
Sijy, Lore, dan Teluq adalah tiga orang Vampir kakak beradik. Walau hanya sebatas saudara angkat, ketiganya begitu dekat dan tidak pernah terlihat seperti itu. Mereka menjadi pelayan salah satu anggota keluarga Demon terkuat.
Sejak kecil Sijy, Lore, dan Teluq diberi arahan ketat sebagai pengabdi loyal, mereka sangat patuh kepada Tuannya. Suatu hari sebuah tugas diberikan, tiga bersaudara ini diminta menagih uang pajak kepada beberapa wilayah kekuasaan keluarga.
Dengan senang hati mereka menyanggupinya dan segera berangkat, didalam perjalanan berpapasanlah ketiga Vampir ini dengan salah satu pasukan suku Lizardman. Tanpa membutuhkan tenaga besar, prajurit – prajurit kadal itu ditaklukan.
Setelah membunuh ketua suku, komando ada pada tangan Sijy, Lore, dan Teluq. Mereka menggerakan pasukan Lizardman demi membantu menyelesaikan tugas yang diemban, perlahan satu demi satu desa mulai jatuh ke tangan mereka.
Karena merasa diatas angin, ketiganya mulai bersikap layaknya pemimpin. Memanfaatkan kekuasaan miliknya atas desa – desa tersebut, mulai dari sandang, pangan, dan papan ludes dinikmati oleh trio Vampir ini.
Mereka terus mengulur – ngulur waktu penyelesaian tugas dari Tuan mereka, sebenarnya ada beberapa alasan dibalik tindakan itu. Sejak berkuasa tiga bersaudara vampir memiliki hak atas seluruh nyawa penduduk.
Sehingga Sijy, Lore, dan Teluq dapat mengkonsumsi darah sepuas mereka, tidak seperti saat berada di rumah utama. Meminum darah adalah sebuah hal mewah sebab kualitas disana begitu tinggi, hanya para Vampir pemilik kontribusi besar untuk keluargalah yang berhak mendapatkannya.
Satu demi satu darah gadis – gadis desa dinikmati, membuat mental warga menjadi buruk. Akhir – akhir ini ketiganya merasakan ada sesuatu mengganjal dipikiran mereka. Terlihat penduduk desa tetap selalu memiliki persediaan makanan walau sudah dihabiskan untuk menyetor.
Usut punya usut ternyata ada seorang Imp menjadi pemasok pangan utama warga, tanpa menunggu lama tiga Vampir bersaudara mengirim pasukan Lizardman untuk memberi pelajaran hingga jera pada makhluk tak berotak yang berani melawan mereka.
Beberapa hari kemudian salah satu pelayan melapor sewaktu ketiganya sedang menikmati darah – darah gadis muda. Dia berkata pasukan Lizardman sudah datang bersama si Imp pengacau beserta sesosok orang berjubah misterius.
“Apa mereka menangkap seorang pembuat onar lagi?” tanya Teluq mengangkat sebelah alis.
“Aku tidak pernah menyuruh seperti itu, dimana mereka?” Sijy segera bangun.
“M...m...mereka menunggu di pintu masuk desa Tuan” jawab pelayan itu dengan tubuh gemetar.
“Hah? Untuk apa?” Lore menjilati bibirnya yang dipenuhi darah.
Walau sedikit ragu, si pelayan akhirnya memberitahu apa pesan kiriman orang – orang di luar. Perlahan mata ketiga Vampir menyala merah, senyuman ganas terlihat menghiasi wajah mereka.
“Para manusia kadal tak berguna itu sudah mulai berani rupanya, kupikir kematian tidak akan cukup untuk pembangkangan konyol ini”
------><------
“Tuan? Apa anda yakin?” Parvalas bersama pasukan Lizardman menatap Arya sambil mengucurkan keringat dingin.
Wajar saja mereka bersikap seperti itu, setelah melihat kemampuan mengerikan ketiga Vampir tersebut respon macam apa yang bisa diharapkan lagi. Arya mengangguk pelan demi menenangkan perasaan orang – orang ini.
__ADS_1
Dia bahkan mengizinkan siapapun berhak pindah kembali menuju sisi para Vampir jika takut akan mengalami hal buruk. Tidak ada satupun Lizardman berani bergerak, karena mereka tau apapun hasil kejadian ini. Mereka akan tetap terkena konsekuensinya.
Parvalas sendiri sudah siap jiwa dan raga, dia adalah alasan utama pasukan Lizardman melakukan pencarian. Walaupun sekarang misalnya berpihak ke para Vampir sekalipun, ia yakin pasti dibunuh. Sesuatu yang dapat disyukurinya adalah setidaknya anak bersama istrinya bisa aman untuk saat ini.
Arya mengangkat kepala sedikit ketika menyadari ada tiga siluet berjalan mendekat dari arah gerbang desa, ketiganya menggunakan pakaian hitam seragam. Tubuh tegap menjulang mereka sudah cukup menandakan kekuatan yang tidak biasa.
“Jadi kau? Si pemulung bermulut besar itu?” salah satu mulai berbicara.
“Kak Sijy, bolehkah aku membunuh para Lizardman dan Imp busuk disana?”
“Tentu, akan aku serahkan mereka padamu”
“Eh? Tidak adil, berbagilah separuh denganku Kak Lore!”
“Baik – baik, apa sih yang tidak untuk adikku. Satu ekor Imp kotor cukup bukan?”
“Apa?!”
Arya berjalan maju sedikit menjauh dari orang – orang di belakangnya, ia perlahan menjulurkan tangan ke arah tiga Vampir tersebut.
Suara tawa langsung menggelegar. Sijy, Lore, dan Teluq terbahak – bahak seakan mau pingsan. Parvalas, para Lizardman, bersama penduduk desa yang mengintip dari dalam saling pandang tidak percaya akan apa yang mereka dengar.
“PHUHAHAHA! Itu lucu sekali, kau memiliki kemampuan melawak”
“Hei kak, bagaimana kalau kita jadikan dia hadiah untuk nona? Aku yakin beliau pasti suka”
“Ide bagus”
Arya masih diam menunggu tiga bersaudara ini berbicara antusias, mengutarakan ide – ide gila siksaan bagi bocah bodoh dihadapan mereka sebelum dikirim ke rumah utama.
“Aku tidak tau kau Demon kampung dari mana, tapi kata – katamu sangat tak masuk akal. Dirimu seolah berkata mampu melawan tiga orang Vampire Rare-Tier seperti kami” Sijy menunjukkan seringai meremehkan.
“Apa ada yang salah?”
“Pfft?! Otaknya memang sudah rusak, asal kau tau kami adalah tiga pelayan utama keluarga bangsawan”
__ADS_1
“Lalu? Memangnya kenapa?”
“Kau tuli ya?! Apa kau tidak pernah dengan tentang keluarga—“
Tiba – tiba sosok Arya menghilang dari pandangan semua orang, ia muncul tepat ditengah posisi ketiga Vampir. Sehingga mereka masuk dalam jangkuan serangannya.
‘SIAPA DIA?! AKU TIDAK BISA MELIHAT DAN MERASAKANNYA SAMA SEKALI’ batin ketiganya kaget namun sudah terlambat.
“Justru itu mengapa aku bertanya, memangnya kenapa? Asal kalian tau, aku pernah bertarung melawan pemimpin ras kalian walau hanya tiga puluh menit” bisikan Arya bak melodi kematian ditelinga mereka.
“MUN—“
“Teknik Taekwondo Pemungkas Aliran Lee, Jihyeui Cheongso”
Arya mengentakkan sekali kaki kanannya ke tanah, perlahan Agnet hitam kelam mulai terlihat. Dan berikutnya yang terjadi adalah tiga kepala Vampir disekelilingnya terlepas dari badan masing – masing.
Tidak ada mata satu orang pun mampu mengikuti gerakan tadi saking cepatnya, sampai – sampai mereka lupa bernapas akibat terkejut. Sebenarnya Arya hanya melakukan satu tendangan sapuan namun dengan kecepatan begitu tinggi.
Sijy, Lore, dan Teluq sendiri bahkan tak akan tau bagaimana kepala mereka bisa terlepas. Itulah salah satu teknik Taekwondo mengerikan milik Jeremy Lee, Jihyeui Cheongso (Sapuan Kebijaksanaan).
Teriakan gembira terdengar dari dalam desa, tidak sedikit yang menangis bahagia setelah bisa memastikan desa mereka bebas dari penjajahan. Walau ada beberapa orang beranggapan Arya akan mengambil alih desa begitu melihat kekuatan besar miliknya tadi.
Dia membuang jauh – jauh ide tersebut, tak pernah dalam mimpi sekalipun ada pikiran memiliki sebuah desa Demon di dalam kepala Arya. Begitu kondisi sudah tenang, ia menyarankan lokasi desa dipindahkan saja ke sekitar tempat gubuk Parvalas berada demi keamanan.
Semua warga tentu setuju akan saran penyelamat mereka, setelah memastikan desa sudah dipindahkan walau dengan buru – buru. Barulah Arya bisa tenang, dia kemudian meminta izin untuk meminjam dapur milik keluarga Parvalas.
Tidak lama kemudian, bau harum memenuhi udara. Semua Demon disana meneteskan air liur tanpa henti tapi tidak berani mendekat. Memanfaatkan Efbi dan Safira sebagai indera pengecap bahan - bahan, Arya membuat sup dari hasil bumi di Dark Side.
Betapa gembiranya semua orang ketika dia juga membagikan makanan untuk masing – masing dari mereka, para Lizardman bersumpah akan menjaga desa itu apapun yang terjadi, sebelum pergi Arya sempat memberikan resep sup tadi kepada istri Parvalas.
Tanpa disangka, makanan tersebut memiliki daya tarik besar untuk semua Demon. Sehingga dalam waktu singkat desa tersebut berevolusi menjadi salah satu Kota terbesar Dark Side. Perlahan tapi pasti peradaban mereka semakin maju.
Mengenang jasa Arya, kota ini diberi nama Fenrir Tail. Dan menjadi markas utama organisai Pax di Dark Side pada masa beberapa tahun ke depan.
Author Note :
__ADS_1
Sebagai mahasiswa, apakah lebih baik kita ikut Demo? atau menulis novel saja? LoL (^∇^)