Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Pesan video


__ADS_3

Retno melirik suaminya yang tidur pulas di sampingnya dengan bantal kursi sebagai penyangganya.


Retno membuka-buka ponsel milik suaminya yang ada di genggaman tangannya, sambil membolak balik dan melihat lihat semua fitur nya.


Berjibun pesan, panggilan tak terjawab, panggilan masuk dan keluar, chat, pesan dan lain-lainnya, mungkin Mas Prabu melihat dan membuka ponselnya beberapa hari yang lalu, mungkin juga seminggu yang lalu terlihat terakhir itu beberapa hari kebelakang sebelum resepsi dan masih dalam proses pingitan.


Bahkan ada yang lebih dari melebihi tanggal seminggu yang lalu, Mas Prabu orangnya mungkin tidak terlalu apik dan telaten dikarenakan kesibukan.


Retno mencoba membuka-buka mulai dari bawah dan manjat satu-satu membuka nama yang ada tanda bulat hijaunya.


Saking banyaknya pesan sampai Retno menggulir dan menggeser tombol keatas dan kebawah. Kebanyakan ucapan selamat atas pernikahannya, dengan cepat dan acak Retno sampai pada satu nomor yang tidak ada namanya, ada sebuah pesan dan juga video di keterangan gambar yang dikirim.


Sesuatu yang janggal, nomor tak bernama menggelitik Retno, dan mencoba membukanya.


Aku tahu aku salah, tapi tak sepenuhnya aku yang salah, seperti tak bersalahnya kehidupan di dalam rahimku ini ada darah daging dokter! aku tak meminta pertanggungjawaban karena aku sanggup menghidupinya, hanya aku memberitahukan mu dokter, diantara kita ada anak yang kelak akan bertanya siapa Bapaknya, dan akan ada sangsi sosial dari lingkungan sekitar. Aku tidak akan mencari mu, aku tahu dokter sudah menikah.


Aku hanya bertanya seandainya dokter ada di posisi anak yang aku kandung ini, apa yang akan di lakukan?


Aku tak akan mengucapkan selamat atas pernikahanmu dokter, seperti tak adanya ucapan rasa sedikitpun yang dokter berikan buat rasa cintaku, silahkan berfikir apa sebaiknya langkah yang akan dokter ambil.


Hati Retno penuh tanda tanya dan berikutnya lanjut membuka video yang orang tak bernama itu kirimkan, masih dengan tanda tanya dan deg-degan hatinya. Retno membuka satu video dan apa yang di lihatnya jelas itu suaminya dengan seseorang yang begitu di kenalnya karena bencinya, bukan karena akrab dan berteman baik.


Alya!


Bergetar hati dan perasaan seluruh jiwa raga Retno, suaminya dalam satu balutan selimut berdua dalam kondisi tak senonoh, apa yang mereka lakukan? semua orang yang melihatnya pasti langsung berasumsi negatif.


Retno mengusap muka nya berkali-kali berharap semua itu bukan kenyataan yang ada dihadapannya, dengan hati panas dan gigi menyatu menahan emosi memandang suaminya tidur dengan tanpa beban begitu polosnya.


Memandang ke depan adiknya Dimas lagi manggut-manggut mendengarkan musik dari radio tape mobil yang mengalun, sambil sesekali mengikuti lagu yang di bawakan si penyanyi.

__ADS_1


Tangan Retno bergetar keringat dingin mengalir segede gede biji jagung dari dahi pelipis sampai ke punggungnya, padahal dalam mobil itu ruangan suhu ber-ac.


Hati Retno langsung lemas tak bertenaga sampai ke tiap persendiannya, menahan emosi amarah dan segala macam kemarahannya, sejuta pertanyaan berkecamuk di dalam otak dan pikirannya apa yang terjadi dengan suaminya apa yang telah terjadi dengan mereka berdua, apa yang telah mereka lakukan berdua?


Semua itu begitu menonjok dengan tiba-tiba hati dan perasaannya, menindihnya dengan berkarung-karung beban seberat-beratnya di pundak nya, seperti ada bongkahan pohon segede gedenya yang melintang di dalam dada Retno.


Kenapa Mas Prabu setega itu, Kenapa tega melakukan itu semua, kapan itu waktunya terjadi? Retno dengan sejuta pertanyaan dan tidak mengerti bergolak memenuhi otak dan hatinya, semua bagai parasit yang mulai membelit perasaannya, menggerogoti kesabarannya.


Tetapi Retno masih bisa menahan diri, paling utama takut terjadi apa-apa dengan adiknya yang konsentrasi membawa mobil. Astaghfirullahaladzim Astaghfirullahaladzim, Retno ngucap apa kenyataan hidupnya harus berakhir begini?


Apa salah diriku? kenapa se-aib ini yang terjadi dalam diri suaminya dan dalam rumah tanggaku yang resepsinya aja belum selesai? Ada apa dengan Mas Prabu yang aku puja dengan berjuta cinta?


Apa aku terlalu polos untuk di bohongi, dan terlalu cintanya aku? hingga mata dan hatiku buta oleh perasaan cinta itu sendiri? tapi mengapa Mas Prabu tak sedikitpun memperlihatkan perasaan bersalahnya? seakan semua biasa saja.


Retno mengirim video dan pesan itu ke ponselnya, ada beberapa photo syur juga, masih seperti yang pertama di lihatnya, sama tempat lokasi dan background nya dengan berbagai posisi. Hatinya berkata sambil menghibur dirinya sendiri seakan semua hanya halusinasinya saja.


Satu yang diinginkannya selesai pesta dan resepsi, semua orang pulang tinggal bahasan video dan photo juga pertanggungjawaban si pemberi dan si penerima.


Hilang semua rasa cinta dan sayang yang berjubel bersemi di dalam hatinya, hilang rasa kagum dari wibawa suaminya yang selama ini memenuhi ruang sukmanya, hilang rasa manja dan kelembutan dari dirinya saat melihat suaminya.


Yang ada hanya bara berkobar amarah atas kebohongan yang ingin segera di bongkar nya, hanya ada api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa menyala melumatkan segalanya, dan etika menghargai kedua orangtuanya juga kedua mertuanya, yang dengan bersusah payah mereka mensukseskan semua acara pernikahan impian mereka sampai terlaksana dengan do'a restunya.


Retno merasa jijik melihat suaminya, begitu kotor dan hina di matanya, bertahun dirinya mempertahankan kesuciannya hanya untuk dipersembahkan untuk seorang laki-laki yang sangat dicintainya, untuk dipersembahkan pada seseorang yang akan menjadi suaminya dan di persembahkan di malam tak terlupakan itu.


Tapi kenyataannya tak seperti yang diharapkan. Mas Prabu begitu tega menghianati nya, membohonginya dengan sejelas-jelasnya, walaupun aku belum mendapat kepastian dan kejelasan pembelaan dari seorang Prabu Seto Wardhana tetapi aku bisa melihat semua ini bukan settingan, bukan rekayasa. Video, foto dan isi pesan saling berhubungan.


Kelihatannya Alya tidak main-main dengan perasaannya satu hal yang memperlihatkan kemampuan liciknya itu, satu yang ingin aku lakukan suatu saat Alya! aku akan membalas semuanya, aku akan perlihatkan kemampuanku bagaimanapun caranya.


Akan aku lakukan dengan cara kasar bahkan radikal sekalipun, Alya! tak akan aku biarkan kamu mendapatkan suamiku walau ada anak yang tak jelas di rahimmu! Aku akan menggantung dan menghukum Mas Prabu hingga tak bisa di miliki siapapun juga perempuan manapun.

__ADS_1


Aku kalah kali ini Prabu Seto Wardhana! aku berhasil kamu bohongi dan kamu tipu! aku akan bertahan sampai resepsi ini selesai, aku akan menjalani resepsi besok dengan se-anggun anggunnya, dan setelah itu akan ada skak mat dan serangan yang harus kamu pertanggung jawabkan.


Aku bisa saja menggagalkan pesta resepsi besok, menunjuk dan memperlihatkan kecurangan yang suamiku telah coreng kan, noda dan aib hitam telah mengotori mahligai rumahtangga ku.


Tapi aku Raden Ajeng Retno Ayuningtyas anak Romo Raden Haryo Atmojo bukan orang bodoh, tak ingin menyakiti dan menggemparkan orang-orang yang aku sayangi cukup teror aku arahkan pada suamiku.


.


.


.


Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya 🤦😆💝🙏


...Hai, readers tercinta! habis baca...


..."Biarkan Aku Memilih"...


...Jangan lupa mampir ke karya...


...terbaik bertitel,...


...MENITI PELANGI...


...By Enis Sudrajat juga, baca, like,...


...vote dan beri hadiah ya!...


__ADS_1


__ADS_2