
Lima sinar berwarna berbeda langsung melesat ganas mengincar Merlin, serangan itu sangat kuat sampai membelah apapun yang berada di dekatnya. Orange Witch buru – buru merapalkan mantra untuk menciptakan pelindung sihir namun tidak kuasa menahan dahsyatnya tembakan tersebut, ia terhempas diikuti bunyi hancur beberapa Magical Tools miliknya.
Pada waktu bersamaan, ketujuh Miracle Iris Catra bereaksi seolah saling memanggil satu sama lain. Para Seven Arcenciel Witch terkejut ketika payung masing – masing kehilangan Agnetnya bagaikan sedang mencoba memberontak melepaskan diri. Kruel gagal menghabisi lawannya dalam perang akibat penolakan senjatanya sehingga terpaksa dibantu oleh Nurahriyon.
“Hey? Ini bukan waktunya melamun Nyonya Dracula....”
“Fraga?” Kruel menatap benda di tangannya keheranan tanpa memperdulikan sindiran Oldest Demon.
Sementara duel antara Yellow Witch menghadapi Blue Witch terhenti sebab Citrea maupun Vitisa menolak perintah dan mengakibatkan Olivia juga Diondra saling bertukar pandang. Sang Green Witch yang baru saja menghancurkan pemukiman Elf di pinggiran Fairy Forest mengangkat sebelah alis seraya menatap ke suatu arah.
“Jangan bilang kau mulai membandel akibat putra Lyan, Persea....?”
Terakhir seorang wanita berpakaian anggun dengan tanduk melengkung indah menghiasi kepalanya mendongak penasaran, aliran energi sihir luar biasa melintasinya penuh semangat. Ternyata payung indigo miliknya ikut serta menyebabkan hal tersebut sampai ombak pantai sekitar sana menjadi ganas.
“Mengapa tiba – tiba kamu rewel begini sih? Garcinia?”
><
Ten mendarat mulus usai menggunakan pusaka sihir itu, dia mengatur napasnya terus tersenyum tipis. Sudah lama sekali Ten tak merasakan sensasi bergejolak seperti sekarang, meskipun terlihat tenang saat ini peredaran tenaganya berantakan disebabkan pengaruh kelima roh penghuni Miracle Iris Catra pada tubuh Arya.
‘Hehehe...kalau saja ia mampu memaksimalkan potensinya anak ini....mungkin bisa melampauiku’
Nampaknya Agnet Ten memicu mereka keluar lebih awal dari seharusnya, sejak pertama kali bertemu Arya masing – masing tidak pernah memperlihatkan wujudnya lagi karena sumber daya yang kurang. Tapi sekarang karena keberadaan Ten semuanya berlomba – lomba keluar menuju ke permukaan.
“Oh? Punya nyali juga, terlalu cepat ribuan tahun bagi kalian menantangku. Jangan kira aku bakal kesulitan mengenyahkan kalian nona – nona....” kata Ten menyeringai lebar sebelum auranya menggetarkan udara.
Tepat ketika pancaran sihir Miracle Iris Catra mulai berkurang, secara mengejutkan Merlin muncul dengan penampilan babak belur lalu berhasil merebut kembali payung jingganya. Sehabis melakukan tindakan itu ia segera terjatuh lemas sembari menggenggam erat Aurantiaco di tangannya.
“Ahh....gadis penyihir yang pantang menyerah, hmm sudahlah lagi pula memang masih terlalu cepat untuk bocah ini menggunakan—“
Ten gagal menyelesaikan kalimatnya karena muncul gelombang kejut berupa hembusan api, angin, kilat, dan gempuran bongkahan batu menghimpitnya melalui berbagai arah. Bunyi tabrakan mengerikan memenuhi udara namun pria tersebut masih berdiri santai tanpa ada goresan sama sekali.
“SEKARANG! Mustahil dia bisa memakai teknik pelindung transparan barusan terus menerus!” teriakan nyaring terdengar ke penjuru medan perang.
“Eh....akhirnya sadar juga, lumayan. Namun....”
“Mighty Boar Temple Ultimate Crasher; Ocean Breaker!!!”
WUSH!!!
__ADS_1
Kepulan debu sekitar Ten langsung lenyap akibat ayunan perkasa kapak Piguel, dia tanpa basa – basi mengincar leher si target. Menurutnya mustahil ada yang mampu menyelamatkan diri atas serangan pamungkasnya dari jarak sedekat itu apalagi kemampuan lapisan aneh sebelumnya sudah diatasi.
KRAAKKK!!!
Senyum kemenangan Piguel lenyap seketika waktu gagangnya senjatanya patah terkena tendangan memutar Ten, wajah Boar Shio memucat layaknya susu basi menyadari nyawanya terancam pada situasi demikian. Untungnya tak berselang lama Ushiro bersama Gokong menyusul dan memberikannya kesempatan buat mundur.
BANGG!!!
Bunyi memekakkan telinga kembali terdengar saat Ten menghentikan tebasan pedang Ushiro juga pukulan tongkat Gokong hanya berbekal telapak tangannya. Otot Ox Shio serta Ape Shio menegang berusaha mendorong benda di tangan masing – masing lebih jauh sayangnya tak bergeming sedikitpun.
“Aku pinjam ya?” celetuk Ten terus melucuti keduanya.
Dia memaksa Ushiro melemparkan senjatanya tinggi – tinggi sebelum merebut milik Gokong untuk menghancurkannya. Pecahan besi tajam segera berhamburan kemana – mana, belum sempat Ten menghajar mereka datanglah Jilan ditemani Sheepya menjemput keduanya tepat waktu.
SYUUUU!!! JDAS! BANG!
“Sial!”
Serangan susulan Bunny juga Zarane yang berencana mengincar kaki musuh demi membuatnya tak mampu bergerak lagi malah mengenai besi keras, Ten memanfaatkan tongkat Gokong sebagai pijakan. Dia tersenyum santai menatap perempuan – perempuan di bawahnya saat dua pasang cakar makhluk buas siap merobek tenggorokannya.
JDASH!
Inuki maupun Baekho menggeram murka karena cengkraman mereka gagal menyentuh kulit pria itu, pelindung tak kasat mata Ten sudah bisa digunakan lagi dan hal tersebut bukanlah kabar baik. Ten terkekeh geli kemudian menghentakkan pusaka Gokong hingga tertanam sebagian terus menghempaskannya ke udara sampai tanah di sana berhamburan.
><
Ten berjalan menembus kepulan debu sembari menyandang tongkat besi Ape Shio seolah benda barusan miliknya sendiri, Dua Belas Shio sudah menunggunya dengan siap siaga. Meski beberapa terluka masih sangat jelas semangat bertarung membara menghiasi mata mereka.
“Kem...balikan....” gumam Gokong dengan wajah merah padam.
‘Tongkat ini....masa sih....’
Ten menimbang – nimbang tongkat di tangannya sebelum mulai memainkannya sangat lihai, batangan besi tersebut berputar luwes pada tiap bagian badannya. Bahkan gerakannya membuat para Mythical Werebeast terpaku, sebagai penutup Ten menghantamkannya hingga mengakibatkan gempa kecil.
“Bukankah aku telah meminta izin untuk meminjamnya? Hehehe....”
“Keparat....itu bukan mainan!”
“Tentu, mana ada mainan yang diciptakan demi menghancurkan kepala orang lain?”
“Aku pasti akan membunuhmu....” Garyu tiba – tiba berbicara.
__ADS_1
“Hmm?”
Ten mengamati penampilan Garyu dari atas ke bawah sambil mengangkat sebelah alisnya, dia lalu menghelas napas kemudian menggaruk – garuk kepalanya terlihat sedikit malas. Tentu saja tindakan tersebut menyebabkan Garyu naik pitam, baru pertama kali ia merasakan sangat diremehkan dalam hidupnya.
“Oi sialan! Apa – apaan maksud pandanganmu tadi!?”
“Eh? Ah maaf, aku hanya berpikir wajar saja seorang Dragonkin bermulut besar. Kesombongan kalian Demi-Human memang hanya kalah oleh Witch ya?”
JGEERRR!
Kemarahan Garyu telah mencapai puncaknya, ia mengaktifkan Mythical Werebeast Armor miliknya dan segera menerjang Ten tanpa memperdulikan teriakan teman - temannya. Pedang berbentuk ekor naga berlapis api emas dikeluarkan untuk menghabisi lawannya.
“KAMI ADALAH WEREBEAST! JANGAN PERNAH MENAMBAHKAN NAMA RAS HINA KALIAN KE DALAM BANGSA KAMI!!!”
BURNN!!! SRAT! BUMM!!!
Tarikan napas kencang terdengar sewaktu pusaka Garyu yang mampu melelehkan segala besi di sekitar sana dihentikan hanya menggunakan satu jari. Bilah tajam itu benar – benar terhenti total, atmosfer berubah berat saat pandangan dingin Ten menyorot seluruh anggota Dua Belas Shio.
“Oh kalian sudah menggantinya? Syukurlah, aku juga membenci sebutan makhluk tak biadap seperti binatang sebagai Manusia. Tetapi biar kujelaskan sedikit padamu bocah, rasmu terdiri atas banyak suku lalu bergabung menjadi satu. Kau tau mengapa?”
SRAT!
Kejadian berikutnya terjadi amat cepat, Ten memotong senjata Garyu menggunakan telunjuknya tanpa kesulitan berarti. Ketika Garyu hendak menyemburkan api melalui mulutnya Ten lebih dulu menyumpalnya dengan tangan kiri dan melepaskan hantaman tapak tepat menuju inti tubuh Dragon Shio.
BUAKH!!!
“Karena kalian hanya sekumpulan cecunguk lemah yang mempunyai mulut besar....” bisik Ten sinis di telinganya.
BUMM.....!!!
Author Note :
Terima kasih atas doanya teman - teman sekalian, author sudah lulus ujian skripsi. Eitss tapi belum selesai masih ada Revisi dan Ujian Komperhensif, jadi ya doain aja semoga semuanya lancar ygy! Thx!
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.
__ADS_1