
“Nee....? Nee....? Bangun....”
“Ngh....”
“Kau baik – baik saja?”
Arya mendengar suara samar – samar tersebut cukup lama, terasa seolah lokasinya saat ini dengan si pemanggil terpisah jauh sekali. Ada sesuatu benda empuk melapisi bagian belakang kepalanya, setelah berusaha sekuat tenaga membuka mata.
Dia hampir langsung lompat berdiri jika saja masih memiliki kekuatan, nampak sesosok perempuan muda berambut hijau memperhatikan wajahnya dari sangat dekat. Mungkin cuma berjarak satu jengkal tangan, posisi muka mereka yang terbalik dan berlawanan menyadarkan Arya akan sesuatu.
Kalau sekarang kepalanya tengah dibaringkan pada pangkuan sang gadis misterius, senyuman lega perlahan merekah lebar. Ekspresi bahagianya entah mengapa mengakibatkan Arya dapat merasakan kembali sekujur tubuhnya.
“Syukurlah.....aku sempat berpikir tak bisa menyembuhkanmu karena luka yang dirimu derita terlalu parah”
“Ahh...i..iy...iya...., terima kasih sudah....menolong....”
Tampang melongo Arya menyebabkan perempuan itu salah tingkah, ia buru – buru merapikan rambut sembari bertanya. “Kenapa melihatku begitu? Apa ada yang salah dengan rambutku?”.
“Heem, tidak sama sekali. Maaf, aku hanya penasaran kamu ini siapa?’
“Persea”
“Eh?”
“Itulah namaku....”
Arya bertambah bingung, hati – hati dia berusaha bangkit. Melihatnya kesusahan, si gadis membantunya tuk berubah ke posisi duduk. Barulah di sana Arya memperhatikan lingkungan sekitar, hanya terdapat warna putih sejauh mata memandang.
Serta satu petak kecil rumput tempatnya sekarang duduk bersama anak perempuan bernama Persea tersebut, seingatnya ini merupakan kali pertama ia mendengarnya tetapi ada hal janggal membuatnya merasa tidak asing.
“Hey? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?” celetuk Arya penasaran.
“Mmm....bagaimana cara menjelaskannya ya....jawabanku mungkin hampir sama dengan Kak Fraga, Kak Aura, dan Kak Cici”
“Maksudmu Aurantiaco, Fragaria, juga Citrea?”
“Huum, eh? Kau mengingat kami semua?” Persea mendekat antusias.
“Ugh...shh...kepalaku....aku pun kurang paham alasan mampu mengingat nama – nama barusan”
“Ahh....hahaha sepertinya aku terlalu berharap”
“Lalu mengapa jawabanmu persis dengan ketiga wanita ini?”
__ADS_1
“Bukankah sudah jelas? Karena aku adalah adik mereka”
Sebelum Arya sempat mengatakan apa – apa, Persea menutup pengelihatannya menggunakan talapak tangan halus miliknya. Aroma wangi menyengat hidung Arya seketika, namun kejadian tersebut makin memberatkan kedua kelopak matanya sehingga terpaksa menutup.
“Selamat tidur....”
------><------
“Hebat.....dia benar – benar pulih seperti sedia kala” komentar Ryan kagum.
“Apa ada yang sakit?” Kyra memegang pundaknya cemas.
Arya baru saja siuman, tubuhnya terasa ringan dan penuh tenaga. Dalam satu gerakan lompat cekatan dia berdiri, wujud Kyubi no Yoroi telah menghilang bersamaan dengan tidak adanya hawa keberadaan Efbi maupun Yeou.
“Bagaimana caramu melakukannya?”
“Aku cuma berdiri diam di sini sama seperti kalian” jawab Eleanor kepada Ryan selagi Arya meregangkan anggota badannya.
“Sudah berapa lama aku tertidur?”
“Sekitar setengah jam”
“Kita harus cepat jika tidak mau tersusul kalau begitu, Elea—maksudku Green Witch. Terima kasih atas bantuanmu”
“Hee....setelah diperhatikan baik – baik, wajah seriusmu boleh juga. Bisakah kita berdua bicara empat mata sebentar?”
Setelah berjalan cukup lama, mereka tiba pada sebuah pohon besar nan rindang. Eleanor berbalik sambil tersenyum. “Kau marah karena aku diam saja?”.
“Tentu tidak, aku malah berterima kasih. Kau bahkan menolongku lagi bahkan sebelum aku membalas kebaikanmu sebelumnya”
“Ahh....tak usah terlalu dipikirkan, aku melakukannya karena dimintai tolong”
“Kenapa kau bersedia?” Arya balik bertanya.
“Aku tak ingin menghabiskan hidupku dibenci olehnya hihihi, namun camkan baik – baik. Ini akan menjadi yang terakhir, sebab selepas perpisahan kita. Aku tidak punya niat sedikitpun ambil andil dalam perseteruan antara Pax dan Fatum”
“Intinya kau menempatkan diri sebagai pihak netral?”
“Bingo! Seratus poin hehehe....”
Arya lupa berapa lama bicara ketika itu, tapi selanjutnya Eleanor menceritakan sebuah kisah menarik. Ia mengaku merupakan Half – Elf seperti Arya, ibunya seorang Druid. Dan ayahnya salah satu bangsawan keluarga Rodria.
Awalnya mungkin terdengar bak cerita cinta terlarang antar ras, namun kenyataanya tidak seindah di negeri dongeng. Ibu Eleanor diculik oleh beberapa Elf bayaran lalu dijual kepada sang ayah secara ilegal.
__ADS_1
Terjadilah mimpi buruk itu, dan buah hasil dari kejadian tersebut adalah Eleanor. Menyadari kalau sampai ketahuan mempunyai anak haram dengan seorang Druid menimbulkan masalah baginya, dia memberikan racun kepada perempuan malang ini dan melepaskannya kembali supaya menghilang di kedalaman Fairy Forest.
Sayangnya si pria brengsek lupa kalau Druid memliki kemampuan menetralisir racun, kembalilah ibu Eleanor ke kampung halamannya. Seketika murkalah seluruh kerajaan, jika saja Raja Elf masa itu tak bijaksana, dapat dipastikan peperangan besar akan pecah.
Akhirnya para pelaku dihukum mati demi meredakan amarah kaum Druid, anggota keluarga bangsawan Rodria pun tidak bisa kabur dari eksekusi. Beberapa bulan berselang, Eleanor terlahir sehat. Namun ibunya kurang beruntung.
Daya tahan tubuhnya melemah akibat hamil, sehingga efek samping racun menggerogotinya perlahan. Walau sempat dianjurkan tuk menggugurkan kandungannya, ia menolak dan bersikukuh ingin sang putri tetap hidup.
Sepeninggal kedua orang tuanya, Eleanor dijadikan anak angkat keluarga kerajaan Elf maupun Druid. Tapi tidak terlalu memperdulikannya, hingga suatu hari dia menemukan payung hijau istimewa tersemat pada satu bongkah dahan pohon mati.
“Begitulah awal mula mereka menyebutku Green Witch, lagi pula aku lebih senang bertindak sesuka hati”
“Hehehe....kau sedikt mirip dengan Kruel” kata Arya tertawa kecil.
“Ugh....!? Kau hampir membuatku muntah darah! Jangan samakan aku dengan vampir tua keriput nan menyeramkan itu dong!!!”
Masing – masing tergelak sendiri akibat kalimat konyol yang dikeluarkan mulut mereka, Eleanor bangkit kemudian melangkah pergi. Dia menoleh ke Arya untuk terakhir kali sebelum menghilang, “Aku sudah membalas budimu Lyan, maaf baru sekarang. Entah telah berapa lama waktu terlewat”.
Arya segera menuju lokasi Ryan dan Kyra berada, keduanya menanyakan tentang pembicaraan dirinya dengan Eleanor namun Arya memilih mengatakan hanya beberapa kalimat perpisahan. Ia menempatkan dua buah jari pada mulut sehngga terdengarlah suara siulan merdu.
Zulqar, Luisana, Silvesta, Percivale, dan Guiliano kembali sembari bertekuk lutut. Arya berterima kasih atas kerja keras kelimanya, satu per satu berubah menjadi hitam terus menyatu ke dalam bayangan milik Arya.
Sementara itu, Ryan mengaktifkan portal pulang. Tubuhnya sudah gatal ingin menonton anime – anime yang sudah habis masa tayangnya akibat menjalankan misi ini juga rindu kepada masakan ibunya.
Ketika akhirnya pintu ruang tersebut terbuka, hanya bersisa Arya, Ryan, Kyra, bersama Silvesta. Waktu ketiga orang lain bergerak tuk pergi, sang gadis berambut perak diam saja tanpa bergerak seinci pun dari tempatnya berdiri.
“Kyra? Ayo” ajak Ryan.
“Maafkan aku, tapi....sepertinya....aku akan tetap tinggal”
“HAH!?”
“Apa kau masih memiliki urusan tersendiri?” Arya menatapnya penuh arti.
“Tidak....aku ingin bertambah kuat....hingga pantas”
“KAU INI BICARA AP—“
“Ryan!? Baiklah, aku mengerti. Semoga kau sehat selalu, dadah”
“Huum, terima kasih....hiks!?” jawab Kyra berusaha keras menahan air matanya.
Arya menyeret Ryan, dia melirik Silvesta di sebelahnya. Walau mengenakan zirah lengkap, Arya tau pasti orang itu memasang ekspresi seperti apa. Lalu iapun berbisik, “Kembalilah, Gerrald”.
Sang Clever Bishop memberikan hormat dan berubah menjadi bayangan, Kyra terus memandangi punggung kedua temannya sampai portal tertutup. Sebelum menarik napas dalam – dalam dan berbalik pergi.
__ADS_1
Author Note :
Dukung Author melalui Karyakarsa.com/ AryaFP (gk usah dikasi spasi). Karya Karsa merupakan platform mediasi fans agar bisa menunjukan apresiasinya secara langsung pada konten creator. Di sana kalian dapat memberi makan author untuk tetap bisa bertahan hidup di akhir bulan (All Hail Mahasiswa!). Harganya pun dijamin terjangkau sesuai pasar. Jangan lupa dijadikan Elementalist sebagai favorit supaya gk ketinggalan updatenya dan berikan bintang lima. Terima Kasih ^_^