Elementalist

Elementalist
Chapter 180 - Dampak


__ADS_3

Magihavoc menutup rapat – rapat pintu masuk mereka untuk beberapa waktu ke depan, bukan hanya kota ini saja. Seluruh wilayah kekuasaan Witch secara mengejutkan tak terdengar kabarnya, tentu saja hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak.


“Apa gerangan yang terjadi kepada para penyihir sombong itu?”


Kesibukan terlihat memenuhi pusat kota, banyak orang bergegas ke sana kemari demi membungkam dan mengeliminasi informasi keluar masuk Magihavoc. Sebab telah diumumkan perintah langsung Penyihir Agung berkaitan dengan Kerusuhan Five Heavenly Stars Tournament.



Bagaimanapun caranya, fakta kalau dua orang remaja berhasil menyelundup serta memporak porandakan lokasi kebanggaan mereka harus ditutupi. Poster masing – masing buronan sudah tersebar luas, upah dari keberhasilan menangkap hidup – hidup pengacau tersebut bahkan dapat membuat keluarga bangsawan sekalipun menelan ludah.


Tapi walau begitu, banyak juga penghuni Magihavoc meragukan kebenaran berita ini. Karena bisa dibilang mengenal dan tau perangai kedua bocah pelaku itu, bukan tanpa alasan. White juga Gerrow terkenal ramah dan sering membantu masyarakat sekitar.


Salah satu penentang keras tuduhan adalah Arietta Brevil, wanita tersebut melakukan protes tanpa henti kepada Marylin Merlin Sang Orange Witch. Ia tidak dapat menyetujui kata – kata buruk terhadap muridnya.


“Kau meragukanku?! Lihatlah baik – baik kekacauan di arena! Lima makhluk panggilan berzirah! Kesaksian Friska, Morgiana, dan Olivia masih belum cukup untukmu?! Jangan bersikap tidak tau diri mentang – mentang dirimu telah dikeluarkan dari daftar tersangka Profesor Brevil” hardik Merlin sinis.


“Mustahil dia—“


“Akulah yang berhadapan dengannya, White mengatakan sendiri kalau dia merupakan Elementalist Es”


Begitu selesai, si gadis jingga meninggalkan Brevil tak perduli lagi akan responya. Sebenarnya ada satu hal penting lain penyebab keseimbangan ras Witch terganggu, yaitu menghilangnya Ilxazar Iruphior


Dari pengakuan empat Penyihir Agung lain, kali terakhir pria tua berjuluk The Quiet Genius itu terlihat ketika awal serbuan makhluk – makhluk panggilan White. Salah satu dari mereka menembakan sihir peledak kemudian menghilang bersamanya.


Isu kematian pilar kekuatan utama Witch menggemparkan orang – orang, sebab tau kemungkinan ini sangatlah kecil. Iruphior dikenal bukan hanya sebagai penyihir bertalenta, namun juga yang terkuat diantara Lima Penyihir Agung.


Makin sulitnya mengontrol massa mengakibatkan Aluxium Ulzegrus, Rhilore Lefay, Deviar Udafarihm, dan Vrivana Payne setuju mengangkat Marylin Merlin untuk menjadi pengganti sekaligus pemegang gelar Penyihir Agung Class Universal yang baru.


Muncul pro serta kontra atas keputusan berkesan tergesa – gesa ini, tetapi tidak dipungkiri belum ada pesaing sebanding melawan Merlin tuk merebutkan posisi tersebut. Jadi melengganglah dia ke posisi teratas setelah resmi diluluskan secara istimewa oleh Divina Academy.


Kabar tentang adanya pengkhianat merebak, salah satunya adalah laporan beberapa Witch kelas tinggi atas keterlibatan Kenya Weahl dalam Kerusuhan Five Heavenly Stars Tournament. Saat sidang dilakukan gadis itu menjawab enteng serta lancar, tak terlihat beban sedikitpun di wajahnya.


“Aku dilarang melakukannya”


“Mengapa?”


“Karena kami membuat Sumpah Hidup-Mati, aku bersedia menolongnya demi mendapatkan sesuatu”


“Jelaskan maksudmu”


“Akses menuju perubahan” Kenya tersenyum.


“KAU—“


Merlin menghentikan interogasi kemudian memberi perintah pembebasan untuk Kenya, menimbulkan ratusan pertanyaan tentunya. Menurut sang Orange Witch pribadi, tidak ada seorang pengkhianat yang dengan santainya menyerahkan diri seperti Kenya.


Dia juga mengenal baik kepribadian aneh perempuan tersebut, pasti ada alasan khusus berharga hingga Kenya Weahl berkenan membantu. Dan ini bisa saja bernilai tinggi bagi para Witch di masa mendatang.

__ADS_1


Selanjutnya, semua anggota The Figment Squadron diwajibkan menghadap. Tetapi hasilnya juga nihil, tak ada satu pun dari mereka terbukti bersekongkol melakukan pemberontakan. Bahkan kondisi mental pemuda – pemudi itu jauh lebih tertekan.


Ketika hendak pergi meninggalkan lokasi, Merlin memanggil lalu memberikan sebuah penawaran. Melihat sepak terjang kedelapannya saat turnamen menjanjikan, ia punya keinginan melatih mereka dibawah bimbingannya.


Semua saling berpandangan sebentar, namun akhirnya satu per satu mulai setuju hingga menyisakan Kyra seorang. Semua tau kalau gadis itu agak spesial, karena sempat tinggal sekamar bersama buronan selama beberapa waktu.


“Jika kau menolak silahkan per—“


“Tidak”


“Hmm?”


“Aku ikut, mohon bantuanya” jawab Kyra menatap mata Merlin penuh tekad.


------><------


Sementara puluhan kilometer dari ruang sedang, di sudut jalan ramai. Ada seseorang laki – laki muda tampan tengah duduk membaca koran dalam toko tongkat sihir tua berdebu. Sang pemilik datang membawa secangkir teh sembari mengangkat sebelah alis begitu melirik penampilan tamunya.



“Kau menggunakan ramuan pemuda lagi eh?”


“Gil, berhenti bilang begitu. Ini hanya serum, paling lama bertahan satu bulan. Tak pantas disebut ramuan”


“Namun tetap saja hebat dirimu mampu meraciknya cuma berbekal sebagian resep, bagaimana kalau kau membaginya dengan kawan lamamu ini”


“Sialan, apapun wujudmu. Ternyata kau masih orang yang sama”


“Hihihi jelas sekali bukan?”


Si pemuda kembali membolak balikan surat kabar di tangannya, pria tua tadi menghirup minuman buatanya sambil menggeleng heran kemudian menyeletuk. “Mau sampai kapan kau membaca berita kematianmu? Ilza?”.


“Hehehe....aku menikmati ketika mereka menambahkan kalimat berkesan dilebih – lebihkan seperti ini”


“Jadi....sebenarnya apa yang kau lakukan?”


“Tidak ada hal istimewa, hanya pembicaran antara guru dan murid yang sudah lama tidak bertemu”


“Terus soal anak itu? Kau tentu mengenalinya sejak awal bukan?”


“Begitulah”


“Hah....sebenarnya apa rencanamu? Setelah diingat – ingat lagi, kau juga penipu yang menjual tongkat sihir rongsokan bodoh itu”


“Ayolah Gil, jangan sebut ia rongsokan”


“Berhenti bercanda! Kau pikir lima ratus keping emas pantas untuknya!?” Gilberth menggebrak meja kesal.

__ADS_1


Iruphior bergerak cekatan menangkap gelas miliknya agar cairan hangat di sana tidak merembes ke mana – mana. “Ups!? Fyuh....hampir saja, jangankan lima ratus. Seribu keping pun aku yakin benda tersebut akan laku”.


“HAH!? Ilzaxar kau—“


“Itu merupakan pangkal tongkat sihir milik Gretaz Arcenciel, aku menghabiskan hampir separuh hidupku untuk melacak lokasinya”


“Apa?! Maksudmu....Gretaz yang itu....?”


“Benar, sang Penyihir Legendaris”


“Aku tidak mengerti mengapa kau malah menjualnya kepadaku”


“Persis sepertimu, dia juga cuma barang rongsokan ketika berada di tanganku” jawab Iruphior tersenyum geli.


“Kau membuat peragaan sihir spektakuler saat menipuku ya, masih berani menyebutnya sampah?”


“Memang iya, tetapi semuanya karena keahlianku. Tongkat sihir tersebut tidak menjawab panggilanku sama sekali”


“Aneh, atau jangan – jangan kau memang sudah menduga kalau Elementalist Es akan menemukannya di sini” Gilberth melipat tangan bingung.


Iruphior terdiam, matanya menerawang sesuatu. Hingga pikirannya terlihat entah sedang melayang ke mana. “Tidak, kejadian itu diluar ekspektasiku. Tetapi sekarang jadi sangat menarik”.


“Kau pun pernah bicara langsung dengannya, apa yang dilihat Assesment Eye milikmu?”


“Jingga dan Merah”


“Hah?”


“Hihihi bingung bukan?”


“Aku terkadang kagum kepada diriku sendiri masih mampu bergaul denganmu selama ini, jadi sekarang rencanamu?”


“Ada sebuah ramalan yang ingin kubuktikan”


“Hmm? Mengenai?”


“Hari di mana ketujuh putri Gretaz kembali ke pemilik sahnya”


- Divina Academy Arc Status : Finished -


Author Note :


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa .com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.


Butuh duit? Iya. Gw bkn org munafik, kalau gk mengharapkan hasil apa - apa dari nulis cerita saya tidak akan mengpublish pada platform MT/NT. Ngemis? Terserah sih lu mau bilang apa, tapi apa gk malu lu baca cerita pengemis? Pengemis aja mampu buat cerita, masa lu cuma nikmatin kisah pengemis tersebut dan gk bisa apa - apa?


Terakhir, Stay Safe. Berperanlah untuk mengatasi masalah Covid -19 dengan cara tidak keluyuran untuk sementara agar penyebaran virus berhenti. Karena jika bukan kita yang bertindak siapa lagi? Sehat itu mahal guys. Ciao!

__ADS_1


__ADS_2