
“Eh? Kenapa ia memanggilku dengan sebutan.....”
“Kakak!? Apa yang Kak Arya lakukan barusan kepadanya?” Edlyn cepat – cepat menhampiri tubuh lunglai Diondra.
“Heh? Mmm....aku pun kurang mengerti, tubuhku seperti bergerak sendiri” ujar Arya memperhatikan telapak tangannya yang menyerap energi milik gadis tersebut, anehnya entah mengapa terasa familiar.
Mereka membawa kemudian menidurkan kembali Diondra di kamarnya, baru meminta penjelasan lengkap atas kejadian tadi kepada para binatang sekitar situ. Sharky mengajukan diri untuk menceritakan semua karena memang dialah yang menemani si Putri sejak awal bangun.
“Kakak.....penyakitnya kian memburuk saja”
“Jadi....sebenarnya Kakakmu ini mempunyai masalah apa?” Arya bertanya tenang.
“Kak Diondra memiliki kondisi tubuh khusus seperti ibu kami, hal itu menyebabkan energi sihir dalam badannya meledak – ledak dan tak terkendali pada waktu tertentu.....”
Arya mendengarkan baik – baik informasi Edlyn, terutama perbedaan mendasar antara kemampuan ibu mereka mengendalikan kekuatan misterius tersebut dengan Diondra yang tanpa bisa diprediksi kambuh dan membahayakan orang lain.
‘Setelah kupikir – pikir tadi itu memang sihir sungguhan’ batin Arya.
“Aku selalu sedih begini setiap kali melihat kondisi Kakak hiks....kami sudah mengerahkan segala upaya agar dirinya sembuh namun sejak ibu meninggal terus saja.....”
“Pertama kalinya aku mengetahui soal sihir Mermaid”
“Kami memiliki kekuatan sihir cukup hebat lho, bisa dibilang kalau ras terkuat daratan adalah Elf. Maka Mermaid sebaliknya. Lautan merupakan wilayah kekuasaan utama bangsa Atlantos”
“Eh....luar biasa sekali, Lalu Kakakmu dikurung supaya tidak mencelakai penduduk sekitar?”
“Bukan, sebelum terjadi bentrokan melawan Werebeast Faksi Lautan. Kak Diondra masih bebas berpergian kemana saja karena Ayah dapat sigap mengenali gejala kambuhnya , tetapi mungkin efek dari tubuh istimewa tersebut.
Ras Witch ingin melakukan penelitian terhadapnya, sehingga meminta bantuan Faksi Lautan untuk menculik Kakak dan memberikan bantuan perang sebagai gantinya” jawab Edlyn sambil menggelengkan kepala.
“Dasar....”
Arya menggertakan gigi kesal, kasus Diondra hampir mirip dengan apa yang terjadi kepada Kyra. Jika dibiarkan terus, penyihir – penyihir serakah itu akan membuat semakin banyak kekacauan. Bayangan Diondra dikejar oleh pasukan Werebeast melintas dipikiran Arya, sekarang ia memaklumi alasan sikap kurang bersahabat Raja Neptune.
Saat seluruh rumah masih dalam diam, Arya tiba – tiba menjetikkan jari seakan baru mendapatkan sebuah ide. “Jika Kakakmu mampu mengendalikan kondisi khusus tubuhnya, apakah ada kemungkinan kalau mereka tidak mengincarnya lagi?”.
“Entahlah, aku pun tak pasti. Namun menurutku hal itu mustahil, semua Mermaid pengguna sihir paling hebat telah dikerahkan agar menyembuhkan Kakak dan hasilnya nihil”
“Heeh kita tidak akan tau sebelum mencoba, biarkan aku yang membimbingnya”
__ADS_1
“Eh? Maksud Kakak?” Edlyn menatapnya penuh tanda tanya.
“Walau terlihat kurang menjanjikan, aku ini mantan murid Akademi Sihir terhebat kau tau” kata Arya sembari menyeringai.
“Hah!?”
------><------
“Maksudmu!? Kaukan Manusia bagaimana bisa.....!?”
“Hmm....kasusku sebenarnya agak sedikit rumit hehehe.....”
“Umm.....Edlyn? Suaramu terlalu keras” igau Diondra pelan lalu perlahan bangkit ke posisi duduk sambil memegangi jidatnya.
“Kakak!? Kakak baik – baik saja?”
“Yap, hanya saja masih pusing. Aku bermimpi bertenu dengan seorang Pa....ngeran....”
“Pangeran?” Arya memiringkan kepala dan mengulangi ucapan barusan.
“Ah!? Maafkan aku tiba – tiba membawa orang asing berkunjung, dia adalah Arya Frost. Bantuan yang dikirim Elemental City untuk membantu kita”
“Salam kenal, terima kasih atas pertolonganmu sebelumnya” seru Diondra tulus.
Kemudian Edlyn memberitahukan beberapa kejadian di ruang tahta kepada Diondra, sepertinya ia telah berjanji akan menjadi mata pengganti demi kakaknya saat perempuan tersebut terkurung. Tetapi ketika Edlyn sedang asyik mengoceh, pandangan terpaku Diondra membuat Arya merasa sedikit canggung.
“Apa dirimu memerlukan sesuatu Tuan Putri?” tanyanya sopan.
“Eh!? Tidak! Tidak! Tidak! Tanpa sadar aku—kau pasti terganggu ya maaf. Wajahmu cantik sekali sehingga aku tak dapat melepaskan pandanganku darinya”
“Cantik? Hah? Tunggu sebentar, aku ini—“
“Woah....hebat, aku baru pertama kali melihat kakak mampu bicara langsung kepada kenalan baru. Bahkan memujinya” Edlyn melongo.
“Apa maksudmu? Kau terlalu berlebihan”
“Namun itu pertanda bagus kak, sebenarnya.....”
Mata Diondra semakin membelalak waktu mendengar rencana yang disampaikan oleh Edlyn, jelas ia juga bingung mengapa Arya bilang dapat membantu kondisi tubuhnya sementara fakta kalau anak berambut putri dihadapannya merupakan Manusia.
Arya berusaha sebaik mungkin menjabarkan latar belakang uniknya kepada kedua kakak beradik duyung tersebut, wajah mereka yang awalnya dipenuhi keraguan berubah menjadi takjub. Kisah perjalanan Arya berkesan begitu luar biasa sebab Diondra maupun Edlyn belum pernah meninggalkan Atlantos sejak dilahirkan, cerita dengan unsur fantasi dan sihir menghipnotis imajinasi dalam kepala keduanya.
__ADS_1
Selesai meyakinkan Diondra, Arya bersama Edlyn undur diri. Berjanji akan menyampaikan keseluruhan isi diskusi mereka ke Paduka Raja, sayang sekali tak semulus dugaan ketiganya. Raja Neptune menentang keputusan itu, juga murka atas pilihan sembronon putri keduanya memberitahukan masalah Diondra.
Si Raja Mermaid menyatakan belum percaya sepenuhnya dan mengawasi ketat gerak – gerik perwakilan Elemental City. Kalau sampai ada yang mencurigakan, tidak ada kompromi. Kelimanya langsung diganjar hukuman eksekusi mati.
“Heeh....kau cukup percaya diri pak tua, begitukah caramu memperlakukan orang yang ingin membantu kondisi putrimu?” tanya Arya dingin, tatapan matanya berubah sinis dan perlahan tapi pasti menurunkan suhu air disekitar tubuhnya hingga mebentuk butiran es.
Tau masalah bakal bertambah runyam jika dibiarkan, Edlyn memanggil Sharky sebagai saksi ketika Arya mengendalikan kondisi kambuh Diondra. Mendapat pengakuan serta desakan anak gadisnya berhasil meruntuhkan pendirian Neptune.
“Sebaiknya kurangi kenagkuhanmu itu sebelum kau menyesalinya” Arya memperingatkan sebelum pergi sesudah mendapatkan persetujuan.
Keesokan harinya ia mengajak Kevin, Elizabeth, Rena, dan Selena berkenalan dengan Diondra, anak perempuan pertama Raja Atlantos tersebut sangat senang memperoleh banyak tamu setelah sekian lama.
Terlebih para Elementalist sangat ramah juga mudah diajak bicara menurutnya, Arya menyampaikan semua inti kejadian kemarin. Untunglah keempatnya mengerti walau tetap saja Elizabeth, Rena, serta Selena enggan meninggalkan Arya berduaan di tempat itu bersama Diondra.
Selama melakukan pelatihan khusus, Arya membagikan tugas – tugas tertentu. Elizabeth dimintai tolong berkeliling menghapal bentuk dasar laut sekitar Atlantos, Kevin mengawasi perkembangan perisapan militer Kerajaan, lalu terakhir Rena bersama Selena bergiliran memberikan bantuan medis.
Arya selalu mendapat laporan harian dari masing – masing anggota Elementalist satu minggu kedepan, Diondra secara mengejutkan menyerap begitu cepat arahan – arahan yang diberikan. Hingga Arya harus mengakui kalau gadis ini memanglah cerdas.
Dia cuma membutuhkan waktu sehari menguasai dasar – dasar sihir, mengalahkan kecepatan Arya ketika diajarkan oleh Ryan saat persiapan keberangkatan Magihavoc dulu. Setiap tubuh Diondra kambuh, mereka akan saling menyatukan kedua telapak tangan supaya Arya mampu menyerap energinya dan tidak meledak.
“Telapak tanganmu....kasar ya....” ujarnya setelah entah berapa kali melakukan hal yang sama.
“Huum, mungkin akibat sering mengayunkan pedang” Arya menyahut enteng.
Hubungan keduanya semakin dekat, waktu seminggu cukup membuat mereka lebih mengenal satu sama lain. Diondra membuka mulut hendak mengucapkan sesuatu tetapi gagal karena suara bergemuruh mengguncang Atlantos.
Author Note (PENTING) :
Ada sedikit kabar buruk ya, untuk cerita Elementalist updatenya akan semakin lama. Mulai dari Chapter 190 ini sampai kedepannya cerita Arya dkk cuma rilis sekali seminggu (malam minggu) sampai waktu yang ditentukan. Kenapa? Karena untuk sekarang ada banyak sekali kesibukan mesti diurus, kuliah online jg masih mengintai penuh rasa haus darah, dan terlebih lagi sedang puasa.
Tapi alasan utamanya adalah Author mau fokus ke The Rebirth Of Ice Emperor (TROIE) terlebih dahulu sebab cerita tersebut sedang mengikuti perlombaan You Are A Writer Season 3, awalnya sih gk ada rencana mau nulis itu supaya fokus gk kebagi.
Sayangnya Elementalist tidak bisa ikut serta pada lomba karena sudah mendapat kontrak, jadi untuk perlombaan season ini kebanyakan cerita - cerita baru. Itulah kenapa Author buat TROIE yg rencana awalnya mau digarap setelah Elementalist tamat dulu.
Jadi mohon dukungannya untuk cerita itu, TROIE diusahakan update setiap hari mulai bulan Mei. Penilaiannya sendiri sih katanya berdasar kualitas serta performa karya tersebut secara menyeluruh jadi gw harap sih kalian pembaca Elementalist bersedia mampir ke sana.
Bersyukurlah cerita ini gk hiatus, gw ada niatan untuk hiatus tapi ngerasa gk enak sama beberapa pembaca yang emang bener - bener support cerita ini. Kalau lu emang gk sanggup nunggu selama itu silahkan berhenti baca, gw gk pernah maksa lu buat nunggu dan baca cerita ini.
Tenang aja update Chapter Elementalist pasti kembali normal ketika lombanya berakhir, dan mari berdoa supaya this freaking pandemic is over soon. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang umat Islam and stay healthy everyone. Bye! :3
__ADS_1
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.