
Arya tidak membiarkan Wanio pulih dari keterkujatannya, dia langsung mendaratkan tendangan telak ke perut si buaya sebelum menyepak kepalanya secepat kilat. Tubuh Wanio terpental menghantam dasar laut dengan keras, menyebabkan pasir membatasi pengelihatan mereka.
“Teknik Taekwondo Pamungkas Aliran Lee; Geolughan Hwasal!”
“Kakak!? Kamu sudah pulih!?” seru Elizabeth gembira sambil memeluknya.
“Huum, kau kelihatanya bekerja keras hehehe....”
“Tentu sa—“
ROAARR!!!
Teriakan perang mengerikan menghentikan ucapan Elizabeth, sosok Wanio telah kembali nampak. Tetapi sekarang wujudnya sedikit berbeda, ada semacam anggota tubuh tambahan tumbuh disekeliling badanya. Sirip panjang tersebut membuat penampilannya semakin mengerikan.
“Elizabeth....?” Arya memanggil pelan.
“Iya...?”
“Ayo habisi buaya itu dan bantu yang lainnya, mari kita tuntaskan pertempuran bawah air melelahkan ini!”
“Oke!” jawab Elizabeth tersenyum lebar.
Keduanya saling menempelkan punggung masing – masing lalu menarik senjata secara bersama – sama, Wanio sekali lagi menggeram penuh amarah kemudian meluncur cepat sembari melebarkan lengan, siap meremukkan siapapun yang masuk dalam jangkauannya. Napsu membunuhnya sangat terasa.
“JANGAN REMEHKAN AKU KEPARATTT!!!”
Sewaktu hendak menangkap Arya dan Elizabeth, badan dua Elementalist barusan menghilang begitu saja. Wanio berniat menoleh namun tiba – tiba lehernya merasakan sakit luar biasa, Ellizabeth ternyata menejeratkan rantai bola besi Theia pada sekitar tenggorokan Wanio.
“Kena kau!”
“Ugh...gadis kecil.....sial—“
“Teknik Taekwondo Pamungkas Aliran Lee; Teog Keuleosyeo!”
BANG!
“Akhhh.....”
Tanpa diduga Arya muncul entah dari mana menghantam dagu Wanio menggunakan telapak kakinya, tendangan memutarnya sukses besar. Elizabeth melepaskan kunciannya tepat waktu sehingga tubuh Wanio melesat keluar permukaan air.
“Elizabeth!?”
“Baik!”
Arya kembali memasang kuda – kuda siap melakukan ayunan berikutnya, Elizabeth bergerak gesit berpijak pada tulang kering Arya. Sedetik berselang dia melemparkan Elizabeth layaknya peluru manusia untuk menyusul Wanio ke atas.
“Teknik Taekwondo Pamungkas Aliran Lee; Gabyeoun Chong-al!”
PSYUUU!!! BYUR! TING! TING! TING!
Elizabeth melompat zigzag kesana kemari di angkasa memanfaatkan kemampuan elemen miliknya, akibatnya sekejap mata dia mencapai titik tempat Wanio berada. Wanio melihatnya beringas tapi tak mampu berbuat apa – apa sebab Elizabeth mulai mengaktifkan jurusnya.
“Bloody Sunset!”
BUK! BAK! BUK! BRUAK!
Badan babak belur Wanio terjatuh lunglai menuju air laut, belum sempat ia bernapas. Arya keluar permukaan membawa Mandalika ditangannya, siap menebas kapan saja. Wanio berusaha melayangkan tinju tapi sayang meleset.
“First Dance; Swinging a Single Sword!”
SLASH! SRAT!!!
“Argh....!!!”
__ADS_1
“Belum selesai!”
Elizabeth kali ini mendorong punggung Arya demi memberikan serangan lanjutan, Agnet berkepadatan tinggi melapisi kedua kakinya sampai berubah warna. Arya melakukan kombinasi tendangan bertubi – tubi sebelum mengakhirinya dengan sapuan yang menyebabkan Wanio masuk kembali ke dalam air.
“Teknik Taekwondo Pamungkas Aliran Lee; Cheos Byeoljali!”
BYURR!
Kondisi Wanio amat parah, nyawanya benar – benar sudah diujung tanduk. Elizabeth menggandeng Arya lalu menyeretnya mengejar sang musuh, masing – masing mengalirkan kekuatan elemen menuju telapak tangan sebelum menerjang Mythical Werebeast buaya purba dihadapan mereka.
“Teknik Sinkronisasi; Bright Blue Sky!!!”
JDUAAARRRR!!!
------><------
BUAKH!
“Ukh....!!!”
Kevin, Rena, dan Selena terpental waktu Balaeno berubah wujud. Matanya memerah ganas, seolah berkata ingin mencabik ketiganya sampai serpihan kecil. Sulur – sulur tanaman Rena putus tidak kuasa menahan tenaga berlimpah Wanio.
“Bagaimana caranya ia meningkatkan kekuatan dalam sekejap?” gumam Selena memegangi perutnya.
“Barusan si brengsek itu mengkonsumsi sesuatu....” Kevin menyahut pelan, tangannya terasa nyeri sekali akibat bertukar serangan langsung melawan Balaeno.
“Semacam obat penguat.....” timpal Rena mengelap darah sekitar bibirnya.
Ketika mereka masih berdiskusi, Balaeno menghilang dari pandangan saking cepatnya. Dia muncul dihadapan Rena sembari mengambil ancang – ancang menusuk memakai trisula miliknya, Rena buru – buru mengendalikan tanaman disekelilingnya agar menyelimuti tiap inci kulitnya.
Namun karena lamban menyadari datangnya bahaya, Balaeno unggul selangkah. Tapi Selena mengikat lengan sang Mythcal Werebeast menggunakan segenap kemampuannya sehingga melambat, meski serangan tadi mengenai Rena. Dampaknya tergolong minim.
BUAKH!!!
“Rena!?” panggil Kevin cemas.
Kali ini Balaeno segera mengubah targetnya menjadi Selena, tak sampai sedetik. Ia telah berdiri dihadapan gadis tersebut, Selena menggapai Leviathan demi menepiskan ayunan senjata Balaeno. Keduanya saling beradu, menyebabkan gelombang kejut tiap pertemuan serangan masing – masing.
Nampak jelas Selena tertekan, dia terlalu lelah tuk menghadapi Balaeno satu lawan satu. Saat perutnya hampir ditembus oleh trisula Balaeno, seekor naga biru panjang muncul melilit si paus. Makhluk itu menampilkan gigi – gigi panjang yang mengintimidasi.
“Espuma!?” Selena terkesiap melihat Elemental Dragon miliknya keluar tepat waktu.
“Hehh...kadal sial.....! Kau pikir mampu mengekang—“
BUMMM!!!
Espuma kembali ke sisi Selena sebelum tangan hijau raksasa menghimpit Balaeno, sesosok manusia rumput laut setinggi lima meter datang. Selena tau kalau Rena adalah dalang dibalik makhluk berwujud aneh tadi, si anak perempuan mengendalikan tubuhnya dari dalam.
Melihat kesempatan, Kevin melesat cepat mencengkram kepala Balaeno menggunakan tangan kanannya. Ia memberi peringatan supaya Selena menjauh sedikit sebelum mengalirkan listrik bertekanan tinggi.
SRRTTT!!!
“Panthera Fang!”
“ARGGHH.....!!!”
“Sekarang!”
“Teknik Sinkronisasi Tiga Elemen; Rainforest Tree Storm!!!”
JGERR!!!
------><------
__ADS_1
“Hah....hah....hah....” Diondra menggeleng – gelengkan kepalanya yang terasa berat.
“Kakak!?” panggil Edlyn cemas.
‘Mau bertkukar?’
“Berisik!”
“Kau lemah sekali seperti orang berbeda....rupanya dirimu belum menguasai sepenuhnya pusaka itu...” Shayu mendekat hendak menghabisinya.
“Ugh....hehehe.....cukup aku untuk melawanmu....”
“Heh!? Berhenti bermimpi, sampai jumpa....”
WUSH!
“Edlyn!?”
Mendengar teriakan tadi Edlyn membatalkan fungsi Tamatebako, sesosok orang berenang cepat melewatinya ke arah Shayu dan Diondra berdiri. Dia berhasil menggapai sang Tuan Putri pertama Kerajaan Atlantos tepat waktu.
“Arya....?”
“Yo? Anda baik – baik saja? Tuan Putri? Hehehe.....”
“Bocah es brengsek....kau....—“
“Hyaaa!!!”
Kevin bersama Elizabeth menerjang cepat secara vertikal, Shayu menahan mereka memanfaatkan kedua tangannya. Tapi ia lengah karena tiba – tiba Selena diikuti Rena datang kemudian menghantamkan senjata masing – masing menuju perutnya hingga terdorong mundur.
“Argh.....grr....kalian....bagaimana?”
Ketujuh remaja tersebut dengan Arya sebagai pimpinan menatap si Megalodon serius, Shayu cuma dapat menggertakan gigi murka. Menyerang sendirian sama saja bunuh diri namanya, dia berusaha menunggu bala bantuan.
“Hehehe....kau mencari siapa? Dua kawanmu tidak akan datang.....” Arya tersenyum lebar.
“Apa maksud—“
Barulah Shayu menyadari mengapa kelima Elementalist bisa menolong Diondra, ada dua tubuh Werebeast mengambang tak jauh dari sana. Tubuh salah satunya berlubang sedangkan yang lain gosong hingga tidak dikenali.
“KEPARATTT.....!!!”
Auman Shayu memaksa semua mengambil sikap siaga, dia mengeluarkan sebuh benda bulat bermarwa hitam sebelum memakannya. Agnet berlimpah mengalir deras keluar dari sekujur badan Shayu, perlahan fisiknya mengalami peningkatan seperti Balaeno dan Wanio sebelumnya.
“Doping?” celetuk Arya curiga.
“Lihat saja....suatu hari nanti....aku pasti menuntut balas.....kubunuh kalian menggunakan tanganku sendiri!!!”
WUSH!!!
“Hey tunggu!” Kevin ingin mengejarnya namun dihalangi Arya.
“Jangan, berbahaya. Siapa tau dia masih mempunyai jebakan rahasia....biarkanlah....lagi pula kita sudah menang....”
Sang Ketua Elementalist terduduk sambil memegangi pinggangnya, mereka semua saling pandang sesaat lalu tersenyum. Masing – masing melakukan hal sama dikelilingi sorakan kemenangan prajurit Atlantos, kekalahan itu menyebabkan Faksi Laut ras Werebeast hampir musnah tanpa sisa.
Author Note :
- Geolughan Hwasal : Panah Suci
- Teog Keuleosyeo : Peremuk Dagu
- Gabyeon Chong-al : Peluru Cahaya
- Cheos Byeoljali : Rasi Bintang Pertama
__ADS_1
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.