Biarkan Aku Memilih

Biarkan Aku Memilih
Kejujuran pengakuan


__ADS_3

"Ibu, ini aku Prabu anakmu datang, bangunlah Bu, aku ingin bicara."


Dr Prabu duduk di tepi tempat tidur menggoyangkan dan mengusap lengan Ibunya perlahan.


"Ibu tidur?" Ibunya bergerak tapi tetap posisi tidur membelakangi pintu masuk.


"Ibu, bangunlah Bu."


Ibunya bergerak menandakan tahu dan mendengar kalau anaknya yang datang. Akhirnya anaknya datang juga.


"Aku minta maaf, minta ampun Bu. Semua mungkin tak seperti yang Ibu bayangkan. Ibu bisa bertanya apapun padaku dan juga aku siap memberikan penjelasan tentang semua ini."


Perlahan Ibu dr Prabu bangun dengan muka pucat, menatap anak kesayangan dan kebanggaannya. Ingin marah dan mengungkapkan segalanya, tapi adilkah sebelum dirinya mendengar penjelasan?


Bijaksananya seorang Ibu dalam keadaan apapun harus tetap bijak, menyikapi permasalahan yang di hadapi anggota keluarganya.


Mendengar, mempertimbangkan, mengarahkan dan memaafkan tiap kesalahan dan menjadikan pelajaran setiap kejadian.


"Ibu percaya semua kata dan ucapanmu Nak, tapi kali ini Ibu meragu setelah Ibu mendapat khabar pagi tadi. Ibu merasa gagal mendidik dan mengarahkan kamu."


"Ibu, aku nggak seperti itu, aku bukan anak bodoh yang bisa melakukan semuanya tanpa perhitungan, tapi aku juga manusia biasa yang punya emosi dan rasa marah."


Ibunya diam menatap anak bujang nya yang bersimbah airmata tak seperti biasanya.


Mengadu dan meminta maaf.


"Aku manusia biasa Ibu, punya marah, emosi dan rasa benci. Saat itu aku terinjak, terhina dan di perdaya oleh seorang perempuan, apa aku salah membalas dalam keadaan begitu? hanya itu yang bisa aku lakukan membalaskan saat itu juga dengan amarahku. Aku di jebak di racun dan di manfaatkan secara keji dan menjijikan."


"Apa Ibu harus percaya?"


"Itu hak Ibu dan semua keluarga untuk percaya ataupun tidak, tapi tolong dengarkan kejujuran ku hanya itu pintaku."


"Ibu selalu percaya pada anak-anak Ibu. Tapi bukan Ibu membenarkan perbuatan mu, Ibu juga punya anak perempuan, Apa tanggungjawab mu pada Nak Alya nanti?"

__ADS_1


"Aku belum berfikir ke arah sana Bu, Aku akan meminta pendapat Retno setelah kami menikah."


"Jalankan rencana baikmu, Ibu mendo'akan semoga semuanya lancar."


"Ibuuuuuu...tetaplah percaya padaku, karena aku siap dengan penjelasan semuanya apapun yang Ibu tanyakan aku siap dengan jawaban." Dr Prabu menangis memeluk Ibunya, mereka ber-tangisan.


Intan yang menyaksikan di pintu menangis juga, Bapaknya yang duduk di sofa hanya mengusap mukanya dan menghela nafas dalam-dalam.


"Ibu tak tahu seperti apa akhlak mu di luar sana, tapi Ibu yakin kamu masih menjadi anak Ibu yang baik, yang tahu sopan santun dan tata krama."


"Aku akan selesaikan semuanya, tapi setelah aku melangsungkan pernikahan."


"Apa kamu pulang ke sini bersama Nak Retno?"


"Tidak Bu, Retno ada di Bandung mau beres-beres di tempat kost nya, juga bertemu dulu teman temannya"


"Apa Nak Retno sudah tahu semuanya?"


"Belum, dan jangan tahu dulu Bu, aku mohon pada keluarga di sini jangan sampai Retno tahu dulu.


"Satu kesalahan, kamu telah menyembunyikan sesuatu dari calon istrimu kamu akan membawa masalah pada pernikahanmu sendiri."


"Tak ada pilihan Bu, seandainya aku buka semua sekarang sebelum pernikahan kemungkinan pernikahan gagal. Aib dan malu untuk semua keluarga kedua belah pihak dan semua kesalahanku terbongkar sebelum waktunya, padahal itu bukan kesalahanku Bu, Aku diperdaya dan di jebak sehingga semua orang juga akan emosi dan marah pada saat itu, aku diracuni sehingga aku tidak sadarkan diri dan tertidur."


"Ibu percaya padamu kamu tak pernah berbohong pada Ibu, selain bohong masih punya duit saat kuliah dulu padahal kamu sudah tak punya duit, Ibu harap kamu bisa menemukan jalan keluar terbaik dan bisa menyelesaikannya."


Ibu, asal Ibu percaya padaku aku akan menyelesaikan semuanya. tadinya aku tak mau melibatkan keluarga dalam hal ini, tapi semua tak berjalan seperti yang di harapkan."


"Sekarang Ibu dan keluargamu harus bagaimana?"


"Seperti biasa saja, seakan tak terjadi apa-apa, aku berpikir jauh kedepan seandainya keluarga Retno tahu, Romo nya habis sakit akan seperti apa tanggapan dan penerimaan mereka, aku mohon tutupi dulu semua masalahku ya Bu."


Ibunya hanya diam tak mengangguk ataupun mengiyakan juga menyanggah dan menolaknya.

__ADS_1


Anaknya dalam masalah besar, sebagai orangtuanya pasti akan terlibat juga, mau tidak mau siap tidak siap orangtua ada di pusarannya.


Ibunya menatap dr Prabu dengan perasaan perih, saat ini anaknya akan bahagia malah datang permasalahan yang tak di sangka sangka jauh dari dugaan dan perkiraan.


"Apa yang akan di lakukan mu sekarang Nak?"


"Aku hanya ingin pernikahanku berjalan sesuai rencana Bu, aku mohon tolong Bu kabulkan permintaanku ini."


"Jangan memohon pada Ibumu anakku, Ibu adalah tempat terkabulnya do'a dan permohonan mu tanpa di pinta pun."


"Ibu, terimakasih..."


"Hanya, ada pinta dan harapan Ibu padamu Nak, akuilah kesalahanmu di hadapan istrimu kelak, mintalah maafnya karena itu yang akan mengantar tenang langkah langkah kakimu kedepannya, juga akuilah kalau itu anakmu, walau kamu tak mencintai Alya."


.


.


.


Tinggalkan jejak mu say! like komen dan hadiah juga vote nya sebagai semangat up nya 🤦😆💝🙏


...Hai, readers tercinta! habis baca...


..."Biarkan Aku Memilih"...


...Jangan lupa mampir ke karya...


...terbaik bertitel,...


..."Pesona Aryanti"...


...By Enis Sudrajat, baca, like,...

__ADS_1


...vote dan beri hadiah ya!...



__ADS_2