
Sampai Bandung Retno masih punya waktu barang setengah jam. Retno bisa menarik nafas agak lega semua tidak terlalu pontang panting banget langsung absen dan menuju ruang suster jaga dan rekan sejawatnya juga suster Aisyah belum datang, Retno hanya bertemu dengan suster yang habis jaga malam dan pada mau pulang.
Retno tak tahu bagaimana rupanya kamar kost-kostan nya sudah beberapa hari ini nggak di tengok boro boro bisa dan sempat, memburu waktu saja rasanya seperti di kejar kejar orang gila, tapi Retno tak mengeluh baginya semua adalah latihan, ini kerja yang sebenarnya dan hanya bisa menghibur hatinya sendiri dan sudah mengancam hari minggu pasti akan tidur sekenyang- kenyang nya.
Datang suster Aisyah teman akrab di kerjaannya dan senang banget saat tahu Retno sudah hadir duluan dan langsung saja menyapanya hangat.
"Wow rupanya teman cantikku sudah datang duluan angin apa nih tumben nggak tergopoh- gopoh dan lari lari kecil lagi pagi ini?"
"Alhamdulillah lancar sus perjalanan nya heeeee..."
"Syukurlah kan kita bosan diomelin terus terusan kesannya kita kurang tanggung jawab lagian kan kita nggak enak sudah dewasa kok di kasih ceramah melulu."
"Pokoknya aku hari ini senang banget sus haaaaaaaa..."
"Hai ada apa ini?" suster Aisyah memegang bahu Retno yang lagi tertawa dan masih senyum senyum.
Dan Retno balas memeluk suster Aisyah yang masih keheranan sesuatu yang jarang temannya ini membuka hati tapi ini kebahagiaan apa yang sedang di rasakannya?
"Suster berkata benar kemarin kemarin aku selalu curhat kekecewaan dan kekecewaan saja, juga perlakuan kurang baik orang, sentimen orang dan kebencian orang padaku, tapi kali ini masih ada orang yang suka padaku suster dengan begitu baiknya."
Suster Aisyah hanya senyum dan masih tak faham apa yang di bicarakan Retno.
"Malam tadi seorang dokter SpOG menginginkan aku mendampingi prakteknya lagi, bahkan di pesan khusus dan kami berkenalan kami jadi sahabat baik, dia memberi kartu namanya padaku dan dia humoris banget aku merasa sudah kenal lama, dan dia mengatakan kalau suster Retno nanti hamil aku gratiskan periksa kehamilan dan konsultasi pregnant haaa lucu banget dia."
"Oh alaaah cantik, senang banget aku mendengarnya semoga ini awal yang baik heeee..."
"Hei awal apa? ngaco aja!"
"Ya awal melupakan dan mulai dengan yang baru cantik sayangku."
__ADS_1
"Tidak suster,sebelum aku tahu statusnya Mas Prabu dan kabar dia sudah menikah, aku tak akan memulai membuka hati perasaanku dengan siapapun."
"Itu lagi itu lagi sampai kapan itu prinsip suster pertahankan? sampai tua? nggak nikah-nikah dong jadinya? jadi kapan aku jadi pagar ayu pakai kemben batiknya? hadueeeeeeeh..."
"Ssssssssst... sampai aku ketemu orangnya atau dapat khabar yang pasti."
"Pas ketemu sudah punya cucu, sesalnya pasti begini kenapa ya aku mengikuti janji hatiku sendiri? kalau pada akhirnya kenyataannya begini? kenapa aku nggak buka hati dari dulu saat tahu Mas Prabu sudah beranak pinak haaaa..."
"Nggak, nggak akan ada sesal semua itu konsekuensi yang harus di terima apapun itu, sekarang saja sudah lima tahun berlalu aku masih mencari dan menunggu "
"Hadueeeeeeeh capek cantik menunggu dan setia itu, tapi sudahlah itu pilihan, kalau boleh aku sarankan jangan terjebak dalam kenangan sendiri menyakitkan sayang."
"Terima kasih sahabatku mungkin nasehatmu suatu saat akan aku anggap benar, tapi sekarang aku masih menunggu dan maaf semua nasehat dan motivasi suster sementara aku abaikan heeee..."
"Dasar pinter ngeles, datangi saja tuh orangtuanya dr Prabu mu yang tak jelas itu, dan pastikan paling perjalanan satu dua jam kan suster Retno katanya sering main ke rumahnya beres kan? lanjut akad deh sama dr SpOG sama-sama dokter ini kalau si Prabu mu itu sudah punya cucu."
Retno kembali memeluk suster Aisyah dengan menangis semua terbuka atas ceplos omongan sahabatnya, dan baru kepikiran sekarang orangtuanya dr Prabu, tapi tunggu tiga bulan berlalu aku akan mendatangi rumahnya di Majalaya dan itu akan jadi kepastian yang hakiki.
"Hai hai sebentar tertawa sebentar menangis jatuh cinta benar-benar ini orang rupa rupanya ya?"
"Suster terima kasih telah membuka hati saya."
"Maksudnya?"
"Ayo kita belum sarapan sebentar lagi keliling kontrol pagi." Retno menarik tangan suster Aisyah ke kantin yang masih melongo tak mengerti.
Aneh bin ajaib suster Aisyah melihat sahabat cantiknya suster Retno ini datang masih pagi curhat dengan muka bahagia dan ceria tak lama menangis dan memeluknya sekarang berseri lagi satu kejadian luar biasa lain dari biasanya jangan-jangan sudah mulai berubah fikiran nih anak sudah melupakan masa lalunya dan mulai menata masa depannya, tapi waktu di singgung tadi katanya bukan itu lalu apa?
Sarapan dengan semangat, membuat suster Aisyah tak henti memperhatikan Retno, takutnya dia lagi kesambet apa atau lagi ada yang nyanding ke tubuhnya makhluk lain.
__ADS_1
Dalam otaknya Retno ingin segera datang ke rumah orangtuanya dengan berpura-pura silaturrahim saja atau juga pura pura habis dari temannya karena sudah dekat sekalian mampir, atau alasan apa lah yang penting tahu status anaknya.
Apa pantas seorang cewek mendatangi rumah seorang cowok? cewek mencari tahu dan ujung-ujungnya masalah perasaan, patut ataupun tidak nanti di fikirkan lagi yang penting aku bisa punya pijakan untuk bisa melangkah dan harus siap seandainya dan seandainya semua di luar harapannya itu pasti.
Dan yang jelas selama KKN ini tak mungkin dirinya punya waktu, libur hanya satu hari di pekerjaannya dan liburan satu hari juga di KKN nya, semua untuk istirahat dan lain lain pasti tak akan cukup sedangkan mencuci pakaiannya di titip ke laundry suster Aisyah, dan dengan senang hati suster Aisyah membantu sahabat cantiknya juga untuk job saudaranya yang punya laundry.
Retno dengan riang gembira dan langkah ringan seperti habis mendapat pencerahan menjalankan pekerjaannya hari ini, mendampingi kunjungan dokter, memeriksa dan mengontrol keperluan pasien pasien rawat inap, mengganti infus dan mengirim mendampingi pasien saat jam minum obat, mengisi laporan perkembangan pasien, juga hasil test laboratorium.
"Makan siang dulu di sini nanti nggak keburu datang ke Tasikmalaya sana sudah sore jadinya kelewat jam makan nya." suster Aisyah mengingatkan.
"Aku makan chicken sama kentang di mobil saja suster, yang aku khawatirkan aku di omelan suster kepala Miranti setiap hari kita kan sudah gede masa di omelan melulu malu dan nggak enak perasaan."
"Pokoknya keburu kalau aku mau ngobrol sedikit sambil makan ada yang mau di tanyakan say."
"Malam minggu aku kan libur aku nginep di sini kita curhat habis nanti, maaf kalau sekarang aku lagi hemat banget yang namanya waktu jadi aku siap siap go sekarang ya."
"Hai hai kasih dong aku bocoran sedikit, lagi jatuh cinta atau lagi kejatuhan love semua ini?"
"Heeeeeeee... belum ada love suster hanya sahabat dan sa-ha-bat." Retno mengeja kata katanya menegaskan.
"Sampaikan salam ku buat dr SpOG kenalan barunya di sana ya say."
"Haaaaaaaa... siap suster nanti aku kenalkan buat suster Aisyah juga boleh."
"Huh dasar!"
Suster Aisyah hanya memandang sahabatnya,yang pergi setelah cipika cipiki dengan dirinya semoga saja di beri kesehatan.
Tinggalkan jejak dan dukungannya, mohon😆 komen, like, hadiah dan vote nya✌️💝
__ADS_1