
Sembari memegang erat tongkat sihirnya, seorang pemuda dengan tubuh babak belur berusaha merangkak menuju tepi jurang akibat merasakan kemuncalan aura – aura mengerikan. Dekat situ telah lebih dulu hadir perempuan berjubah perak menatap serius sekumpulan orang di kejauhan tanpa berkedip sekalipun.
“Kakak....”
KRAKK....!!!
“ARGH....?!!”
Teriakan kesakitan Ryan menyadarkan Kyra, ia menoleh dan menemukan anggota The Figment Squadron meringkus Ryan. Kedua pria yaitu Ikey serta Shaqihr mengunci lengannya sementara Hanna menginjak kepala anak laki - laki itu cukup keras sampai menghasil bunyi tulang entah bergeser atau patah.
“Tidakkah kalian terlalu bersikap kasar kepadanya?”
“Diam Laura! Kau lupa perbuatannya mengacaukan Five Stars Heavenly Tournament? Tikus penipu ini pantas diperlakukan layaknya sampah! Dasar Half-Witch menjijikan!” pungkas Hanna pedas.
“Ugh....”
“Apa sebaiknya kita patahkan saja tangannya agar tak dapat mengangkat tongkat sihir selamanya? Lagi pula semua peningkatan kekuatanya sekarang berkat didikan sekolah bukan?”
“A...ak...aku paham dia bersalah, namun tidak perlu sampai segitunya” Fibetha mencoba meyakinkan teman – temannya.
Bella maupun Laura memilih memalingkan wajah dari pada ikut berdebat, sedangkan Sierra berjalan mantap mendekati Ryan seolah mengajukan diri untuk melakukan eksekusi jika memang harus menghancurkan aset paling berharga penyihir miliknya.
“Pertama kau, kemudian si rambut putih brengsek. Kalian sama – sama pencuri sekaligus pengecut menyedihkan, akan kupastikan kau ikut menyaksikan saat kami meremukkan tangannya....”
“Ta....”
DEG!!!
Pergerakan Ryan menyebabkan mereka terkejut sebentar, tetapi Sierra langsung sigap melepaskan tendangan keras mengenai kepalanya sampai pemuda itu terjerembab lagi ke tanah. Hanna berkacak pinggang sambil mengeluarkan santai senjatanya terus bertanya dingin, “Apa kau bilang barusan?”.
“TARIK KATA – KATAMU! IDIOT....!!! CUIH!” teriak Ryan dengan mulut penuh darah.
Usai meludah Ryan berusaha bangkit cuma berbekal jidatnya sebagai pondasi, Ikey dan Shaqihr kaget akibat besarnya tenaga yang dapat orang tersebut hasilkan bahkan dalam kondisi kepayahan seperti sekarang.
“Oi...Ryan? Kau bisa mati kalau begitu...” Bella menasehatinya.
“DIAM! PERSETAN ATAS JANJIKU KEPADANYA! AKU RELA KAU HINA, MAKI, ATAU HAJAR SEKALIPUN TAPI JANGAN PERNAH MENJELEK – JELEKKAN SAHABATKU KEPARAT!”
“HAH—“
“KALIAN PIKIR JIKA BUKAN KARENA PERBUATANNYA MENJADIKAN DIRI SENDIRI SEBAGAI KAMBING HITAM KALIAN MASIH HIDUP LALU MENDAPAT PELATIHAN DARI PARA PETINGGI RAS WITCH!? SEANGKUH ITUKAH PIKIRANMU HAH!?”
“PRIA GILA INI!? KAU TENGAH MENGIGAU YA!? KEPALAMU TERBENTUR TERLALU KERAS ATAU APA?!” Hannah menarik kerah baju Ryan penuh amarah.
__ADS_1
“Wahai Nona Vonsekal yang pintar, gunakan sedikit otak cerdasmu. Jujur aku pribadi tidak pernah menganggap kalian teman, di mana pun Witch sama saja bagiku. Hanya sekumpulan makhluk sombong yang berjalan dengan hidung terangkat tinggi – tinggi, jadi bagaimanapun nasip kalian aku tak mau tau....
Tetapi pemikiran ia berbeda, pernahkah kau merenungkan apa jadinya semisal kami tidak bersikap seperti seorang penjahat dan langsung kabur saja usai merebut pusaka berharga kalian? Coba pikirkan baik – baik apa manfaatnya bagi kami mengorbankan nyawa waktu itu? TAK ADA! SEMUANYA CUMA DEMI MENDAPAT CAP SEBAGAI PENIPU! Mengapa? Oh ayolah masa tidak satupun dari kalian mampu menebaknya?”.
“Eksekusi mati karena dianggap bersekongkol dengan musuh....” gumam Laura pelan.
CTAK!!!
“HUAHAHA TEPAT SEKALI....! Lalu sekarang mari berkaca kemudian lihat perbedaan akibat tindakan kecil darinya dan berikan aku jawaban, siapa sebenarnya yang pengkhianat?”
Seketika seluruh anggota The Figment Squadron mematung seakan terkena tamparan keras, mereka ingin mencari kejanggalan dalam penjelasan Ryan untuk dijadikan alasan semuanya cuma bualan belaka namun ingatan tentang sifat asli Arya saat bersama – sama sekolah di Magihavoc semakin menguatkan dugaan tersebut benar adanya.
“Bohong....semua ini tidak nyata....”
“Hah...tanyakan saja kepada Ketua kalian, dia sejak awal sudah mengetahuinya kok. Sepertinya kau juga berjanji supaya tidak membocorkannya ya?”
“Kyra?”
Setiap pasang mata segera tertuju pada sang Silver Magician, Kyra tidak berkomentar apapun sewaktu Ryan membeberkan misi rahasia dirinya menemani Arya dulu. Bahkan salah satu pesan terakhir Arya sebelum pergi meninggalkan Kyra adalah memastikan anak – anak The Figment Squadron aman dan luar biasanya semua rencana itu berjalan mulus sampai saat ini.
“Kemarilah Ryan, akan kubantu pemulihan luka – lukamu. Tiba saatnya tuk berubah haluan....peranku sebagai agen ganda sudah berakhir” Kyra berujar sembari mengikat rambut perak miliknya.
------><------
“Ini cukup menguntungkan karena kita tak perlu mencari mereka per orang, tujuh Elementalist ditambah satu tikus laboratorium telah berkumpul tanpa diminta....” Kris menyeringai puas.
“DATANG!”
Bersamaan dengan seruan peringatan Arya pelindung sihir Merlin yang mengelilingi anggota – anggota Fatum perlahan memudar, Garyu langsung maju untuk mengambil posisi siap menyerang. Agnet Dragon Shio berkumpul deras di kepalan tangannya kemudian ia ayunkan penuh tenaga.
“Twin Head Temple Special Techniques; Sōgi no Hi”
WUSH...!!! BURN...!!!
Energi pukulannya melesat membentuk kepala naga membara mengincar tempat para Elementalist berada, belum sempat antara Timothy ataupun Lexa membentuk tembok penghalang. Asuna lebih cepat bergerak menyatukan telapaknya terus membelah serangan barusan menggunakan tarian anggun.
“Menyerang Elementalist Api memanfaatkan jurus bertipe sama? Kau bercanda?”
Sindiran Regulus membuat urat saraf Garyu berdenyut kesal, sementara pihak seberang menelan ludah berat melihat tanah di kedua sisi masing – masing hangus hebat serta berandai – andai jika Asuna tak ada kemungkinan mereka akan bernasip serupa.
“Ali?”
“Ya?”
__ADS_1
“Tolong jaga dia agar tidak bertindak bodoh....” pesan Asuna sembari berjalan ke depan.
“Dimengerti!”
“Oi!? Asuna?! Ugh...!?” Arya hendak berdiri tetapi rasa nyeri pada perutnya memaksa dirinya kembali terduduk.
Tiap langkah gadis itu menyebabkan pijakannya mengeluarkan asap, Elementalist yang lain saling bertukar pandangan sebentar lalu mengangguk. Semuanya menyusul Asuna dengan ekspresi percaya diri, petinggi – petinggi Fatum menatap rendah sekumpulan bocah tersebut.
“Hey kalian!?”
“Perhatikan baik – baik Kapten....”
“Ini giliranmu melihat punggung kami dari belakang....” Lexa menggemertakan buku – buku jarinya penuh semangat.
Saat Arya masih kebingungan juga cemas bukan main, aura merah mengucur keluar melalui sekeliling badan Asuna. Menciptakan sesosok makhluk besar misterius, kejadian persis sama ikut menimpa Zayn, Kevin, Timothy, Lexa, beserta Rena.
“Bishamonten....!”
“Oh....mereka mengaktifkan Maste—“
“Mangetsuho....Enma...!”
Kris gagal menyelesaikan kalimatnya akibat kemunculan pedang api raksasa usai Asuna mengaktifkan jurus, Merlin menyadari datangnya bahaya kemudian buru – buru menciptakan sihir pengalang sekali lagi. Namun melihat skala kekuatan teknik dihadapannya ia memilih memfokuskan seluruh kemampuannya menuju lini depan ketimbang membuat bola seperti sebelumnya.
ZING...!!!
Tiba – tiba secara mengejutkan dan bersamaan mereka kedatangan sosok tidak diundang, Elizabeth bersama Selena yang sudah berada dalam mode Master ditambah Kyra melakukan pengepungan dari sisi kiri, kanan, serta belakang.
“Neptunia Octagon!”
“Pendragon Rancour!”
“Silver Mercury!”
JDUARRR....!!!
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.
__ADS_1