
Sampai di Pekalongan sekitar tengah hari, Retno dan dr Prabu di sambut keluarga besar Retno dengan sukacita, kebahagiaan begitu terpancar dari muka-muka semua keluarga yang menyambutnya.
Nuansa pesta adat dan budaya yang akan dilangsungkan begitu terasa semua sibuk dengan tugasnya masing-masing dr Prabu langsung dipisahkan dengan Retno sore itu juga. Retno memasuki kamarnya nya yang memiliki luas lebih dari kamar biasanya.
Sedangkan dr Prabu dibawa ke rumah Pakde nya Retno untuk diberikan wejangan-wejangan tatacara yang akan dilaksanakan diprosesi pernikahannya nanti. Dari mulai pingitan ada siraman ada pengajian sampai acara akad nikah dan proses resepsi berlangsung
Semua memerlukan gladiresik atau latihan untuk membiasakan diri agar luwes pada waktunya.
Sebagai prosesi persiapan dalam menyambut hari pernikahan, prosesi hajatan dilangsungkan dengan harapan seluruh keluarga besar dan calon pengantin yang akan melaksanakan hajat dijauhkan dari segala halangan dan seluruh acara berjalan dengan lancar.
Keluarga sibuk memulai prosesi paling awal yaitu pasang tratag dan tarub. Itu dua hari menjelang hari H, yang seharusnya satu hari menjelang hari H di karenakan akan begitu sibuk jadi pemasangan mulai di hari min dua.
Pemasangan tratag (dekorasi tenda) dan tarub (hiasan dari janur atau daun kelapa yang muda) yang dipajang sebagai hiasan pintu masuk ini menandai bahwa sang keluarga sedang mengadakan acara hajatan mantu. Adapun janur kuning melengkung sebagai pengharapan berkah dan kemakmuran bagi kedua mempelai layaknya meminta cahaya kepada Yang Maha Kuasa.
Lanjut dengan menempatkan kembar mayang. Kali ini, ornamen yang dibentuk dari rangkaian akar, batang, daun, bunga, dan buah ini dipercayai dapat memberikan kebijaksanaan dan motivasi bagi kedua pengantin untuk menjalani kehidupan barunya dalam berumah tangga. Biasanya, daun-daun beraneka ragam akan ditekuk ke sebuah batang pisang sehingga menyerupai bentuk gunung, keris, cambuk, payung, belalang, dan burung.
Juga pasang tuwuhan. Tuwuhan yang berarti tumbuh-tumbuhan ini diletakkan di tempat siraman. Juga dapat menambahkan buah-buahan seperti setandan pisang pada masing-masing sisi sebagai harapan agar sang pengantin kelak cepat memperoleh buah hati.
Dr Prabu terpana mendengar semua penjelasan Pakde nya Retno, begitu panjang semua prosesi yang akan di jalaninya.
"Sini Mas, sebagai laki-laki yang akan menjadi mantu orang Jawa wajib mengikuti adat kebiasaan keluarga kami di sini."
"Iya, Pakde."
"Ada siraman, secara harafiah, siraman berarti mandi dengan air. Pada ritual ini, akan ada tujuh orang yang menyiramkan air ke sang pengantin. Nantinya, sang ayah mempelai wanitalah yang akan menyelesaikan ritual yang dilambangkan sebagai pembersihan diri sebelum menjalankan ritual selanjutnya yang lebih sakral. Selain bertugas mengakhiri siraman tersebut, sang ayah juga akan menggendong mempelai wanita menuju kamar pengantin."
"Apa bukan saya saja yang gendong calon pengantinnya Pakde?"
"Ish...saru itu, ini prosesi adat, kalau sudah sah baru suaminya boleh, jangankan gendong yang lainnya juga boleh Mas dokter lakukan haaaa..."
Ternyata Pakde nya Retno senang bercanda. mau tidak mau dr Prabu tertawa juga.
__ADS_1
"Nah di sini besok akan diadakan Adol dawet, kedua orang tua menyelenggarakan acara menjual dawet sebagai hidangan kepada para tamu undangan yang telah hadir menyaksikan prosesi yang telah berjalan. Tetapi, penjualan dawet ini tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan kreweng atau pecahan tembikar dari tanah liat sebagai tanda bahwa pokok kehidupan berasal dari bumi. Di sini, sang ibu akan melayani para pembeli, sedangkan sang ayah akan memayungi sang ibu. Artinya adalah untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya di kemudian hari bahwa mereka harus saling bergotong royong dalam membina rumah tangga."
"Ya saya mengerti semua penuh makna, Pakde."
"Di lanjutkan dengan Potong tumpeng. Tumpeng merupakan sajian nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk pauk yang ditata mengelilinginya di atas nampan bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam ritual Jawa, tumpeng identik dengan simbol kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya menyerupai gunung. Prosesi pemotongan tumpeng ini akan dilakukan oleh ayah dan ibu dengan mengambil bagian puncak tumpeng dan lauk pauknya."
"Ya, ya ya..."
"Jangan dulu capek, harus capek dulu dalam segala hal juga baru kita bisa menikmati manisnya hasil dari perjuangan kita, ya kan?"
"Iya Pakde, saya akan sabar mengikuti semua prosesi dari awal sampai saya boleh ngapa-ngapain pengantin perempuannya."
"Iya dong, semangat yang ini juga sama bermakna nya, namanya Dulangan pungkasan. Yaitu suapan terakhir oleh ayah dan ibu kepada calon pengantin sebagai tanda tanggung jawab terakhir dari orang tua kepada anaknya yang akan menikah."
"Dan nanti di sini ada tanam rambut dan lepas ayam Maknanya? Menanamkan potongan rambut kedua calon mempelai bermaksud agar segala hal buruk dijauhkan dari rumah tangga kedua anaknya. Setelahnya akan dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam yang menandai bahwa kedua orang tua telah mengikhlaskan anaknya hidup mandiri bagaikan seekor ayam yang sudah dapat mencari makanan sendiri."
"Iya Pakde, semua sarat dengan makna, betapa adat istiadat kita penuh dengan arti yang begitu luhur."
"Apa nanti akan ada yang membimbing saya mengikuti tahapan demi tahapan semuanya?"
"Tentu, Pakde hanya mengenalkan saja tahapan demi tahapan nya. Nanti akan ada yang bertugas khusus dalam rangkaian acara prosesi panjang yang harus di lalui."
"Iya, Pakde terimakasih telah membimbing saya."
"Ish...jangan terimakasih sekarang, nanti kalau sudah melewati malam sah menjadi suami istri datang ke Pakde bilang terimakasihnya haaa..."
Dr Prabu tersenyum, membayangkan satu malam yang begitu di tunggunya bertahun-tahun, malam pertama menjadi suami istri, Apa yang akan dilakukannya, atau ungkapan apa yang akan di katakan nya pada Retno yang sudah resmi jadi istrinya nanti.
"Jangan banyak melamun dokter nanti juga ngalamin haaaa... tawa Pakde nya Retno membuyarkan lamunan dr Prabu. Ini acara paling di sukai semua orang, acara Midodareni. Arti kata midodareni sendiri adalah bidadari, sehingga harapan dari ritual malam sebelum melepas masa lajang ini adalah sang pengantin wanita akan terlihat cantik esok harinya bak bidadari dari surga. Pada malam ini, pengantin wanita akan ditemani oleh pihak keluarga saja dan dilarang bertemu oleh calon suaminya karena ia akan menerima nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pernikahan."
Dr Prabu tersenyum setelah berputar di bawa Pakde nya Retno di area resepsi, lokasi pelaminan dan prosesi siraman dan lainnya. Menghela nafas capek tapi senang ingin semua cepat terlewati.
__ADS_1
Dr Prabu ingin segera melihat Retno di hari H nya, melihat senyum bahagianya dan semua prosesi terlewati dengan lancar.
"Mari kita kembali ke rumah Pakde, akan Pakde kasih resep tradisional turun temurun sambil minum teh hangat, dan pengantin harus minum ramuan khusus buat stamina, nanti budenya yang bikinin."
"Waduh, jangan yang pahit pahit Pakde, cukup perjalanan hidupku yang sudah pahit, masa depanku harus manis."
"Haaaa..."
.
.
.
Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya 🤦😆💝🙏
...Hai, readers tercinta! habis baca...
..."Biarkan Aku Memilih"...
...Jangan lupa mampir ke karya...
...terbaik bertitel,...
..."Pesona Aryanti"...
...By Enis Sudrajat, baca, like,...
...vote dan beri hadiah ya!...
__ADS_1