Elementalist

Elementalist
Chapter 78 - Julukan


__ADS_3

Timothy benar – benar melakukan seperti yang Arya suruh, ia menyampaikan isi permintaan kepada semuanya. Mulai dari Kesepuluh Pengawas Ujian beserta Elementalist – Elementalist lain, ketika memberitahu para Pengawas dia cukup cepat mendapat respon positif.


Responya berbanding terbalik dari sisi Elementalist, teman – temanya justru lebih banyak sepemikiran dengan Arya. Untuk apa membahayakan diri sendiri hanya untuk hal yang tidak jelas seperti itu.


Setelah perjuangan panjang meyakinkan dan membawa – bawa nama Arya dalam usulan – usulannya, Timothy berhasil membuat mereka setuju. Beberapa hari setelah itu, ada surat panggilan dari Pemerintahan. Para Elementalist memenuhi panggilan tersebut ditemani dua orang Pengawas Ujian.


Sesampainya disana ternyata dilakukanlah pengukuran tubuh untuk mereka semua, Pemerintahan berniat memberikan para Elementalist kostum canggih gabungan antara teknologi Manusia dan sihir Witch.


“Lihatkan? Lihatkan? Sudah kubilang ini ide bagus” Timothy berseru antusias.


“Aku hanya berharap kostum buatan mereka tidak terlalu mencolok, itu agak merepotkan nantinya” gumam Kevin sedikit cemas.


“Selama tak mengganggu kemampuan bergerak sih tidak ada masalah bagiku” Zayn menimpali.


“Semoga tidak terlihat aneh ditubuhku nanti” tambah Lexa sambil mengemut jari telunjuk tangan kanannya.


“Kalian....cukup bersemangat ya?” Arya melirik mereka dengan pandangan tak percaya.


Sebenarnya dia tidak mau berpikiran negatif, tapi setelah apa yang ia lakukan sebelumnya pada Stickman. Arya masih bertanya – tanya dalam hati tentang maksud terselubung dari pria menyebalkan itu.


Stickman bukan tipe orang sedermawan ini, pasti ada sebuah keuntungan untuk dirinya sendiri dibalik tiap tindakan si Walikota. Kepercayaan masyarakat mungkin, percaya atau tidak. Intuisi Arya memang cukup tajam.


Tepat satu hari sebelum acara memunculkan kembali Elemental City di mata dunia, kostum mereka telah jadi dan sampai dipangkuan masing – masing. Kesan pertama Arya ketika mencobanya adalah....lumayan.


Itu merupakan satu set pakaian berbahan benang khusus yang dapat menyesuaikan ukuran tubuh pemakaianya. Arya pernah dengar kalau ini dihasilkan oleh spesiesImaginary Animalslangka kemudian diberikan sedikit cairan penguat dari sihir Wicth.


“Lalu untuk apa kami melakukan pengukuran tubuh kemarin? Buang – buang waktu saja”


Terdapat pelindung kuat namun ringan melapisi beberapa titik vital agar meminimalisir cedera, terakhir. Arya mengenakan jubah putih bermotif biru sebelum memasang topeng miliknya. Benda tersebut hanya menutupi sebagian wajahnya saja.


Dari bagian mata sampai hidung, dia menatap pantulan dirinya pada cermin. Lalu menghela napas lelah “Aku terlihat seperti seorang badut”


“Kapten!? Mari lihat bagaimana penampilanmu” Timothy yang juga sudah mengenakan kostum masuk menerobos kamar Arya.


“Panggil aku Joker” Arya menoleh malas.


“Hah? Kenapa?”


“Tidakkah menurutmu pakaian ini layaknya badut ulang tahun?”


“Matamu buta ya? Kostum milikmu malah yang paling bagus sialan!”


------><------


Semua persiapan sudah dilakukan demi hari ini, orang – orang berkumpul menonton dari layar kaca untuk melihat Walikota pemberani mereka akan menampakanElemental Citysekali lagi setelah menghilang sekian lama dari dunia.


Sebuah mimbar megah dibangun diatas dinding Distrik Perunggu, tembok pemisah terakhir umat Manusia dengan dunia luar. Banyak warga mengutuk tindakan Stickman ini karena terlalu membahayakan hajat hidup orang banyak.


Setelah menyampaikan pidato berapi – api yang intinya ras Manusia tidak boleh lagi bersembunyi seperti ini terus. Sang Walikota memberikan tanda menggunakan tangannya, langsung saja pelindung transparan milik Elemental City perlahan menghilang.


Kamera segera menyorot pemandangan diluar Elemental City, mata orang – orang seketika melebar. Banyak yang tidak tau sampai saat ini kalau kota tempat tinggal mereka adalah sebuah daratan melayang.


__ADS_1


Berada ribuan kilometer diatas permukaan tanah, melindungi seluruh ras Manusia tanpa pernah berhenti bertahun – tahun lamanya. Kenapa memilih terbang? Alasanya simpel, karena Manusia sudah tidak memiliki wilayah lagi dan hak berjalan dipermukaan bumi.


Informasi ini disembunyikan dengan baik oleh Pemerintahan, hanya terdapat di Perpustakaan Pusat Penelitian dan arsip rahasia Pemerintah. Walau ada beberapa orang tau mengenai hal ini juga berusaha menyebarluaskannya, tidak ada yang akan percaya omong kosong sepertiKota Melayangbukan?.


Secara bersamaan diseluruh dunia, radar semua ras mendeteksi sesuatu. Tempat paling dicari selama seratus tahun terakhir telah terlihat kembali, pesan darurat langsung dikirimkan ke segala penjuru.


Para petinggi ras Elf, Demon, Werebeast, dan Witch dituntut untuk segera mengambil sikap. Sementara itu Elemental City melayang cukup rendah dari permukaan tanah. Memang saat ini mereka berada dilangit Wilayah Netral.


Tanpa terduga, beberapa kamera menangkap sejumlah ras – ras lain yang berkeliaran disekitar sana melesat ke arah Elemental City. Mereka melompat setinggi mungkin untuk menggapai kota impian banyak ras tersebut.


Walau jumlahnya tidak banyak, tetap saja ini membuat warga menjadi panik. Wajah Stickman sendiri kehilangan warna setelah menyadari makhluk – makhluk itu mengincar dirinya. Tepat ketika semua orang mulai berteriak histeris.


Muncul tiga sosok berjubah menghabisi masing – masing para penyerang dengan satu serangan, mereka mendarat mulus dipermukaan tanah.


“Hah....kenapa aku harus mengawal pria tak berotak diatas sana sih? Bukankah lebih baik jika dia ditangkap saja? Walau aku tau dia tidak akan berguna sama sekali bagi mereka”


“Lantas kenapa kau menyeret kami berdua Kapten?”


“Yahh....aku tidak mau sendiri melakukannya”


“Eee....teman – teman? Sepertinya kita kedatangan tamu”


Arya, Zayn, dan Kevin dikepung oleh puluhan gabungan banyak ras. Mereka sepertinya sedang berkeliaran di Wilayah Nertral dan tanpa disengaja melihat pemandangan sebuah kota melayang mencurigakan.


“Siapa kalian?!” tanya salah satu dari mereka.


“Mmm....kupikir tidak ada alasan untuk menjawabnya” Arya menggeleng pelan.


Ketiganya maju menghabisi para pengepung dengan cepat, Stickman mulai meracau antusias diatas mimbar sambil menyombongkan dirinya.


Pria itu tidak terlalu diperhatikan, orang – orang lebih tertarik melihat kemampuan tiga orang misterius tadi. Salah satu reporter yang ada dijalanan meliput kegiatan masyarakat disana ikut antusias menyampaikan berita.


Namun secara mengejutkan, sekawanan burung bertaring mulai menerjang ke dalam kota. Belum saja sampai menyentuh atap – atap bangunan, tubuh unggas – unggas tersebut hancur seketika. Tujuh orang berjubah lain terlihat dibeberapa titik Elemental City.


Si reporter yang terpeleset jatuh sewaktu burung – burung tadi menyerang dibantu berdiri oleh salah satu orang ini, dia melambaikan tangan ke arah kamera.


“Halo semuanya” sapanya ramah.


“T..t..terima kasih, kalian ini sebenarnya apa? Dan siapa?” tanya si Reporter terbata – bata.


“Ahh....mmm....kami adalah Elementalist, perkenalkan aku adalah Metallic Guardian. Dan ada teman – temanku disana. Desert Conqueror, Scarlet Avenger, Water Maiden, Nature Seer, Earth Whiz, dan Sparkling Berserker.



“Hey?! Kenapa julukan aku yang imut ini malah Berse—"


“Apa ada pertanyaan lain?” tanya Timothy mengabaikan protes Elizabeth.


“Ahh lalu mereka bertiga?” Reporter menunjuk layar tv tempat tiga sosok berjubah pertama muncul.


“Hehehe mereka anak buahku, keren bukan? Kusebut Three Musketeer. Yang terdiri dari Thunder Crusader, Shadow Walker, dan tentu saja....Frost Knight”


__ADS_1


“Asuna? Bisa kau urus bocah idiot itu? Dia terlalu banyak bicara, tolong ya” pesan Arya menggunakan alat komunikasi.


“Serahkan padaku”


Tanpa menunggu lama Asuna langsung menyeret Timothy menjauhi kamera untuk segera menjaga sekeliling Elemental City.


------><------


Berita hangat mengenai kemunculan Elementalist memenuhi jalanan kota, semua orang membahas tentang kesepuluh sosok misterius tersebut. Dan untungnya lapisan pelindung bisa dipasang kembali dengan aman berkat bantuan mereka.


Julukan – julukan sepuluh orang ini menjadi perbincangan di masyarakat, sehingga terbentuklah beberapa klub penggemar masing – masing Elementalist.


“Julukan?” ulang Arya bingung.


“Iya! Bukankah akan lebih menarik jika kita menggunakannya, agar terlihat layaknya pahlawan super begitu” Timothy berkata penuh semangat.


“Seleramu norak sekali”


“Kau bilang ap—“


“Apa untungya coba?”


“Untuk menyembunyikan identitas kita, kalau kita saling memanggil menggunakan nama bukankah orang – orang nantinnya akan tau” Timothy masih bersikeras.


“Ahh...aku—“


“Lihat saja nanti, biar aku buatkan untuk kalian semua. Hahaha”


Arya membaca berita dikoran pagi sambil menggeleng – gelengkan kepala, ide bodoh Timothy benar – benar membuat kehebohan. Orang – orang malah menjadi semakin tertarik dan mencari tau kebenaran tentang identitas para Elementalist.


Seseorang tiba – tiba datang mengetuk kamar Arya, ia mengatakan ada tamu yang mencarinya. Dia sedikit bingung karena seingatnya tidak memiliki satu janji pun hari ini. Arya juga heran kenapa lokasi bertemunya malah diruangan Pengawas Astral.


Sesampainya disana ternyata pintu sudah terbuka, ia masuk perlahan tanpa rasa curiga sedikitpun. Tidak disangka – sangka ada orang melesat cepat ke arahnya kemudian memeluk begitu erat.


“Aku....kangen sekali.....”


“Huh...huh...tunggu dulu, suara ini....aroma ini.....jangan – jangan—”


Suara berisik terdengar dari balik pintu, sepertinya Elementalist lain juga dipanggil ke tempat Pengawas Astral.


“ALA—?!”


Pintu kemudian terbuka, semuanya melongo melihat pemandangan seorang gadis Elf cantik memeluk Kapten mereka. Zayn adalah orang yang tersadar paling cepat.


“Elf?!” serunya sambil mengeluarkan senjata.


“T...t...tu...tungg—Oh, oh. Ini buruk” gumam Arya menyadari sesuatu.


Tubuhnya mulai mengeluarkan cahaya terang, beberapa menit kemudian dia sudah bisa menebak apa yang terjadi dari pandangan teman – temanya. Arya kembali ke wujud Half-Elf setelah sekian lama.


“Eee...a..ak..aku bisa menjelaskan semua ini, yaa....walau sedikit membutuhkan waktu sih. hehehe” ia tertawa canggung.


Author Note :

__ADS_1


Penegasan sedikit, sebenarnya Elementalist itu sudah jadi rahasia umum dalam cerita ini. Ada orang yang tau, dan ada pula yang tidak (Inget chapter - chapter awal pas Arya baca berita tentang Elementalist sebelum dia tau jati dirinya). Karena Elementalist - Elementalist sebelumya itu lebih suka bermain dibalik layar untuk melindungi Manusia. Baru generasi ini yang nampil didepan umum dan memperkenalkan diri sebagai Elementalist. Terima Kasih\(^ω^\)


__ADS_2