
“Ahh!? Bangunan markas sudah mulai terlihat!” seru Gehrig penuh semangat, sementara rekan – rekannya yang lain bersikap acuh tak acuh alias biasa saja.
Gehrig memang paling terkenal memiliki perangai tidak bisa diam, dia pasti muak cuma duduk tanpa melakukan apa – apa padahal misi ini begitu terdengar menyenangkan ketika disampaikan oleh pemimpin mereka. Apa lagi suasana hatinya bertambah buruk saat Mira mengizinkan Hayha untuk beraksi sendirian beberapa waktu lalu.
“Hah....kalian ini membosankan sekali....” tutupnya kesal.
“Hmm...? Apa – apaan....?”
“Kau kenapa Hayha?”
“Ckk!? Berisik! Diam sebentar Gehrig!?” James menggertaknya marah.
Tepat sebelum Gehrig sempat membalas ucapah James dengan kata – kata mutiara, wajahnya langsung berubah serius menandakan jika dirinya juga merasakan suatu hal aneh layaknya kedua temannya. Mira yang awalnya bersikap santai tiba – tiba menggerakan tuas persneling untuk memasuki gigi paling kencang.
“Pegangan....” gadis bermasker tersebut memperingatkan.
“Apakah perasaanku saja atau kita memang terasa lebih ringa—WOAAA!?“
BRMMMM!!!
Gehrig, Hayha, dan James tersentak kaget akibat perubahan kecepatan mendadak. Punggung masing – masing bahkan dipaksa terdorong mundur menempel ketat dengan kursi penumpang, Mira menggigit bibir bagian bawahnya sambil mengendalikan roda kemudi menghindari puluhan bongkahan batu besar yang terangkat ke udara.
“MIRA!?”
“Sihir anti gravitasi!? Kendaraan kita mulai meninggalkan tanah” jelasnya menanggapi teriakan tuntutan tiga rekannya.
BRUAK!!!
Sewaktu bagian belakang mobil mereka perlahan melayang, bunyi mengerikan terdengar dari atas kepala semuanya. Lapisan besi atap melesak kedalam seolah ada suatu benda atau makhluk berat mendarat disitu, memaksa ban kendaraan bertemu lagi dengan tanah.
“Teman – teman? Bukankah ini pertanda buruk?” celetuk Gehrig pelan sembari menengadah.
“Mira!? Didepanmu!?” Hayha menunjuk cepat.
“James!? Tembakan laser penghancur....”
“Aye – aye....”
PIPP!!!
Begitu James menekan tombol berwarna merah, muncul senjata laras panjang pada kedua sisi mobil dan segera melepaskan sinar kekuningan kuat. Sosok penghadang jalan mereka tetap tenang lalu menggunakan prisainya demi menangkis serangan barusan.
Hal itu tentu mengejutkan orang – orang yang berada dalam kendaraan berlapis baja, jelas sekali keempatnya tak menyangka kalau musuh mampu menahan tembakan tadi. Melihat jarak semakin dekat, si ksatria putih menyingkir.
Ternyata dibalik punggungnya telah menunggu makhluk berbaju zirah hitam legam, badanya ramping seperti wanita namun aura kemerahan pekat pada helm tempat seharusnya matanya berada benar – benar mengintimidasi.
“James!?”
“Slime Layer Activated!!!”
__ADS_1
BRUAKK....!!!
Tabrakan pun tidak bisa dihindari, ayunan pedang kuat menyebabkan mobil mereka terpelanting beberapa kali. Nasib baik tebasannya gagal membelah benda tersebut menjadi dua bagian, dan berkat kesigapan James semuanya baik – baik saja sebab seluruh bagian dalam kendaraan dilapisi cairan kenyal nan berlendir.
“Bagaimana keadaan tabung Nona Reiko?” tanya Mira khawatir.
“Aman.....” Hayha menyahut karena telah melakukan pemeriksaan bahkan sebelum diminta.
Masing – masing menghela napas lega, Gehrig nampak masih mengatur detak jantungnya ketika dari ujung matanya melihat sekelebat penampakan yang membuat wajahnya memucat melalui balik kaca pecah disampingnya. “Hey? Ini halusinasiku saja atau memang ada sesosok dewa kematian tengah berjalan kemari?”.
Ketiga pasang mata lain langsung bergerak serentak menuju arah yang dimaksud Gehrig, disana Arya terlihat melangkah mendekat dikelilingi lima makhluk panggilannya. Aura kehitaman khas Necromancer mengelilingi tubuhnya, Gehrig maupun Hayha hendak melepas sabuk pengaman bersiap melawan tapi segera dihentikan oleh Mira.
“Jangan bodoh, tugas utama kita adalah membawa Nona Reiko kehadapan Ketua. Duduk kembali, lagi pula masih ada dua Gatekeeper....”
“Kau sungguh berpikir duet peringkat teratas False Vanguard mampu menghadapi Undead – Undead istimewa disana?” ujar Gehrig tidak habis pikir.
“Sejujurnya....tidak, namun masih ada alat itu....”
“Ahh....sekarang aku paham maksudmu....”
“Mari lanjutkan....”
Mira berusaha menghidupkan mesin mobil lagi, Arya menyadari tindakan tersebut lalu maju menyerang. Sayangnya tepat sebelum berhasil menggapai kendaraan musuh, sekelebat jubah pendatang baru melintas dan senjata masing – masing mengincar lehernya.
TRANG!!!
“Menyingkir....” geramnya.
“Maaf Tuan, tetapi nampaknya mustahil memenuhi permintaanmu....”
“Aku tak punya urusan dengan kalian!?”
Usai meneriakan kalimat barusan Arya menerjang ke arah musuh diikuti kelima makhluk panggilannya. Giuliano, Percivale, Silvesta, Luisa, juga Zulqar bersiap menyerang, perasaan Arya entah mengapa menjadi waswas sebab respon kedua orang dihadapannya begitu santai. Benar saja detik berikutnya....
PRANK...!?
Langkah Arya terhenti, bunyi layaknya gelas pecah barusan membuatnya tertegun. Dia menoleh dan melihat tiap Undead teknik Death Orchestra of Five Main Chess Pieces berubah menjadi serpihan – serpihan cahaya kecil, Arya langsung sadar koneksinya terhadap lima abdinya terputus tanpa alasan jelas.
“Sekarang bolehkan kita bicara terlebih dahulu? Hihihi.....”
------><------
“Apa yang sudah kalian perbuat!? Dan kau si keparat Sioul bukan!?” Arya menunjuk pria berambut putih pembawa senjata sabit raksasa.
“Jawabanmu nyaris benar, izinkan kami memperkenalkan diri. Two HQ Gatekeeper....”
“False Vanguard Number Two....Aragon....” perempuan satunya memberi hormat sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
“False Vanguard Number One....Subyek 111....” laki – laki sebelumnya melepaskan penutup mulutnya dan menunjukan dua taring melengkung panjang dibalik bibirnya.
“Kau!?”
“Benar, aku merupakan Kloning dari orang yang dirimu maksud”
“Ternyata benar dia dibalik semua ini!?” kata Arya murka terus mencabut pedangnya.
Subyek 111 dan Aragon kemudian memberitahu kalau mereka bukanlah Kloning biasa, tubuh setiap False Valguard telah dicampur DNA lima ras lainnya sehingga memiliki kekuatan tidak normal. Berbeda dengan para hasil penelitian gagal atau Mutant.
Keduanya pun memberitahu alasan sihir Arya menghilang adalah alat bernama Antimage Seal, yaitu sebuah benda khusus yang bisa memaksa penggunaan sihir berhenti dalam radius tertentu. Senjata paling berharga Pax untuk berhadapan melawan Witch serta Elf.
“Mengingat jarak dengan markas utama sangat dekat, kemampuan Necromancermu terkunci sepanjang lima kilometer jauhnya. Mengerti?”
“Persetan....apa perduliku....?! Aku tidak mempunyai urusan bersama kalian....aku cuma ingin membawa adikku pulang....enyah dari sana!!!”
Arya bersiap mengayunkan Mandalika, tetapi kekuatan kedua lawannya ternyata bukan main – main. Berbekal sabit raksasa jangkuan serangan Subyek 111 teramat panjang sampai sulit didekati, sedangkan Aragon sendiri merupakan pemain pedang handal.
Perempuan tersebut bergerak gesit sembari menyerang Arya tanpa henti, jika ia lengah sedikit saja maka habislah sudah. Arya dibikin kewalahan melayani pertarungan tak berjeda itu, terlebih kerja sama mereka sangat baik.
Dalam hitungan menit goresan – goresan luka memenuhi sekujur tubuh Arya, namun dia terus bergerak. Mencoba sekuat mungkin menyembunyikan fakta kalau kemampuan fisiknya terkuras akibat memakai Archaic Magic sebelumnya.
SLASH!!!
“Uhuk!? Uhuk!!?” akhirnya Arya bertekuk lutut saat tebasan Aragon menyambar sisi perutnya.
“Hmm? Hanya segini? Sungguh? Apa kau sedang sakit wahai Ketua Elementalist?
“Berhenti bercanda Aragon, ayo selesaikan....” perintah Subyek 111.
“Iya – iya dasar laki – laki tidak sabaran....” Aragon cemberut sembari mengangkat bahu.
Kedua False Vanguard saling menempelkan senjata mereka satu sama lain, Agnet berkepadatan tinggi melapisi bilah masing – masing. Demi penghabisan, sebuah energi kuat gabungan ditembakan ke arah leher Arya.
Arya hendak memejamkan mata bersiap menerima rasa sakit namun muncul sekilas penampakan bara panas disekelilingnya. Kobaran api besar menyelimuti area tempatnya berdiri lalu menghancurkan jurus musuh, hal itu membuat Subyek 111 maupun Aragon terpaksa melompat mundur.
“Hotaru no Ton’neru....”
“Kau....” ucap Arya terperangah melihat punggung berjubah dihadapannya.
“Apa sulitnya menunggu sebentar sih? Kau ini sangat terburu – buru, sekarang lihat semua jadi kacau bukan? BA....KA” gadis berambut hitam tersebut menoleh sambil mendengus kesal.
Author Note :
Hotaru no Ton’neru : Terowongan Kunang - Kunang
^^^
__ADS_1
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.