahsakit ini


__ADS_3

"Aku memang lagi bingung Bos."


"Masa soal cewek baru ngambek segitu aja kamu bingung setengah mati? apa sih masalahnya?" tanya dr Prabu menahan senyum menatap wajah dr Imam SpOG. Kelihatan seperti ABG yang baru saja jatuh cinta dan mendapatkan tohokan masalah.


"Bukan hanya soal itu juga Bos, ini masalah lain, tadi pasien yang berkonsultasi di ruang praktek Aku adalah Alya!" ujar dr Imam SpOG dengan serius.


"Apa? Alya?" dr Prabu mengerutkan keningnya.


"Ya, Alya seperti jelangkung saja datang tak di undang dan pergi juga tanpa pamit, Aku merasa Alya belum berubah." ada sungging di bibir dr Imam.


"Maksud kamu belum berubah seperti apa?" dr Prabu berubah raut mukanya menjadi serius juga.


"Masih cantik, tapi berkonsultasi dengan keluhan yang di bawanya, intinya ingin punya Anak. datang sama suami dan Ibu Walikota Sopyan Wijaya, anehnya banyak bertanya tentang khabar Bos sekarang," dr Imam bicara apa adanya. Sedikit melihat perubahan di wajah dr Prabu yang mendadak berubah seperti sedang berpikir.


Dr Prabu menarik nafas panjang, lalu menggeser duduknya agak ke belakang bersandar pada sandaran sofa di mana mereka duduk berjejeran dengan dr Imam.


Sekelumit kisah kelam yang terpenggal dari masa lalu ada seorang Alya dalam catatan perjalanan dr Prabu. Betapa semua itu ingin di hapuskan dari memori hidup dr Prabu walau semua itu tatap jadi satu catatan yang tak pernah terlupakan dan tak akan pernah terhapus.


Tapi semakin ingin di lupakan semakin jelas bagai tayangan slide di dalam ingatannya, selalu ada yang mengingatkan akan hal itu, dr Prabu begitu terbebani dengan kisah di part memorinya itu.


Perjalanan panjang keluar dari permasalahan dengan Alya membuat dr Prabu hampir menyerah pada keadaan, juga telah pasrah dan hampir merelakan hati dan cintanya yang saat itu untuk Retno pupus oleh kesalahan kepada kenyataan Alya yang hamil dari kesalahan yang telah dilakukan padanya.


Kenapa selalu ada riak rintik dan kerikil juga hembusan yang menerpa rumah tangga dan hubungan yang terjalin dengan tentram aman nyaman dan bahagia? di saat dr Prabu baru merasakan ketenangan bersama Retno.

__ADS_1


Dr Prabu akan selalu berhati-hati dengan segala kemungkinan yang tak terduga, yang akan menghancurkan satu jalinan hasil perjuangan mendapatkan hati Retno.


Rasanya tak ingin memberi celah pada siapapun untuk masuk mengusik ke dalam kebahagiaannya, satu yang diusahakannya hanyalah berusaha menjaga rumah tangganya, menjaga perasaan istrinya dan saling percaya pada hati masing-masing dan selebihnya hanya pasrah seperti apapun cobaannya. Kalau cobaan itu sudah datang menghampiri semua orang tidak ada yang bisa menolaknya selain pasrah menghadapinya setelah kita berusaha sekuat tenaga mempertahankan apa yang menjadi hak dan milik kita.


"Apa keluhannya?" tanya dr Prabu mengusik diamnya dr Imam.


"SpOG sepertinya, tapi ada keluhan kewanitaan, serius tidaknya nanti setelah keluar hasil lab." jawab dr Imam.


"Sepertinya harus menggandeng dokter penyakit dalam?" tanya dr Prabu datar saja.


"Pastinya, karena itu yang menjadi saran dan referensi ku juga, juga cek lab yang akurat." Dr Imam memberi kan sekedar gambaran dari hasil analisanya sementara.


Dr Prabu mengangguk-angguk. Terbayang satu wajah Alya yang dengan penuh perjuangan mengejar dirinya mengejar tanpa mengindahkan etika demi satu rasa yang di milikinya. Dengan segala daya, ada semacam rasa prihatin dari dalam hati dr Prabu mengingat perasaan cinta yang ditujukan pada dirinya yang begitu besar tapi tidak bisa dirinya balas, bukan salahnya juga bukan salah Alya juga dalam hal ini, juga bukan salah perasaan mereka mencintai dan tak bisa mencintai cuma dr Prabu tak bisa berubah haluan, soal hati tak bisa di paksakan dan tergantikan.


Dr Prabu merasa sayang dengan rasa cinta yang di perlihatkan dan ditujukan pada dirinya, tapi apalah daya hatinya berkata lain tak bisa menyambut dan Alya hanya menepuk tangan hampa.


"Bos!" sapa dr Imam mengagetkannya.


"Oh, iya terimakasih informasinya. Apa ada dari Pak walikota seperti menitipkan?" jawab dr Prabu agak kaget mungkin tadi sempat melamun. Entah ke mana pikirannya terbang. Yang pasti ke masa beberapa waktu yang telah di lewatinya.


"Aku rasanya ragu untuk menyampaikan semua ini, tapi dipikir manfaatnya lebih baik Aku sampaikan sebelumnya. Kalau akan ada Alya yang sedang menjalani checkup di sini dan berkonsultasi untuk program kehamilannya. Aku pikir daripada nanti Bos bertemu secara tidak sengaja mungkin akan kaget juga akan menimbulkan kesalahpahaman makanya Aku dari awal sudah menyampaikan." ucap dr Imam menambahkan


"Kata dr Imam tadi banyak bertanya kabarku, apa kira-kira maksudnya?" tanya dr Prabu seperti bingung dengan pernyataan dr Imam.

__ADS_1


"Itu hal biasa, Alya datang sama Suami dan Ibu Sopyan Wijaya, tapi entahlah isi hatinya mungkin tetao masih ada rasa sama Bos." dr Imam berusaha menggoda dr Prabu sambil tersenyum.


"Eh, kamu jangan sembarangan, juga jangan berasumsi macam-macam, Aku tidak mau terusik dengan semuanya, hanya ada do'a terbaik untuk Alya dan rumah tangganya. Semoga tercapai semua harapannya, tidak ada kendala apapun menyangkut kesehatannya dan rumah tangganya bisa berjalan seperti harapan kedua orangtuanya.


"Aku hanya bercanda Bos, cuman saat bertanya 'apa kabar dr Prabu baik-baik saja?' kelihatan berbinar raut mukanya Aku melihat satu harapan dan juga satu keinginan mungkin kerinduan walaupun hanya sekedar bertemu maksudku seperti itulah." jawab dr Iman sambil berusaha tersenyum.


Dr Prabu terakhir bertemu sama Alya saat menemui Alya sehabis pulang dari perawatan di rumah sakit di daerah bencana itu, Ada sesal di wajahnya yang saat itu habis keguguran yang merubah tujuan dr Prabu untuk bertanggung jawab, hilang satu kesempatan yang tadinya akan di paksakan bertanggung jawab pada perbuatan yang telah dilakukan pada Alya walaupun itu mutlak bukan kesalahannya.


"Aku mengerti, kalau hanya sekedar bertemu, tapi statusku ini tak sendiri lagi, ada hati yang harus Aku jaga dengan baik ada hati yang harus Aku lindungi dengan sepenuh hati karena memenangkan hati seorang Retno adalah perjuangan panjang dalam kehidupanku. Tak ingin semua rusak hanya karena kesalahpahaman." Dr Prabu seperti meyakinkan dirinya sendiri kalau bersama Retno adalah pilihannya, apalagi sekarang ada calon buah hati mereka yang sebentar lagi hadir di tengah tengah mereka.


"Ya, ya ya ... untuk itu Aku sampaikan semua ini, hanya hati-hati saja dengan manuver dan segala hal yang tak terduga walaupun air kelihatan tenang tetapi tidak se-aman yang kita lihat dan kita perkirakan dari pandangan luar."


"Baiklah, masalahmu gimana?" tanya dr Prabu menatap dr Imam di sampingnya.


"Bantu lah meyakinkan Intan, itu saja."


Masalahnya apa? Aku tidak tahu seperti apa solusinya?"


.


.


.

__ADS_1


Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️



__ADS_2