Elementalist

Elementalist
Chapter 189 - Sea Faction


__ADS_3

Di dasar lautan yang gelap, sebuah siluet kapal karam raksasa nan menyeramkan berdiri gagah. Kesan horor makin terasa akibat banyaknya makhluk – makhluk berwujud manusia setengah ikan berseliweran sekitar lokasi tersebut.


Penampilan mereka beragam, namun ada satu hal kemiripan. Yaitu masing – masing memiliki kemampuan bergerak luwes dalam air serta pengelihatan luar biasa sehingga walau sinar matahari hampir tak ada. Mata para Werebeast ini menyapu sekelililing penuh kewaspadaan.


Sudah hampir dua bulan peperangan antara Kerajaan Atlantos dan Faksi Lautan pecah, bersamaan dengan itu pula keputusan menjadikan tempat yang mampu membuat bulu kuduk berdiri tersebut sebagai markas utama operasi penaklukan peradaban menakjubkan ras Mermaid.


Tujuh ribu pasukan terlatih juga bersenjata lengkap tengah beristirahat menanti komando, siap kapan saja menyerbu bila diperlukan. Sedangkan pada salah satu ruangan kapal karam, duduklah tiga sosok pemilik aura luar biasa.


Hanya melihat sekilas saja, siapapun tau pasti jika ketiga individu ini berbeda. Mereka adalah Mythical Werebeast tipe hewan laut terkuat sampai sekarang, telah menjadi rahasia umum kalau para Werebeast melakukan kerja sama dengan Witch untuk menciptakan generasi baru berkekuatan tidak wajar.


Begitulah asal muasal kemunculan Mythical Werebeast serta pondasi awal terbentuknya Dua Belas Shio. Tapi banyak pula informasi yang disembunyikan, walau resmi mengumumkan mempunyai lima belas Mythical Werebeast. Petinggi – petinggi memalsukan fakta kegagalan penelitian, hasilnya berupa makhluk berkekuatan luar biasa namun belum sempurna.


Itulah tiga pemimpin Faksi Lautan sekarang, Shayu Hakeun merupakah salah satu objek penelitian paling awal. Ia Mythical Werebeast berwujud Megalodon sang Predator Purba, memiliki senjata berupa jangkar berukuran sedang dan penampilan eksenterik layaknya bajak laut. Kemampuan gigitanya dipercaya mampu merobek sihir pelindung penyihir tingkat tinggi sekalipun.



Lalu berikutnya Werebeast gabungan binatang yang termasuk paling besar ukurannya di muka bumi, Balaeno Aokujira. Dengan tampilan kokoh juga mengintimidasi, Werebeast Paus Biru tersebut membunuh lawan – lawannya menggunakan sebuah trisula haus darah. Berbekal tenaga ekstrem, Balaeno dapat bertarung seimbang mengandalkan fisik bahkan dengan para Titan.



Terakhir, dia berjuluk Ferocious Shredder. Wanio Aligatra, umurnya dibawah kedua Mythical Werebeast sebelumnya. Tetapi namanya lebih dikenal sebab keberingasannya, menjelma sebagai makhluk humanoid gabungan Sarcosuchus. Mencabik – cabik tubuh musuh sampai tak bersisa adalah kebiasaan buruknya, apalagi ditunjang oleh benda tajam berbentuk kail yang selalu dibawanya kemana – mana.



Mereka bisa dibilang super kuat, sayang Dua Belas Shio ada di tingkat berbeda. Karena ketiganya berusaha dibangkitkan pada tahap awal penelitian. Kemampuan Shayu, Balaeno, dan Wanio belum sesempurna para Pasukan Elite Werebeast tersebut.


Ini dapat dilihat dari wujud masing – masing yang masih condong ke arah binatang, dengan kata lain gen hewan masih mendominasi dari pada manusia. Sehingga tanpa basa – basi, tiga Werebeast berjenis makhluk laut itu harus rela terpinggirkan.


Oleh sebab penghinaan yang teramat menyedihkan, mereka berjanji bergabung demi menciptakan sebuah dinasti baru hanya milik Werebeast tipe perairan. Ketiganya setuju menjadi saudara angkat kemudian menyatakan secara terbuka kalau akan membentuk pemerintahan sendiri, rasa benci kepada anggota Dua Belas Shio membawa efek semangat juang hebat sampai sekarang.


“Kakak pertama, kau sudah mengurungku selama seminggu. Izinkan aku memporak porandakan pasukan musuh”


“Wanio? Bukankah jika kau melakukan itu sama saja dirimu menghancurkan calon prajurit serta hunian baru kita?”

__ADS_1


“Kakak sungguh ingin menjadikan para Mermaid sebagai bawahan?” tanya Balaeno sembari mengangkat sebelah alis.


“Benar ucapan kakak kedua, mereka tidak lebih hanya santapan belaka hihihi.....” Wanio mengeluarkan tawa memuakan.


Shayu menggelengkan kepala berusaha membuat kedua adiknya mengerti, “Atlantos adalah Kerajaan hebat, menurut kalian mengapa mereka bisa bertahan hingga saat ini walaupun mengambil sikap netral? Karena Mermaid merupakan bangsa cerdas dan inovatif, teknologi milik mereka bahkan sangat maju”.


Ditengah – tengah diskusi, masuklah salah satu anak buah Faksi Lautan. Ia memberi hormat terus menyampaikan laporan begitu mendapat izin, ekspresi ketiga Mythical Werebeast langsung berubah seketika.


“Peleton Tujuh menghilang? Kalian tak bisa menghubunginya?” Wanio menyipitkan mata mengingat kalau regu itu berada dibawah komandonya.


“Gangguan Penghuni Laut dalam katamu? Hah....pada dasarnya kita memang seharusnya menghindari konflik dengan monster – monster tersebut” ujar Balaeno menghela napas enggan.


“Kemunculan benda asing yang menuju Atlantos....? Kabar pengiriman persenjataan dari Magihavoc juga masih belum terdengar.....” Shayu mengelus dagu sambil berpikir serius.


Setelah menimang – nimang banyak hal, dia memberikan tugas kepada Balaeno serta Wanio. Sebab merasa kalau kejadian – kejadian barusan saling terhubung satu sama lainnya. Begitulah dasar alasan Faksi Laut mulai bergerak.


------><------


“Mngh.....ini jam berapa....?” gumamnya mengusap kedua mata.



“Wa wa wa.....musuh!? Di mana?! Berani sekali kau menginjak ekor menawan milik Tuan Sharky yang perkasa ini, aku tidak akan menyerahkan Putri Diondra pada kalian ya....!!!”


“Ahh....maaf membangunkanmu Sharky”


“Putri?” si hiu kecil baru terbangun seutuhnya begitu mendengar suara lembut tadi.


“Kau tidak apa – apa?” tanya perempuan tersebut tertawa canggung.


“Anda mengagetkanku, hampir saja aku mengeluarkan teknik Sharky Punch yang sangat mematikan” Sharky memperagakan gerakan tinju dan membuat gelembung air bermunculan.


“Iya – iya, terima kasih sudah bersedia menjagaku” ucap Diondra tersenyum kemudian mengelus lembut kepala hiu itu.

__ADS_1


Ia bediri lalu berjalan ke arah salah satu jendela, melihat keluar penasaran. Sharky bersama ikan – ikan mungil lain segera menyusul, bertanya – tanya apa gerangan yang mengusik pikiran Putri kesayangan mereka.


“Apa ada suatu hal menarik?”


“Entahlah, mimpiku barusan terasa aneh. Tapi sungguh nyata”


“Mimpi? Tentang apa?”


“Hehehe....aku bermimpi seorang Pangeran bermata biru seperti air laut membawaku pergi tuk keluar dari sini melihat daratan”


“Putri itu agak—“


“Ugh!?”


“Putri Diondra!?”


“Jangan mendekat! Kalian bisa terluka! Aku baik – baik saja” dia tiba – tiba terduduk di lantai sambil menutup mata kananya. Aura pekat perlahan merembes keluar.


Napasnya semakin berat, Diondra berusaha sekuat mungkin menahan kekuatan yang meluap – luap tersebut supaya tidak melukai Sharky beserta ikan – ikan lain di sekelilingnya. Saat hampir mencapai batas, pintu rumah terbuka.


“Kakak!? Kau kenapa?! Kambuh lagi?”


“Edlyn menjauhlah! Aku—Argk......!!!” Diondra berusaha menahan adiknya agar tak mendekat.


WUSH!!!


Tanpa terduga, perempuan cantik berambut putih panjang yang datang bersama Edlyn dalam sekejap berdiri dihadapannya. Kemudian mengarahkan telapak tangan tepat menuju dahi Diondra, energi besar itu langsung saja meledak tidak bisa ditahan lagi.


Namun anehnya, aura kebiruan tadi entah bagaimana terhisap dan menghilang. Waktu semua sudah selesai, ia merasa kepalanya begitu ringan. Seolah semua beban diangkat dari punggungnya, semua saksi kejadian menganga lebar. Diondra melirik wajah penyelamatnya sekali lagi.


“Pa....ngeran....?” bisiknya sebelum kehilangan kesadaran.


^^^

__ADS_1


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


__ADS_2