
Dan ternyata benar adanya, kalau saja Retno pulang duluan dan absen di wakilkan sama temannya pasti akan jadi catatan awal yang sangat buruk, entah memang kebetulan saja atau atau sangat rajin atau juga pimpinan nggak ada kerjaan semua mahasiswa KKN absensinya di tungguin sama pimpinan, dan hanya Retno saja yang tahu dan pernah bertemu di ruangannya yang lain mungkin nggak tahu kalau yang ada di depan meja dekat lobby itu pimpinan rumah sakit ini, apa maksud dan tujuannya? Retno nggak tahu.
Dan dr Prabu dengan menahan perasaannya saat Retno mengisi absen akhir kegiatan pertamanya malam hari ini, Retno masih seperti yang dulu dan satu lagi masih memakai cincin perak warna putih di jari manis tangan lembutnya begitu jelas kelihatan karena dr Prabu ada di hadapannya dengan memakai topi dan kacamata nya.
Entah rasa apa yang ada di hati dr Prabu hanya ingin puas hatinya dengan melihat wanita yang masih di cintainya itu menderita dan tersiksa, dan ingin memperlakukannya dengan kasar dan tanpa perikemanusiaan juga tanpa ampun.
Retno tersenyum manis dan mengangguk sopan sangat menggetarkan hati dr Prabu saat selesai mem paraf absennya.
Di dalam ruangan pimpinan rumah sakit dr Prabu, dr Imam SpOG sudah berkemeja santai dan selesai praktek duduk santai di sofa sambil nonton tv dan sesekali meneliti ponselnya, datang dr Prabu masuk sambil membawa minuman dan berdua duduk di sofa pada pada duduk di ujungnya dan berhadapan.
"Ada apa sih boss, sepertinya serius banget santai saja jangan cemas, kecemasan hanya akan menurunkan imun kita haaaa..." dr Imam mulai bicara sambil menatap sahabatnya yang sudah seperti saudaranya itu.
Dr Prabu tak sedikitpun ikut tertawa kalau dia lagi serius dan tak ingin diajak untuk bercanda, dan dr Imam merubah gaya ngobrolnya menjadi lebih serius.
"Sepertinya urusan cewek, syukurlah...apa minta pertimbangan gue ? Penilaian gue, atau persetujuan gue heh?"
"Aku harus cerita dari mana dulu aku nggak tahu yang pasti saat ini aku lagi butuh vitamin dan suplemen agar aku bisa berdiri dan berjalan dengan tegak."
"Haaaaaaaa...sebegitu beratnya masalah lo boss? cerita dong sejenius apapun orang tak akan tahu isi hati orang lain, mau dari ujung tengah dan kepala terserah lo enaknya dari mana gue siap jadi pendengar lo boss."
"Mantan ku yang sudah aku mulai lupakan, yang telah memporak porandakan hidup aku hadir kembali di hadapanku Mam."
__ADS_1
"Hah? apa? serius boss?" Hampir loncat dr Imam saat mendengar ucapan sahabat nya itu, dan langsung menyimpan kembali botol minuman ringan ke meja dan tak jadi meminumnya.
"Serius Mam masa aku bohong, kehadirannya membawa sejuta pertanyaan buatku, apa ini takdirku yang tak bisa lepas dengan bayang bayang masa lalu?"
"Masih cantik boss heeee...?"
Dr Prabu tersenyum kecut membuat dr Imam menjadi ciut dan mulai serius mendengarkan.
"Aku tak berfikir soal itu lagi, aku berusaha menata hatiku sendiri, aku belum membuka diriku yang sebenarnya, dia datang sebagai mahasiswa KKN di keperawatan."
"Astaga! apa yang mendampingi gue praktek tadi ya yang seperti putri solo itu? embat aja lagi boss lo kan masih cinta banget, mungkin semuanya sudah berubah kalau nggak bikin hamil saja dia mungkin orangtuanya meleleh nanti juga, gampang periksa nya sama gue nanti."
"Gila kamu Mam! emang segampang itu embat anak orang? justru aku lagi super bimbang sendiri kali ini karena aku telah merancang rencana jahat balas dendam untuk keluarga Raden Haryo Atmojo dan sekarang puteri nya ada di hadapanku."
"Aku ingin keluarga Raden Haryo Atmojo mengerti sekarang kalau salah satu anggota keluarganya butuh aku, butuh bantuanku, butuh nilai KKN dari rumah sakit ini, butuh tanda tanganku, akan aku buat Retno merangkak sejajar dengan tanah memohon kepadaku, meminta maaf dan mengakui kesalahannya, keluarganya telah menginjak injak harga diriku seperti cacing yang tak berharga sama sekali! dan bencinya aku pada Raden Ajeng Retno Ayuningtyas tak sedikitpun membelaku saat itu, di manakah rasa cintanya?"
"Sabar boss, gue jadi takut dengan emosi lo dan ancaman lo,lo harusnya ingat batas antara benci dan cinta itu tipis banget, gue takut semua yang lo lakukan hanya akan jadi sesal lo sepanjang hidup lo."
"Aku sakit hati Mam, aku tak berdaya walau aku akui aku masih begitu cinta dan sayang sama dia semua kalah dengan rasa sakit perlakuan keluarganya pada keluargaku." Ada air bening dari sudut bola mata dr Prabu saat selesai bicara, kedua telapak tangannya menutupi wajahnya.
"Kenapa lu nggak minta pertimbangan gue dulu? setidaknya akan ada pilihan yang lebih bijak dari pendapat seorang sahabat."
__ADS_1
"Maafkan aku Mam, aku terlalu emosi dan semua sudah aku mulai sore ini, aku mulai menyiksa perasaan Retno, tak kuberi izin keringanan kehadiran di lokasi KKN sedang yang lain aku izinkan karena dia bekerja juga di Bandung, sehari semalam Retno menempuh 6 jam kurang lebih perjalanan Tasikmalaya - Bandung, dan tadi aku suruh dua kali masuk ruangan ku untuk membersihkan meja kerjaku dan mencari berkas juga menyapu dan mengepel ruangan ku juga mengambilkan dua kali air minum ku."
"Gue tidak setuju boss, tolong jangan sadis seperti itu bagaimanapun dia pernah mengisi hari hari indah lo boss, gue yakin dia nggak salah hanya aturan keluarganya yang berbeda dengan kita kita,gue sekali lagi tak setuju titik!"
"Berarti kamu nggak mendukung aku?"
"Ya gue nggak tega boss tiap hari gue bergelut dengan payahnya wanita saat hamil dengan kendala ini itu, dengan ketakutan dengan kecemasan gue nggak mau sadis dan tega seperti itu pada siapapun terlebih pada seorang perempuan apalagi ini seseorang yang telah begitu indah mengisi hati kita, walau segalanya telah berakhir gue tetap tidak setuju apapun alasannya, Retno bukan gadis berandal yang mesti di dendam Retno seorang anak ningrat berdarah biru dengan kesopanan tingkat tinggi dan pasti punya etika dan tata krama."
"Aku tetap dengan sakit hati ini dan dendam ini, aku akan balas kan semua ini saatnya telah datang di hadapanku."
"Bisa fikirkan sekali lagi apa kata kata gue sebagai sahabat lo?memang ini bukan urusan gue tapi setidaknya lo pandang gue sodara l sejak kita kuliah dulu dan kita sama sama sekarang bekerja dan lo adalah atasan gue, lo tahu siapa gue lahir dan bathin, jangan jadikan semua yang lo lakukan menjadi sesal di kemudian hari,
Komunikasikan apa pun itu gue bukan orang pintar yang mampu membaca diam mu dalam salah."
Dr Prabu diam memang sangat dilema hatinya, kata kata sahabatnya begitu masuk di hatinya tapi emosinya tidak bisa menerima dan tetap menguasainya.
"Oke itu hak lo boss mau apapun juga yang lo lakukan pada Retno, tapi ingat setelah tiga bulan berakhir akan ada sesal di hati lo, camkan dan ingat itu, jangan curhat pada gue karena gue sudah ingatkan lo malam ini, selamat berpetualang tapi gunakan akal sehat dan hati nurani lo, gue pulang dulu sudah malam."
Dr Iman SpOG meninju pelan pundak sahabatnya juga sekalian atasannya di rumahsakit ini dan mengambil jaketnya dan keluar lalu menutup pintu.
_Makin seru aja bacanya ya ???
__ADS_1
Tinggalkan jejak dan dukungannya, mohon😆 komen, like, hadiah dan vote nya✌️💝