Elementalist

Elementalist
Chapter 191 - Reality


__ADS_3

“Apa – apaan!?—“


“Sepertinya telah terjadi sesuatu, aku harus pergi melihatnya”


“Tunggu!? Biarkan aku ikut!”


“Jangan bodoh, ini berbahaya. Nampaknya Faksi Lautan mulai bergerak, jadilah gadis penurut dan tunggulah dengan sabar di sini” tahan Arya tegas.


Ia mengelus kepala Diondra lembut seolah berkata ‘tenanglah semua akan baik – baik saja, tak usah khawatir’ sebelum segera meninggalkan kediaman sang Putri. Diondra menggigit bibir sendiri penuh rasa bimbang, para ikan yang menemaninya saling pandang takut kalau anak perempuan tersebut melakukan tindakan gegabah.


‘Mengapa bimbang? Kau tidak ingin melihatnya bertarung? Bagaimana kalau terjadi sesuatu?’


“Ugh!? Kau....berhenti bicara dalam kepalaku!” Diondra membentak sembari memegangi keningnya.


“TUAN PUTRI!?”


‘Hihihi naif sekali dirimu, kau pikir bisa mengontrol kekuatanku jika berlatih? Itu salah besar, ini malah menciptakan celah yang lebih mudah untuk diterobos’


“Argh....!!!”


‘Kukuku namun bersyukurlah, aku mulai malas meladenimu. Sekarang ikuti hasratmu agar kita dapat menonton pertunjukan utama’


------><------


Arya meluncur cepat menembus air transparan Atlantos, dia menghindari penduduk – penduduk yang sedang dievakuasi oleh prajurit kerajaan. Tanpa menunda lagi, pria tersebut menuju gerbang pertahanan. Sebuah tembok kokoh berbahan metal khusus sudah muncul dari dalam tanah membungkus keseluruhan kota ras Mermaid.


Sesampainya ditujuan, tak berselang lama keempat temanya juga tiba. Walau nampak terburu – buru, jelas terlihat raut sigap nan serius menghiasi wajah mereka. Arya memberikan senyuman juga kata – kata menenangkan biar menurunkan ketegangan anggotanya.


“Serangan kejutan?”


“Ya, maafkan aku. Seharusnya lebih teliti mengawasi sekitar” bisik Elizabeth begitu menyesal.


“Kau sudah melakukan tugas sebaik mungkin, musuh pun tak mungkin memperlihatkan diri semudah itu ketika mau menyerang. Bagaimana persiapan pertahanan militer?”


“Jujur buruk Kapten, hanya ada sekitar dua ratus orang yang siap bertempur ditambah kita berlima” Kevin berat hati melaporkan.


“Hmm....jumlah musuh?”


“Kalau pengelihatanku tidak salah, kurang lebih empat ratusan kepala mungkin” jawab Selena selesai berpikir sebentar.


“Ahh....kupikir mereka agak meremehkan kita rupanya. Hihihi mari berikan sedikit sambutan meriah” Arya tersenyum lebar.


Ketika memasuki benteng pertahanan, Arya menaikan sebelah alis sebab menemukan Raja Neptune dan Edlyn tengah mengawasi area luar penuh waspada. Cukup unik menurutnya karena seharusnya kedua orang ini adalah prioritas perlindungan utama seluruh Atlantos.


“Yang Mulia? Putri Edelyn? Kalian sedang apa?”


“Kami tidak mungkin bisa bersembunyi dengan nyaman di Kastil sementara para prajurit mempertaruhkan jiwa serta raga mereka”


“Heeh....penilainku kepadamu sedikit bertambah, setidaknya kau Raja yang memperdulikan rakyatmu. Tapi sekarang biarkan kami mengambil alih semuanya”

__ADS_1


“Apa maksudmu bocah?”


“Tarik kembali semua pasukan Atlantos”


“Hah!? Kau kehilangan akal atau—“


“Ayah lakukan saja” Edlyn menarik jari raksasa sang ayah.


Walau sedikit enggan, akhirnya Neptune memenuhi permintaan Arya. Tentu saja prajurit – prajurit Duyung kembali sambil memasang ekspresi kebingungan. Melihat situasi sudah sesuai keinginannya, Arya bersiap memasuki pertempuran.


Selena membuat semacam masker terbuat dari air beroksigen tinggi milik Atlantos untuk yang lain sebelum meninggalkan teritori tersebut, mereka sudah berganti menggunakan pakaian tempur khusus agar mampu bergerak lebih luwes dalam laut.


“Rena? Untuk berjaga - jaga, bisakah kau menemani Raja Neptune dan Putri di sini? Biar hatiku lebih tenang”


“APA?!”


“Umm. Tentu, serahkan padaku” Rena mengangguk patuh.


“Terima kasih, ayo waktunya menunjukan alasan kita datang kemari”


“Baik!!!”


WUSH! WUSH! WUSH! WUSH!


“Hei Nona? Apa sungguh tidak apa – apa? Mereka berempat akan melawan pasukan berjumlah lima ratus orang lho!?” peringat salah satu prajurit.


“Tetapi!?—“


BRUAKH!!!


Pintu benteng tiba – tiba membuka dengan suara kencang, mengkibatkan masing – masing penghuni segera menoleh penasaran menagapa penjaga melakukan tindakan barusan. Seorang gadis berambut biru berwajah pucat nampak dibopong masuk oleh beberapa orang.


“Diondra!?”


------><------


“Woaahhh....mereka percaya diri juga mau menyerbu dengan jumlah segini” Arya meneropong berbekal tangannya, mengalirkan sedikit Agnet ke kedua bola matanya membuat dia tak sulit melihat dalam gelapnya dasar laut.


“Jadi benda – benda itu penyebab suara gemuruh sebelumnya” gumam Selena penasaran.


“Meriam Sihir Air, sekuat apapun tembok pelindung Atlantos. Kalau dihantam menggunakan benda tersebut terus menerus bisa gawat juga” Kevin berkomentar tenang.



“Jumlahnya ada lima....” tambah Elizabeth.


“Sepertinya kabar kalau mereka mendapat bantuan ras Witch benar adanya, apa menurut kalian berlebihan jika aku meminta tolong tuk mengancurkan semuanya?”


“Tidak sama sekali” sahut ketiganya semangat.

__ADS_1


“Bagus, aku akan menahan beberapa tembakan yang terlewat”


“Mini Sunshine!!!”


Selesai Arya bicara, Elizabeth mengeluarkan sebuah lingkaran cahaya kecil dari telapak tanganya kemudian melemparkan teknik itu ke tengah pemisah antara pasukan musuh dengan mereka berempat. Sinar menyilaukan meledak membuat para Werebeast kehilangan pengelihatan sementara.



“Ayo Nimble!”


Elizabeth segera menunggangi kelinci berukuran seperti kuda poni sembari tertawa, satu ayunan keempat kaki Elemental Beast ini cukup membuat si gadis pirang memangkas jarak dalam sekejap. Ia memutar – mutar Theia yang semakin benderang.


“Kita juga harus cepat”


“Kevin, kendalikan aliran listrikmu secara hati - hati agar mereka berdua tidak terkena. Selena sebaiknya dirimu.....” Arya memberi saran.


“Iya – iya dasar cerewet”


Selena mengambil posisi melempar, detik berikutnya Leviathan telah menghilang sambil membawa Kevin yang tengah berdiri di atasnya. Siulan Selena disusul oleh kemunculan seekor lumba – lumba entah dari mana, keduanya memberikan lambaian kepada Arya lalu ikut menyusul Elizabeth dan Kevin.


Tidak menyangka jika lawan beranggotakan hanya empat orang menyerang mereka, membuat pasukan Werebeast ketar – ketir. Kelima Meriam Sihir Air ditembakan, tiga berhasil dihalau. Namun dua tembakan lolos.


Arya mempersiapkan kuda – kuda, kedua kakinya mengeluarkaan pancaran Agnet padat. Begitu masing – masing peluru sampai dihadapannya, ia begerak lembut mengontrol terus mengembalikan bola besi berlapis sihir barusan ke arah pemiliknya.


“Teknik Taekwondo Pemungkas Aliran Lee; Helon Nalgae! Aku sudah lama ingin mencoba teknik kombo serangan balik ini shishishi”


BUMM!!! BUMMM!!!


Dua Meriam berharga milik pasukan Werebeast hancur berantakan akibat sepakan akurat sang Elementalist Es, tiga lainnya menyusul tak lama kemudian. Kevin, Elizabeth, dan Selena mulai menari di medan perang, sementara Arya turun tuk memijak dasar laut sambli merendahkan tubuhnya.


Sekali lagi dia melakukan sabetan tendangan namun menuju permukaan air di atas, membuat para penonton yang menyaksikan bertanya – tanya. Tetapi semua terjawab beberapa saat kemudian sewaktu Werebeast berwujud buaya pembawa senjata kait menerjang dirinya.


“Sedikit saran untukmu, jika mau mengendap – endap tolong tahan rasa haus darah milikmu ya” Arya menghindari sergapan tadi cukup mudah.


Baru merasa aman, tiba – tiba si buaya membuka mulutnya lebar. Sehingga Arya bergerak cepat menarik kepalanya, belum selesai disitu. Kait tajam menghujam sisi wajah Arya, putaran akrobatik halus membuatnya terlepas dari bahaya.


Musuhnya terkejut bukan main, lalu mendapati helaian putih menghiasi ujung senjatanya. Arya sendiri sudah menjaga jarak.


“Ara ara....aku harus mengucapkan terima kasih padamu telah melepaskan benda terkutuk yang menggangguku selama hampir dua minggu ini” kata Arya menyeringai sembari menyisir rambut ke belakang berbekal jari jemarinya.


Terjadilah kehebohan di benteng pertahanan, kedua Putri Atlantos melebarkan mata serta mulut tidak percaya. ‘Arya itu....seorang PRIA!??’.


^^^


Helon Nalgae : "Sayap Burung Bangau"


Jangan lupa mampir dan ramaikan RTOIE!!! Kalau sampai menang lomba Elementalist bakal update sepuluh  Chapter sekaligus!


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.

__ADS_1


__ADS_2