
BRAKK!!!
Suara tabrakan keras terdengar ketika seorang gadis terlihat menghantamkan adik perempuannya ke tembok. Dia melakukan hal itu begitu kuat sampai membuat retakan besar pada dinding, tatapan matanya sangat dingin dan mencela.
“Kenapa kau begitu ceroboh? Menaruh tahanan tak dikenal satu sel dengan Callista? Membuat malu Ayah serta membuat adik bungsu kita dibawa lari, seharusnya kau mati saja. Aris”
“Akh....ekh....maaf....kak....”
“Ethel berhenti, jangan buat aku sampai kehilangan anak lagi” tegur Kris tanpa memandang dua putrinya.
“Ayah terlalu baik, setidaknya biarkan aku memberinya teguran”
KRAK!
Selepas berkata seperti itu, perempuan bernama Ethel mematahkan leher Aris bak mematahkan lidi tipis. Darah deras mengucur dari luka Aris sehingga ia tersedak, Dexi cepat – cepat mendekat untuk memulihkan kondisi saudari kembarnya dengan mengalirkan Agnet.
Kejadian tersebut begitu mengejutkan bagi banyak orang, tapi sebenarnya merupakan hal biasa di keluarga Tepes. Kris sendiri dulu pernah membunuh beberapa saudara kandungnya demi mendapat posisinya saat ini.
“Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan? Ayah tidak mungkin hanya diam saja bukan?” Ethel menatap santai Kris.
“Hehehe, kau memang tidak sabaran. Sekarang karena dirimu dan Galahad telah tiba di rumah, lengkap sudah persiapan kita untuk menyerang”
“Lalu? Apa lagi yang kita tunggu?”
“Beberapa uluran tangan”
Kris sudah mengirim beberapa surat permintaan bantuan kepada anggota Tujuh Dosar Besar lain, ada empat orang menanggapi panggilannya. Antara lain Moona yang tiba diawal untuk mencari Arya, disusul oleh Greenhook dan Lorem. Sementara Euryale, Queri, beserta Avarum tak memberi respon.
Rapat dilakukan di kediaman Kris, sebagai orang yang telah bertemu dan berinteraksi dengan Arya. Moona maupun Lorem diharapkan ikut serta dalam penyerbuan ini. Nyatanya tidak seperti itu, Lorem sangat tegas menentang ajakan Kris.
“Aku menolak! Dia sudah menolong adikku, orang macam apa aku ini sampai tidak tau balas budi? Aku tidak perduli ia Elementalist atau apa pun” ucapnya sebelum segera meninggalkan meja diskusi.
“Rem? Kau punya hak untuk menolak, tapi ingat satu hal. Jangan berpikir kau bisa menolongnya”
“Kris?! Apa itu sebuah ancaman?” langkah Lorem seketika berhenti kemudian mendelikkan mata ke arah si Vampir.
“Tentu saja bukan, hanya sedikit saran dari seorang teman” sahut Kris tersenyum lebar.
“Ck!”
__ADS_1
Lorem melenggang keluar tanpa menoleh lagi sedikit pun, Liliem yang ikut serta dengannya mendekat ketika melihat sang kakak muncul. Raut wajah Lorem cukup membuatnya tau seburuk apa situasi ini.
“Apa kita tidak—“
“Maafkan aku Liliem, kita cuma bisa mendoakannya saja” bisik Lorem penuh penyesalan.
Moona sejak tadi cukup tenang, ia tau perseteruan dengan Kris harus ditunda terlebih dahulu demi membalaskan dendam Millos. Moona berjanji akan membuat bocah penipu itu menyesal, sedangkan Greenhook di sini juga datang karena telah kehilangan salah seorang putranya ditangan Arya.
“Bagaimana sekarang? Apa kau yakin ingin berperang melawan Dracula Queen dengan hanya kita bertiga?” Greenhook menaikan alisnya.
“Sendiri pun akan kulakukan” geram Moona.
“Tak apa, aku masih punya rencana B. Sepertinya seseorang harus melunasi hutangnya”
Tengah malam hari itu, pasukan Ghoul pimpinan Avarum tiba. Pria tersebut menunjukan wajah tidak senang, berkumpul bersama Vampir, Werewolf, dan Goblin bukanlah hobinya. Begitulah pasukan penyerbu kediaman Kruel Tepes terbentuk.
------><------
“Vampir yang membuat pusaka ras lain menjadi Grimoire miliknya, Red Witch. Kruel Tepes” Greenhook mengadah ke arah langit kemerahan sambil tersenyum bodoh menunjukan gigi – gigi kuning miliknya.
Kruel sudah menunggu kedatangan Vampir bejuluk Pride Sins tersebut di perbatasan pekarangan kediaman miliknya bersama Arya dan Callista. Awalnya Kruel tidak ingin membawa mereka, namun keduanya memaksa jadi apa boleh buat.
Empat Vampir yang nampaknya cukup kuat mengapit Kris, Arya mengenali salah satunya yaitu Aris. Vampir yang telah menangkap kemudian mempertemukannya dengan Callista, tatapan murka Aris tak mampu bepindah dari adik bungsunya di seberang.
Kemudian ada juga saudara kembarnya yang kalau Arya tidak salah ingat bernama Dexi, sementara dua orang lainnya tidak dia ketahui. Namun kemampuan mereka tidak bisa diremehkan, menurut insting Arya. Kekuatan milik keduanya hanya berbeda tipis dari Kris.
“Kunjungan kalian sungguh membuatku tersanjung, ada apa gerangan sepupuku tercinta beserta keponakan – keponakanku yang imut ini datang?”
“Cukup basa – basinya Kruel, kuberi peringatan terakhir. Kembalikan putriku dan anak itu, maka kami tidak akan meratakan tempat tinggalmu”
“Pfft!? Hahaha lucu sekali, kau tau? Semakin dirimu menginginkan mereka berdua. Semakin sukar diriku memberikannya” Kruel tergelak riang.
“Kau juga seharusnya sudah tau, aku pasti mendapatkan apa yang kuinginkan. Bagaimana pun caranya” bisik Kris menimpali.
“Callista?....Kemarilah, ayo kita pulang. Kami membutuhkanmu” salah satu Vampir perempuan kuat di samping Kris menjulurkan tangan.
__ADS_1
“K..k..kak Ethel....?” gumam Callista membelalakan mata.
Dalam sepersekian detik berikutnya, terjadi sebuah kejadian luar biasa. Arya menarik Callista ke dekapannya kemudian melepaskan tebasan kuat menuju arah atas, membuat hutan – hutan pekarangan milik Kruel terbagi dua sepanjang tempat mereka berdiri sampai perbatasan di ujung Timur.
Semua orang kaget bukan main, hanya Kruel saja yang terlihat tenang. Semua bawahan miliknya berusaha menjauh dari Arya, namun tiba – tiba jatuhlah potongan lengan di hadapan mereka disusul suara teriakan kesakitan.
Entah dari mana, muncul seorang Vampir memegangi tangannya yang sudah terpotong. Barulah di sana anak buah Kruel sadar, ada penyusup berkemampuan Stealth masuk dan berusaha merebut Callista. Gerakan Arya tadi semata – mata untuk melindungi gadis tersebut.
“A..Ar..Arya?” Callista memanggil heran.
“Kau tidak apa – apa? MiLady? Hehehe....” bisiknya sebelum memenggal kepala si penyusup.
Mata Arya mengeluarkan aura merah, gigi taring menonjol keluar dari bibirnya. Callista tidak tau kenapa, tapi dia yakin ini bukan Arya yang biasanya. Sikapnya sudah berubah seratus delapan puluh derajat, ia tersenyum lebar sambil menempelkan wajahnya sedekat mungkin dengan Callista.
Membuat gadis itu tidak bisa tenang, sebenarnya beberapa saat tadi. Ketika penyusup berusaha menggapai Callista, Arya merasakannya lalu secara tidak terduga jantungnya memompa darah begitu cepat. Sehingga kekuatan hebat muncul seketika.
“Hihihi....hahaha! Aku mengucapkan terima kasih Kris, berkat dirimu. Mode Servant miliknya telah terbangun” Kruel bertepuk tangan senang.
Ketika berada pada mode Servant, Arya tidak memperdulikan apa pun selain Callista. Hanya keselamatan tuannyalah prioritas utama, hal ini terbukti dari tebasan tadi. Seharusnya dia tidak perlu menggunakan kekuatas sebesar itu cuma demi memotong lengan seorang penyusup.
“DASAR BOCAH SIAL!“ umpat Kris tidak percaya.
“Kau melihat kemana?” Kruel mengarahkan cepat ujung payungnya ke depan.
“MUN—“
“Kyma Ekrixis!!!”
Sinar merah terang membelah pasukan gabungan dari jarak begitu jauh, beberapa beruntung bisa menghindar. Namun semua yang terkena segera hangus menjadi abu, itu sudah cukup menjadi tanda dimulainya perang besar ini.
Author Note :
((FUNNY STORY!!!))
Ada sebuah kejadian menarik nan kocak sebenarnya akhir - akhir ini. Salah seorang pembaca Elementalist yang namanya gk perlu disebutkan lah ya. He said "What the hell of this story!? It's so f*ckng boring" (he leaft comment like that actually). Kemudian yah....tidak berselang beberapa lama dia meninggalkan komentar lagi\, and....now he just become one of you Readers. So....kalalu lu bosen dari awal\, kenapa lanjut baca? Aren't you ashamed of yourself? Isn't like you are licking your own spit? Pelajaran yg bisa diambil dari kisah ini adalah ya...."Don't Judge a Book by its Cover" okay? (Lagi pula chapter - chapter awal itu dibuat pas gw baru bgt nulis) (kosa kata kacau balau\, banyak pengulangan kata\, dan sebagainya) (even myself feel cringe when reading it) (LoL). Saran aja sih kalau emg gk sesuai selera lu\, jgn dibaca. Nanti ketagihan\, malu anying wkwkwk ( ͡° ͜ʖ ͡°)** Oh iya btw persyaratan like tetap berlaku yo! Fufufu....***
- Two More Chapters Left-
__ADS_1