Elementalist

Elementalist
Chapter 109 - Dark Side Situation


__ADS_3

Dengan selesainya pertempuran Tepes, Kris dan sabagian besar anggota Tujuh Dosa Besar harus menelan kenyataan pahit kalau mangsa utama mereka berhasil lari serta membawa kabur salah satu penerus Demon berpotensial tinggi ke pihak seberang.


Untuk itu pertemuan kembali dilakukan, suasana begitu serius terlihat dari tak ada yang sibuk sendiri selama rapat berjalan. Bahkan Moona nampak tenang mengikuti setiap pembicaraan baik – baik, Avarum sendiri tak mengunyah apapun kali ini.


“Bisakah kau menceritakan tentang Oldest Demon secara lebih mendetail?”


Sebagai salah satu orang yang tidak memenuhi permintaan bantuan bersama Queri, Euryale tentu penasaran mengenai kejadian tersebut. Ia tak pernah menyangka empat anggota Tujuh Dosa Besar mengalami kekalahan telak saat Perang Tepes.


Diapun sesungguhnya tau sehebat apa kemampuan Kruel Tepes, sebab kisah sang Dracula Queen santer menggema keseluruh wilayah Dark Side. Queri membuka matanya sebentar, menatap dalam – dalam Kris, Moona, Greenhook, dan Avarum.


Keempatnya mengalami luka dalam yang membutuhkan waktu seminggu untuk pulih secara total, mengapa ia tau? Karena dirinyalah perawat cedera orang – orang ini beberapa waktu lalu, rasa kantuk perlahan mulai memudar bagi Queri.


“Tidak berlebihan bila aku mengatakan dengan kemampuannya, dia bisa melawan kita bertujuh tanpa kesulitan sedikitpun” jelas Kris sambil menggertakan gigi.


“Huh! Seandainya kita mendapat bantuan lebih mungkin tak akan berakhir seburuk ini” Moona mendelik marah.


Lorem merasakan tatapan itu tapi memilih untuk mengabaikannya, dia sudah menegaskan kalau tidak akan memberi bantuan satu tenaga pun dalam perang tersebut karena Arya pernah membantu Liliem. Namun hal tersebut tidak berlaku dua kali, ia harus menunaikan tugasnya sebagai salah satu pasukan Elite ras Demon.


“Mengapa....kau....bisa....hoam....bilang....begitu?” bisik Queri lambat.


“Kalian tentu pernah mendengar tentang Hyakki-Yakkō bukan?”


“Parade Malam Seratus Iblis” Skulcrow si Pengawas ikut berkomentar.


“Tepat sekali, Nurahriyon memimpin seratus Jenderal Iblis terkuat miliknya. Masing – masing memiliki Klan tersendiri, yang semuanya bernaung pada satu panji. Yaitu Klan Nura, itulah kenapa mereka menyebut Nurahriyon dengan panggilan Sōdaishō atau Komandan Tertinggi”


Makna penjelasan Kris meresap ke seluruh benak pendengar, ini merupakan sesuatu yang benar – benar serius. Menjadikan musuh lawan sekuat dia bukanlah pilihan bijak.


“Seberapa kuat para Jenderal tersebut?”


“Aku punya keyakinan sepuluh peringkat teratas kemampuanya tidak berbeda jauh dari kita bertujuh”


“Lalu sekarang adakah rencana untuk menghadapinya? Tidakkah akan menjadi sangat merepotkan jika sampai benar – benar Oldest Demon lebih condong pada pihak sebelah?” tanya Avarum sambil mengangkat tangan.


“Itulah sebabnya kita juga berencana mencari mitra baru” Kris tersenyum dingin.


------><------


Beberapa hari kemudian muncul pemandangan tidak biasa, telah tiba tiga sosok Demon yang mengeluarkan aura hebat. Mereka duduk bersebrangan dengan anggota Tujuh Dosa Besar, terlihat sedikit raut tidak suka memancar dari kedua belah sisi.


“Terima kasih sudah mau datang, senang bertemu kalian Sutoku-Tennō, Shuten-Dōji, juga Hagoromo Gitsune” sapa Kris seramah mungkin.


“Ohoho kau terlalu sungkan untuk sesama pengguna darah Kris” pria yang duduk di tengah tertawa sambil membuka kipas miliknya.


__ADS_1


“Jadi? Kenapa gerangan para Nishi Demon sombong seperti kalian memanggil kami kemari?” salah satu laki – laki berwajah sangar meletakan keras guci labu berukuran besar di atas meja.


“Kau!?—“


Moona yang sudah hendak berdiri membalas respon tak menyenangkan itu segera dihentikan oleh teman – temanya. Semua orang tau betul temperamen milik sang Werewolf sehingga berusaha sebaik mungkin menjaga dia agar tidak mengacaukan negosiasi ini.


“Shuten-Dōji? Bisakah kau memberikan sedikit muka untuk mereka demi diriku?”


“Kawan lama tak perlu begitu, aku cuma sedikit bercanda. Bagaimana jika kita meminum arak setelah semuanya berakhir?” Shuten-Dōji lalu tergelak senang ke arah Skullcrow.



Banyak yang tidak tau kalau sebenarnya Dark Side dibagi menjadi dua bagian. Barat dan Timur, karena memiliki gerakan lebih aktif, sisi Barat memang lebih dikenal. Itulah tempat terlahirnya kelompok bernama Tujuh Dosa Besar.


Sedangkan bagian Timur kondisinya jauh lebih tenang dan stabil, hal tersebut tidak terlepas dari peran Empat Kaisar Iblis Timur. Mereka adalah penguasa keseluruhan wilayah dan berusaha sebisa mungkin untuk tak saling mengusik satu sama lain.


“Ngomong – ngomong, aku juga baru tau kalau gelar Hagoromo Gitsune sudah berpindah tangan” Shuten-Dōji melirik sekilas.


“Bukan urusanmu pemabuk tua” desis satu – satunya wanita di kelompok mereka.


“Hehehe kasar sekali, seingatku dulu kau selalu mengekor di belakang Tamamo-no-Mae tanpa henti” komentar Sutoku-Tennō.


“Hah....dia cantik sekali, aku sempat ingin memperistrinya namun selalu ditolak hahaha”


Karena pembicaraan semakin tidak terarah, Kris akhirnya mengambil kesempatan berbicara kemudian menyampaikan rencana mereka. Ekspresi ketiga Kaisar Iblis Timur langsung berubah gelap.


“Mustahil, lupakan saja” Shuten-Dōji berkata datar.


“Rumor itu ternyata benar, Nurahriyon adalah Kaisar Iblis Timur terkuat diantara kalian. Apa setelah beraliansi dengan Dracula Queen, suasana di Dark Side bagian Timur akan tetap sama ya?”


Mendengar kata – kata Kris. Sutoku-Tennō, Shuten-Dōji, dan Hagoromo Gitsune yang sudah hendak pergi langsung berhenti. Aura gelap merembes dari dalam tubuh mereka.


“Bocah aku tau kau ingin memprovokasi, tapi perhatikan kata - katamu”


“Huhuhu kesempatan sama tidak akan datang dua kali bukan?” timpal Kris santai.


Setelah diam beberapa saat, Hagoromo Gitsune berubah haluan. Dia setuju untuk membantu Tujuh Dosa besar, membuat heran dua Kaisar lainnya.



“Kau sudah gila”


“Mungkin, tapi jika kita bertiga menyatukan kekuatan....pasti ada celah”


“Kenapa?”

__ADS_1


“Aku ingin memulai perang, dan mencari Gadis Rubah Berekor Sembilan sebelumnya. Lalu bertanya, apa alasan dia tidak kembali”


Sutoku-Tennō serta Shuten-Dōji saling menatap satu sama lain, sebelum menghela napas panjang. Sepertinya keduanya juga sudah mengambil pilihan.


“Kau menang Kris”


“Sudah ditentukan kalau begitu? Hihihi”


------><------


Terjadi sebuah keributan besar di dalam sebuah kota, semua disebabkan karena perebutan primadona makanan lezat milik tempat tersebut. Sang pembuat terlihat cemas karena takut tak mampu melerai orang – orang yang jauh lebih besar dan kuat dari dirinya.


“Hei kakak – kakak disana, bisakah kalian berhenti?”


“Hah....kau ini, untuk apa mengurus hal tidak penting sih?”


“SIAPA YANG BERANI MENGGANGGU!?”


“Kami”


“HIIYY!?”


Seketika para pembuat onar tadi langsung lari terbirit – birit melihat sepasang laki – laki dan perempuan yang menegur mereka. Sebagai ucapan terima kasih, pemilik toko memberikan makanan penyebab keributan kepada dua orang itu.


“Enakkk....didampingi dengan sedikit sake memang pilihan terbaik, Nyonya bagaimana cara membuatnya?”


Diapun memberitahukan kalau resep ini adalah pemberian dari seseorang yang telah menyelamatkan hidup ia dan keluraganya, jadi sedikit merasa sungkan untuk memberitahu resep tersebut ke orang asing.


“Ahh begitu rupanya, tak apa – apa. Oh iya aku baru tau ada Kota berukuran sedang di tempat ini, apa namanya?”


“Fenrir Tail”


“Hmm? Fenrir? Itukan....” si perempuan yang sedari tadi diam saja merespon kalimat itu.


Asal – usul nama kota lalu diberitahukan kepada keduanya, entah mengapa nampak ketertarikan besar muncul saat masuk bagian cerita ini. Namun tiba – tiba terdengar suara teriakan histeris disertai suara hentakan kaki prajurit.


“SAYANG!?”


Seorang Imp cepat – cepat maju memeluk istrinya, yaitu si pemilik toko. Dibelakang makhluk itu ada sekitar dua puluh Lizardman bersenjata lengkap mengikuti.


“Apa kau Wali Kota Fenrir Tail?”


“B..be..benar sekali. Maaf atas ketidaksopanan kami Tuan Nurahriyon, Nyonya Kruel” jawabnya terbata – bata.


“Santai saja, jangan tegang begitu. Bagus, dengan ini akan jadi jauh lebih mudah”

__ADS_1


“Hei? Apa kau yakin? Tidakkah kau mengambil keputusan terlalu cepat?”


“SEMUANYA?! DENGARKAN BAIK – BAIK! MULAI SEKARANG MARKAS KLAN NURA AKAN DIPINDAHKAN KE TEMPAT INI!”


__ADS_2