Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Comblang


__ADS_3

Apa arti cincin buat mereka berdua? saat jalan jalan ke kawah Tangkuban Perahu waktu masih sama sama kuliah di Bandung begitu tergambar jelas kenangan saat itu di ingatan dr Prabu, dan Retno masih menyimpannya juga masih memakainya.


Sedangkan dr Prabu sendiri sudah lama tak memakainya mungkin di kamar nya di sudut laci lemari yang jarang sekali di lihat dan di sentuhnya, atau mungkin sudah lapuk teronggok sebagai saksi kenangannya saja.


Kenapa Retno masih memakainya? hanya iseng kah? atau masih menyimpan arti dan sejuta kenangan dengan dirinya? sungguh di luar akal sehat sedangkan semua sudah berlalu begitu lama, satu kenangan cincin yang begitu berharga dan bangga saat memakainya dulu kini di lihatnya lagi masih di tangan orang yang mengisi hari hari indahnya dulu, memberi dukungan dan semangat saat terpuruk, dan memeluknya ketika dirinya dalam posisi terendah dengan masalah dan perasaannya.


"Ajeng hanya ini yang bisa aku berikan padamu, walau hanya cincin putih perak yang tak ada harganya, tapi anggap ini tanda cinta kita, aku janji jika aku sudah kerja dan punya penghasilan akan aku sematkan cincin terindah dan berharga di jarimu."


"Aku senang banget Mas Prabu, aku tak melihat cincinnya tapi diatas cincin ini ada rasa kita yang harus kita jaga dan pelihara, cincin hanya simbol tapi hati kita yang merasakan."


Apa Retno masih mencintaiku dan menungguku? tak mungkin pasti Retno sudah merancang masa depannya sendiri, waktu lima tahun pasti seseorang sudah ada yang hadir di hidupnya atau seseorang yang sudah di rencanakan keluarganya? dr Prabu mengusap mukanya yang berjambang dan berkumis, sebenarnya nggak betah dan tak terbiasa tapi sekarang lagi butuh penyamaran.


Dr Prabu mematikan lampu dan segala elektronik di ruangannya dan keluar ruangan menuju parkiran dimana mobilnya di parkir, tak lupa matanya sempat melirik mess karyawan yang ada di samping dan belakang rumah sakit entah kenapa dan untuk apa hanya ingin saja melirik mengikuti kata hatinya.


Dr Prabu menjalankan mobilnya perlahan kantuknya seakan hilang dan mobil memasuki kawasan perumahan elite dan membelokkan mobilnya sekitar perjalanan setengah jam jalan sangat santai dari rumah sakit lalu berhenti di salah satu rumah minimalis modern dua lantai dengan tampilan sangat cantik, dr Prabu berhenti dan keluar membuka pagar gerbangnya dan memasukkan mobilnya menutup dan mengunci kembali gerbangnya.

__ADS_1


Dr Prabu menutup pintu sambil melonggarkan dasinya yang sudah dari rumah sakit tadi sebenarnya sudah longgar lalu membanting kan tubuhnya di sofa ruang tamu, begitu capek dan lelah hati dan perasaanya juga tubuhnya, dan berusaha merefresh fikirannya, kenapa otaknya tak bisa lepas dari sosok seorang Retno dan kenangan nya?


Dr Prabu membiarkan angan-angannya membawanya kemana ia sukai melayang layang kian kemari dan tak menentu arah, kembali akhirnya balik lagi dan lagi dan pada cincin putih di jari Retno jelas itu cincin yang dirinya berikan lima tahun lalu, dan percis dengan pasangannya yang dr Prabu miliki dan entah di mana sekarang dr Prabu menyimpannya.


Kepuasan hatinya saat melihat Retno mengelap meja kerjanya, juga saat menyapu dan mengepel ruangannya juga saat datang membawakan minumannya dan satu lagi membayangkan kecewanya Retno saat pengajuan keringanan kehadirannya di tolak mentah mentah bahkan tak di tanggapi sedikitpun.


Tapi senyum Retno saat pamit habis absen begitu melumpuhkan semua persendiannya, juga saat mendengar pendapat sahabatnya dr Imam SpOG yang sedikitpun tak merespon dan menyetujuinya malah kelihatan membenci apa yang di lakukannya, dr Prabu tadinya akan minta tolong untuk mendukung niat jahatnya tapi tak jadi saat melihat respon kurang baik dari sahabatnya itu.


Tak apa aku masih bisa melakukan semua sendiri dan hanya di bantu suster kepala Miranti, sekarang juga aku telah merasakan kepuasan tersendiri.


Dr Prabu mencari, mencakar dan mengacak acak semua isi yang ada di laci lemari pakaiannya, semua tempat yang memungkinkan terselip nya cincin putih itu berada tapi tak menemukannya, karena mencari setengah emosi dan ngantuk semua tak membuahkan hasil dan fikirannya juga tak bisa mengingatnya dimana dulu dia menyimpannya semua buntu dalam gamang langkah langkahnya.


Dr Prabu membaringkan tubuhnya di tempat tidur hanya berteman bantal guling seprai yang begitu harum baru di ganti membuainya menenggelamkan semua galau risau hatinya dan akhirnya tidur dalam keadaan berpakaian kantor tanpa sempat menggantinya, tidur dalam angan dan khayalnya memimpikan masa depan yang begitu indah dengan dambaan hatinya tapi entah siapa.


Di lain tempat dr Imam SpOG merasa heran dengan pemikiran boss nya juga sahabatnya dr Prabu, kok bisa punya fikiran seperti itu? sebenarnya dirinya pernah mendengar rentetan kejadian yang menimpa sahabatnya dulu, salahnya menurut dr Imam kenapa dr Prabu tak gigih memperjuangkan perasaannya dan meninggalkan Retno tanpa ada kepastian hanya putus begitu saja saat orang tua Retno menolak lamarannya, kalau dirinya berada di posisi itu akan terus saja berusaha bukan malah lulus kuliah melamar tak di terima lompat begitu jauh ke luar Pulau dan datang kembali hanya tetap membawa kenangan dan sakit hati.

__ADS_1


Retno begitu cantik dan begitu menarik pantas saja sahabatnya dulu cinta mati dan sakit hati dibuatnya, gadis ningrat priyayi berdarah biru mungkin sesuatu yang tidak aneh lagi di zaman sekarang, tapi perbedaannya jelas berbeda darah yang mengalir di tubuh Retno berasal dari keturunan raja raja zaman dulu dan jelas mewarisi


potongan muka yang unik lain pada umumnya semua menarik perhatian dr Imam SpOG.


Akan aku jadikan comblang diriku sendiri dan dengan caraku bagaimanapun caranya dan aku kerahkan kemampuanku untuk menyatukan si Prabu dan Retno kembali. Aku yakin keduanya masih saling cinta, akan jadi kebahagiaan tersendiri buatku.


Dan dr Imam tersenyum sendiri merancang bagaimana cara bisa mendekati Retno dan menggali semua isi perasaannya dan meyakinkan kalau mereka berdua masih saling cinta, akan aku buat Retno bisa menceritakan isi hatinya dan pandangannya terhadap sahabatnya dr Prabu.


Dr Imam mengakui kecerdasan sahabatnya di masa kuliah dan saat sekarang menduduki jabatannya tapi tak begitu cerdas saat menghadapi seorang perempuan nyalinya hilang dan kemampuannya melempem, terbukti sampai sekarang masih menjadi High Quality jomblo dan menikmati malam minggu dan libur sendirian.


Banyak suka duka dr Iman dan dr Prabu yang mereka lalui bersama terkadang orang lain memandang mereka aneh dan mungkin negatif sebagai pasangan penyuka sesama jenis Astagfirullahaladzim! dan saat inilah dr Imam akan berusaha membuat salah penilaian orang terhadap dirinya dan dr Prabu.


Aku akan membuat si Prabu Seto Wardhana menemukan cintanya kembali dan seseorang yang ada di hatinya sudah ada di hadapan mereka.


Tinggalkan jejak dan dukungannya, setengah mohon😆 komen, like, hadiah dan votenya✌️💝

__ADS_1


__ADS_2