
Malam harinya...
Acara lamaran adat Jawa akan di laksanakan. Rasanya seperti mimpi yang jauh dari perkiraan, akan semudah ini semuanya berjalan, terkadang semua yang tak terduga membuat dr Prabu tertegun.
Walau jauh sebelum keberangkatannya dr Prabu telah
siap dengan segala kemungkinan dan hal tak terduga seperti ini.
Siap dengan pakaian terbaiknya, dengan cincin sebagai tanda serius, juga dengan finansial sebagai bahan serah juga yang lainnya.
Wajah bahagia terlihat di wajah Retno juga dr Prabu dan anggota keluarga lainnya, semua tampak bersuka cita dengan kebahagiaan.
Semua anggota keluarga dan kerabat sibuk berkali lipat dengan tugasnya masing-masing.
Romo nya Retno memanggil kembali putrinya dan dr Prabu ke ruang keluarga, untuk sedikit di beri pengarahan karena acara begitu mendadak tanpa persiapan dari kedua belah pihak.
Juga karena dari pihak dr Prabu sebagai yang akan menjadi pelamar hanya dirinya sendiri.
"Silahkan duduk. Romo mau ada yang di tanyakan pada kalian berdua."
Retno dan dr Prabu duduk berdampingan berhadapan dengan Romo nya Retno.
"Perjalanan menuju pernikahan untuk setiap pasangan berbeda-beda, salah satunya adalah mengadakan tunangan terlebih dahulu sebelum melangkah ke pelaminan."
"Iya Romo."
"Acara tunangan ini umumnya dilakukan sebagai bentuk komitmen kedua pasangan, untuk mantap melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius. Juga, pertunangan ini menjadi ajang pertemuan keluarga kedua belah pihak untuk saling mengenal dan menjadi awal mula membangun ikatan kekeluargaan yang lebih besar di masa depan."
"Iya Romo, maafkan aku bukan aku tidak menghargai keluarga di sini, tapi ini keadaan tak terduga, tapi aku yakin orangtuaku merestui pertunanganku besama Retno."
"Ya, walau dirasa ganjil tak apa, mungkin Keluarga Romo dalam waktu dekat akan berkunjung pada keluarga Nak Prabu untuk kesepakatan mencari tanggal dan hari baik bersama keluarga Nak Prabu."
"Keluargaku pasti menyambut khabar gembira itu Romo, akan kusampaikan pada kedua orangtuaku."
"Sebelum melakukan acara ini, ada syarat tunangan yang harus diketahui oleh kedua belah pihak pasangan. Apa saja syarat tunangan yang perlu dipatuhi?"
Dr Prabu dan Retno menyimak ucapan Romo nya.
__ADS_1
"Acara pertunangan sering dikenal sebagai acara pertukaran cincin antara kedua pasangan. Pertukaran cincin ini sebagai bentuk ikatan komitmen antara kedua pasangan untuk melangkah ke pelaminan. Karena itu, pihak laki-laki perlu membawa cincin tunangan sebagai salah satu syarat tunangan. Apa Nak Prabu sudah mempersiapkan?"
"Sudah, Romo."
"Pada sebagian tradisi, cincin tunangan harus sepasang karena akan disematkan pada jari perempuan dan laki-laki. Namun, sebagian tradisi lainnya meyakini jika cincin tunangan hanya dikenakan oleh pihak perempuan karena perhiasan tersebut dianggap sebagai wujud penerimaannya terhadap lamaran laki-laki. Nak Prabu bisa menentukan jumlah cincin serta pihak yang memakainya sesuai dengan referensimu dan pasanganmu nanti."
"Kita mempersiapkan dua cincin Romo, satu buatku dan satunya buat Retno."
"Ya, sebelum melakukan pertunangan, masing-masing kedua calon mempelai harus berada dalam status lajang atau nggak dalam keadaan menikah. Jika salah satu di antara kedua pihak merupakan orang yang pernah menikah, pastikan jika status pernikahan sebelumnya telah usai dan ia telah resmi menjadi single duda atau janda. Kalau perpisahannya dengan pasangan sebelumnya masih dalam masa proses, artinya ia belum single resmi. Ada baiknya untuk membicarakan hal ini terlebih dahulu sebelum mengadakan pertunangan."
Dr Prabu tertegun sesaat akan posisi dirinya yang pernah bikin masalah dengan Alya. Merupakan tohokan bagi dirinya saat akan memasuki saat-saat sakral lembaran pernikahan.
Tetap semua menjadi beban dan mungkin suatu saat akan menjadi bom waktu buat dirinya dan Retno, juga pernikahannya.
"Aku orang bebas Romo, belum pernah ada ikatan dan komitmen dengan siapapun, jadi aku siap melamar Retno." Dr Prabu melirik Retno sambil tersenyum.
"Ada syarat, dan ini merupakan opsional, sebagian pasangan ada yang menyertakan seserahan dan memberikannya pada saat tunangan. Dengan begitu, pihak laki-laki nggak perlu membawa seserahan lagi saat hari pernikahan, bagaimana menurut Nak Prabu?"
"Gimana sayang baiknya, dan maunya kami seperti apa?"
"Aku nggak tahu, gimana baiknya aja menurut Mas Prabu." Romo nya Retno tersenyum.
"Sepertinya saya begitu Romo, karena kurangnya persiapan."
"Iya, nggak hanya lamaran dan pernikahan, pun ada juga tradisi dalam melangsungkan acara tunangan. Masing-masing daerah maupun suku memiliki budaya tunangan yang berbeda, Jika Nak Prabu dan pasangan memutuskan untuk menggunakan adat budaya dalam melaksanakan pertunangan, pastikan semua komponen yang dibutuhkan ada dan siap di hari ini."
"Seperti harus persiapkan apa Romo?"
"Misalnya Nak Prabu menggunakan tunangan dengan budaya Sunda, pihak laki-laki perlu mempersiapkan ikat pinggang untuk diberikan pada pihak perempuan karena itu termasuk dalam proses pertunangan, Jika menggunakan budaya Jawa, pihak laki-laki perlu mempersiapkan seserahan karena itu termasuk dalam proses yang bernama Peningsetan. Masih banyak lagi budaya pertunangan dari daerah maupun suku lainnya. Jadi, persiapkan dengan matang agar proses pertunangan berjalan lancar dan khidmat."
"Wah sungguh aku nggak ngerti, aku ikut gimana Romo saja, yang penting inti dan tujuanku tersampaikan dan di terima."
Dr Prabu merasa pusing sendiri.
"Haaaaaaaa...baru segitu sudah pusing, belum lagi acara pernikahan nanti adat Jawa, dengan segala prosesi yang wajib di jalani." tawa Romo begitu nikmat nya melihat calon menantunya mulai kebingungan.
"Karena pertunangan juga sering menjadi ajang pertemuan dua keluarga calon pengantin, sangat diharapkan agar keluarga inti datang dengan lengkap. Ini juga menjadi bukti itikad baik dari masing-masing pihak untuk membangun hubungan baru yang lebih erat. semua itu sementara tak ada dan Romo maklumi."
__ADS_1
"Iya, Romo."
"Dalam beberapa agama, seenggaknya ada pemuka agama yang harus ada dalam acara pertunangan. Sang pemuka agama bertugas untuk memimpin doa serta membantu menentukan hari baik untuk acara-acara besar selanjutnya, seperti lamaran dan/atau pernikahan. Beliau pun juga dapat memberikan ceramah singkat mengenai kehidupan rumah tangga dan petuah-petuah bijak pada calon pengantin yang akan baru akan memantapkan hatinya, mungkin itu kita satu kepercayaan kan Nak Prabu?"
"Iya Romo, saya mengerti."
"Itulah syarat tunangan yang perlu kalian ketahui, Masing-masing syarat dapat berubah tergantung kepercayaan yang kamu anut dan tradisi yang kamu gunakan. Namun, syarat utama dalam tunangan adalah cincin. Karena pada dasarnya, pertunangan merupakan pertukaran cincin atau pemberian cincin tunangan dari pihak laki-laki ke pihak perempuan sebagai bentuk ikatan dan komitmen sebelum lanjut ke pernikahan."
"Minum Mas teh nya nggak usah tegang." Retno menyenggol tangan dr Prabu yang masih agak bingung.
"Pokoknya aku serahin pada keluarga di sini, Aku ikut saja."
"Iya, Romo sudah menduganya akan seperti itu, haaa..."
Retno dan dr Prabu jadi ikut tertawa juga.
"Romo, kita pamit dulu mau ada yang di beli buat kelengkapan acaranya nanti."
"Oh , Monggo silahkan."
.
.
.
Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya 🤦😆💝🙏
...Hai, readers tercinta! habis baca...
...Biarkan Aku Memilih Jangan lupa mampir ke karya terbaik bertitel, Berbagi Cinta :...
..."Aku, Madu Sahabatku"...
...By RUTH 89 baca, like, comment vote dan beri hadiah...
...juga ya🙏...
__ADS_1